
"Jadi apa tugas yang tuan maksud?" tanya Parman kemudian.
"Suruh pelayan di rumah ini untuk berlibur selama dua hari!!" Jawab Doni.
"Baik Tuan." Patuh Parman.
Kemudian Parman pergi keluar menemui Bik Jum, mula nya bik Jum menolak untuk pergi dari rumah, karena alasan Doni yang menyuruhnya pulang kampung dengan tiba-tiba sangatlah tidakasuk akal, namun bik Jum bisa apa, dia hanya seorang pelayan yang harus patuh dengan dengan perintah sang majikan.
"Apa yang sedang di rencanakan den Doni sebenarnya? kenapa semua orang yang ada di rumah ini di suruh pergi dari rumah ini?" Batin bik Jum.
"Ayo bik kita berangkat sekarang,biar nggak kena macet." Suara Parman memecah lamunan bik Jum.
"Parman apa kau tau apa alasan den Doni menyuruh kita semua pergi?" tanya bik Jum.
"Tidak bik, lagian saya tidak mau tau apa yang sedang di rencana kan tuan, bisa-bisa kepala saya jadi santapan senjata tuan." Ucap Parman yang masih merasa takut dengan senjata bos nya.
"Alah...kamu ini Man... Man..., badan aja yang di gedein, tapi otak kamu masih kayak anak kecil." Ejek bik Jum sambil merapikan pakaian nya ke dalam tas.
"Tapi beneran bik, tuan itu kalau lagi marah aduh... rasa mau copot jantung saya." lanjut Parman dengan mimik wajah yang susah di artikan.
"Alah...paling bisa-bisa nya kamu aja itu." Sahut bik Jum tak percaya.
"Suwerrrr...deh bik." Jawab Parman sambil mengangkat dua jari nya.
Bik Jum tersenyum melihat kelakuan Parman yang seperti anak kecil, Parman dan bik Jum sama-sama orang lama yang sudah puluhan tahun mengabdi dengan keluarga Doni.
"Ayo bik kita berangkat sekarang." Ajak Parman kemudian sambil menjinjing tas bik Jum.
Kemudian mereka keluar kamar untuk menuju parkiran mobil, saat hendak keluar rumah bik Jum masih menyempatkan diri menoleh ke arah kamar utama, hati nya masih menyimpan kecemay untuk gadis itu.
"Semoga ada keajaiban untuk bisa menolong neng Syalu malam ini tuhan." Doa bik Jum ketika hendak meninggalkan rumah.
Di dalam kamar utama, nampak Doni sedang memandangi Syalu yang tengah berdiri di dekat pintu kamar, melihat mata Doni yang tak berhenti menatap nya Syalu mulai panik dan tak nyaman.
__ADS_1
"Kemarilah sayang! dan tutup pintu nya!" perintah Doni, laki-laki itu hanya menelan Saliva nya karena melihat makhluk ciptaan Tuhan yang sangat sempurna baginya.
"Ti...da.. k, kamu mau apa?" tanya Syalu gugup.
"Menurut mu kita mau apa di ranjang pengantin ini?" tanya Doni dengan seringai yang menjijikan.
"Jangan macam-macam, atau aku akan teriak!!" ancam Syalu.
"Ha...ha...ha..." Seketika tawa Doni pecah.
Mendengar tawa Doni, Syalu semakin di buat takut dan kalut. Sedangkan Doni perlahan-lahan mendekati Syalu dan meraih tubuh gadis itu.
"Aw...Sakit!!!"pekik Syalu.
Dengan cepat Doni menutup dan mengunci pintu kamar utama tersebut, kemudian membopong tubuh Syalu dengan paksa.
" Brengsek...lepaskan bajingan!!!"dengan sekuat tenaga Syalu memukuli tubuh Doni, namun apalah daya tenaga nya kalah kuat dengan tenaga laki-laki itu.
"Ha...ha... aku memang bajingan sayang, untuk itu malam ini kita akan melewati malam yang panjang di ranjang ini." Seketika tubuh Syalu di terhempas di ranjang milik Doni.
" Aku akan melepaskan mu sayang, tapi setelah kita melepaskan malam pertama kita malam ini."Seringai Doni sambil membelai belahan gunung kem**r milik Syalu yang terekspos.
