DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 30. MOBIL HITAM


__ADS_3

"Udah dong cantik, jangan teriak-teriak, sayang tuh suara nya nanti serak." Ucap salah satu pemuda tersebut.


"Yok...kita ke semak-semak itu!!!" Ucap laki-laki bertubuh gemuk pendek di hadapan Syalu, dengan gesit laki-laki itu menarik pergelangan tangan Syalu.


"Jangan sentuh aku!!!" hardik Syalu.


"Ha...ha...ha..." Serempak mereka menertawakan kemarahan Syalu, bagi mereka itu bukan apa-apa.


Kemudian mereka dengan cekatan menarik Syalu ke arah semak-semak, rasa nya Syalu ingin menyerah, berteriak pun tak ada guna nya, suasana sepi dan juga tenaga mereka terlalu kuat.


"Tolong...lepaskan saya mas, kasihani saya." Ucap Syalu dalam isak nya.


"Kamu pasti di lepasin kok sayang, tapi kita enak-enakan dulu ya." Ucap laki-laki bertubuh gemuk.


"Nggak...aku nggak mau!!!" teriak Syalu.


Belum sempat Syalu memberontak tiba-tiba tubuh nya di dorong dari belakang oleh salah satu segerombolan laki-laki yang membawa nya.


"Akh..." teriak Syalu kesakitan.


"Ha...ha...ha..." Lagi-lagi mereka mentertawakan Syalu.


"Saya mohon mas, jangan apa-apa kan saya, ambil saja semua barang-barang saya." Ucap Syalu dengan ketakutan.


"Kita nggak butuh barang-barang mu atau pun uang mu, tapi kita butuh tubuh mu untuk menghangatkan kami ha...ha..." Ucap laki-laki bertubuh kurus dengan rambut ikal sambil tertawa lantang.


Syalu semakin ketakutan mendengar kata-kata laki-laki itu, sementara itu baju bagian lengan nya sudah terkoyak akibat salah satu dari mereka sehingga tubuh Syalu yang putih dan mulus terekspos dengan jelas.


"Siapa yang mulai duluan?" tanya salah dari mereka.


"Aku saja." Jawab laki-laki bertubuh gemuk.


"Enak Saja, aku yang duluan, karena aku yang melihat si cantik ini duluan." Bantah laki-laki yang bertubuh kurus dengan rambut ikal nya.


"Oh...tidak-tidak, ini tentu jatah diri ku yang duluan karena ide untuk membawa dirinya kemari itu aku." Bantah yang lain nya.


Sehingga terjadilah percekcokan di antara mereka untuk memperebutkan siapa yang duluan untuk menggilir Syalu.


Tentu kesempatan itu tidak di sia-siakan Syalu, disaat mereka lengah, Syalu mengambil kayu yang ada di ujung kepalanya, kebetulan saat dirinya tersungkur posisi nya di dekat kayu yang lumayan besar dan panjang.


Sekuat tenaga Syalu memukul dua kepala yang ada di dekat nya sehingga dua lelaki tersebut dan salah satu dari mereka ada yang di tendang alat vital nya sehingga laki-laki itu meraung kesakitan. Kesempatan kabur pun di gunakan Syalu untuk lari sekuat tenaga dari tempat terkutuk itu.

__ADS_1


"Ya allah, selamat kan Syalu dari orang-orang jahat itu." Gumam Syalu sambil berlari.


"Hey...berhenti!!! dasar cewek sialan, mau di kasih yang enak malah kabur." Rutuk laki-laki yang mengejar Syalu.


Kini posisi Syalu sudah berada di jalan raya, namun tidak ada satupun kendaraan yang lewat, Syalu tidak patah Semangat, dia terus berlari menyusuri jalan hingga dia melihat sebuah mobil hitam yang tengah parkir di pinggir jalan, sekuat tenaga Syalu ingin mencapai posisi mobil yang lagi terparkir tersebut.


"Ya Allah ada mobil, semoga mobil itu bisa membantu aku untuk bersembunyi sementara dari kejaran para berandal itu." Gumam Syalu.


Saat Syalu tiba di belakang mobil berwarna hitam yang terlihat mewah itu tiba-tiba dia mendengar suara seorang laki-laki sedang berbicara dengan telpon genggam nya.


"Iya Ummi...ini Bintang baru aja selesai sholat subuh, terus ingat mau kabarin Ummi jadi nya minggir dulu deh di pinggir jalan." Begitulah kurang lebih percakapan yang di dengar Syalu.


Samar-samar Syalu mendengar suara berandal itu seperti nya posisi mereka sudah mendekati Syalu.


"Ya ampun gimana ini, mau minta tolong sama orang itu takut nya nggak di tolong, aduh...gimana ini?" Ucap Syalu mulai cemas.


Saat dalam kebingungan tiba-tiba mata Syalu tertuju pada bagasi mobil pria yang sedang menelpon tersebut.


