
Menyadari ada sebuah mobil yang tengah berhenti di seberang jalan rumah nya Rosa pun jadi heran dan bertanya pada suaminya.
"Pa...coba lihat, mama perhatikan mobil itu sudah lama berhenti di depan jalan rumah kita."Ucap Rosa pada suami nya.
Namun respon pak Delon hanya melirik sebentar dan berkata.
" Ini jalan umum, jadi terserah mereka mau berhenti dimana."Jawab Pak Delon dingin.
"Ih...bukan itu maksud mama pa, tapi kan aneh aja kok tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depan jalan rumah kita dalam waktu lama." Ucap Rosa lagi.
"Ya mungkin saja kan itu orang lagi istirahat karena capek." Jawab Pak Delon ketus.
Sejenak Rosa terdiam, mungkin saja kata-kata suami nya benar, mungkin orang yang lagi beristirahat karena lelah.
Setelah merasa puas melihat kondisi orang tua nya Syalu mengajak yang lain untuk segera pergi ke penginapan, karena tubuh nya pun merasa lelah akibst perjalanan jauh.
"Mari mas Furqon kita jalan, kalian pasti sudah lelah kan." Ucap Syalu.
"Kalau kakak masih mau disini nggak apa-apa kok, kita bisa nunggu."Ucap Syfa.
" Nggak apa-apa Syfa, kakak juga udah lelah, terimakasih untuk kebaikan kalian semua, semoga Allah membalas nya."Ucap Syalu tulus.
"Aamin..."Ucap mereka serempak.
Kemudian Furqon melajukan mobil nya secara perlahan, di dalam hati Syalu terselip rasa haru dan lega karena sudah melihat kondisi orang tua nya yang baik-baik saja, walaupun kondisi ayahnya yang terlihat kurang sehat namun hati nya tetap lega.
Tidak sampai tiga puluh menit, mobil yang di kendarai Syalu dan yang lain nya telah tiba di penginapan Embun Pagi.
"Wah...suasana disini benar-benar asri dan sejuk ya." Ucap Furqon.
"Iya mas...aku benar-benar suka tempat ini." Ucap Syfa yang menjawab perkataan Furqon.
Furqon tersenyum simpul mendengar Syfa menjawab perkataan nya, entah kenapa hati nya selalu berbunga-bunga saat Syfa merespon ucapan nya.
"Udah...ayo masuk, udah nggak betah ni...aku pengen mandi." Ucap Julian.
"Ya udah aku tanya kunci buat kamar kita ya, kan abah udah pesan buat kita." Ucap Bintang.
"Iya kita tunggu disana ya." Ucap Julian sambil menunjuk arah tempat duduk yang di sediakan.
__ADS_1
"Iya." Jawab Bintang singkat.
Setelah mendapatkan kunci kamar mereka segera masuk kamar masing-masing, tentu saja kamar Bintang, Julian dan Furqon jadi satu, sama hal nya dengan kamar Syalu dan Syfa mereka pun sama. Sehabis mandi mereka langsung terlelap, setelah beberapa jam mereka tidur, kini Bintang terbangun karena perutnya merasa lapar, sama hal nya dengan Syalu setelah menunaikan shalat Ashar dia merasa perutnya mulai minta di isi. Melihat Syfa yang tertidur nyenyak dia jadi tidak tega untuk membangunkan nya.
"Ya udah deh, aku keluar sendiri aja nanti buat mereka aku bungkus aja makanan nya." Ucap Syalu dalam hati.
Kemudian dengan hati-hati dia keluar kamar, kini Bintang pun berniat ingin keluar kamar nya dan mencari makan.
"Sebaiknya aku shalat Ashar dulu deh, habis itu cari makanan." Ucap Bintang.
Setelah menyelesaikan Shalat nya Bintang pun keluar kamar untuk mencari makanan untuk dirinya dan yang lain. Sejenak Bintang terpaku dengan kamar yang berhadapan dengan kamarnya, ingin rasa nya dia mengajak Syalu keluar untuk mencari makan, namun niat nya di urungkan karena merasa tidak enak hati.
Ketika Bintang berjalan keluar penginapan, nampak dia melihat seseorang yang tengah kebingungan hendak berjalan kearah mana.
