DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 95. CALON SUAMI KU


__ADS_3

"Biar Syalu ya bukak pa." Ucap Syalu seraya berlalu menuju pintu utama.


Ketika pintu terbuka semua nampak terkejut terlebih lagi Syalu dan Rico, mereka tidak menyangka akan beretatap muka secara langsung, padahal Syalu sudah setengah mati untuk menghindari Rico, ada rasa trauma yang menyelimuti hati nya ketika melihat wajah Rico kembali, berbeda dengan Rico justru laki-laki yang tengah duduk di kursi roda tersebut tengah tersenyum bahagia karena melihat gadis cantik yang saat ini masih berstatus istrinya. Mar pun ikut bahagia karena sang menantu ada di hadapan nya, harapan untuk membatalkan perceraian sang anak pun terasa semakin besar, dia sangat yakin jika dirinya meminta Syalu untuk membatalkan perceraian ini Syalu pasti akan menurut pada nya.


"Syalu!!!" panggil Rico, tenggorokan nya terasa tercekat ketika memanggil nama gadis yang ada di hadapan nya.


"Kau!!!" Syalu hanya mampu memandang laki-laki yang ada di hadapan nya dengan penuh amarah.


"Sya...maaf kan aku...aku hilaf waktu itu." ucap Rico sambil berusaha meraih tangan Syalu, namun yang terjadi adalah dia terjatuh dari kursi roda nya.


Bruk


Melihat anak nya jatuh ke lantai spontan Mar memekik dan berusaha meraih sang putra, sedangkan yang lain ketika mendengar jeritan dari pintu utama spontan berhamburan menghampiri sumber suara.


"Rico!!!" pekik Mar kemudian segera memeluk Rico yang berusaha menggapai tangan Syalu.


"Sya...aku mohon batalkan perceraian itu, aku nggak mau pisah sama kamu." ucap Rico dengan nada memelas.


"Maaf mas aku nggak bisa, jangan kan kembali sama kamu, menatap wajah mu saja aku sangat jijik." ucap Syalu sambil membuang muka.


"Cukup Syalu!!!kamu benar-benar keterlaluan, anak saya sudah sangat memohon sama kamu, tapi apa balasan kamu terhadap dia, kamu malah menghina nya." ucap Mar degan lantang membela sang putra.


"Jaga sikap anda nyonya Darto, jangan salahkan anak saya atas sikapnya, itu belum seberapa di banding kan sikap bejat anak anda!!!" Suara bariton itu terdengar sangat tegas dan muncul tiba-tiba di samping Syalu, siapa lagi kalau bukan Delon yang tengah mendekati putrinya.


Sedangkan yang lain ikut muncul setelah Delon, mata Bintang tertuju pada laki-laki yang tengah bersimpuh di lantai.

__ADS_1


"Apa dia suaminya Syalu? ada apa dia kemari?" batin Bintang bertanya-tanya.


"Oh...jadi ini suaminya kak Syalu, ya...ampun nyesel kan sekarang lu udah jahatin kak Syalu, makanya jadi orang jangan jahat-jahat." ucap Syfa dalam hati sambil terkikik.


"Papa....!!! kenapa dia kemari pa, Syalu nggak mau lihat wajah nya lagi." ucap Syalu sambil memeluk sang papa dengan terisak.


"Anda dengar sendiri kan kalau putri saya tidak mau melihat wajah anak anda, jadi silahkan bawa anak anda pergi dari sini, dan ikuti saja alur dalam perceraian mereka." ucap Delon tegas.


"Tidak pa!!! Rico tidak mau berpisah dengan Syalu, aku sangat mencintai nya." ucap Rico dengan berurai air mata.


"Jangan sebut aku papa dengan mulut kotor mu itu!!! masih untung kau tidak aku jebloskan kedalam penjara karena telah menjual putriku dengan laki-laki lain."hardik Delon.


"Tapi pa??? waktu itu aku khilaf dan juga terpaksa."ucap Rico berkilah.


"Sekali lagi kau memanggil ku papa, akan ku cabik-cabik mulut kotor mu itu dengan tangan ku ini." kali ini Delon benar-benar kehabisan batas kesabaran.


"Astaghfirullah." ucap Semua orang kecuali Rico, Mar dan Rosa.


Kali ini Rosa tidak bisa ikut bicara karena sebelumnya sudah di ingatkan oleh sang suami untuk tidak ikut campur soal Syalu lagi, apa lagi bersangkutan soal Rico dan keluarga nya.


