
Setelah meletekan koper di kamar majikan nya, kini bisa Atun menapaki anak tangga dengan sedikit ragu, dia takut kalau tuan dan nyonya nya menanyakan hal yang sama dan dia tidak mampu untuk menjawab nya.
Melihat asisten rumah tangganya telah selesai dengan pekerjaan nya pak Darto segera memanggilnya.
"Kemarilah bik, kami ingin bicara." Ucap pak Darto dengan tegas.
Dengan menundukan kepala Bik Atun mendekati tuan dan nyonya nya.
"Iya tuan, apa tuan butuh sesuatu." Jawab Bik Atun mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kami tidak butuh apa-apa bik, kami cuma ingin bicara dan penjelasan dari bibik, kemana sebenarnya Rico dan Syalu."Pak Darto mengulang kata-kata nya dan menunggu penjelasan dari bik Atun.
Kali ini bik Atun benar-benar merasa tidak bisa mengelak lagi, sepertinya memang dia harus mengatakan semua hal yang telah terjadi di kediaman pak Darto selama mereka pergi. Tak terasa air mata bik Atun telah membasahi pipi nya, dia kembali terisak ketika mengingat hal buruk yang telah menimpa Syalu akibat perbuatan Rico. Melihat Bik Atun menangis pak Darto dan bu Mar jadi bingung, entah apa yang membuat asisten rumah tangga nya itu menjadi sedih dan menangis.
"Ada apa bik? kenapa bibik menangis?" tanya bu Mar.
"Ma...af kan Saya nyonya." Ucap bik Atun tersedu-sedu.
"Ada apa ini bik? kenapa bibik meminta maaf?" tanya bu Mar bingung sambil menoleh ke suami nya.
Kali ini pak Darto benar-benar yakin kalau telah terjadi sesuatu di rumah nya, melihat kondisi bik Atun saat ini pak Darto sangat yakin kalau dia mengetahui sesuatu.
"Katakanlah bik, apa, yang terjadi sebenarnya." tanya pak Darto tenang.
Dengan isak tangis bik Atun menceritakan semua yang telah terjadi, dari pertama majikan nya pergi hingga tragedi penjualan Syalu ke lelaki yang bernama Doni.
"Apa?????" Bagaikan di sambar petir pak Darto mendengar cerita dari bik Atun.
"Ini tidak mungkin bik, tidak mungkin Rico melakukan hal sejauh itu." Ucap Bu Mar tak percaya.
"Bibik tidak berbohong tuan, nyonya, semua terjadi di depan mata bibik." Ucap bik Atun.
"Astaghfirullah...apa yang telah Rico lakukan." ucap pak Darto terduduk lemas dan mengacak rambutnya kasar.
"Pa...ini pasti bohong, Rico tidak mungkin melakukan itu, dia sangat mencintai Syalu pa."ucap bu Mar dengan terisak.
__ADS_1
" Apa yang membuat Rico melakukan ini bik?"tanya pak Darto dengan bergetar.
"Tu...tuan...yang bibik dengar, den Rico punya hutang hampir satu milyar, kemudian untuk melunaskan hutang nya dia harus menyerahkan Syalu dan laki-laki itu memberi den Rico uang sebesar satu milyar lagi agar den Rico merelakan Syalu bersama laki-laki itu." Jelas Bik Atun tersedu-sedu.
"Ini gila bik...ini benar-benar gila." Ucap Darto murka.
"Kenapa bibik tidak memberi tahu kami? kenapa bibik hanya diam saja?" tanya bu Mar dengan geram.
"Maaf nyonya, bibik di ancam oleh den Rico, den Rico bilang akan menghabisi nyawa bibik dan keluarga bibik kalau sampai memberi tahu nyonya dan yang lain nya.
"Apa? tidak mungkin bik...tidak mungkin Rico segila itu." Lagi-lagi bu Mar tak percaya kalau anak kesayangan nya senekat itu.
"Sudah cukup ma, jangan bela Rico lagi, ini semua gara-gara mama yang selalu memanjakan anak itu." Bentak pak Darto.
"Tapi pa...Rico nggak mungkin melakukan itu, Rico sangat mencintai Syalu." Kini bu Mar hanya dapat menangis di pelukan suaminya.
"Apa keluarga pak Delon sudah mengetahui ini bik?" tanya pak Darto.
"Be..belum tuan, orang tua Syalu pernah menelpon den Rico, tapi den Rico berbohong tentang putri mereka, yang bibik lihat den Rico langsung mematikan ponsel non Syalu dan ponsel nya juga." Jelas bik Atun dengan gugup.