"Seperti nya bagasi mobil ini sedikit terbuka, itu artinya belum di tutup oleh orang itu." Gumam Syalu.


Dengan cepat Syalu masuk kedalam bagasi mobil tersebut dan menutup nya. Terdengar derap langkah kaki begitu buru-buru dan salah satu dari mereka memulai percakapan.


"Kamu benar, tapi kemana dia? kencang juga dia lari nya." jawab yang lain.


"Coba kita tanya laki-laki yang sedang menelpon itu." Ucap salah satu pria itu.


"Baiklah kita tanya sekarang." jawab yang lain.


Syalu nampak gemetar saat mendengar langkah kaki mereka mendekati mobil yang ia tumpangi untuk bersembunyi.


"Permisi bang mau tanya, tadi lihat gadis cantik yang lewat sini nggak?" tanya pria gemuk ke seorang laki-laki yang masih menggenggam telpon nya.


"Is...kau ini, nggak usah di sebutin juga kali cantik nya, nanti orang ini curiga sama kita!!!" bisik lakit berambut ikal.


"Oh iya aku lupa." jawab pria gemuk dengan cengar-cengir.


Mendengar seseorang menyapa diri nya tentu laki-laki yang sedang menggenggam telpon tersebut menoleh ke arah mereka, dengan ciri khas senyum manis nya pria tersebut menjawab pertanyaan dari para pria tersebut.


"Oh...tidak mas, soal nya saya sudah lumayan lama ya berdiri disini, tapi nggak lihat siapa pun lewat dari sini." Jawab pria itu.


Melihat laki-laki yang sedang berdiri tegap di hadapan mereka, tentu membuat mereka sedikit gugup, laki-laki itu sangat tampan, pakaian nya rapi dan juga berkharisma.

__ADS_1


"Astga...itu kan ustadz Bintang!!! dia kan penceramah yang terkenal itu!!!" Ucap salah satu dari mereka.


"Ha?" serempak mereka terkejut dan saling memandang.


Melihat reaksi para pemuda tersebut tentu membuat pria yang bernama Bintang tersebut menjadi sedikit bingung. Lalu dengan tergesa-gesa mereka berpamitan pada pria yang ada di hadapan mereka, dan yang lebih membuat Bintang terkejut lagi mereka berpamitan dengan mencium tangan nya.


"Hey...kenapa kalian tiba-tiba mencium tangan ku." Ucap Bintang bingung sambil menarik tangan nya.


"Maaf Ustadz kami tidak mengenali ustadz." Ucap salah satu dari mereka.


Bintang sedikit mengernyitkan dahi nya, bagaimana tidak bau alkohol dari mulut mereka sangat tercium jelas.


"Tidak apa-apa, apa kalian sudah sholat subuh?" tanya Bintang.


Seketika mereka saling pandang, pertanyaan sang ustadz bagaikan tamparan untuk mereka, bagaimana tidak selain sedang mabuk-mabukan mereka juga tadinya berniat ingin melecehkan seorang gadis.


"Belum ustadz." Jawab mereka serempak sambil menundukan kepala.


Bintang hanya tersenyum menanggapi jawaban mereka lalu berkata.


"Masih ada waktu, pergilah bersihkan diri kalian dan sholatlah, jangan tunggu kalian sampai di sholatkan." Tegur Bintang dengan ramah, tak lupa senyum nya yang manis menyempurnakan wajah nya yang tampan dan berkharisma.


Sementara itu, Syalu yang berada dalam bagasi mobil mulai merasa pengap dan susah bernafas, ketika dia ingin membuka bagasi nya ternyata sudah terkunci.


"Astaghfirullah...terkunci, bagaimana ini? " Syalu mulai panik di dalam bagasi itu, keringat nya mulai mengucur membasahi tubuh nya.


Sementara itu mendengar nasehat dari ustadz Bintang mereka jadi diam dan sedikit menyadari perbuatan mereka.


"Baiklah ustadz kalau begitu kami pamit, terimakasih untuk nasehat nya." Ucap salah satu dari mereka.


Kemudian mereka pergi dari tempat itu setelah berpamitan dengan Bintang.


"Maaf Ummi, Bintang mengabaikan telpon Ummi karena tadi ada anak-anak muda yang sedang bertanya dengan Bintang." Ucap Bintang.


"Nggak apa-apa nak, Ummi udah dengar semuanya, kan telpon nya tadi nggak di matiin, jadi Ummi bisa dengar semua nya." Jawab sang ibu dari telpon seberang sana.


"Hehehe...iya Ummi maaf Bintang lupa, ya udah Bintang lanjut perjalanan dulu ya Ummi, Bintang usahakan jam tujuh pagi sudah di rumah." Ucap Bintang.


"Iya nak, Hati-hati di jalan ya, Ummi tutup telpon nya, assalamu'alaikum?" Ucap sang ibu.


"Waalaikumsalam."Jawab Bintang.

__ADS_1


__ADS_2