Kemudian Bintang menghampiri wanita yang dia rasa kenal dan kemudian memanggil nya.
"Syalu." Panggil Bintang dengan lembut.
"Astaghfirullah...ustadz." Ucap Syalu terkejut.
"Kenapa kau disini? bukan nya kau sedang tidur?" tanya Bintang.
"Maaf Ustadz, aku tidak izin sama kalian, sebenarnya aku sangat lapar, jadi aku memutuskan untuk mencari makan untuk kita semua." Ucap Syalu dengan malu-malu.
"Seharusnya kau bicara dengan ku kalau lapar, jangan pergi sendiri seperti ini, kalau terjadi sesuatu pada mu bagaimana?" Ucap Bintang dengan Khawatir.
"Maafkan saya ustadz, saya tidak bermaksud membuat ustadz khawatir." Ucap Syalu dengan menyesal.
"Baiklah, lain kali jangan di ulangi lagi, sekarang ikut aku." Ucap Bintang.
"Kemana?" tanya Syalu bingung.
"Katamu lapar, ayo kita cari makan." Ajak Bintang.
"Ustadz juga mau makan?" tanya Syalu.
"Hum...menurut mu aku keluar kamar mau ngapain kalau bukan cari makan." Ucap Bintang sambil tersenyum.
"Wah...kebetulan kalau gitu tadz, kita berdua sama-sama lapar." Ucap Syalu girang.
__ADS_1
"Semoga kebetulan ini berlaku setiap hari."Ucap Bintang dalam hati.
"Jadi kita mau makan apa sekarang?"Tanya Bintang pada Syalu.
"Apa aja deh tadz, yang penting perutnya kenyang."Ucap Syalu sambil tersenyum.
"Masya Allah...senyuman nya, sungguh adem kalau lihat dia kayak gini."Ucap Bintang dalam hati.
"Ya udah kita ke cafe itu aja, kayaknya makanan nya enak-enak."Jawab Bintang sambil menunjuk cafe yang dia maksud dan letak nya pun tidak jauh dari penginapan.
"Oke."Jawab Syalu.
Kemudian mereka berdua pergi menuju cafe yang di maksud Bintang. Sesampai di cafe tersebut mereka memilih tempat duduk yang enak dan nyaman.
"Kita duduk di ujung sana aja, kayaknya enak di sana bisa lihat pemandangan di luar."Ucap Bintang.
"Baik ustadz."Jawab Syalu sambil mengikuti langkah Bintang.
Kemudian mereka duduk dengan memilih meja yang dekat pemandangan di luar, semua nampak terlihay hijau terlebih lagi perkebunan teh sangat jelas terlihat dari cafe tersebut. Tak lama mereka duduk datang seorang pelayan yang memberikan dua buku menu untuk Bintang dan Syalu.
"Silahkan... menu nya mbak, mas."Ucap Pelayan tersebut dengan senyum ramahnya.
"terimakasih."Ucap mereka serempak.
Ketika Syalu dan Bintang sibuk memilih menu, tanpa mereka sadari pelayan tersebut curi-curi pandang pada Bintang.
"Masya Allah...ganteng banget...mau dong jadi pacar nya. " Ucap pelayan tersebut sambil senyum-senyum sendiri.
Ketika Syalu ingin mengatakan pesanan nya pada pelayan tersebut dia melihat pelayan tersebut senyum-senyum sendiri sambil menatap Bintang tanpa berkedip.
"Em..." Baru saja Syalu ingin membuka mulut nya namun dia nampak bingung karena melihat sang pelayan yang seolah-olah lagi melamun dan tersenyum sendiri.
"Kakak ini kenapa? kok senyum-senyum sendiri?" Ucap Syalu dalam hati.
"Maaf kak...saya mau pesan." Ucap Syalu yang tiba-tiba mengagetkan pelayan tersebut.
"Eh iya...mbak maaf, mbak nya mau pesan apa?"Ucap pelayan tersebut dengan gugup.
Bintang pun nampak telah selesai dengan pilihan menunya, dan dia pun ingin mengatakan pesanan nya pada pelayan tersebut.
__ADS_1