
Malam yang dingin dan hembusan angin seakan bersahabat dengan air mata yang mengalir di pipi Syalu. Syalu berharap semua akan segera berakhir walaupun pada akhirnya dia harus mengakhiri rumah tangga nya bersama Rico, tapi itu lebih baik dari pada seumur hidup hanya menanggung beban hidup bersama laki-laki yang tidak dia cintai, apa lagi Rico telah berani menjual diri nya pada laki-laki lain. Ingin rasanya Syalu pulang memeluk ayah dan ibu nya, ingin rasanya dia menceritakan semua keluh kesah bahkan rasa sesak di dada nya, tapi apakah itu mungkin bisa di lakukan sedangkan orang tuanya sendiri yang telah menjodohkan diri nya dengan laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Syalu masih setia duduk di taman belakang penginapan seorang diri, tatapan nya yang kosong membuat dia semakin terbuai akan suasana pilu yang tengah dia rasakan, bahkan Syalu sendiri melupakan sesuatu bahwa ada orang lain yang tengah mencemaskan dirinya. Terdengar suara pintu di ketuk dari kamar Bintang.
Tok
Tok
Tok
"Assalamu'alaikum? abang? bukak pintunya!!!"teriak Syfa.
Bergegas Furqon membukakan pintu.
"Waalaikumsalam, Syfa." Ucap Furqon sedikit terkejut.
"Maaf mas, abang ada? aku mau bicara!!" Ucap Syfa sambil menunduk tanpa berani menatap Furqon.
"Ada, silahkan masuk." Jawab Furqon dengan canggung.
Kemudian Syfa melangkah masuk menemui Bintang. Melihat adiknya masuk dan menghampiri nya Bintang sedikit terkejut dan bingung.
"Syfa, kau disini? mana Syalu?" tanya Bintang sambil celingukan mencari Syalu.
"Iya mana Syalu ku?" Tambah Julian dengan percaya diri, tentu saja di balas dengan tatapan Bintang yang tak suka dengan katay Julian.
"Jangan mengada-ada, dia itu istri orang, mana mau dia sama kamu." Ucap Bintang ketus.
"Loh...apa salahnya, dia cantik dan aku tampan, cocokan?" Lagi-lagi denga percaya diri Julian menjawab.
"Is...kau ini...kau mau di cap ssbagai pebinor?" Lanjut Bintang.
"Pebinor? bukan nya kata-kata itu untuk mu?" Jawab Julian sedikit mengingat.
"Itu katamu waktu itu, nah ini untuk mu pada saat ini." Ucap Bintang sengit.
Sedangkan Furqon dan Syfa tersenyum melihat tingkah kedua nya, tak lama Syfa pun mengingat tujuan dia datang kekamar kakak nya.
"Aduh...kok malah debat sih, jadi lupakan aku kesini mau ngapain." Rutuk Syfa.
"Emang kamu mau ngapain?" ucap Bintang dan Julian serempak.
__ADS_1
"Mau cari kak Syalu?" Ucap Syfa santai.
"Oh...Syalu...!!!" Ucap Julian dan Bintang serempak kemudian mereka terdiam dan mencerna apa yang di ucapakan Syfa.
Kemudian dengan terkejut mereka serempak menyebut nama Syalu.
"Apa???Syalu?" kedua nya nampak panik setelah mendengar Syfa ingin mencari Syalu.
Hal tersebut mampu membuat Furqon terkekeh, kelakuan keduanya seperti anak kecil, entah kenapa filing Furqon mengatakan kalau keduanya mencintai Syalu.
"Iya bang...kak Syalu nggak ada di kamar."jelas Syfa.
"Kenapa bisa nggak ada di kamar? emang kamu kemana kok bisa kamu nggak tau Syalu pergi kemana, emang nggak pamitan sama kamu?" Cercah Bintang.
"Is...abang ini, kalau kak Syalu pamitan nggak mungkin lah aku cari kesini ataupun sekhawatir ini." Ucap Syfa kesal.
"Syalu kemana sih? kenapa selalu bikin khawatir kayak gini." Ucap Bintang dalam hati.
"Jangan-jangan Syalu di culik."ucap Julian dalam hati.
"Ya udah gini aja, sekarang kita berpencar untuk mencari Syalu dan semoga dia masih berada di sekitar sini."ucap Bintang cemas.
" Syfa sama ikut siapa bang?"ucap Syfa bingung.
"Iya...bang." jawab Syfa patuh, namun tak dapat di pungkiri hatinya begitu bahagia bisa pergi berdua dengan Furqon.
Tak kalah bahagia Furqon pun merasakan hal yang sama, sudah lama dia menginginkan momen seperti ini, namun tidak pernah tersampaikan karena dia juga bingung harus dengan alasan apa untuk pergi berdua dengan Syfa.
