DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 45. BARU MENYADARI


__ADS_3

Kring


Kring


Kring


Nampak suara handphone berdering dari atas nakas, dengan malas Doni meraih handphone tersebut dan mengangkat telpon nya. Dengan suara ciri khas orang bangun tidur Doni mulai bicara.


"Hallo." Dengan suara serak dan mata terpejam Doni mengangkat telpon.


"Hallo tuan, selamat pagi, maaf sudah menggangu tidur tuan." Ucap Parman dari seberang sana.


"Hm...ada apa?" Ucap Doni malas.


"Ini kabar soal Rico tuan." Ucap Parman.


Mendengar nama Rico di sebut dengan cepat Doni membuka mata nya dan mengubah posisi nya dari yang sedang berbaring hingga ke duduk.


"Ada apa? cepat katakan."Ucap Doni tidak sabar.


"Tuan ternyata sudah satu minggu ini dia berada di negara K untuk berlibur, tapi menurut kabar yang saya dengar hari ini adalah hari kepulangan nya."Ucap Parman.


Dengan tangan mengepal Doni berusaha menahan amarah nya.


"Kurang ajar kau Rico, setelah kau menjual istri mu, bukan menyesalinya tapi kau malah pergi bersenang-senang." Geram Rico.


"Jadi apa yang harus saya lakukan Tuan?" tanya Parman.


"Kau jemput dia di bandara, tapi ingat jangan menimbulkan kecurigaan Rico pada mu, buat alasan yang tepat agar dia mau ikut dengan mu." Ucap Doni.


"Baik Tuan."Patuh Parman.


"Ingat Parman, lakukan sesuai dengan rencana awal kita dan bawa dia langsung ke markas kita." Ucap Doni dengan seringai licik nya.


"Baik tuan." Lagi-lagi Parman menjawab patuh.


"Baiklah aku tutup telpon nya." Kemudian Doni menutup telpon nya.


Sejenak Doni menutup mata nya, kemudian bayang Syalu melintas dalam benak nya.


"Apa kabar ya dengan gadis itu? apa sekarang dia baik-baik saja? apa dia sudah melakukan pengobatan?Ucap Doni dalam hati.


Di lain tempat nampak Rico sudah di dalam pesawat dan siap pulang ke kampung halaman nya. Tanpa sadar Rico melamun dan teringat dengan Syalu.

__ADS_1


"Ya ampun...apa kabar dengan Syalu? bukan kah minggu kemarin seharus nya Doni sudah mengembalikan nya pada ku?"Ucap Rico sedikit tersentak dari lamunan nya.


"Apa Doni sudah mengantarkan Syalu ke rumah ku? Ya ampun kenapa aku baru menyadarinya,apa jangan-jangan Syalu sudah mengadukan ini ke orang tuanya?." Lagi-lagi Rico berbicara sendiri dengan raut wajah cemas.


Di kediaman Kiyai Somad, nampak pagi itu suasana ruang makan sangat hening, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar, sesekali Syalu memperhatikan ustadz Bintang, Bintang pun menyadari kalau diri nya sedang di perhatikan Syalu secara diam-diam, namun Bintang tidak mau merasa percaya diri karena hal ini.


"Wajar saja kak Gendis tergila-gila pada mu ustadz, kau memang tampan, berkharisma dan segala nya."Ucap Syalu dalam hati, tanpa dia sadar sudah mengaduk-aduk makanan nya hingga tumpah.


"Kak Syalu...kak..." Panggil Syfa yang kemudian menyadarkan lamunan Syalu.


"Eh...i...ya...ada apa?" Ucap Syalu tergagap.


"Itu...makanan kakak tumpah." Ucap Syfa sambil menunjukan makanan yang tumpah.


"Oh iya...ya..."Ucap Syalu gugup sambil memungut makanan tersebut.


Bintang memperhatikan Syalu sejenak kemudian berkata dalam hati.


"Ada apa dengan nya? apa yang sedang dia fikirkan? apa dia masih memikirkan kejadian kemarin?"Ucap Bintang dalam hati.


Melihat hal itu pun Ummi Salmah berbicara dengan Syalu.


" Ada apa nak hum?"Tanya Ummi Salmah.


Deg


Deg


Deg


Seketika Bintang tersentak mendengar kata-kata Syalu, Bintang berfikir kalau Syalu akan pergi dari rumah nya dan akan kembali kepada orang tua nya.


"Apa mungkin dia akan pulang dan kembali ke orang tua nya?" Ucap Bintang dalam hati.