"Sekarang dimana Rico bik." Dengan wajah memerah menahan amarah pak Darto bertanya.
"Benar-benar bikin malu kamu Rico, kurang apa selama ini kami dengan mu, materi di cukupi, fasilitas mewah di beri, lalu untuk apa kau memiliki hutang sebanyak itu." Rutuk pak Darto.
"Pa...apa yang harus kita lakukan, bagaimana kalau sampai keluarga pak Delon tahu akan hal ini." Ucap Bu Mar di tengah isak nya.
"Papa juga bingung ma, Rico benar-benar membuat kita malu, dimana sekarang Syalu berada, dimana kita harus mencari nya."Ucap Pak Darto geram.
"Pa...mama takut kalau pak Delon dan istrinya tiba-tiba berkunjung kesini karena anaknya sudah lama tidak ada kabar."Ucap bu Mar, entah kenapa dia merasa ada filing soal itu.
"Semoga mereka tidak berkunjung dalam waktu dekat ini, atau kalau tidak kita akan terkena masalah ma." Ucap Pak Darto menenangkan istrinya.
Namun siapa sangka tiba-tiba dari arah luar terdengar suara yang tak asing, namun nada suara itu terdengar sangat murka.
"Namun sayang nya harapan mu itu tidak sesuai dengan kenyataan nya pak Darto."Ucap pak Delon dengan raut wajah murka.
__ADS_1
Ternyata Delon telah sampai di kediaman pak Darto sejak beberapa menit yang lalu, dan tanpa pak Darto sadari mereka susah mendengar percakapan tentang Rico dan Syalu.
"Pak Delon?" Ucap pak Darto dan istri nya serempak.
Mereka nampak Syok melihat kehadiran besan nya secara tiba-tiba. Dengan langkah cepat pak Delon memasuki rumah dan menghampiri besan nya.
"Cepat katakan dimana Syalu???" Hardik pak Delon.
"Sabar pak, kita bisa bicarakan ini baik-baik." Ucap pak Darto menenangkan.
"Sabar kamu bilang? hey...Darto anak mu itu sudah menjual anak ku, dari awal aku sudah tidak yakin menikah kan putriku dengan putra mu." Ucap pak Delon Murka.
"Pak Delon, aku tau putra ku sangat bersalah, kami juga tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, tolong maafkan kami." Ucap pak Darto.
"Maaf kamu bilang, apa maaf mu itu bisa mengembalikan putriku ha? sekarang saja kita tidak tahu dimana dia berada, bagaimana nasib nya bersama laki-laki yang tidak dia kenal." Hardik pak Delon.
"Pa sabar...kita bisa bicara kan ini baik-baik kan?" Ucap Bu Rosa menenangkan.
"Cukup ma...ini juga salah mama, mama yang memaksa Syalau menikah dengan laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu, mama selalu membela orang yang salah." Bentak pak Delon pada istrinya.
Seketika nyali Rosa menciut karena di bentak suaminya, sedangkan bu Mar merasa tidak Terima karena anak kesayangan nya di hina oleh besan nya.
"Cukup pak Delon!! anda tidak berhak menghina anak saya seperti itu, Rico memang salah, tapi bukan berarti anda semena-mena untuk menghina nya." Ucap Bu Mar yang mulai tersulut emosinya.
Dengan cepat pak Darto menenangkan istrinya,dia tidak mau kalau tindakan istrinya akan memperkeruh masalah yang ada.
"Cukup ma, tolong mama jangan bicara apapun, jangan memperkeruh masalah ini." Bisik pak Darto.
"Tapi pa..." Kata-kata bu Mar terhenti karena melihat suaminya memberikan isyarat agar dirinya tetap diam.
"Sekarang aku minta telpon Rico sekarang juga dan suruh dia pulang!" Ucap Pak Delon.
"Itu dia masalahnya besan, nomor Rico sudah lama tidak aktif, itulah yang membuat kami segera pulang dari kota, kami merasa ada yang tidak beres di rumah ini." Jawab pak Darto.
"Lalu kita akan berdiam diri begitu saja? sedang kan kita tidak tahu nasib anak ku diluar sana bagaimana."Ucap pak Delon yang mulai sedih memikirkan nasib anak nya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar besan, aku akan menghubungi orang-orang kepercayaan ku untuk mencari Rico dan membawa nya pulang." Ucap pak Darto.
Kemudian pak Darto menghubungi orang-orang kepercayaan nya dan memerintahkan untuk mencari dan membawa nya pulang dengan segera.