DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 84. SYOK


__ADS_3

"Ma!!!" Hardik Delon pada Rosa.


"Kenapa pa? papa mau belain dia!!!" Sentak Rosa sambil menunjuk kan tangan ke arah Syalu.


"Kenapa mama kasar? jangan perlakukan tamu seperti itu ma!!!Ucap Delon kesal.


Melihat Syalu yang terduduk di lantai Syfa dengan cepat membantu nya berdiri dan meneriaki Rosa.


"Dasar...nenek sihir berkepala ular keket, udah tua tapi kelakuan nya bar-bar." Ucap Syfa yang tak suka pada Rosa.


"Eh...dasar anak kecil nggak sopan kamu ya!!" ucap Rosa sambil mendekati Syfa dan ingin memberinya pelajaran.


"Berhenti ma!!!berani mama melangkah lagi, maka papa yang akan berikan mama pelajaran!" hardik Delon.


Abah Sudin dan Bintang hanya bisa mengucapkan istighfar ketika melihat tingkah Rosa yang seperti itu, sedangkan Syalu hanya menatap sedih dengan kelakuan ibu nya, dia benar-benar malu di hadapan Bintang dan Syfa perlakuan mama nya dan ummi Salmah sangat jauh berbeda.


"Papa berani bentak aku gara-gara pelakor ini?" Ucap Rosa dan kemudian menarik cadar Syalu dengan paksa sehingga semua nya terbuka sudah.


Yang lain terjingkat kaget atas perlakuan Rosa pada Syalu, Delon dan Rosa terbelalak menatap wajah yang ada di balik cadar.


"Syalu." Lirih Delon.


Deg


Deg


"Syalu???" pekik Rosa.


Syalu yang sudah tak dapat menahan haru dan tangisnya langsung berhamburan kepelukan sang papa, mereka berdua menangis tergugu dalam pelukan, sedangkan Rosa Syok seperti melihat hantu ketika Syalu berada di depan matanya.


Semua orang menangis haru ketika melihat Syalu dan papa nya menangis karena menahan rindu satu sama lain, sedangkan Rosa bingung harus berbuat dan berkata apa, dengan langkah ragu-ragu dia pun mendekati Syalu.


"Syalu...apa kau tidak ingin memeluk mama? apa hanya papa mu saja yang kau rindukam?" ucap Rosa.


Mendengar perkataan mama nya Syalu langsung melerai pelukan nya dengan sang papa kemudian langsung memeluk Rosa.

__ADS_1


"Maafin Syalu maa." Ucap Syalu.


"Syalu, kenapa kamu nggak pulang nak? kenapa kamu nggak ngabarin kami? papa sangat mengkhawatirkan mu." Ucap Delon.


"Maafin Syalu pa, Syalu masih takut untuk menghubungi mama dan papa." ucap Syalu.


"Tapi Sya... " Baru saja Delon akan berbicara Rosa pun sudah menyela.


"Kamu memang kebangetan ya Syalu, bisa-bisa nya kamu bikin mama dan papa pusing cariin kamu, kamu sudah di apakan oleh laki-laki yang membeli kamu."Kata-kata Rosa bagaikan jarum yang menusuk jantung Syalu.


" Cukup ma...apa-apaan sih ma? tega-tega nya kamu bicara seperti itu sama anak sendiri."Ucap Delon yang tak suka dengan kata-kata istrinya.


"Lah...kok mama di salahin pa? mama bener kan? kalau nggak di apa-apain mana mungkin laki-laki itu mau beli Syalu dengan harga mahal." ketus Rosa.


Kali ini Bintang benar-benar tak dapat menahan emosinya, Kata-kata Rosa mama kandung dari Syalu benar-benar sudah kelewatan.


"Cukup bu Rosa!!!saya rasa kata-kata anda sangat tidak pantas untuk di ucapkan, anda sebagai ibu kandung dari Syalu seharusnya lebih prihatin dengan kondisi nya, bukan malah menginterogasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting seperti itu." Ucap Bintang tegas.


Seketika Rosa terdiam, dia merasa di skakmat oleh kata-kata Bintang, Syalu yang menyaksikan sikap mama nya yang tak pernah berubah sangat sedih bahkan air mata nya terus mengalir, Syfa yang berada di dekatnya pun langsung memeluknya untuk menenangkan nya.


