
"Apa aku terlihat berbohong?" Syalu berusaha meyakinkan Doni.
"Baiklah aku akan mencoba percaya dengan perubahan sikap mu ini, sekarang katakan apa yang ingin kau bicarakan." Doni terlihat serius bertanya ke Syalu.
Lagi-lagi Syalu merasa tidak yakin dengan ide gila nya ini, tapi kalau tidak di coba mana tahu akan hasil nya. Mau tidak mau Syalu harus mencoba nya pilihan nya antara bebas atau terperangkap selama nya dengan laki-laki yang telah membelinya.
"Aku bingung harus mulainya dari mana, aku takut ingin menceritakan ini semua ke kamu." Syalu memulai drama nya dengan wajah memelas.
"Katakanlah, aku akan mendengarkan nya." Jawab Doni iba.
"Apa kau ingat kondisi ku terakhir kali saat kau membeli diriku dari Rico?"Syalu terus memasang wajah menyedihkan, tentu saja itu menarik perhatian Doni.
" Hum."Hanya itu yang keluar dari mulut Doni.
"Hum...apa?" Syalu mulai kesal dengan reaksi Doni.
"Iya, maksud aku ingat saat terakhir kali melihat kondisi kamu, waktu itu kondisi kamu sangat memprihatinkan." Jawab Doni terkekeh, Dia merasa senang melihat Syalu merajuk.
"Terus?" Syalu sengaja bertingkah manja seolah-olah dirinya mulai menyukai Doni.
"Terus apa Sayang Hum...? Kali ini Doni benar-benar tertipu dengan sikap Syalu.
" Ya terus kamu liat aku gimana, memprihatinkan gimana maksudnya?" Ucap Syalu kesal.
"Pinjam paha mu, aku ingin berbaring." Tiba-tiba Doni menarik paha Syalu dan tentu saja itu membuat Syalu terkejut.
"Ka..kam..u ngapain?" Tanya Syalu gugup.
"Aku hanya ingin kita terlihat mesra sayang, layak nya pasangan suami istri, apa salah kalau aku berbaring menggunakan paha mu sebagai sandaran kepalaku hum?" Sikap Doni begitu lembut seolah-olah Syalu telah menerima dirinya.
"Tapi kita belum menikah mas, akupun belum bercerai dari laki-laki bajingan itu." Lagi-lagi Syalu mulai kesal dengan tindakan Doni.
"Kenapa kau marah sayang? apa kau tidak menginginkan ini hum...?" Tanya Doni.
__ADS_1
"Bukan begitu mas, aku marah hanya karena mengingat laki-laki brengsek itu." Jawab Syalu menghindar.
"Jadi apa yang sebenarnya yang ingin kau bicarakan dan tanyakan, untuk kondisi mu waktu itu, aku melihat segala nya." Ucap Doni Serius.
"Melihat seperti apa?" tanya Syalu penasaran.
"Ya...waktu itu wajah mu banyak memar, di sudut bibir mu ada bercak darah, aku sampai tidak tega melihat nya." Doni menjelaskan apa yang dia lihat pada saat itu.
"Apa saat itu mas tidak curiga kenapa kondisi ku seperti itu? padahal itu terjadi pada saat malam pertama kami." Tanya Syalu pada Doni.
"Baiklah sekarang jelaskan pada ku apa yang terjadi dengan dirimu pada saat itu." Ucap Doni.
"Bisakah kau duduk dulu mas, jujur aku masih risih kalau posisi kita seperti ini." Pinta Syalu,dia memang saat ini merasa tidak nyaman dengan sikap Doni, apa lagi tangan Doni tak henti-hentinya membelai paha Syalu yg bagian nya terekspos..
"Oke, baiklah...aku akan menuruti mu sayang!" Ujar Doni sambil mencolek hidung Syalu.
Syalu hanya diam pasrah dengan kelakuan Doni, baginya tidak masalh Doni melakukan itu selagi hal yang wajar, kali ini Syalu harus benar-benar meyakinkan Doni.
