DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 85. MENGUNGKAPKAN


__ADS_3

"Ya...aku memang menyukai nya bahkan mencintainya, apa anda tahu dia begitu istimewa di hati ini, ingin rasa nya saya mengungkapkan isi hati ini di depan semua orang kalau aku begitu menyayangi nya, tak kan ku biarkan air mata itu mengalir walau hanya setetes, bahkan aku begitu sakit ketika Syalu menangis karena keegoisan kalian sebagai orang tua."Ya...begitulah kurang lebih isi hati Bintang, namun semua hanya dapat dia tahan karena tidak ingin menambah masalah untuk Syalu.


"Papa berani tampar mama?papa tidak ingin mempermalukan dia! tapi papa mempermalukan mama dengan menampar mama di hadapan semua orang." ucap Rosa histeris kemudian dia berlari kekamar karena merasa malu.


"Rosa!!!" Pekik Delon, suara Delon memenuhi isi ruangan tamu, dia tidak habis fikir dengan kelakuan istrinya.


"Pa...!!!" Syalu berhambur kepelukan sang papa.


"Ustadz...maafkan istri saya, saya sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mendidik istri saya, dia begitu keras kepala.


" Tidak apa-apa pak, saya tidak tersinggung, lagian apa yang di katakan bu Rosa benar, saya memang menyukai Syalu."Kata-kata Bintang mencelos begitu saja dari bibirnya.


Mendengar kata-kata Bintang Syfa hanya menyipitkan matanya, entah percaya tidak percaya dia merasa kalau yang di katakan kakaknya adalah isi hati sesungguhnya, sedangkan yang lain nampak terkejut mendengar pernyataan Bintang.


"Ha?" Syalu terperangah mendengar perkataan Bintang.


"Maksud ustadz?" tanya Delon tak mengerti.


Sedangkan Abah Sudin hanya tersenyum melihat Bintang yang salah tingkah.


"Ma...mak...sud saya,Syalu kan gadis baik, dia ramah pada semua orang bahkan kepribadian nya menurut saya begitu anggun, jadi pasti semua orang menyukai nya, benarkan?" Bintang berusaha menutupi kegugupan nya.


"Hum, kau benar ustadz...dia putri ku yang paling cantik dan juga sangat baik." Ucap Delon memuji Syalu kemudian mengecup pucuk kepala Syalu.


"Kau benar pak Delon, Syalu memang anak yang baik dan juga ramah pada semua orang, dia berhak bahagia." Ucap Abah Sudin membenarkan.


"Gua doain abang berjodoh sama kak Syalu." Doa Syfa dalam hati.

__ADS_1


"Sekarang kita Fokus pada masalah Syalu, secepatnya pengacara saya akan menguras semuanya." Ucap Bintang.


"Sekali lagi terima kasih ustadz, ustadz sudah mau membantu kami, terutama anak saya Syalu." Ucap Delon tulus.


"Sama-sama Pak, ini sudah kewajiban saya untuk membantu sesama." Jawab Bintang dengan senyuman nya.


"Ustadz...Terima kasih untuk semua yang ustadz lakukan dan juga keluarga ustadz, kalau saya tidak bertemu kalian entah bagaimana nasib saya di luar sana." Ucap Syalu dengan wajah tertunduk.


"Nggak apa-apa Sya...mungkin ini sudah jodohnya...eh...maksud saya ini sudah takdir nya, segala sesuatu nya sudah di atur sama Allah." Ucap Bintang salah tingkah.


"Wah...abang gua...main jodoh-jodoh aja, nggak laki banget sih...nyatain dong kalau emang suka." Celetuk Syfa dalam hati.


"Gua...nikahin juga lu bang...dari tadi salah mulu ngomong."goda Syfa.


" Is...kau ini, mulai deh bar-bar nya kumat, udah ya diem...jangan buka suara ntar malah bikin malu abang."jawab Bintang sewot.


Tak terasa hari sudah magrib, mereka pun bergegas untuk siap-siap sholat ke masjid, Bintang, Abah Sudin dan Delon yang pergi ke masjid sedang kan Syalu, Syfa dan Rosa berada di rumah, Syalu dan Syfa telah menyelesaikan sholat magrib nya sedangkan Rosa masih betah berdiam diri di dalam kamar karenaaaih sakit hati dengan sikap suaminya.