"Cieeee...ada yang seneng tuh...di suruh pergi berdua." Goda Julian.
"Ih...apaan sih kak Julian, bikin sewot aja." Sungut Syfa.
"Apa ustadz Julian mau tukar posisi sama saya?" Ucap Furqon yang sengaja memancing Julian.
Disisi lain Syfa nampak kecewa mendengar tawaran Furqon pada Julian, Syfa berfikir kalau Furqon memang sengaja melakukan itu untuk menghindari diri nya.
"Oh...no... no...no aku bisa cari sendiri tanpa harus sama Syfa, yang ada kalau aku sama dia nanti akunya di omelin terus, mending aku cari sendiri aja, kan kalau ketemu bisa romantis-romantisan." Ledek Julian pada Syfa sekaligus memanas-manasi Bintang.
"Eh...konyol istighfar...dia itu istri orang, sempat-sempatnya kamu mau cari kesempatan." Ucap Bintang kesal, seperti nya usaha Julian memanas-manasi Bintang berhasil.
__ADS_1
"Ya sudah UB...kami pamit duluan buat cari Mba Syalu." Ucap Furqon.
"Eh... Modus...itu kan panggilan aku buat dia." Ucap Julian.
"Udah... gitu aja di ributin, aku pinjam tuh panggilan nya."ledek Furqon sambil terkekeh dan mengajak Syfa keluar untuk mencari Syalu.
"Ya udah aku cari bagian belakang arah taman dan kamu terserah mau kemana." Ucap Bintang yang masih kesal kemudian berlalu keluar meninggalkan Julian.
"Waduh...aku di tinggal, aku kemana ya? cari di jalanan depan aja deh...siapa tau Syalu ada disana." Ucap Julian.
Sepanjang jalan menuju keluar penginapan Syfa nampak berdiam diri, hati nya masih merasakan kecewa dengan Furqon yang seolah-olah tak menginginkan pergi bersama nya. Melihat Syfa yang hanya diam saja Furqon menjadi heran dan menegurnya.
"Cantik...kenapa diam?"ucap Furqon yang tiba-tiba saja membuat Syfa diam mematung dari langkahnya.
Deg
Deg
"Masya Allah, kenapa mas Furqon memanggil ku seperti itu?dan kenapa dengan jantung ku ini? kenapa berdebar sekencang ini?" Ucap Syfa dalam hati.
"Hey...ada apa? kenapa diam?apa kau tidak suka pergi berdua dengan ku?" Ucap Furqon dengan manis, tentu saja itu membuat Syfa semakin meleleh.
"Kenapa aku harus tidak suka, bukankah mas Furqon yang tidak suka pergi dengan ku, buktinya tadi malah nyuruh kak Julian yang pergi sama aku." Ucap Syfa kesal, dia sengaja memanyunkan bibir nya tanda dia memang benar-benar marah dengan sikap Furqon.
Melihat hal itu tentu membuat Furqon terkekeh, dia merasa gemas dengan sikap Syfa seperti itu di tambah Syfa yang memanyunkan bibir persis seperti anak balita.
"Jadi tadi kamu berfikir mas sengaja menyuruh ustadz Julian buat pergi sama kamu? hum?" tanya Furqon dengan nada menggoda.
"Hum."Syfa hanya mengangguk seperti anak kecil.
"Mas sengaja mancing ustadz Julian dengan kata-kata seperti itu, karena mas tau dia nggak mungkin mau, lagian mas nggak mungkin ngelewatin kesempatan buat bisa pergi berdua sama kamu." Ucap Furqon terus terang.
"Ma...ma..ksud mas?" Tanya Syfa tak mengerti.
"Mas...udah nyaman sama kamu, maaf mungkin ini terkesan sangat terlalu cepat, tapi niat baik bagi mas tak perlu di tunda-tunda." Ucap Furqon.
"Maksudnya nya niat baik apa mas?"Lagi-lagi Syfa nampak kurang mengerti.
"Syfa...maukah kau ber taaruf dengan mas?"Ucap Furqon dan kemudian langsung terdiam setelah mengucapkan hal tersebut.
__ADS_1
"Astaghfirullah...apa yang telah aku ucapkan? kenapa aku gegabah, bagaimana kalau Syfa marah? kenapa aku nggak bisa menahan diri sih." Ucap Furqon dalam hati.
Sedangkan Syfa masih tercengang mendengar kata-kata Furqon, dia tidak menyangka kalau laki-laki yang selama ini dia kagumi dengan tiba-tiba mengajak dirinya ber taaruf, sungguh di luar dugaan entah Syfa harus merasa bahagia atau tak percaya mendengar pengakuan laki-laki yang dia kagumi.