DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 64. KEMBALILAH NAK


__ADS_3

"Bah...ada yang ingin aku katakan padamu, tapi aku bingung harus memulainya dari mana." Ucap Delon dengan sedih.


"Ada apa pak? katakan lah!!"Ucap Abah Sudin.


"Bah...sudah terjadi sesuatu pada Syalu." Ucap Delon, Kata-kata nya terhenti karena berusaha menahan tangis nya.


Deg


Deg


"Kenapa papa bicara seperti itu? apakah papa sudah tau apa yang terjadi dengan ku?" Ucap Syalu lirih, air mata nya pun sudah tak tertahan lagi.


"Apa yang sudah terjadi dengan Syalu? katakanlah!!" Dada Abah Sudin seketika bergemuruh, Syalu sudah di anggap anak oleh nya ketika mendengar Syalu mendapatkan masalah tentu diapun ikut gelisah.


Kemudian Delon menceritakan asal mulai kenapa Syalu tiba-tiba menikah, dan mengalami hal di luar dugaan, kini mereka tidak tau keberadaan Syalu, karena yang cuma mengetahui keberadaan Syalu adalah Rico.


"Astaghfirullah...Syalu...malang nasib mu nak!!!"Ucap Abah Sudin yang turut prihatin dengan yang menimpa Syalu.


Syalu yang mendengar penuturan sang papa pun menjadi sedih, air matanya pun tak henti-hentinya mengalir.


"Jadi papa sudah tau dengan apa yang terjadi pada ku." Ucap Syalu dengan tangis nya.


"Jadi gimana kak? apa kakak mau temuin papa kakak sekarang?" tanya Syfa.


"Tidak Sekarang Syfa, kakak belum siap, kita dengar dulu apa yang akan papa bicarakan selanjutnya." Jawab Syalu.


"Hum." Angguk Syfa.


"Apa yang harus aku lakukan bah? aku ingin anak ku kembali, akan ku tebus semua dosa-dosa ku pada nya." Ucap Delon lagi.


"Apa bapak sudah lapor polisi?" tanya Abah Sudin.


"Belum bah, aku masih ingin mengetahui cerita sebenarnya dari Rico suami Syalu yang biadab itu." Ucap Delon dengan penuh amarah.


"Tapi bagaimana dengan Syalu di luar sana? dia berada di luar dengan laki-laki yang tidak dia kenal, apa yang akan terjadi pada dirinya?" Ucap Abah Sudin yang mulai khawatir.


Sejenak Delon diam mematung,dia sama sekali tidak terfikir untuk meminta bantuan polisi untuk mencari anak nya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan bah?" Ucap Delon."


"Sekarang dimana suami Syalu berada?" tanya Abah Sudin.


"Saya tidak tau bah, justru saat ini saya juga lagi nunggu kabar dari Darto selaku orang tua dari Rico." Jawab Delon.

__ADS_1


"Masya Allah,malang sekali nasib mu nak, semoga ada keajaiban yang bisa menolong mu dari orang-orang jahat." Doa tulus Abah Sudin.


Mendengar doa tulus dari Abah Sudin tentu Syalu, Syfa dan Delon yang mendengar pun langsung meng amin kan doa tersebut.


Tak lama terdengar suara handphone Delon pun berdering.


Kring


Kring


Kring


Dengan cepat Delon mengangkat telpon yang ada di saku celana nya.


"Assalamu'alaikum? Darto? ada kabar apa?" Tanya Delon dengan tidak sabar.


Deg


Deg


Deg


Syalu nampak terkejut mendengar nama mertua nya yang di sebut.


"Om Darto?" Ucap Syalu lirih.


"Ada apa? apa ini menyangkut Rico?" Tanya Delon.


"Iya, ini soal Rico." Jawab Darto.


"Cepat katakan, dimana Rico? berikan handphone nya aku ingin bicara."cercah Delon.


"Sabar besan tolong dengarkan apa yang akan aku katakan." Ucap Darto dengan sedikit memohon.


"Baiklah cepat katakan!"ucap Delon.


"Mas, saat ini Rico tengah berbaring di rumah sakit, dia baru selesai menjalani operasi bagian kaki." Ucap Darto, dia sengaja mengubah panggilan nya terhadap besan biar kelihatan lebih dekat dan akrab.


Mendengar kabar dari Darto, Delon sedikit terkejut namun dia juga tidak ingin perduli soal Rico, yang ingin dia tahu soal dimana Syalu dan dengan siapa dia menjual putri semata wayang nya.


