DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 96. HANCUR SUDAH


__ADS_3

"Nggak...itu nggak mungkin, kamu pasti bohong kan sayang?" ucap Rico tak Terima dengan pengakuan Syalu.


"Maaf Rico, sayang nya itu semua benar." Jawab Syalu dengan tenang.


"Gilaaaaa....kak Syalu emang top cer....deh...bikin hidung abang gua kembang kempis." ucap Syfa dalam hati sambil cekikikan.


"Nggak Sya...aku nggak mau kamu pisah sama aku, dan kamu saat ini masih jadi istriku, jadi mana bisa kamu menikah dengan laki-laki lain." ucap Rico dengan gusar.


"Tentu bisa...Rico setelah aku berpisah dari mu dan masa idah ku telah usai maka akan ku segerakan menikah dengan beliau, orang yang sangat berjasa dalam hidup ku." ucap Syalu mantap seraya menatap wajah Bintang yang mulai sedikit gugup.


Deg


Deg


Deg


"Duh...Syalu kok liatin aku kayak gitu ya, aku kan jadi grogi...Kira-kira yang di ucapkan Syalu beneran nggak sih? aku kok jadi deg-deg"an gini."rutuk Bintang dalam hati.


"Syalu apa-apaan sih? pakai acara mau menikah segala sama tu ustadz, emang berani kasih mahar berapa dia sama anak saya, paling kitab suci doang yang jadi mahar, awas saja ya kalau si Mar dan putra nya yang nggak berguna itu sudah pulang akan aku bahas semua nya sama mereka."ucap Rosa dalam hati.


"Ya Allah...semoga apa yang di ucapkan oleh putri hamba engkau ijabah ya rabb...hamba percaya ustadz Bintang orang yang baik dan bertanggung jawab." Doa Delon dalam hati.


"Hey...kamu!!! kamu pasti udah ngerayu istri ku kan? kamu pasti udah goda-godain dia kan???jawab!!!" hardik Rico pada Bintang.


Mendapat bentakan dari Rico ternyata tak membuat hati Bintang gentar, justru dia tersenyum dan menghadapi kemarahan Rico dengan tenang.


"Maaf Rico...bukan saya yang menggoda atau pun merayu istri mu, justru prilaku mu lah yang mengantarkan dia kepadaku untuk menjadi istri dan masa depan ku kelak." ucap Bintang tenang dan terlihat serius.

__ADS_1


Jleb...


Sungguh kata-kata Bintang bagaikan belati yang menyayat hati, terlihat biasa namun sangat mengena di hati Rico. Bintang benar-benar membuat Rico tak bisa berkata apa-apa lagi dan mati kutu.


Sedangkan Syalu merasa terharu dengan pembelaan yang di lakukan oleh Bintang, dia merasa harga diri nya telah di kembalikan oleh ustadz tampan tersebut.


"Tuhan...apakah ustadz Bintang tulus dan serius mengatakan itu? atau dia hanya sekedar membela ku di hadapan Rico?" ucap Syalu dalam hati.


"Gua do'ain Abang gua jodoh sama kak Syalu, soalnya mereka so sweet banget sih...pasti seru nih kalau kak Syalu jadi kakak ipar gua...hihihi..." ucap Syfa tertawa dalam hati.


"Benar-benar ya kalian nggak tahu malu, status kamu saja masih istri orang kok bisa-bisa nya kamu udah siapin laki-laki lain untuk jadi suami kamu, ternyata wajah mu saja yang terlihat cantik dan polos, tapi hati mu benar-benar jahat dan busuk!!!" maki Mar pada Syalu.


"Busuk dan kejahatan siapa yang Anda bicarakan? saya rasa sikap saya sudah benar untuk memilih ustad Bintang, karena di saat saya sedang trauma dengan cara anak anda terhadap saya justru ada laki-laki berhati malaikat yang telah menolong dan menghargai saya sebagai perempuan, bahkan dia mau menerima saya apa ada nya." ucap Syalu dengan tegar.


"Kamu ya!!!!!! Dengan gerakan cepat Mar berhamburan kearah Syalu dan ingin menampar nya, namun langkah nya terhenti karena suara bariton dari arah pintu utama rumah Syalu.


"Pa...pa??? Mar nampak tergagap ketika melihat suaminya di ambang pintu.


"Jadi begini ma cara kamu menyelesaikan masalah anak kita ha?" tanya Darto dengan penuh amarah.


