
"Ayam kremes cabe ijo." Ucap Bintang dan Syalu secara bersamaan.
"Ha? ustadz pesan itu juga?"Ucap Syalu terkejut
"Kamu juga?"Jawab Bintang yang tak kalah terkejut nya.
Kemudian mereka tertawa bersama, sedangkan pelayan yang ada di hadapan mereka terlihat sangat bingun.
"Jadi mas sama mbak nya mau pesan yang mana?" Tanya pelayan tersebut mengulang kembali pertanyaan nya.
"Ayam kremes cabe ijo dua ya."Jawab Bintang.
"Lalu untuk minum nya apa mas?" tanya pelayan itu lagi.
"Es lemon tea."Lagi-lagi Syalu dan Bintang menyebutkan menu minuman yang sama.
Seketika mereka berdua tertawa, mereka tidak menyangka kalau menu yang mereka pilih itu sama.
" Wah...kalian memang pasangan yang serasi ya mas...mbak, pantas saja kalian berjodoh, selain memiliki wajah yang tampan dan cantik, ternyata menu makanan favorit kalian juga sama."Ucap pelayan tersebut sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.
Seketika wajah Syalu berubah merah seperti tomat, sedangkan Bintang hanya berdehem karena merasa canggung akibat kata-kata pelayan tadi.
"Eheem...jangan kau ambil hati kata-kata dia tadi, mungkin dia sedang bercanda." Ucap Bintang gugup.
"I...ya ustadz, tidak apa-apa aku juga tidak terlalu memikirkan nya." Jawab Syalu sedikit gugup.
Ketika pelayan tersebut telah sampai kebagian tempat pemesanan makanan dengan dia pun berbicara pada rekan kerja nya.
"Jumi...ini pesanan di meja sepuluh, tolong siapkan ya." Pinta pelayan tersebut pada teman nya.
"Oke...baiklah, tunggu sebentar ya!!!" Jawab Jumi.
"Eh Jum...kamu lihat laki-laki yang duduk dengan wanita itu?" tunjuk pelayan tersebut kearah meja Bintang.
"Yang mana?" tanya Jumi sedikit bingung dengan arah tunjuk teman nya.
"Itu...yang di meja sepuluh." Jawab pelayan tersebut dengan sedikit kesal.
"Emang kenapa dengan meja sepuluh? ada yang salah?"Tanya Jumi yang sedikit bingung.
" Is...kau ini...perhatikan laki-laki nya, sungguh...dia sangat tampan dan juga kharisma nya itu loh...persis kayak aktor di televisi."Ucap pelayan tersebut dengan bersemangat.
Kemudian Jumi memperhatikan laki-laki yang duduk di meja sepuluh dengan seksama dan betapa terkejut dirinya ketika melihat secara langsung laki-laki tersebut.
"Astaga...itu kan ustadz Bintang yang terkenal itu loh, dia kan sering ada di siaran televisi juga." Ucap Jumi dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Apa? ustadz Bintang? benarkah? astaga...kenapa aku tidak mengenalinya!!!" Ucap pelayan tersebut.
"Iya benar, dia memang ustadz Bintang, bukankah besok dia ada acara tausyiah di masjid Ar-Rahman?" Ucap Jumi.
"Serius?wah...harus Buru-buru minta foto dan tanda tangan nih, sebelum yang lain menyadari nya." Ucap pelayan tersebut.
"Is...kau ini, aku juga mau kali." sungut Jumi.
"Ya sudah cepat buruan siapin makanan nya, nggak enak kan kalau mereka nunggu lama." Ucap Pelayan tersebut.
"Oke, tunggu ya, aku minta mas koki nya buat siapin pesanan ustadz Bintang." Jawab Jumi.
Sedangkan Bintang dan Syalu masih terlihat kaku dan bingung ingin memulai pembicaraan nya dari mana, karena tidak nyaman dengan situasi akhirnya Bintang pun memulai pembicaraan nya.
"Sya...apa kamu mau pesan sesuatu lagi?" tanya Bintang, karena dia bingung harus bicara apa.
Ha?pesan? ya ampun ustadz yang kita pesan tadi aja belum dateng, masa mau pesan lagi."Ucap Syalu terkekeh.
"Oh iya... ya." Ucap Bintang.
Kali ini dia merasa konyol dengan pertanyaan nya sendiri, namun Bintang bahagia bisa melihat Syalu dapat tersenyum.
"Oh ya, kenapa cadar mu tidak di pakai?apa kamu tidak takut ada yang mengenali mu disini?" Tanya Bintang.