"Apa? Rumah sakit? apa yang terjadi dengan Rico?" Ucap Delon basa basi.


Mendengar Rico di rumah sakit tentu membuat Syalu jadi penasaran, apa yang terjadi dengan laki-laki biadab itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan Rico? kenapa dia bisa berada di rumah sakit?" tanya Syalu dalam hati.


"Entah lah mas, kami juga tidak tahu apa yang terjadi dengan Rico, ketika kami menemukan nya dia sudah berada di depan rumah dengan posisi di dalam karung, seluruh tubuh nya penuh luka dan kondisi kaki nya patah." Jelas Darto.


"Oh seperti itu, ya...mungkin ini karma untuk Rico karena sudah menjual putriku dan membuatnya menderita." Ucap Delon cuek tanpa merasa bersalah.


Darto tidak dapat berkata-kata apa-apa, dia masih memaklumi kemarahan Delon, terlebih sampai detik ini dia belum mengetahui keberadaan putri nya Syalu.


Sedangkan Abah Sudin nampak ikut terdiam mendengar percakapan antara Delon dan besan nya, dia masih memikirkan dimana kira-kira keberadaan Syalu, sejenak dia teringat sesuatu yakni calon istri Bintang.


"Masya Allah...apa jangan-jangan itu Syalu?" Ucap Abah Sudin dalam hati.


"Baiklah mas, aku tutup dulu telpon nya, aku cuma ingin mengabarimu soal Rico." Ucap Darto memecah keheningan.


"Tunggu dulu!!aku ingin bertanya, apakah Rico sudah siuman dari pasca operasi?" tanya Delon.


"Belum mas, ini kami juga lagi menunggu dia sadar, kata Dokter obat bius yang di berikan memang dosis nya agak berbeda dari biasa nya, itulah efeknya dia akan lama sadar dari pasca operasi nya." Jawab Darto.


"Baiklah kalau begitu, tolong kabari aku jika Rico telah Siuman." Ucap Delon.


"Baiklah mas, aku tutup telpon nya, assalamu'alaikum?" Ucap Darto mengakhiri telpon nya.


"Waalaikumsalam." jawab Delon.


Sejenak Delon terdiam dengan mata berkaca-kaca, di sisi lain hati nya senang karena Rico sudah mendapatkan karma nya walaupun itu tidak seberapa dengan penderitaan yang dia berikan untuk putrinya, tapi di sisi lain dia juga sedih karena sampai detik ini dia belum menemukan putri semata wayangnya.


"Ada apa pak? apa yang terjadi?"Ucap Abah Sudin membuyarkan lamunan Delon.


"Oh...itu, suami Syalu mengalami musibah dan sekarang ada di rumah sakit."Jawab Delon sedikit bingung.


"Innalillahi wainnailaihi rojiun, apa bapak mau menjenguk nya?" tanya Abah Sudin.


"Tidak bah, nanti saja...tunggu dia siuman saja." Jawab Delon.


"Oh...begitu, tolong kabarin saya pak, karena saya juga mau ikut untuk menjenguk suami Syalu." Ucap Abah Sudin.


"Baik Bah." Kemudian Delon menunduk dengan raut wajahnya yang sedih, Delon menitikan air mata sambil memandangi foto Syalu di layar ponselnya.


"Kembalilah nak!!!papa sangat merindukan mu, maafkan atas semua kesalahan papa dan mama, kembalilah nak!!!izin kan papa dan mama menebus semua dosa-dosa kami nak."Ucap Delon lirih dengan tangis nya yang terseduh-seduh, namun masih dapat di dengar oleh Syalu dan yang lain nya.


"Papa...!!!maafin Syalu pa, maafin Syalu yang sudah bikin susah mama dan papa." Kini Syalu yang terisak mendengar papa nya menangis karena mengharap kan diri nya kembali.


"Tenang pak, yang sabar dan kuat, semoga Syalu di luar sana bertemu dengan orang baik dan bisa menolong nya dari orang-orang yang berniat jahat." Ucap Abah Sudin memenangkan.

__ADS_1


"Terima kasih bah." Ucap Delon dengan sedih.


Kemudian Delon terduduk dengan wajah sedih dan lesu, fikiran nya masih terbayang-bayang akan semua kesalahan yang dia lakukan terhadap putri semata wayang nya.


__ADS_2