DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 73. MINTA WAKTU


__ADS_3

"Hey...Syfa...jawab abang!!!" Ucap Bintang sedikit menaikan nada bicara nya dan tentu saja membuat Syfa sedikit terkejut.


"Eh...iya bang." Syfa nampak salah tingkah, jari-jari tangan nya memilin-milin ujung kerudung yang tengah dia pakai.


"Syfa...bicaralah, tidak ada salah nya kau jujur, percayalah semua akan baik-baik saja." Ucap Syalu mencoba menghilangkan grogi Syfa.


"Iya kak." Jawab Syfa patuh.


"Syfa...mending nggak usah deh Terima Furqon, dia itu laki-laki aneh, selain kamu mana ada perempuan yang mau sama dia." goda Julian.


Mendengar celotehan Julian tentu membuat Furqon kesal dan spontan menjitak kening sahabat nya itu.


Pletak...


"Is...kau ini, jaga bicara mu!!!emang aku sama kayak situ bujang lapuk nggak ada wanita yang mau." Ucap Furqon yang membalas godaan Julian.


"Aw...sakit tau!!!dasar nggak ada akhlak, kamu mau ikut-ikutan si UB ha?"ucap Julian dongkol.


"Hey...kenapa aku di bawa-bawa, kalian berdua itu sama-sama bujang lapuk, dan kau Syfa cepat jawab sebelum abang berubah fikiran."Ucap Bintang.


" Ha? maksudnya bang?"tanya Syfa tak mengerti.


"Jika memang kau menaruh hati pada Furqon dan menerima ajakan nya untuk ber taaruf, mungkin abang bisa mempertimbangkan nya dan bicara dengan abah, tapi jika memang tidak ada apa-apa dengan perasaan mu makan bicaralah saat ini pada Furqon, agar di masa mendatang tidak ada fitnah atau kesalah pahaman, dan malam ini abang ingin semua nya selesai."Ucap Bintang menjelaskan.


"Jadi Abang merestui hubungan kami?" Tanya Furqon Spontan dengan raut wajah yang berbinar.


Mendengar Furqon yang spontan memanggil Bintang dengan sebutan abang tentu semuanya terkejut dan sedikit bingung, dan tak kalah terkejut adalah Bintang dengan sedikit menaikan alisnya dia berusaha tenang dan berharap apa yang dia dengar itu salah. Melihat semua orang menghadap dan melirik dirinya tentu membuat Furqon jadi bingung dan sedikit grogi.

__ADS_1


"Ada apa? kenapa kalian menatap ku seperti itu?" Ucap Furqon yang masih tak mengerti dengan kesalahan nya.


"Cieeee yang PD panggil-panggil abang, emang situ udah di terima?" ledek Julian.


mendengar ledekan Julian Spontan Furqon menutup mulutnya karena dia baru menyadari apa yang dia ucap akan.


"Ups...maaf UB, tadi kelepasan." Ucap nya malu-malu.


"Jangan lancang, kau itu belum tentu di Terima, Syfa saja belum memberikan jawaban."Ucap Bintang.


" He...he...iya maaf UB."Ucap Furqon lagi.


"Jadi gimana Syfa?" Bintang mengulang pertanyaan nya.


"Bang...jujur Syfa memang selama ini mengagumi mas Furqon, tapi...???" Syfa menjeda kalimat nya, ada keraguan dalam hati nya untuk berbicara lebih jauh.


"Tapi apa?" Tanya Bintang penasaran.


"Pasti gelisah ya...nungguin jawaban Syfa, hemz...tapi filing aku ya, kamu itu pasti di tolak." Celetuk Julian setengah berbisik dia sengaja memanas-manasi Furqon.


"Is...kau ini, menyebalkan." Sungut Furqon.


Julian pun terkekeh melihat Furqon yang nampak kesal akibat ulahnya, ketegangan di wajah Furqon tak dapat di sembunyikan lagi.


"Tapi... Syfa juga masih bingung, apakah Syfa mencintai nya atau tidak." Ucap Syfa dengan ragu.


Deg

__ADS_1


Deg


Mendengar pengakuan Syfa yang seolah-olah masih ragu dengan perasaan nya Furqon pun semakin tegang, sepertinya harapan nya untuk bersatu dengan gadis pujaan nya sangatlah tipis, seketika tubuh nya terasa lemas tak berdaya.


