DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 67. TIDAK ADA HAK


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Rico?" Tanya Delon tanpa basa basi.


"Rico baru saja siuman, tubuh nya masih lemah besan." Jawab Darto.


"Aku ingin bicara dengan Rico." Lagi-lagi nada bicara Delon begitu dingin.


"Papa apa-apaan sih? mantu nya baru aja siuman udah mau tanya-tanya aja." ucap Rosa yang kemudian mendapatkan tatapan tajam dari sang suami, mata Delon seakan ingin melompat keluar ketika istrinya bicara seperti itu.


"Mas Delon tolong jangan tanya apa-apa dulu, kasihan Rico." Ucap Mar memohon sambil terisak.


"Tidak bisa, saya harus mengetahui dimana posisi anak saya sekarang, saya ingin dengar langsung dari mulut bajingan ini!!" Ucap Delon yang mulai emosi.


Deg


Deg


Rico seolah mendapat hantaman batu besar, apa yang dia tutupi selama ini ternyata sudah di ketahui oleh orang tua nya dan juga mertua nya.


"Mati aku!!! aku harus jawab apa? aku juga tidak tahu dimana Syalu berada, laki-laki keparat itu tidak mengembalikan Syalu pada ku, malah dia buat kau seperti ini." Ucap Rico dalam hati.


"Rico apa kau dengar aku? dimana Syalu berada sekarang? pada siapa kau menjual anak ku ha?" hardik Delon.


"Pa...pa...a... pa... ka... bar?" ucap Rico basa basi dnegan terbata-bata.


"Kau tidak perlu berbasa-basi menanyakan kabar ku, kau cukup beri tahu aku dimana Syalu saat ini?" Lagi-lagi Delon bertanya dengan sedikit berteriak.


"Ta...pi...aku juga tidak tahu pa dimana Syalu saat ini." Ucap Rico dengan ketakutan.


"Apa? apa maksud mu ha? apa maksud mu dengan tidak tahu keberadaan Syalu dimana?" ucap Delon dengan marah dan tanpa di sadari dia telah mencekal kerja baju Rico.


"Mas...lepaskan anak ku mas, tolong jangan sakiti dia!!!" Teriak Mar dengan berusaha melepaskan cekalan tangan Delon di baju Rico.


"Besan tolong bersabar, kita akan segera mengetahui dimana Syalu, tolong tenang." ucap Darto menyabarkan Delon.


"Papa ini gimana sih? Rico tu lagi sakit pa, jangan main kasar gitu dong dengan mantu sendiri." Ucap Rosa yang kemudian langsung membuat Delon naik pitam, dengan penuh amarah Delon menampar pipi Rosa bolak balik.


Plak

__ADS_1


Plak


"Dasar istri nggak punya akhlak, kemana hati nurani mu sebagai seorang ibu, diluar sana anak mu sedang bersama laki yang tidak di kenal gara-gara bajingan ini!!! kau malah mengkhawatirkan laki-laki keparat ini!!!" kini amarah Delon benar-benar sudah di ubun-ubun.


Rosa hanya memegang kedua pipinya dengan meringis, dia tidak menyangka kalau suaminya akan semarah itu pada diri nya.


"Istighfar pak...sabar...jangan gegabah."Kini Abah Sudin yang membuka suara untuk menenangkan Delon.


"Astaghfirullah..."Ucap Delon.


"Pa...maaf kan Rico, Rico hilaf...Rico tidak ada maksud menjual Syalu." Ucap Rico pura-pura menyesal karena dia takut dengan kemarahan Delon.


"Maaf kamu bilang, sampai mati saya tidak akan memaafkan kamu!!! kamu sudah menghancurkan hidup anak saya!" Ucap Delon dengan marah.


"Rico menyesal pa, Rico akan menebus semua dosa-dosa Rico kalau Syalu sudah di temukan."ucap Rico tanpa rasa malu.


"Menyesal kamu bilang? dosa apa yang akan kamu tebus? dengan apa kamu akan menebus dosa-dosa kamu ha? dengan nyawamu sekalipun tidak akan mengembalikan hidup putriku seperti dulu, kau ingat itu!!!" ucap Delon.