"Pa...pa kok ada disini? tadi mama ajak kesini papa nggak mau." Ucap Mengalihkan pembicaraan.


"Karena papa tahu kalau hal ini akan terjadi, istighfar ma...jangan mau di butakan oleh kasih sayang mama terhadap Rico, sampai-sampai mama tidak mau melihat kesalahan anak sendiri." ucap Darto dengan kesal.


"Maaf Pak Darto tolong bawa anak dan istri anda pulang sekarang, karena sudah cukup mereka membuat keributan di rumah saya." Ucap Delon angkat bicara.


"Maafkan sikap dari anak dan istri saya besan, istri saya begitu menyayangi Rico sehingga dia buta untuk melihat kesalahan anak nya sendiri." ucap Darto dengan perasaan tak enak hati.

__ADS_1


"Kenapa papa malah minta maaf ke mereka? lihat pa apa yang mereka lakukan pada anak kita!!!" ucap Mar dengan emosi.


"Cukup...ma!!!sekarang bawa Rico keluar dari rumah ini!" sentak Darto tak kalah emosi.


"Bener-bener ya si papa...bukan nya belain anak istri, malah ikut-ikutan nyalahin anak istri." Rutuk Mar sambil membawa Rico pergi keluar.


Sedangkan Rico dengan perasaan gusar menolak ketika Mar ingin mendorong kursi roda nya menuju pintu utama kediaman ayah mertua nya


"Enggak ma...Rico nggak mau pergi, Rico mau tetap disini, Rico nggak mau biarin Syalu menikah dengan laki-laki itu." Rengek Rico pada sang mama.


"Cukup Rico!!! mama nggak suka ya kamu ngemis-ngemis cinta sama perempuan itu, kamu itu anak mama satu-satu nya, kamu tampan dan juga kaya, kamu bisa dapat kan perempuan yang lebih dari dia." ucap Mar dengan nada sombong nya, dan akhirnya perdebatan antara anak dan ibu tersebut berlalu ketika mereka telah melewati pintu utama.


Sedangkan orang-orang yang ada di dalam hanya bisa beristighfar dan menggeleng kan kepala ketika mendengar perkataan Mar yang masih dengan angkuh membela sang anak. Dengan perasaan tidak enak hati Darto akhirnya pamit undur diri pada keluarga Delon dan meminta maaf atas kekacauan yang telah di buat oleh anak dan istrinya.


"Sekali lagi mohon maaf atas perlakuan istri dan anak saya besan, saya sangat menyesal atas tindakan mereka terhadap kalian." Ucap Darto menyesal.


"Dengan sangat menyesal saya mengatakan, kalau hubungan antara Syalu dan Rico harus segera di selesai kan, saya tidak mau trauma anak saya menjadi berlarut-larut karena masih memiliki hubungan dengan anak mas Darto, mohon kerja sama nya mas, jika Rico tidak segera menyelesaikan perceraiannya bahkan mempersulitnya dengan putriku maka dengan sangat menyesal saya akan mengambil jalur hukum mas."ucap Delon dengan tegas.


"Baiklah jika itu memang keputusan terakhir mu besan, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk semuanya, dan saya akan pastikan Rico akan segera menceraikan Syalu." Ucap Darto dengan raut wajah sedih.


"Terimakasih mas untuk kerja sama nya." Jawab Delon lega.


"Syalu maafkan papa karena tidak bisa melindungi mu dari kebejatan Rico, papa sangat sedih semua harus berakhir dengan cara seperti ini, kamu sudah papa anggap seperti anak sendiri, papa do'akan semoga kamu bahagia dunia akhirat bersama laki-laki pilihan mu." Ucap Darto tulus dengan mata berkaca-kaca.


"Iya pa, Syalu minta maaf karena tidak bisa lagi bertahan dengan Rico, dan Terima kasih untuk doa yang papa berikan pada Syalu, semoga papa dan mama sehat selalu dan panjang umur." jawab Syalu yang tak kalah tulus dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Baiklah kalau begitu papa pamit dulu, Assalamu'alaikum?" ucap Darto kemudian berlalu pergi, tak terasa air mata nya pun menetes, Darto benar-benar tak menyangka jika usia pernikahan putra nya hanya seumur jagung dan akan segera berakhir, hancur sudah keinginan nya yang akan memiliki cucu dari Syalu dan Rico.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Jawab mereka serempak.


__ADS_2