Syalu dan Syfa berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam, kebetulan isi kulkas di rumah Syalu lengkap jadi mereka bisa memasak dengan leluasa. Setelah semuanya selesai Syalu dan Syfa menata makanan nya di meja makan, tak lama terdengar suara derap langkah dari kamar menuju dapur, dan ternyata itu adalah Rosa setelah mengurung diri di kamar akhirnya dia keluar karena merasa lapar.


"Masak apa kalian? kalau dari tampilan nya sih menarik, tapi nggak tau ya itu enak apa enggak."Ucap Rosa mengejek.


" Bener-bener ya si ular keket, untung udah tua, kalau masih muda aja udah gua pites-pites lu..."Sengit Syfa dalam hati.


"Kami masak Udang saus tiram, capcai dan ayam goreng ma, itu juga lengkap ada sambal sama lalapan." Jelas Syalu.


"Kayaknya ada kemajuan ya kamu selama tinggal sama mereka, udah lebih bisa masak dari yang biasa nya."Ucap Rosa sengit.

__ADS_1


"Mama mau makan? sebentar lagi papa pulang, kita makan sama-sama ya!" ucap Syalu, sebenarnya Syalu merasa tidak enak dengan sikap Rosa karena ada Syfa, namun sekuat tenaga dia harus belajar sabar untuk tidak terpancing pada sikap ibu nya yang semena-mena.


"Mama nggak mau makan bareng kalian, kamu Syalu bawain makanan mama kekamar sekarang juga!" Setelah memeberi perintah Rosa hendak berlalu pergi, namun langkah nya tertahan karena ucapan Syfa.


"Eh bu...jadi orang tua kebangetan banget sih, anak baru pulang bukan nya di sayang, dirindukan malah tingkah nya kayak gini, ibu ini sebenarnya ibu kandung kak Syalu bukan sih?" ucap Syfa begitu kesal.


"Hey...lancang kamu ya ngomong kayak gitu sama saya!!!"Hardik Rosa.


"Saya lancang karena sikap anda, anda sudah semena-mena dengan anak sendiri, masih bagus anak ibu mau pulang dan ingat sama kalian."Ucap Syfa yang mulai emosi.


" Jaga mulut kamu ya anak kecil,asih kecil sok-sok"an ngajarin orang tua."ucap Rosa tak suka.


"Ma...udah dong ma, mama kok jadi marah-marah, tolong ma...Syfa dan keluarga nya selalu memperlakukan Syalu dengan baik, bahkan mereka sudah anggap Syalu seperti keluarga mereka, tapi mama kenapa malah membalas kebaikan mereka dengan cara seperti ini!!!" Ucap Syalu dengan sedih.


"Kamu kok jadi belain dia sih, kamu itu anak mama bukan sih? sudahlah...mama males ngomong sama kalian, jangan lupa bawa makanan nya ke kamar mama."ucap Rosa kemudian berlalu pergi ke kamarnya.


Syalu hanya terduduk lesu melihat tingkah sang ibu yang tak pernah berubah, entah apa yang salah pada dirinya, ada saja yang membuat mama nya tak suka dengan hal yang dia lakukan, padahal Syalu hanya ingin di perhatikan dan di sayang oleh sang mama.


Tak selang berapa lama terdengar derap langkah begitu ramai kearah dapur.


"Assalamu'alaikum." ucap Delon, Bintang dan Abah Sudin serempak.


"Waalaikumsalam." Jawab Syalu dan Syfa serempak, Syalu nampak menghapus air matanya agar tak terlihat oleh sang papa dan yang lain nya.


"Wah ternyata kalian disini, pantesan kami ketuk pintu beberapa kali nggak dengar, ternyata yang punya rumah lagiasak ya!!!" goda Delon pada putrinya.


Syalu pun hanya tersenyum mendapati godaan sang papa kemudian memeluknya, hati yang sedih lumayan terobati karena mendapatkan pelukan hangat dari sang papa.

__ADS_1


__ADS_2