DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 55. PENGINAPAN


__ADS_3

Setelah melakukan shalat dzuhur kini rombongan Bintang hendak menuju Penginapan namun langkah mereka terhenti karena abah Sudin memanggil mereka.


"Kalian sudah selesai shalat nya? " Ucap abah Sudin.


"Iya sudah bah." Jawab Bintang kemudian di iringi anggukan oleh yang lain.


"Jadi sekarang kalian mau kemana?" tanya abah Sudin lagi.


"Rencana nya kita mau langsung ke penginapan bah, kita mau istirahat dulu sebelum acara besok di mulai."Ucap Julian.


"Loh kenapa harus ke penginapan?kerumah abah saja ya, tidak jauh kok dari sini."Ucap abah Sudin.


"Nggak apa-apa bah kita ke penginapan saja, kami nggak mau ngerepoti abah dan keluarga."Ucap Syfa.


"Oh...nggak ngerepotin kok, justru abah senang kalian mau menginap di tempat abah, padahal abah sudah bilang ke kiyai Somad agar kalian menginap saja dirumah, apa beliau mengatakan nya?"Ucap abah Sudin.


"Oh iya bah, abah sudah menyampaikan pesan abah, hanya saja kami yang ingin menginap di penginapan, kami merasa tidak enak kalau merepotkan orang lain." Ucap Bintang.


"Baiklah...abah tidak akan memaksa." ucap abah Sudin kemudian.


"Terima kasih bah, mungkin lain kali kami akan menginap di tempat abah." Ucap Bintang lagi.


"Dengan senang hati nak." Ucap abah Sudin.


"Kalau begitu kami permisi dulu bah, Assalamu'alaikum?"ucap mereka serempak ketika memberikan salam.


"Waalaikumsalam."Jawab abah Sudin, namun kali ini dia nampak berfikir ketika memperhatikan wanita yang ada di balik cadar, dia merasa seperti sudah pernah mengenal wanita itu sebelum nya.


Syalu nampak gerogi saat abah Sudin memperhatikan dirinya dengan seksama.


"Ya...ampun, kenapa abah Sudin melihat ku seperti itu, apa dia curiga dengan ku."Ucap Syalu dalam hati.


" Kak...ayo kak kita jalan sekarang."Ucap Syfa yang kemudian membuat Syalu sedikit terkejut.


"Astaghfirullah...eh...iya Syfa mari kita jalan."Icap Syalu gugup.


Ketika mereka hendak ke luar tiba-tiba abah Sudin menghentikan langkah mereka kembali.


" Tunggu nak!!!"Ucap abah Sudin.


Kemudian mereka semua berhenti dan menoleh kearah sumber suara.


"Ada apa bah?"Ucap Bintang bingung.


"Maaf nak, sebelum nya abah ingin bertanya, apakah anak ini asli orang sini."Ucap abah Sudin dengan sopan menunjuk ke arah Syalu.

__ADS_1


Deg


Deg


Deg


Seketika Syalu terkejut dengan ucapan abah Sudin, benar saja ternyata abah Sudin sudah curiga pada nya. yang lainpun tak kalah terkejut nya, mereka tidak menyangka kalau abah Sudin akan mengenali Syalu.


"Bu...bu...kan bah, dia asli orang solo."Ucap Bintang berbohong.


"Astaghfirullah...ya Allah ampuni lah hambamu ini yang telah berbohong pada orang tua." Ucap Bintang dalam hati.


"Tapi...kenapa abah merasa pernah melihat diri nya, kenapa abah merasa tidak asing ya." Ucap abah Sudin.


Sebelum beranjak dewasa Syalu memang sering belajar mengaji dengan abah Sudin, abah Sudin merupakan kakek kedua bagi Syalu, karena selain orang nya ramah dan baik beliaulah yang selalu mengajarkan agar selalu mematuhi kedua orang tua nya dan berbuat baik terhadap sesama. Jadi tak heran jika abah Sudin mengenali sosok Syalu.


"Bukan bah, dia bukan orang sini...bahkan kalau tidak ada halangan bang Bintang akan ber ta'aruf dengan kak Sya ini secepatnya." Ucap Syfa menyela.


Syfa sengaja mengatakan hal itu supaya abah Sudin tidak curiga lagi, beda hal dengan Syalu dan Bintang keduanya sama-sama terkejut dengan kata-kata Syfa.


"Astaghfirullah...kenapa Syfa bicara seperti itu." Ucap Syalu dalam hati.


