
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan bintang hum?" tanya Ummi Salmah yang mengejutkan Syalu.
"Anu...itu...Ummi."jawab Syalu gelagapan.
" Anu apa?"Goda Ummi.
"Syalu cuma ingin mengucapkan banyak Terima kasih sama Ustadz Bintang." Ucap Syalu.
"Ha?"Bintang tersentak ketika mendengar Syalu mengubah panggilan untuk diri nya, ada rasa kecewa mendengar Syalu memanggil nya ustadz.
"Astaghfirullah kenapa aku merasa kecewa mendengar gadis ini memanggil ku Ustadz."Ucap Bintang dalam hati.
"Terima kasih untuk apa nak?" Tanya Ummi kemudian.
"Terima kasih berkat mobil Ustadz Bintang, Syalu selamat dari para pemuda mabuk itu." Seketika raut wajah Syalu berubah murung.
"Sudahlah nak, mungkin ini sudah takdir dari Allah, kalau tidak ada kejadian ini mungkin kita tidak akan pernah bertemu."Jawab Ummi.
"Terima Kasih Ummi, Ummi sangat baik semoga kebaikan kalian di balas oleh Allah SWT Aamin."Ucap Syalu dengan tulus.
"Aamin." Jawab Ummi Salmah dan Bintang serempak.
"Ya sudah, sekarang kamu coba kerudung ini, tidak baik bagi kita seorang muslim jika perempuan tidak menutup aurat nya." Jelas Ummi.
"Baik Ummi." Patuh Syalu.
Kemudian Syalu mencoba kerudung berwarna maroon, kebetulan baju yang dia kenakan juga berwarna maroon, setelah mencoba nya Syalu langsung meminta pendapat Ummi Salmah.
"Gimana Ummi cocok nggak Syalu pakai kerudung." Dengan hati-hati Syalu merapikan kerudung nya.
"Masya Allah cantik nya, ternyata kamu lebih cantik menggunakan kerudung nak." Jawab Ummi Salmah jujur.
Sedangkan Bintang terperangah melihat Syalu memakai kerudung.
"Subhanallah...sungguh indah ciptaan mu ya rabb, kenapa dia cantik sekali memakai kerudung." Puji Bintang dalam hati.
"Terima kasih Ummi." Ucap Syalu tersipu.
Kemudian dia menoleh ke arah Bintang dan bertanya.
"Ustadz gimana penampilan aku?" tanya Syalu.
Bintang yang di tanya dengan mendadak tentu menjawab pertanyaan Syalu dengan tergagap.
"Ha?a...a...pa?" Bintang balik bertanya dengan Syalu dengan gelagapan.
__ADS_1
"Iya ustadz, gimana penampilan aku?" tanya Syalu dengan polos.
"Cantik." Jawab Ustadz Bintang tanpa sadar.
"Ha?" Syalu nampak tersipu mendengar pujian dari ustadz Bintang.
Sedangkan Ummi Salmah nampak tersenyum mendengar Bintang memuji Syalu. Menyadari kalau diri nya telah berkata sesuatu yang membuat Ummi nya tersenyum dengan cepat Bintang beristighfar.
"Astaghfirullah...Maaf Ummi, Bintang harus ke masjid karena sebentar lagi mendekati waktu Dzuhur." Ucap Bintang menghindar.
"Ya sudah pergilah nak, jangan lupa nanti ajak Abah dan Syfa pulang buat makan siang." Ucap Ummi.
"Baik Ummi, kalau begitu Bintang mau siap-siap dulu habis itu langsung ke masjid, assalamu'alaikum?" Ucap Bintang kemudian.
"Waalaikumsalam."Jawab Ummi Salmah dan Syalu serempak.
Kemudian Bintang pergi keluar dan menuju kamar nya untuk ber siap-siap ke masjid.
"Ya sudah mulai hari ini kamu biasakan diri kamu pakai kerudung ini ya!"Ucap Ummi Salmah ke Syalu.
"Iya Ummi Insya Allah."Jawab Syalu.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat dulu, Ummi sama bik Iroh mau siapkan makan siang untuk kita."Ucap Ummi Salmah.
"Tidak perlu nak, kamu istirahat saja, nanti setelah semuanya selesai Ummi akan panggil Syalu untuk makan siang." Ucap Ummi Salmah.
"Baik Ummi."Jawab Syalu patuh.
Kemudian Ummi Salmah keluar kamar menuju dapur, Ummi Salmah memasak makanan kesukaan suami dan anak-anak nya, sedangkan bik Iroh hanya di intruksikan hanya membantu menyiapkan segala keperluan dan bumbu nya saja.