"Tapi pa..." Kata-kata Rosa terhenti karena Bintang lebih dulu menyela.


"Dan perlu ibu ketahui, Syalu gadis yang baik dan juga menjunjung tinggi kehormatan nya, bahkan sampai detik ini dia masih suci bu." Jelas Bintang dengan suara yang bergetar.


"Hey...ustadz kenapa situ yang marah-marah, Syalu anak saya, saya bilang gitu karena saya sayang sama dia."sungut Rosa.


"Ibu memang ibu kandung Syalu, tapi cara ibu sama sekali tidak mencerminkan seorang ibu, ibu bilang sayang? sayang yang seperti apa yang ibu maksud? dengan mencercah harga diri anak ibu bahkan meragukan nya."Ucap Bintang tak kalah sengit.


"Wah...abang gua luar biasa, jarang buka suara sekalinya buka....panjang tuh kayak tol."ucap Syfa dalam hati sambil terkikik.


Rosa diam seribu bahasa, dia merasa mati kutu karena ucapan Bintang, Abah Sudin yang melihat pembelaan Bintang terhadap Syalu hanya bisa tersenyum, kali ini abah Sudin dapat menduga kalau Bintang telah menaruh hati pada Syalu


"Ustadz maafkan istri saya, dia memang nggak ada hati kalau sudah menyangkut Syalu." ucap Delon.


"Papa apa-apaan sih? kok malah jelek-jelekin mama." ucap Rosa tak suka.

__ADS_1


"Karena itu fakta nya ma!!!dari dulu mama selalu bersikap semena-mena pada Syalu, tapi apa Syalu pernah membangkang dengan kita ataupun mama, bahkan di saat dia di paksa menikah dengan laki-laki k*p*r*t itu diapun masih mengikuti ke mauan mama walaupun dia tahu akhirnya akan menderita."Ucap Delon dengan bergetar.


Syalu yang mendengar kata-kata papa nya hanya mampu memejamkan matanya, karena ketika mengingat laki-laki biadab itu hati nya kembali sakit.


"Pa...Syalu ingin pisah dari Rico, Syalu nggak mau kembali dengan laki-laki itu." Ucap Syalu.


"Iya nak, papa akan dukung semua keputusan mu, kita akan urus bersama-sama perpisahan kamu dan Rico." Jawab Delon.


"Tapi pa...Syalu nggak mau lagi bertemu dengan Rico, Syalu takut pa." Ucap Syalu dengan tubuh gemetar.


"Bagaimana ini ustadz? abah?" tanya Delon pada Bintang dan Abah Sudin.


"Biar pengacara saya yang akan mengurusnya." ucap Bintang tiba-tiba.


"Ustadz."Panggil Syalu lirih namun masih bisa di dengar oleh Bintang.


Syalu merasa terharu karena ustadz Bintang sampai detik ini masih mau membantu nya, bahkan dia dan Bintang tidak ada ikatan darah sama sekali, Syalu sangat bersyukur karena masih di kelilingi orang-orang baik dan sayang pada dirinya.


Merasa dirinya di sebut Bintang pun menoleh ke Syalu dan tersenyum.


"Saya sudah berjanji akan mendampingi dan membantumu Sya...jadi kamu nggak usah khawatir ya, kami akan selalu mendukung keputusan mu selagi itu masih dalam hal yang baik." Jawab Bintang.


"Kamu suka kan sama anak saya? makanya kamu sampai segitunya belain dia!" cebik Rosa tiba-tiba.


Mendengar perkataan istrinya spontan mata Delon melotot ingin lompat keluar, dia begitu terkejut mendengar kata-kata istrinya yang tidak sopan pada ustadz yang telah membantu putrinya. Dan tiba-tiba.


Plak


Plak


Reflek Delon menampar kedua pipi istrinya.


"Lancang kamu ma!!! kamu benar-benar sudah keterlaluan, ustadz ini sudah baik pada kita, anak kita telah di selamatkan olehnya, tapi kamu telah terang-terangan mempermalukan dia di hadapan semua orang." ucap Delon dengan bergetar.


Mendapatkan tamparan yang tiba-tiba membuat Rosa sangat syok dan meringis kesakitan, pipinya yang memerah akibat tamparan hanya mampu di elus-elus oleh kedua tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2