"Tapi Syalu istriku pa, aku berhak mendapatkan kesempatan kedua." lag-lagi Rico berkata dengan percaya diri.


"Nggak bisa pa, dia tetap istriku sampai kapan pun dia tetap istriku, kami saja belum melalui malam pertama, masa iya kami harus berpisah." Ucap Rico tak tahu malu.


"Kau benar-benar laki-laki yang menjijikan Rico, setelah kau menjual putri ku,masih sempat-sempatnya kau memikirkan hal itu, dasar bajingan!!!"hardik Delon dan kemudian menampar Rico.


Plak


Plak


"Astaghfirullah..."Ucap Abah Sudin yang melihat kejadian itu.


"Besan sabar, tenang lah dulu, dan kau Rico tolong jaga sikapmu, jangan memperburuk keadaan." Ucap Darto.


"Pa kenapa kau menyalahkan anak kita, jelas-jelas mas Delon yang sudah bertindak kasar pada anak kita." Ucap Mar membela anak nya.


"Sudah lah ma, jangan memperkeruh lagi, Rico memang salah wajar pak Delon marah sama Rico." Ucap Darto.


"Tanya putra mu yang brengsek itu, dimana dia menjual putriku." Ucap Delon masih penuh dengan amarah.

__ADS_1


"Iya besan, sabar ya...aku akan menanyakan nya." Ucap Darto dan kemudian mendekati putranya untuk bertanya tentang Syalu.


"Rico...sekarang katakan sama papa, pada siapa kau menjual Syalu? dan atas dasar apa kau melakukan ini?"Cercah Darto pada putranya.


Dengan ragu-ragu Rico mulai bicara asal mula dia menjual Syalu.


"Pa...sebenarnya Rico punya hutang sama bos Doni, dan hutang itu sangat besar, aku tidak punya uang untuk membayar nya, oleh karena itu waktu dia menawarkan pelunasan hutang dan mentransfer uang satu milyar aku pun tertarik, ya itu tadi dengan jaminan Syalu jadi miliknya selama satu minggu, dan setelah itu Syalu akan di kembalikan pada ku."Terang Rico.


Mendengar pernyataan Rico Spontan Delon naik pitam, dia merasa tidak Terima atas perbuatan Rico pada putrinya.


"Bajingan kau Rico!!! kau fikir putriku sebuah barang ha?"hardik Delon dan kemudian memukul Rico.


Buk


Buk


Buk


Beberapa kali pukulan mendarat di tubuh Rico, laki-laki yang sedang terbaring lah di atas kasur tersebut hanya bisa mengerang kesakitan, sedangkan Darto tak bisa berbuat apa-apa, dia begitu Syok mendengar Pengakuan putra nya yang bodoh itu, dan Mar ibu dari Rico hanya bisa berteriak menangis melihat putranya di hajar oleh besan nya.


"Akh...mama...papa...tolong Rico, ampun pa!!!" Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Rico.


Mendengar ada keributan dari ruangan pasien ada beberapa suster yang masuk ke ruangan tersebut untuk menenangkan para pengunjung.


"Ada apa ini? kenapa kalian membuat keributan disini?" Ucap salah satu suster.


"tidak ada apa-apa Sus, ini hanya ada kesalahan pahaman saja." jawab Darto berbohong.


"Tolong jangan ribut, pasien harus istirahat, kalian silahkan keluar." ucap Suster tersebut.


"Hari ini kau selamat Rico, aku pastikan kau akan menerima akibatnya kalau sampai terjadi sesuatu pada Syalu ku." ancam Delon.


"Sabar besan, tolong tenang!" Ucap Darto menenangkan Delon.


"Tolong beri tahu putramu yang bangsat itu, aku tidak main-main dengan kata-kata ku, beri tahu yang jelas keberadaan putriku atau kalau tidak aku akan menghancurkan hidup nya." Ucap Delon lagi.


Kemudian Delon, Abah Sudin dan Rosa pun meninggalkan ruang tersebut, sedangkan Mar tubuhnya begitu lemas ketika melihat putranya tambah babak belur di hajar Delon, tubuhnya lunglai di lantai, dan Darto hanya mampu mengeluarkan nafas kasar ketika Delon dan yang lain nya pergi meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2