"Maaf nyonya, sebelum nya saya minta maaf mungkin ada baiknya kita bicarakan hal ini dengan cara baik-baik." ucap Bintang berusaha menengahi pertikaian tersebut.


"Eh...lo siapa ha? ikut-ikut aja urusan orang, kalau nggak ada kepentingan mending lo diam ya!!!" sentak Rico.


Mendengar kata-kata Rico Bintang hanya tersenyum dan beristighfar dengan nada lirih namun masih bisa di dengar hanya beberapa orang saja, sedangkan Syalu merasa tidak enak hati dengan sikap Rico yang sudah lancang membentak orang yang telah berjasa pada diri nya.

__ADS_1


"Cukup Rico!!! jaga sikap kamu!! jangan berani-beraninya kamu membentak tamu ku seperti itu." hardik Syalu karena merasa tak suka dengan sikap Rico.


"Sayang...kamu kok belain dia sih? memang nya dia siapa ha? kok segitu nya kamu belain dia?" ucap Rico tanpa dosa.


"Tutup mulut mu Rico, aku tidak sudi kau panggil sayang, aku jijik mendengar mulut kotor mu itu berbicara." ucap Syalu tak suka.


"Kamu kok ngomong nya gitu sayang? oh...kamu masih marah ya sama aku hum? maafin aku ya, aku janji setelah kita bersama lagi aku akan mencintaimu seumur hidup ku." ucap Rico tanpa rasa malu.


"Cih...jangan mimpi, jangan kan kembali bersamamu Rico, satu matahari pun aku tak sudi bersama mu." Ucap Syalu berdecih karena merasa jijik dengan kata-kata Rico.


"Kau sudah mendengar sendirikan jawaban putri ku, jadi sekarang saya minta kalian pergi dari sini!!!" sentak Delon.


"Apa karena laki-laki ini sehingga kau menolak untuk kembali bersama ku ha? apa karena dia kau ingin bercerai denganku Syalu?" ucap Rico dengan penuh emosi di sertai telunjuk yang mengarah ke Bintang.


"Maaf mas... sebaiknya anda tenang dulu, semua bisa di bicarakan baik-baik." Ucap Bintang dengan tenang.


"Kamu pasti selingkuhan Syalu kan? oh...jadi begini cara kalian membalas kebaikan kami ha?"Ucap Mar dengan sengit memandang Syalu.


"Tutup mulut Anda nyonya Darto, jangan bicara yang tidak-tidak tentang putri saya, kebaikan mana yang Anda bicarakan ha? Anda lupa dengan apa yang telah Rico lakukan pada putri saya ha?" hardik Delon dengan penuh emosi.


"Lalu? kalau bukan selingkuhan Syalu terus dia siapa? setau saya dia bukan kerabat anda besan lagian kalau memang dia sanak family besan sudah pasti di waktu pernikahan Syalu dan Rico dia ada disini." ucap Mar tak kalah sinis.


"Dia calon suami saya tante!!!" ucap Syalu dengan mantap bahkan terlihat tenang menatap mata ibu dari laki-laki yang telah menjual diri nya.


"Apa????????" Ucap Rico dan Mar serempak, mereka begitu syok mendengar pengakuan Syalu dengan tiba-tiba.

__ADS_1


Tak hanya Mar dan Rico, Delon, Rosa, Bintang dan Syfa turut tercengang mendengar penuturan Syalu yang tiba-tiba, entah kenapa hati Bintang bergetar dengan degup jantung begitu kencang, ingin rasa nya dia berteriak bahagia mendengar penuturan Syalu walaupun itu hanya kepuraan semata demi menghindari laki-laki yang telah menjual harga dirinya pada laki-laki lain,semua orang sibuk dengan pemikiran nya masing-masing, setelah menjawab pertanyaan Mar barulah Syalu menyadari dengan apa yang barusan dia katakan tiba-tiba saja raut wajah nya merah padam rasanya dia tak berani untuk menatap wajah Bintanga pun hanya sebentar saja.


Entah pemikiran dari mana sehingga dia berani mengatakan itu semua pada Mar dan Rico, pelan-pelan Syalu berusaha mengangkat wajahnya untuk menatap Bintang, Syalu mengira Bintang akan marah dengan pengakuan nya pada Mar dan Rico, namun dugaan nya salah justru ketika kedua netra mereka bertemu Bintang memberikan isyarat dengan kedua mata dan kepalanya bahwa dia, mendukung semua yang di ucap kan Syalu, dan seketika wajah Syalu pun berubah ceria lagi dan merasa dapat dukungan dari orang yang dia harapan dari lubuk hati nya paling dalam.


__ADS_2