DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 89. TIDAK RELA


__ADS_3

"Sudah Sya...mending kita sarapan sekarang ya! banyak hal yang akan kita bahas setelah ini." ucap Delon menenangkan putri nya.


"Emang mau bahas apa sih pa? kenapa mama nggak di libatin?" ucap Rosa sinis.


"Makanya kalau mau di libatin kelakuan mama nggak usah bar-bar kayak gitu, bikin malu aja." Ucap Delon tak kalah sinis.


"Kok jadi mama sih? terus aja salahin mama, nggak pernah bener nih mama di mata papa." Lagi-lagi Rosa memancing keributan.


"Cukup ma!!! jangan membuat keributan lagi disini, kami mau sarapan dengan tenang, kalau mama mau sarapan di sini silahkan, tapi kalau enggak silahkan sarapan di tempat lain, dan ingat jangan buat keributan lagi." Ucap Delon kesal.


"Mohon maaf Pak, bu...sebaiknya kita lanjutkan saja sarapan ini, tidak baik kita bertengkar di hadapan makanan, kasian yang sudah masak, udah capek-capek tapi masakan nya malah nggak di makan." Ucap Bintang yang berusaha mencair kan suasana.


"Oh ya...maaf nak, maafkan kami yang selalu bertengkar di depan kalian, silahkan di lanjut sarapan nya, Syalu ayo siapin sarapan nya." Ucap Delon, sebenarnya ada rasa tak enak hati dengan Bintang dan adik nya karena sikap sangat istri yang sudah kelewat batas.


Syalu hanya mengangguk patuh dan segera menyiapkan sarapan untuk semua orang, sedangkan Syfa sudah kehilangan mood nya untuk sarapan pagi ini, namun semua dia tahan demi menjaga perasaan Syalu dan abang nya.


"Wah...kayak nya enak nih, aku cobain ya?" Ucap Bintang sambil membaca doa dan menyendokan makanan ke mulut nya.


"Em...subhanallah...ini nasi goreng nya enak banget, serius pak ini nasi goreng sefood nya enak banget...ini mah juara nya." Ucap Bintang lagi, kali ini dia benar-benar lahap memakan nasi goreng buatan Syalu.


"Oh ya? wah jadi pengen coba juga ini...Bismillahirrahmanirrahim..." Kemudian Delon menyendokan nasi goreng ke mulut nya, dan benar apa yang di katakan Bintang itu tidak bohong, nasi goreng yang di buat Syalu benar-benar enak.


"Bagaimana pak?" ucap Syfa yang ikut penasaran.


"Subhanallah...ini beneran enak, kalian benar-benar pintar ya udah masak semua ini."puji pak Delon.


" Ini yang masak kak Syalu bang, bukan Syfa, Syfa cuma bantuin dikit-dikit aja."Ucap Syfa dengan jujur.


"Wah...alhamdulillah ya Sya...kamu semakin pintar masak nya,papa bangga sama kamu."Puji Delon.


"Masak sih seenak itu? perasaan kemarin-kemarin Syalu nggak sepintar itu kalau masak, aku cobain deh biar tau rasa nya, tapi...aku kan gengsi kalau mau ambil sendiri." Rutuk Rosa dalam hati.


Berkali-kali Rosa menelan saliva nya karena melihat Bintang dan yang lain begitu lahap menyantap nasi goreng buatan Syalu.


"Mama nggak makan? mama makan ya!!biar mama nggak sakit." Ucap Syalu tulus.


"Kesempatan nih...Syalu nawarin, jadi kan nggak malu-malu amat buat minta di ambilin." Lagi-lagi Rosa berkata dalam hati.


"Kamu itu ya...kalau benar-benar perhatian sama mama di ambilin kek, jangan nawar-nawarin doang." ucap Rosa sinis.

__ADS_1


"Oh...mama mau di ambilin sama Syalu?" ucap Syalu polos, namun dengan cekatan dia mengambilkan nasi goreng untuk sang mama.


Melihat hal itu Delon hanya terkekeh melihat kelakuan sang istri yang gengsian.


"Ma...ma...udah tua juga masih aja gengsian, laper sendiri kan akhirnya." Ucap Delon dalam hati sambil terkekeh.


Kemudian dengan cepat Rosa menyuapkan nasi goreng ke mulut nya, sejenak dia terdiam untuk menikmati nasi goreng tersebut.


"Waduh...ini beneran enak, kenapa nggak dari tadi ya aku cobain..." ucap Rosa dalam hati.


Dengan gerakan cepat nasi goreng yang ada di piring Rosa sudah tandas tak bersisa, sedangkan di mangkuk masih ada sekitar satu porsi lagi, tanpa aba-aba Rosa langsung menyambar nasi goreng tersebut dan langsung memindahkan kedalam piring nya, semua yang ada di meja makan jadi terdiam dan hanya menatap heran pada Rosa.