"Maksud kamu bingung bagaimana? abang butuh kejelasan, abang tidak mau kalau masalah ini tidak jelas karena takut menimbulkan fitnah di kemudian hari." Ucap Bintang.


"Mas... menurut Syfa ini terlalu cepat, Syfa bingung harus apa dan semua terjadi dengan tiba-tiba."Ucap Syfa.


"Abang cuma pingin tahu Syfa, apakah kamu mencintai Furqon apa tidak? apa kamu bersedia menerima ajakan nya untuk ber taaruf?" tegas Bintang.


Seketika Syfa terdiam, dia berusaha memantapkan hati nya dan juga pilihan nya, jauh dari lubuk hati nya Syfa memang menaruh hati pada Furqon, laki-laki yang selama ini jadi idaman hati nya, namun disisi lain dia merasa ragu untuk di ajak ber taaruf di usia nya masih terbilang sangat muda, tentunya menjalani rumah tangga di usia yang masih muda haruslah siap lahir dan batin.


Melihat Syfa yang hanya terdiam tanpa mengutarakan apa yang dia rasakan dan inginkan, nampak Furqon sedikit kecewa, Furqon menilai diam nya Syfa berarti penolakan untuk dirinya, sebelum mengalami rasa sakit yang lebih dalam Furqon lebih memilih ingin pergi dari ruangan itu dari pada mendengar hal yang membuat nya kecewa dan patah hati.


"Maaf Ustadz, menurut saya pembicaraan ini tidak perlu di lanjutkan lagi, saya seperti nya sudah mengetahui jawaban apa yang akan dinda katakan, tidak perlu di paksakan, mungkin dinda Syfa memiliki calon lain." Ucap Furqon dengan wajah penuh kekecewaan.


Deg


Deg


Syfa pun terkejut mendengar perkataan Furqon yang seakan-akan menilai dirinya telah menolak cinta dan pinangan dari nya, tak kalah terkejut nya Bintang pun terkesiap mendengar penuturan sahabatnya yang begitu pasrah jika sang adik menolak dirinya.


"Jadi maksud kamu, kamu milih mundur dari pada berjuang dapatin hati Syfa?" tanya Bintang yang seolah-olah memberikan saran dan semangat pada sahabat nya.


Furqon hanya tersenyum kecut mendengar penuturan dari Bintang, selama ini dia sudah berjuang selama bertahun-tahun hanya untuk mendapatkan hati gadis pujaan nya, mencintai dalam diam tidak lah semudah membalikan telapak tangan, namun pada akhirnya dia harus merelakan jika memang orang yang sangat di cintainya tidak memilih dirinya.


"Kenapa kau katakan itu mas? apa kau tidak ingin mendengar jawaban ku? apa cuma sebatas ini keinginan mu untuk bersama ku? aku hanya butuh waktu mas untuk mempertimbangkan semua ini, aku hanya ingin meminta waktu sedikit saja mas, aku tidak ingin menyesal di kemudian hari karena terburu-buru memutuskan hal ini."Ucap Syfa dalam hati, entah kenapa hati nya begitu kecewa pada Furqon yang tiba-tiba saja mundur sebelum tahu apa jawaban dari nya.

__ADS_1


"Maaf ustadz, aku hanya ingin dinda Syfa bahagia tanpa ada tekanan sedikitpun, kalau memang dia tidak mempunyai perasaan terhadap ku tidak mungkin kan aku harus memaksa nya, dia berhak bahagia dan memilih, mungkin saya yang salah karena telah lancang menyimpan hati pada nya bahkan telah berani ingin meminang nya tanpa mencari tahu terlebih dahulu apakah dia menyimpan rasa untuk ku atau tidak."Ucap Furqon dengan rasa sesak di dadanya.


Mendengar penuturan Furqon tentu membuat mata Syfa berkaca-kaca, ada rasa haru dan kecewa yang berkecamuk dalam hati nya, dia tidak menyangka sebesar itukah rasa cinta Furqon terhadap diri nya, namun di sisi lain rasa kecewa yang melanda hatinya tak dapat dia hindari karena Furqon lebih memilih mundur di bandingkan ingin tahu bagaimana jawaban dari dirinya.


__ADS_2