
Kemudian ustadz Bintang segera masuk mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang nya, setelah di dalam mobil sejenak Bintang berdiam diri seperti sedang mengingat sesuatu.
"Tadi bagasinya udah aku tutup belum ya?"Gumam Bintang.
Kemudian Bintang melihat bagasi mobil nya dari kaca Spion.
" Oh...udah di tutup rupanya, mungkin aku tadi lupa."Ucap Bintang lagi.
Kemudian Bintang melajukan mobil nya secara perlahan, selama perjalanan Bintang selalu tidak lupa untuk berdzikir dan bershalawat.
Sedangkan dari dalam bagasi sekuat tenaga Syalu berusaha untuk membuka bagasi tersebut, namun hasil nya tetap sia-sia, keringat sudah membasahi seluruh tubuh nya, bahkan keadaan di dalam bagasi tersebut mulai pengap, sekuat tenaga Syalu meminta tolong namun ustadz Bintang tak kunjung mendengar suara nya.
Kini Syalu hanya bisa pasrah, air mata nya mengalir deras.
"Ya Allah...semua nya ku serahkan kepadamu, ampuni segala dosa-dosa hambamu ini Hu...hu..."Ucap Syalu dalam tangis nya.
Lama-lama tubuh Syalu kian melemah, sampai akhirnya dia tak sadarkan diri. Tak terasa waktu sudah berjalan dua jam lebih, akhirnya ustadz Bintang tiba di pesantren An-Nur, dimana pesantren tersebut tempat dia di lahirkan dan di besarkan, sekarang pesantren tersebut menjadi pesantren yang sangat di kagumi oleh semua orang, banyak orang-orang menginginkan anak-anak mereka untuk belajar di pesantren tersebut baik dari kota maupun luar kota sekalipun.
Ketika mobil Bintang tiba di depan halaman rumah nya, ternyata Ummi Salmah sudah menunggu nya di depan teras bersama suaminya yakni Kiyai Somad.
Ketika Bintang turun dari mobil dia langsung di sambut hangat oleh pelukan sang Ummi.
"Assalamu'alaikum Ummi, Abah." Ucap Bintang sambil memeluk dan mencium tangan Ummi dan Abah nya.
"Waalaikumsalam..."Jawab mereka serempak.
"Gimana nak perjalanan mu? Lancar?"Tanya Ummi Salmah.
"Alhamdulillah Ummi, Abah semuanya lancar dan termasuk acara tausyiah nya juga lancar."Jawab Bintang penuh semangat.
"Alhamdulillah."Jawab mereka serempak sambil tersenyum.
"Em...Bintang kamu nggak lupakan dengan pesanan Ummi?" tanya Ummi Salmah ragu.
Sejenak Bintang terdiam sambil mengernyit kan alis nya.
"Em...lupa nggak ya...???" goda Bintang pada Ummi nya.
"Is...kamu ini ya...sama persis seperti Abah kamu, suka banget usilin Ummi." Sambil sedikit menjewer telinga anak nya.
"A...ampun Ummi...ampun."Ucap Bintang berpura-pura kesakitan.
Seketika tawa mereka pecah, kemudian Bintang mengajak Ummi dan Abahnya menuju Bagasi mobil untuk mengambil pesanan Ummi nya. Ketika Bagasi mobil tersebut dibuka mereka semua nampak terkejut.
" Astaghfirullah...!!!"Ucap mereka berbarengan.
__ADS_1
Kemudian mereka saling menoleh satu sama lain karena begitu terkejut dengan apa yang mereka lihat. Melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka segera ustadz Bintang dan Abahnya mengalihkan pandangan nya.
"Ya...Allah Bintang ini siapa? kenapa ada di dalam bagasi mobil kamu?"pekik Ummi Salmah ketika melihat seorang gadis tengah meringkuk di dalam bagasi mobil anak nya.
Kondisi Syalu saat ini sangat mengenaskan, dengan tubuh yang terkulai lemas, wajah pucat dan juga di penuhi oleh keringat.
"Abah coba di periksa dia masih hidup atau...!!!" Ucap Ummi Salmah gantung.
"Iya Mi..." Jawab Abah Somad.
"Dan kamu Bintang cepat ambil kain di kamar Ummi." Ucap Ummi lagi.
"Baik Ummi." Patuh Bintang, kemudian dia bergegas masuk kedalam rumah untuk mengatasi kain yang di perintahkan Ummi nya.
"Gimana bah? dia masih hidup kan?" tanya Ummi Salmah cemas.
"Masih Mi, tapi sepertinya kondisi nya sangat lemah." Ucap Abah Somad pada istrinya.