Kali ini Bintang yang terkekeh mendengar kata-kata Syalu. Melihat Bintang tertawa tentu membuat Syalu jadi bingung.
"Ustadz kenapa tertawa?" Ucap Syalu bingung.
"Kamu lucu, tapi ya sudahlah, nanti kalau pulang dari sini minta di ajarin sama Syfa ya cara makan ketika masih memakai cadar."Ucap Bintang.
"He... he...iya Ustadz." Ucap Syalu malu-malu.
Tak selang berapa lama pesanan mereka pun datang, Jumi dan rekan nya mengantarkan langsung makanan tersebut kemeja mereka. Dengan telaten mereka menyajikan makanan di meja Syalu dan Bintang.
"Silahkan di nikmati makanan nya ustadz Bintang dan mbak." Ucap Jumi dengan ramah.
"Loh...kakak kenal sama ustadz Bintang?" tanya Syalu pada Jumi.
"Ya pasti kenal dong mbak, beliau ini kan selain terkenal karena ketampanan nya tapi beliau juga terkenal karena cara bertausiyah juga bagus dan menarik." Ucap Jumi polos.
"Ustadz boleh tidak kami meminta foto bersama dengan ustadz, ucap rekan Jumi.
"Hum...baiklah." Ucap Bintang dengan senyum ramah.
Kemudian Mereka mengambil posisi untuk berfoto kecuali Syalu, dia merasa tida ada kepentingan jadi dia lebih memilih menyingkir. Ketika Syalu hendak mundur tiba-tiba Bintang memanggil nya.
__ADS_1
"Sya...kemarilah! ikutlah berfoto bersama kami."Ucap Bintang.
"Tapi..."Ucap Syalu ragu.
"Kemarilah!" seraya memberikan kode agar Syalu mendekat.
Kemudian dengan langkah ragu Syalu mendekat dan ikut berfoto bersama mereka.
"Jon...tolong fotoin kita dong!!!" Ucap Jumi ketika ada rekan nya yang lewat di dekat mereka.
Kemudian Jono sang rekan kerja Jumi dengan cekatan mengambil handphone Jumi untuk segera mengambil foto mereka.
Setelah selesai berfoto, Jumi dan rekan nya berpamitan undur diri, mereka tidak ingin berlama-lama mengganggu acara makan-makan sang ustadz walaupun sebenarnya mereka lebih ingin lama lagi berada di dekat samg ustadz.
"Terima kasih ustadz untuk kesediaan nya buat berfoto dengan kami."Ucap Jumi.
"Sama-sama, baiklah bisakah kami makan sekarang? soal nya ini perut sudah minta di isi dari tadi."ucap Bintang jujur.
"Oh ya silahkan ustadz, maaf sudah mengganggu." Ucap Jumi sambil undur diri.
Kemudian mereka segera pergi dari tempat itu dan menyelesaikan tugas yang lain nya.
"Mbak yang bersama ustadz tadi itu siapa ya?" tanya rekan Jumi.
"Mungkin istrinya, dia beruntung banget ya bisa menikah sama ustadz yang tampan itu." Ucap Jumi.
"Bukan nya ustadz Bintang belum menikah?" tanya rekan nya lagi.
"Oh...iya ya...jadi sebenarnya siapa wanita yang bersama ustadz Bintang ya? apa mungkin itu adik nya? karena melihat dari wajahnya usia mereka agak beda jauh."Ucap Jumi menerka-nerka.
"Ya sudah lah siapapun wanita itu yang pastinya dia sangat beruntung bisa bersama ustadz tampan itu."Ucap rekan Jumi.
Kini Bintang dan Syalu bisa menikmati makanan nya dengan tenang, tidak lupa sebelum makan mereka membaca doa terlebih dahulu.
"Subhanallah...ternyata ayam kremes cabe ijo nya enak banget ya, wah...bisa nambah ini makan nya." Ucap Bintang sambil menikmati makanan nya dengan lahap.
"Iya ustadz memang enak, aku sering makan ayam kremes ini tapi nggak pernah makan di tempat cuma lewat goofood aja." Ucap Syalu.
"Apa ini makanan favorit mu Syalu?" Tanya Bintang.
"He...iya ustadz." Jawab Syalu malu-malu.
"Ternyata kami menyukai makanan yang sama, ini juga menu favorit ku." Ucap Bintang dalam hati.
Kemudian tidak ada lagi pembicaraan, mereka makan dengan begitu lahap karena memang perut mereka sudah sangat lapar.
__ADS_1