"Bocah ini...bener-bener ya...sengaja mau bikin malu aku di depan Syalu." Rutuk Bintang dalam hati.


Sedangkan Julian dan Furqon ternganga mendengar pernyataan Syfa.


"Ha? i...iya bah." Hanya itu yang mampu Bintang ucapkan.


Sedangkan Syalu nampak Salah tingkah karena jawaban Bintang.


"Mungkin aku yang salah mengenali, dia tidak mungkin Syalu, Syalu kan sudah menikah." Batin abah Sudin.


"Baiklah abah, kami permisi dulu." ucap Syfa.


"Oh ya silahkan." Jawab Abah Sudin.


"Assalamu'alaikum." ucap mereka serempak.


"Waalaikumsalam." Jawab abah Sudin.


Kemudian mereka keluar masjid menuju mobil yang terparkir diluar, ketika didalam mobil Syalu dengan cepat membuka cadar nya.


"Kenapa dibuka? kau begitu cantik memakai cadar itu." Celetuk Julian.


"Uluh...uluh...ada yang modus ni." ledek Syfa.

__ADS_1


"Apaan sih...dasar anak kecil...bawell."Sungut Julian.


" Kau ini...inget umur wey...Syalu nggak akan kemakan sama modus mu itu."Ucap Bintang yang terlihat tidak suka dengan pujian Julian.


"Idih...pas ustadz...lo kenapa? cemburu? iri bilang bos...hahaha" Spontan didalam mobil jadi rame akibat Julian yang berulah,


Sedangkan Syalu nampak tersenyum mendengar kata-kata Julian yang mengatakan ustadz Bintang yang cemburu. Lain hal nya dengan Bintang dia nampak terdiam mendengar kata-kata Julian yang mengatakan dirinya cemburu.


"Apa benar aku sedang cemburu?" Ucap Bintang dalam hati.


Kemudian Mobil mereka melaju secara perlahan, baru sekitar lima menit mobil mereka berjalan tiba-tiba Syalu meneteskan air mata, dia melihat pemandangan yang membuat hatinya terharu sekaligus sedih.


"Rumah kakak yang mana?" tanya Syfa ketika melihat Syalu menangis.


"Itu tadi yang warna coklat." Ucap Syalu sedih.


"Oh...yang ada bapak-bapak lagi duduk tadi? yang ada ibu-ibu lagi siram bunga kan?" Ucap Syfa.


Kata-kata Syfa di respon Syalu dengan anggukan, dia sudah tidak mampu lagi berkata-kata.


"Mas Furqon, ayo mundurkan lagi mobil nya." Pinta Syfa.


"Ha? mundur?" Ucap Furqon bingung.


"Iya mundur, biarkan kak Syalu menatap kedua orang tuanya dari kejauhan, mungkin dia sangat merindukan mereka." Ucap Syfa yang mengulangi kata-kata nya.


Kemudian Furqon menoleh ke ustadz Bintang, dia sengaja ingin meminta persetujuan dari Bintang agar tidak melakukan kesalahan yang tidak di ingin kan.


Dengan cepat Bintang merespon dengan sebuah anggukan.


"Aku tidak menyangka adik kecil ku itu sangat bijak dalam berfikir." Batin Bintang.


Kemudian dengan cepat Furqon memundurkan kendaraan nya, kebetulan pagar rumah Syalu tidak di tutup, jadi dengan leluasa Syalu dapat melihat kedua orang tua nya.


"Papa...Syalu sangat merindukan papa..." Ucap Syalu di tengah isak tangis nya.


"Oh...jadi benar itu papa nya kak Syalu? tapi kenapa beliau kelihatan tidak sehat ya kak?" ucap Syfa.


Semenjak mengetahui hal yang menimpa anak nya memang pak Delon lebih sering sakit-sakitan, susah tidur bahkan tidak mau makan, tubuh nya yang dulu kekar sekarang terlihat lebih kurus dan ringkih.Lingkaran hitam yang di sekitar mata pun terlihat jelas, sungguh pemandangan yang sangat memilukan.


"Papa...apa yang terjadi? kenapa papa terlihat tidak sehat?" Ucap Syalu lagi.


"Syalu...apa kau ingin menemui mereka? jika iya...kami siap mendampingi mu." Ucap Bintang.


"Tidak ustadz, aku belum siap, aku belum berani menemui mereka." Ucap Syalu.

__ADS_1


Syalu masih benar-benar ketakutan jika harus bertemu dengan sang mama, dia takut jika di paksa kembali pada Rico, laki-laki yang telah menjual diri nya pada laki-laki lain.


__ADS_2