DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 52. HUKUMAN


__ADS_3

Di dalam perjalanan tak ada banyak bicara antara Rico dan orang-orang kepercayaan Doni, setelah mobil melaju beberapa jam tiba-tiba suara handphone Parman berdering.


Kring


Kring


Kring


Dengan cepat Parman memeriksa handphone nya, dan ternyata yang menghubungi diri nya adalah Doni.


"Hallo Tuan?" Ucap Parman.


"Kau dimana? apa sudah berhasil bertemu dengan Rico?" tanya Doni.


"Sudah tuan, ini dia lagi bersama kami menuju markas." Jawab Parman.


"Baiklah, aku tunggu di markas sekarang! lima belas menit lagi aku sampai." Ucap Doni.


"Siap tuan." Jawab Parman singkat.


Kemudian telponpun terputus dan Parman kembali meletakkan handphone nya di dalam saku celana nya.


"Ada apa Parman? siapa yang menelpon dirimu?" tanya Rico.


"Tuan Doni Den." Jawab Parman singkat.


"Ada apa dia menelpon? apa terjadi sesuatu?" tanya Rico lagi.


"Oh...tidak ada den, tuan hanya memastikan apakah saya sudah bersama aden apa belum." Ucap Parman berbohong.


"Ngomong-ngomong Bos Doni tau dari mana aku ada di negara K?"Tiba-tiba saja Rico bertanya, karena hati nya baru merasa ada yang janggal.


Deg


Deg


Deg


"Mati aku...kenapa Rico tiba-tiba bertanya seperti itu? apa dia sudah curiga? kenapa aku tidak kefikiran kalau dia akan menanyakan hal itu." Ucap Parman dalam hati.


Parman masih sibuk dengan fikiran nya, padahal Rico dari tadi menunggu jawaban dari nya, sedang kan teman Parman tidak berani membuka mulut sebelum ada perintah dari Parman, dia takut kalau akan salah bicara.


"Hey...kenapa kau diam? aku sedang bertanya, sedang memikirkan apa sih kau ini?" Sungut Rico.


"Oh...tidak den, mungkin tadi saya sedikit mengantuk jadi tidak fokus dengan pertanyaan aden, memang tadi nanya apa ya?" Ucap Parman gugup.

__ADS_1


"Aku tu nanya, bos Doni tau dari mana aku liburan ke negara K?"Ucap Rico mengulang pertanyaan nya.


" Oh...itu, ah...den Rico kayak nggak tau aja, tuan Doni itu orang yang berkuasa, jadi segala gerak gerik orang yang bersangkutan dengan dirinya dia akan mengetahui nya."Ucap Parman berbohong.


"Hem...kau benar, kenapa aku tidak berfikir begitu." Ucap Rico sambil manggut-manggut kepalanya.


"Ah...syukur-syukur, laki-laki ini tidak curiga dan menerima alasan ku." Ucap Parman dalam hati.


Di kediaman Darto Waluyo, nampak laki-laki itu tengah uring-uringan menunggu kabar dari orang-orang kepercayaan nya. Melihat kemarahan suaminya tentu membuat Mar begitu was-was dengan kondisi putranya nanti, Rico memang bersalah, namun dia tidak ingin putra semata wayang nya terluka ataupun menderita.


"Kurang ajar...kenapa lama sekali mereka memberi kabar!!!" Ucap Darto dengan penuh kemarahan.


"Pa...tenang pa...istighfar." ucap Mar menenangkan suaminya.


"Tenang gimana ma? keluarga kita akan hancur karena perbuatan Rico yang memalukan itu."Hardik Darto.


"Iya pa...mama tahu, tapi apa tidak bisa kita selesai kan ini secara baik-baik." Ucap Mar sambil merayu suaminya agar tidak marah lagi.


"Apa yang harus di selesai kan dengan baik-baik ma? mama lihat sendiri bagaimana pak Delon murka kemarin, anak mereka di jual oleh anak bodoh itu." Ucap Darto dengan penuh amarah.


Ketika Mar baru saja membuka mulut nya ingin menjawab pertanyaan suaminya tiba-tiba saja handphone suaminya berdering.


Kring


Kring


Kring


"Hallo, bagaimana? apa kalian sudah menemukan nya? kenapa kalian lama sekali memberikan kabar?" sederet pertanyaan di lontarkan oleh Darto pada orang-orang kepercayaan nya.