"Kenapa kalian jadi liatin saya? ada yang salah?" ucap Rosa kaku.


"Gila...nih...si ular keket laper apa doyan, tadi aja sok jual mahal, lah ini malah ngabisin makanan." celetuk Syfa dalam hati.


"Nggak ada yang salah ma, cuma mama itu makan nya kayak orang kesurupan." celetuk Delon.


"Kesurupan gimana? orang mama tu nggak mau buang-buang makanan, nasi goreng nya masih sisa, dari pada di buang mending di makan kan? kalau nggak di makan jadi mubazir kan ustadz?" ucap Rosa mencari pembelaan.


"Iya bu benar." ucap Bintang sambil tersenyum.


"Bagaimana pak Bimo? apa semua sudah diurus?"tanya Bintang pada pengacaranya.


"Sudah ustadz, insya Allah kalau tidak ada halangan hari ini Rico waluyo akan segera menerima surat gugatan cerai dari nona Syalu." Jawab pak Bimo mantap.


"Secepat itu pak?" tanya Delon penasaran.


"Iya pak? kemarin waktu saya di telpon ustadz Bintang, saya langsung mengerjakan semuanya sesuai permintaan dan kebetulan di daerah ini saya juga punya relasi jadi kami bisa saling berkomunikasi dengan cepat untuk menyelesaikan permintaan klien." jawab pak Bimo.


"Tapi anak saya bisakan pak tidak hadir di persidangan nanti, karena saya tidak ingin anak saya mengalami trauma setelah bertemu dengan laki-laki bi***b itu." ucap Delon penuh amarah.


"Insya Allah bisa pak, selagi Rico tidak mempersulit proses perceraian ini maka semua akan aman dan lancar." Jawab pak Bimo.


Dilain tempat nampak Darto tengah terburu-buru membukakan pintu karena dari tadi suara bel tak berhenti berbunyi.


"Siapa?" ucap Darto sambil membukakan pintu.


"Maaf Pak ini ada kiriman."ucap Kurir sambil menyerahkan sebuah amplop.

__ADS_1


"Baiklah terimakasih mas."ucap Darto dan kurir tersebut pamit untuk undur diri.


Dengan perlahan Darto membuka amplop tersebut, dan betapa terkejut nya Darto ketika membaca kalimat di barisan atas dari amplop tersebut.


Deg


Deg


"Pengadilan agama?" ucap Darto tergagap.


"Siapa yang datang pa?" tanya Mar sambil menghampiri suaminya.


"Pengadilan agama ma, seperti nya ini surat gugatan dari pihak Syalu." jawab Darto dengan lirih.


"Apa? gugatan cerai maksud papa?kok bisa? Syalu kan belum di temukan, nggak...nggak...ini nggak bisa di biarkan pa." ucap Mar kesal.


"Ma...kita harus beri tahu Rico soal ini, Rico perlu tahu agar dia tidak berharap lagi untuk kembali pada Syalu." ucap Darto.


"Tapi pa..." ucap Mar merasa tak rela, namun kata-katanya terhenti karena Darto lebih dulu memotong nya.


"Ma...ini kesalahan anak kita, jadi inilah yang harus dia dapat kan." ucap Darto menjelaskan.


"Apa maksud papa bicara seperti itu?kesalahan apa? dan apa yang harus Rico dapatkan." ucap Rico yang tiba-tiba muncul dari kamar dengan kursi roda nya, semenjak dia mengalami lumpuh karena kaki nya yang patah kamar Rico di pindahkan ke bawah agar tidak sulit untuk beraktifitas.


Tanpa di sadari oleh Mar dan Darto Rico sudah mendengar sedikit pembicaraan mereka, dengan isak tangis Mar berhamburan memeluk sang anak dan memberikan selembar kertas yang di tunjukan oleh suaminya.


"Ada apa ma? kenapa mama menangis? dan apa ini?" ucap Rico sambil mengamati kertas yang ada di tangannya.


Deg


Deg


Seketika mata Rico melotot tajam, seperti ingin melompat keluar, dadanya terasa sesak dan bergemuruh.


"Nggak...nggak...ini nggak mungkin pa...ma... Rico nggak mau cerai dengan Syalu, Rico nggak rela pa...." ucap Rico sedikit berteriak.


"Kamu yang tenang nak, sabar...kamu nggak boleh seperti ini." Ucap Mar terisak.


Darto hanya terdiam dan tak dapat berkata apa-apa lagi, ada perasaan sedih dan malu bercampur aduk jadi satu. Dia tidak mungkin meminta besan nya untuk membatalkan perceraian ini, namun hati nya juga tidak tega dengan kondisi putra nya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2