"Apa kau merindukan orang tua mu nak?" tanya Ummi lembut.


"Apa kau ingin kembali kerumah orang tua mu nak?" tanya kiyai Somad pada Syalu.


Dengan cepat Syalu menggeleng kan kepala nya, melihat reaksi Syalu ada perasaan lega di hati Bintang.


"Alhamdulillah." Ucap Bintang lirih.


Seketika semua orang menoleh ke arah Bintang dan merasa bingung dengan reaksi Bintang ketika Syalu menyatakan tidak ingin pulang, merasa tidak beres dengan pandangan mereka semua, Bintang berusaha mengelak dari ucapan nya.

__ADS_1


"Ada apa? kenapa kalian menatap ku seperti itu?" ucap Bintang pada semua orang.


"Abang senang kalau kak Syalu nggak jadi pulang?" celetuk Syfa.


"Ha? ti... tidak, kata siapa?" ucap Bintang mengelak.


"Itu barusan mengucapkan alhamdulillah pas kak Syalu geleng-geleng kepala ketika di tanya Abah mau pulang apa tidak kerumah orang tua nya." Ledek Syfa pada Abang nya.


"Kau ini, ada-ada saja, Abang mengucap alhamdulillah karena baru menyelesaikan makan Abang, coba saja lihat isi piring Abang." Benar saja isi piring Bintang sudah tidak ada sisa.


Syalu nampak kecewa dengan jawaban Bintang, dia berfikir kalau Bintang senang diri nya ada di rumah mereka, namun kenyataan nya berkata lain.


"Oh ya bah, tahu nggak kemarin kak Syalu di siram air sama kak Gendis." Ucap Syfa tiba-tiba.


Nampak Ummi Salmah terkejut mendengar cerita dari Syfa, tak jauh beda dengan istrinya kiyai Somad pun sama, terkejut nya.


"Benar begitu nak?" tanya Ummi Salmah.


Syalu pun hanya mampu mengangguk untuk merespon pertanyaan Ummi Salmah.


"Astaghfirullah."Ucap Ummi Salmah dan Kiyai Somad secara bersamaan.


"Ada apa ini Bintang, kenapa hal-hal seperti ini bisa terjadi di pesantren Abah?"Ucap Kiyai Somad.


"Hanya kesalah pahaman bah, tapi semua nya sudah Bintang selesai kan."Ucap Bintang menenangkan Abah nya, dia takut kalau penyakit jantung abahnya akan kumat jika memikirkan hal-hal yang berat.


"Benar begitu Syalu?apakah kemarin sudah di selesai kan permasalahan nya?"tanya Kiyai Somad.


"Iya Kiyai, sudah."Jawab Syalu singkat.


Ummi Salmah pun tersenyum mendengar Syalu menyebut suami nya dengan sebutan Kiyai.


" Nak...panggil saja Kiyai Somad itu Abah, sama seperti yang lain."Ucap Ummi Salmah.


"Iya Ummi." Ucap Syalu.


"Ingat Bintang, Abah tidak mau lagi mendengar hal-hal seperti ini, Abah tidak mau pesantren An-Nur jadi tercemar gara-gara perbuatan satu orang, kalau kamu tidak bisa mengurus nya, maka Abah yang akan bertindak."Ucap Kiyai Somad.


"Sudah bah tenang, nggak mungkin anak kita tidak bisa menyelesaikan masalah seperti ini, dia juga ustadz di sana, jadi percayakan semuanya sama Bintang ya." Ucap Ummi menenangkan.


"Iya bah, maaf ini di luar dugaan Bintang, Bintang janji nggak akan terulang lagi masalah ini." Ucap Bintang.


"Ya sudah, Abah sudah selesai makan nya, Abah mau istirahat karena masih lelah habis perjalanan dini hari tadi.

__ADS_1


Kiyai Somad memang merasa lelah setelah melakukan Tausiyah nya di luar kota, padahal Ummi Salmah sudah menyiapkan keperluan sang suami jika ingin menginap disana, namun kiyai Somad lebih memilih pulang setelah melakukan Tausiyah nya di luar kota, pukul sembilan malam setelah selesai memberi Tausiyah nya, kiyai Somad dan asisten nya istirahat di penginapan, kemudian karena merasa tidak nyaman sendirian di kamar, kiyai Somad memutuskan mengajak asisten nya pulang pukul satu malam dini hari dan tiba di kediaman nya pukul empat pagi.


__ADS_2