"Tuan...kami tidak bertemu dengan den Rico, tapi menurut informasi hari ini Rico sudah pulang ke Indonesia." Jawab orang kepercayaan Darto.


"Oh...jadi dia sudah berangkat ke Indonesia, baiklah kalau begitu kalian pulang lah." Ucap Darto.


"Apa yang mereka bicarakan pa?" Ucap Mar pada suaminya.


"Mereka bilang Rico sudah pulang ke Indonesia, kita tinggal tunggu saja dia." jawab Darto.


Tak berapa lama kendaraan yang membawa Rico telah sampai di markas yang saat ini sudah ada Doni di dalam nya.


"Silahkan turun den, kita sudah sampai." Ucap Parman.


"Benarkah?"Ucap Rico setengah tak percaya, bagaimana tidak tempat itu nampak jauh dari penduduk dan seperti nya berada di tengah-tengah hutan.


" Bukanlah markas yang kau maksud itu daerah peternakan?"Tanya Rico mulia curiga.

__ADS_1


Rico memang mengetahui markas Doni yang di daerah peternakan, namun untuk markas satu ini dia nampak bingung karenan belum melihatnya sama sekali.


"Iya Tuan Doni meminta kami membawa Den Rico ke markas ini."Ucap Parman.


Entah kenapa kali ini firasat Rico benar-benar tidak enak, dia merasa janggal kali ini dengan sikap Parman.


"Parman, aku mau pulang saja lain kali aku akan kesini."Ucap Rico sambil memutar tubuh nya.


Melihat Rico ingin pergi, dengan cepat Parman mencekal tangan Rico.


" Mau kemana kamu?"Hardik Parman.


"Aku...aku mau pergi." Ucap Rico gugup.


"Kau tidak akan pernah pergi dari tempat ini." Ucap Parman dengan seringai menakutkan kan.


"Hey...lepaskan aku! kalian menjebak ku?" Ucap Rico ketakutan.


Seketika tawa Parman dan teman nya menggelegar, dia tertawa seolah-olah mengejek pertanyaan Rico. Tak lama kemudian keluar dua laki-laki bertubuh besar dari dalam gedung itu dan menghampiri Parman.


"Bos...tuan besar meminta mu membawa laki-laki ini masuk kedalam." Ucap salah satu bodyguard Doni.


"Baiklah,ayo iku!!!" Ucap Parman sambil menyeret Doni masuk kedalam.


Setelah berada di dalam Parman mendorong tubuh Rico hingga tersungkur bersujud di kaki Doni.


"Akh..." Hanya suara itu yang mampu keluar dari mulut Rico.


"Apa kabar Rico waluyo?" Ucap Doni dengan seringai jahat nya.


"Bos...bos Doni lihatlah kelakuan anak buah mu, dia begitu kasar pada ku." Ucap Rico yang ingin mengadukan Parman pada Doni.


Seketika semua orang yang ada di dalam markas tersebut tertawa terbahak-bahak karena Rico terlihat bodoh tidak dapat mengartikan dengan semua yang sudah terjadi, sedangkan Rico nampak bingung ketika melihat semua orang mentertawakan diri nya.


"Ada apa Rico? apa kau terkejut? atau kau masih bingung dengan semua yang terjadi saat ini?" Ucap Doni mengejek.


"Ada apa ini bos? kenapa kau melakukan ini? apa kesalahan ku? dan dimana Syalu?" sederet pertanyaan yang di lontarkan Rico sambil celingukan mencari Syalu.


"Kenapa aku harus membawa Syalu kesini?bukan kah kau sudah menjual nya padaku?" Ucap Doni.


"Tapi perjanjian kita, setelah satu minggu kau akan mengembalikan nya, dan ini sudah lebih dari waktu yang di tentukan." Jawab Rico.


"Kau dibawa kesini bukan untuk mendapatkan Syalu kembali, melainkan aka mendapat hukuman setimpal untuk semua kebohongan dan kesalahan yang telah kau lakukan pada ku dan juga Syalu!!!" Hardik Doni.


"Apa maksud mu?" tanya Rico tak mengerti.

__ADS_1


Kini di mata Doni hanya ada kilat marah dan dendam, siapa pun yang melihatnya aka merinding dan takut, Doni seolah-olah melihat mangsa yang telah lama dia incar, mendapatkan tatapan yang mengerikan dari Doni membuat firasat Rico mulai tidak enak, dia sudah yakin akan terjadi sesuatu pada diri nya.


__ADS_2