"Lalu apa yang terjadi pada dirimu malam itu?"sambung Doni setelah duduk berdampingan dengan Syalu.
Melihat mata Syalu berkaca-kaca kini Doni mulai iba dan perhatian, Doni mengusap air mata yang mengalir di pipi Syalu.
" Apa alasan Rico menyiksa mu?"tanya Doni mulai tegang.
"Yes...sepertinya dia sudah mulai terpancing, tahan Syalu...tahan ya..kamu jangan gegabah." Ucap Syalu dalam hati.
"Dia...dia..." Syalu menggantung kalimat nya, kini tangis nya mulai pecah.
Melihat hal itu Doni mulai panik, dia bingung harus berbuat apa, seperti nya Syalu memang memendam trauma terhadap Rico.
"Kurang ajar kamu Rico, Lihat apa yang akan aku lakukan pada mu setelah ini." Geram Doni dalam hati.
"Tenang Syalu...tenang...sekarang kamu sudah aman, ada aku bersama mu."Ucap Doni.
__ADS_1
" Mas...aku tidak sesuci yang kamu bayangin."Ucap Syalu tiba-tiba.
Seketika Doni terkejut mendengar ucapan Syalu.
"Apa maksud dari ucapan mu?" Tanya Doni dengan tatapan mencekam.
"Aku...aku..." Suara Syalu kembali tertahan.
"Katakan lah, jangan membuat aku jadi bingung seperti ini."Ucap Doni dengan gelisah.
"Aku terkena penyakit serius yang jika kita berhubungan akan menular ke kamu." Ucap Syalu dengan lantang.
Tentu saja pernyataan Syalu membuat Doni terkejut setengah mati, Doni spontan langsung melompat dari atas tempat tidur.
Melihat reaksi doni tentu saja membuat Syalu ingin tertawa, namun hal itu di tahan nya agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"I...ni tidak benar kan Syalu? iya kan? kamu hanya ingin menipu ku kan?" Tanya Doni tak percaya.
"Untuk apa aku berbohong mas, kalau aku egois tentu aku tidak akan memberi tahu mu, bila perlu aku akan membawa mu mati bersama ku."Jawab Syalu meyakinkan, tentu saja di iringi dengan deraian air mata palsu Syalu.
"Ya Tuhan, semoga Doni tidak curiga, semoga Doni mau membiarkan aku pergi kali ini."Ucap Syalu dalam hati.
" Untuk itulah di malam pertama aku dan Rico, dia malah menyiksa ku karena mengetahui aku telah terkena virus itu."Ucap Syalu berbohong.
"Ini tidak mungkin!! jelas-jelas Rico bilang pada ku waktu malam itu, kalau kalian belum melakukan malam pertama, itu artinya kamu masih suci dan tidak ada penyakit yang berbahaya dalam diri kamu!!" Doni sedikit berteriak menahan amarah.
"Itu yang kamu ketahui di luar nya saja kan mas? kamu tidak pernah tahu kejadian sebelum nya seperti apa."Ucap Syalu sesegukan.
" Apa maksud kamu Syalu?"tanya Doni penuh amarah.
"Aku dan Rico sudah berhubungan lama kurang lebih dua tahun, dan kami sering melakukan nya, siapa sangka di belakang ku dia sering melakukan hal itu juga dengan wanita-wanita lain bahkan terbilang lebih sering gonta-ganti perempuan." Kali ini Syalu mengarang bebas untuk menyudut kan Rico.
Doni terlihat begitu marah dengan pengakuan Syalu, siapa sangka gadis yang di anggap nya lugu justru sekarang sedang menderita penyakit menular, dan semua itu terjadi gara-gara Rico.
__ADS_1
Kini Doni merasa di tipu mentah-mentah oleh Rico, tidak hanya uang tetapi dia juga merasa rugi karena telah membeli Syalu yang nyatanya tidak suci lagi bahkan sekarang tengah mengidap penyakit berbahaya.
"Seperti nya Doni sudah mulai terpancing dengan kata-kata ku, yes...semoga kali ini dia percaya dengan semua cerita ku." Batin Syalu.