Ketika suasana kamar telah sunyi kini rasa kantuk mulai menyerang Syalu, lama-lama gadis itu terlelap juga. Kurang lebih empat puluh lima menit Syalu terlelap, sayup-sayup dia mendengar suara Adzan, dan makin lama makin jelas suara Adzan tersebut.
Perlahan Syalu membuka mata nya kemudian duduk dan menyandarkan kepala nya. Sedikit termenung sambil menikmati suara Adzan tersebut.
"Masya Allah merdu sekali suara Adzan itu, kenapa hati ku begitu damai mendengar nya."Ucap Syalu.
Tak lama Ummi Salmah masuk untuk membangunkan Syalu.
"Eh...udah bangun rupanya, baru juga Ummi mau bangunin Syalu."Ucap Ummi Salmah.
"Iya Ummi,baru saja Syalu bangun karena mendengar suara adzan."Jawab Syalu.
"Oh...Syukur lah kalau begitu, kamu sudah kuat belum buat Sholat." Ucap Ummi Salmah.
"Insya Allah kuat Ummi, Ummi siapa gerangan yang tengah Adzan itu, entah kenapa suara Adzan nya membuat hati ku merasa damai." Jawab Syalu.
__ADS_1
Ummi Salmah pun tersenyum mendengar ucapan Syalu, kemudian beliau berkata.
"Itu suara ustadz Bintang yang Adzan." Ucap Ummi.
"Ha? Ustadz Bintang? masya Allah merdu sekali." puji Syalu.
Ummi Salmah tersenyum mendengar Syalu memuji Bintang, kemudian Ummi Salmah mengajak Syalu keluar kamar untuk mengambil wudhu dan mereka pun melaksanakan Sholat Dzuhur secara bersama-sama.
Tepat pukul satu siang Kiyai Somad, Syfa dan Bintang pulang kerumah untuk makan siang bersama.
"Assalamu'alaikum..."ucap mereka bersamaan.
"Waalaikumsalam."Jawab Ummi Salmah, Syalu dan bik Iroh serempak.
Mereka bertiga kompak sedang menghidangkan makan siang untuk semua nya, nampak Syfa tercengang melihat ada perempuan cantik yang berdiri di sebelah Ummi nya dengan memakai pakaian nya.
Melihat Syfa terdiam menatap Syalu Ummi Salmah berinisiatif untuk memperkenalkan mereka berdua, sedangkan Bintang dengan sikap dingin seperti biasa langsung duduk di meja makan bersama Abah nya.
"Syfa...kemari nak! Ummi akan perkenalkan dengan Syalu." Ajak Ummi Salmah.
kemudian Syfa melangkah mendekati Ummi Salmah dengan sedikit ragu dan tentunya pandangan Syfa tak lepas dari Syalu.
"Ummi...kakak ini siapa? kenapa dia memakai baju Syfa?" tanya Syfa polos.
Mendengar Syfa menyebut baju yang di pakai nya, sedikit rasa tak enak hati terselip di hati Syalu, Syalu hanya menundukan kepala karena malu dengan Syfa.
"Syfa...ini nama nya Syalu, dia tamu kita di rumah ini detail nya nanti Ummi ceritakan sama Syfa, tapi untuk saat ini kak Syalu butuh baju Syfa karena dia tidak membawa pakaian nya saat datang kemari." Jelas Ummi Salmah.
"Oh seperti itu, ya udah Ummi nggak apa-apa." Jawab Syfa lega.
"Alhamdulillah, Ummi harap Syfa mau berteman dengan kak Syalu ya, karena disini dia nggak punya siapa-siapa." Ucap Ummi Salmah.
"Oke...siap Ummi." Jawab Syfa patuh.
Mendegar Syfa tidak mempermasalahkan lagi pakian yang dia pakai kini hati Syalu sedikit lega. Kemudian Syfa dengan cepat mendekati Syalu dan mengajak nya berkenalan.
"Kenalin kak, nama aku Syfa adik kesayangan abang Bintang." Ucap Syfa dengan percaya diri sambil mengulurkan tangan nya untuk berkenalan.
Kemudian Syalu menyambut tangan Syfa dengan penuh hangat dan tersenyum.
"Aku Syalu, senang berkenalan dengan mu, dan maaf ya...kakak meminjam baju mu." Ucap Syalu.
"Nggak apa-apa kak, lagian kakak cantik memakai pakaian ini."Jawab Syfa, kemudian mereka berdua terkekeh bersama.
Melihat Syalu dan Syfa sudah mulai saling kenal, hati Ummi Salmah merasa lega, pasal nya Ummi Salmah sedikit takut kalau Syfa akan merajuk jika ada orang yang menggunakan barang-barang nya tanpa seizin nya.
__ADS_1