Syalu hanya memejam kan mata nya sambil meremas sprei yang ia tiduri saat ini, air mata nya mengalir tak henti-henti, harga diri nya merasa di lecehkan saat ini oleh lelaki itu. Namun saat itu pula Syalu sadar bahwa dia tidak boleh lemah, dia harus bisa lepas dari Doni. sekuat tenaga ia mendorong tubuh Doni, namun lagi-lagi usaha nya gagal.
Dengan cepat Doni mengungkung tubuh Syalu.
"Mau kemana sayang, layani aku dulu!" Dengan membabi buta Doni mencium bibir mungil Syalu.
"hm... mm..." Suara Syalu tertahan ketika bibi Doni membungkam bibir nya, kali ini Syalu benar-benar kehabisan tenaga untuk melawan laki-laki itu.
Tak hanya sampai di bibir saja, Doni mulai menjelajahi bagian tubuh lain, di saat kepasrahan Syalu tiba-tiba saja ide gila itu muncul di benak nya.
"Ya...allah... semoga ide ini berhasil menghentikan niat laki-laki brengsek ini untuk menghancurkan masa depan ku." Ucap Syalu dalam hati.
__ADS_1
"Tunggu mas!! aku ingin berbicara dengan mu sebelum kita melakukan nya." Syalu sengaja mengubah panggilan nya untuk Doni, agar lelaki itu mau menuruti permintaan nya.
Benar saja Doni langsung menghentikan kegiatan nya, dia sedikit heran dengan panggilan mas yang di lakukan Syalu.
"Ada apa?" tanya Doni dingin.
"Mas bisa kita bicara sebentar, aku ingin bicara dari hati kehati, karena aku tidak ingin kamu menyesal nanti nya." Sebenarnya Syalu ingin sekali muntah ketika memanggil Doni dengan sebutan mas, namun dia tahan agar rencana nya berhasil.
"Menyesal untuk apa?" tanya Doni dengan sedikit bingung.
Sedangkan Syalu buru-buru membenahi posisi duduk dan bajunya yang mulai berantakan karena ulah Doni.
"Cepat katakan!! jangan menyuruh ku terlalu lama untuk menunggu." pungkas Doni.
"Iya. Saya hanya mau tau apa mas memperhatikan kondisi terakhir ku waktu itu? ketika membeli diriku dari Rico?" Tanya Syalu mulai memancing.
Kemudian Doni nampak berfikir, dan setelah nya dia menjawab pertanyaan Syalu.
"Tentu aku tau. Saat itu kondisimu sangat memprihatinkan, tampak berantakan dan wajah mu nampak lebam, seperti habis di pukul." Jawaban itu mencelos begitu saja dari bibir Doni.
Kemudian Syalu tersenyum, sedangkan Doni nampak bingung dengan gadis yang ada di dekat nya.
"Apa mas tidak bertanya atau berfikir kenapa kondisi ku bisa seperti itu pada waktu itu?" Lagi-lagi Syalu membuat Doni penasaran.
"Maksud kamu?"sudahlah, jangan membuang-buang waktu kita malam ini,aku sudah tidak tahan ingin melakukan nya." Jawab Doni dan dengan sigap ingin mengungkung tubuh Syalu.
Namun kali ini Syalu tidak tinggal diam, dengan cepat dia menepis tangan Doni yang ini menyentuh nya.
"Tunggu mas!! aku hanya ingin berbicara sebentar, saya janji akan melakukan nya jika setelah kita berbicara dan sama-sama setuju, maka apapun akan aku lakukan termasuk menjadi istri kamu." Ucap Syalu berbohong.
"Ya Tuhan...aku tidak punya cara lain untuk membebaskan diri dari laki-laki brengsek ini, semoga ide gila ini berhasil dan dia mau membebaskan ku." Batin Syalu.
"Apa kau bersungguh-sungguh dengan kata-kata mu itu sayang?" dengan terampil tangan kekar Doni membelai wajah Syalu.
__ADS_1
Sebenarnya Syalu merasa risih dan jijik, namun dia harus menahan nya demi kelancaran ide nya. kali ini dia harus melakukan nya dengan hati-hati karena ini kesempatan terakhir bagi nya.