Tak lama kemudian Bintang datang dengan membawa selembar kain.
"Ini Ummi." Ucap Bintang sambil memberikan kain ke Ummi nya.
Dengan cepat Ummi Salmah menutupi tubuh Syalu dengan kain yang di tangan nya.
"Jadi ini gimana Ummi, Abah?"tanya Bintang ke orang tua nya.
"Kita bawa masuk kedalam dulu."Ucap Kiyai Somad.
"Bintang cepat angkat gadis ini dan bawa dia masuk kedalam!!!"Perintah Ummi.
"Ha? Kok Bintang Ummi?" Bantah Bintang.
"Jadi menurut kamu Abah yang harus angkat? Kamu tau kan Abah mu itu suka kumat encok nya, kamu tega liat Abah kumat encok nya hum?"ucap Ummi Salmah.
"Kok Abah sih Mi?" Ucap Kiyai Somad sewot.
"Habis nya anak Abah ini loh."Jawab Ummi Salmah.
" Aduh...iya...iya, Bintang yang angkat, udah jangan berdebat lagi."Ucap Bintang kemudian.
Kemudian dengan hati-hati Bintang mengangkat tubuh Syalu untuk membawanya masuk ke dalam rumah. Ketika Bintang menyentuh tubuh Syalu tiba-tiba saja jantung nya berdetak.
Deg
Deg
__ADS_1
Deg
"Astaghfirullah...ada apa ini? kenapa jantung ku berdegup sangat kencang?" Ucap Bintang dalam hati.
Sekilas Bintang memperhatikan wajah Syalu yang nampak pucat dan lemah.
"Subhanallah...sungguh cantik dan indah ciptaan mu ini ya rabb." Gumam Bintang.
"Istighfar Bintang!!! jaga pandangan mu!!!"Ucap Kiyai Somad mengingat kan.
"Astaghfirullah...maaf Abah, Bintang Khilaf."Kemudian Bintang mengalihkan pandangan nya kearah lain.
"Bawa dia kekamar tamu nak! titah Ummi Salmah.
" Baik Ummi."Patuh Bintang.
Ketika sudah sampai di kamar tamu, Bintang segera membaringkan tubuh Syalu di atas ranjang.
"Bintang minta bik Iroh siapkan teh manis untuk gadis ini, Ummi akan ambilkan baju ganti untuk dirinya." Ucap Ummi Salmah.
"Ummi kalau gitu Abah mau pamit ke pesantren dulu, karena sebentar lagi ada rapat dengan para staf pengajar." Ucap Kiyai Somad.
"Baik bah, Hati-hati di jalan ya!" Ucap Ummi Salmah sambil mencium punggung suaminya.
"Abah nggak bareng Bintang aja ke pesantren nya?tanya Bintang.
"Biar Abah saja yang mewakili kamu untuk rapat hari ini, kamu bantu Ummi mu mengurus gadis ini, lagian kamu juga lelah kan?"ucap Kiyai Somad.
"Iya bah." Ucap Bintang patuh, lagian memang tubuh nya sedikit lelah karena perjalanan nya selama tausyiah di bandung.
"Ya sudah Abah pergi dulu ya, oh ya Mi jangan lupa kalau gadis ini sudah sadar, tanya kan padanya asal usulnya dari mana, dan kenapa bisa ada di mobil Bintang." Ucap Kiyai Somad.
"Iya bah."Jawab Ummi Salmah singkat.
"Assalamu'alaikum?"Ucap Kiyai Sy kemudian.
"Waalaikumsalam." Jawab Bintang dan Ummi serempak.
Kemudian Kiyai Somad langsung menuju pesantren, jarak rumah dan pesantren sekitar lima menit sehingga bisa di tempuh dengan jalan kaki, Kiyai Somad merupakan pemilik sekaligus sesepuh di pesantren tersebut, semua orang sangat mengagumi dan begitu segan dengan Kiyai Somad, karena Kiyai Somad tidak pernah membeda-bedakan siapapun dalam hal apapun.
"Ya udah Ummi Bintang cari bik Iroh dulu ya, Ummi sekalian mau teh?" tanya Bintang.
"Tunggu nak, ada yang mau Ummi tanyakan." Ucap Ummi Salmah.
"Ada apa Ummi?" tanya Bintang kemudian mendekati Ummi nya.
__ADS_1
Sejenak Ummi Salmah terdiam sambil menoleh ke arah Syalu dan Bintang secara bergantian, kemudian dengan menarik nafas panjang Ummi Salmah memulai berbicara.