DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 25. HARAPAN BEBAS


__ADS_3

"Lalu apa yang membuat mu di siksa pada malam itu." Tanya Doni kemudian.


"Rico tidak Terima karena aku mengatakan kalau telah mengidap penyakit itu." Jawab Syalu sedikit gugup.


"Bukankah Rico juga terkena virus itu?" sekidik Doni.


"Sebelum menikah dia bilang sudah menjalani pengobatan, dan katanya sudah hampir sembuh karena dia rutin melakukan pengobatan." Kali ini Syalu benar-benar gugup karena Doni begitu intens menginterogasi nya.


"Lalu apa yang membuatmu yakin kalau kau juga terkena penyakit yang sama."


"Waktu Rico jujur masalah penyakitnya, aku mulai gelisah karena bisa jadi aku pun terjangkit penyakit yang sama, karena kami sering melakukan nya." Jelas Syalu.


"Lalu?" sedikit bergetar Doni berusaha mendengarkan penjelasan Syalu.


"Untuk memastikan nya akupun memeriksa kan diri dan ternyata hasil nya pun positif." Lanjut Syalu, untuk menyembunyikan kegugupan nya Syalu menundukan kepalanya sambil meremas ujung gaun nya.


"Jadi alasan Rico menyiksa mu untuk apa?" Seperti nya Doni belum percaya sepenuhnya dengan penjelasan Syalu.


"Ya ampun...laki-laki ini pertanyaan bikin aku gugup aja, sepertinya tidak semudah yang aku bayangkan untuk meyakinkan laki-laki ini." Ucap Syalu dalam hati.


"Dia tidak Terima dengan pengakuan ku, karena menurut nya aku telah memiliki hubungan dengan laki-laki lain." Jawab Syalu.


"Apa kau benar-benar memiliki hubungan dengan laki-laki lain?" Lagi-lagi Doni bertanya, hati nya begitu sakit dengan pengkhianatan Rico, begitupun dengan angan-angan nya yang ingin memiliki Syalu.


"Tidak mas, aku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain kecuali Rico, aku hanya mencintai Rico." Ucap Syalu berbohong, sebenarnya Syalu ingin sekali muntah mengucapkan cinta untuk Rico, namun lagi-lagi Syalu harus meyakinkan ceritanya agar bisa lolos dari Doni.


Namun siapa sangka reaksi Doni begitu membuat Syalu terkejut.


Prank


Prank

__ADS_1


Suara vas bunga dan gelas berserakan di lantai, dengan menggenggam kedua tangan sudah cukup mengisyaratkan kalau Doni sedang dalam amarah besar.


"Brengsek kamu Rico!!! Berani-berani nya kamu main-main sama aku, akan ku patah kan tulang-tulang mu hari ini juga!!!" Dengan penuh amarah Doni memaki-maki Rico.


Melihat Doni begitu marah membuat Syalu sedikit takut, namun hati nya juga bahagia seperti nya Doni sudah masuk dalam perangkap nya, harapan untuk bebas sedikit demi sedikit mulai terbuka.


"Mas." Ragu-ragu Syalu memanggil Doni.


Seketika Doni memandang Syalu yang sedang memanggil nama nya, kilat amarah masih terpancar nyata di matanya.


"Apa aku bisa pergi setelah kamu mengetahui semua ini?" tanya Syalu sedikit takut.


"Apa? pergi? Tidak semudah itu Syalu, aku akan memastikan hal ini dulu ke Rico." jawab Doni sengit.


"Ha? maksud mas?" Syalu mulai cemas takut jika Doni akan menghubungi Rico.


"Ya...ampun, aku kok nggak kepikiran kalau Doni pasti akan telpon Rico terlebih dahulu, bodoh kamu Syalu...bodoh..., ayo mikir Syalu...ayo mikir sebelum Doni telpon Rico." Rutuk Syalu dalam hati.


"Aku akan telpon Rico sekarang, aku akan pastikan kalau semua yang kamu katakan itu benar." Ucap Doni lantang.


"Ada apa? kenapa kau melarang ku menelpon Rico, apa yang kau sembunyikan? atau sebenarnya kau sedang berbohong dari ku?" Sederetan pertanyaan di lontarkan oleh Doni untuk Syalu.


Deg


Deg


Jantung Syalu berdegup, kata-kata Doni seketika membuat Syalu terdiam.


"Aduh...gimana ini, Jangan-jangan Doni curiga sama aku, ayo mikir Syalu...mikir...tinggal sedikit lagi, jangan sia-sia kan perjuangan mu." Batin Syalu, walau pun kondisinya di ujung tanduk dia tetap menyemangati diri nya untuk bisa tetap bebas.


"Kenapa diam??? Jawab pertanyaan ku!!!" Suara Doni mulai meninggi dan dengan cepat dia melangkah kearah Syalu.

__ADS_1


"Aku tidak menyembunyikan apa pun dari mu mas, aku melarang mu menelpon laki-laki keparat itu bukan tanpa alasan." Dengan bergetar Syalu menjawab pertanyaan Doni, melihat Doni yang melangkah kearah nya membuat Syalu takut dan gemetar.


"Alasan apa maksud mu ha...???" hardik Doni.


Karena merasa gugup atas desakan Doni Syalu menjelaskan alasan nya secara asal-asalan, entah apa yang ada di fikiran Syalu, yang jelas dia hanya berharap alasan tersebut masuk akal dan dapat di Terima oleh Doni.


"Kalau mas menanyakan kebenarannya lewat telpon apa menurut mas dia akan mengaku?" Syalu berusah membalikan posisi pertanyaan ke Doni, sementara laki-laki itu terlihat bingung.


"Maksud kamu?" Tanya Doni sedikit tidak mengerti.


"Mas coba bayangkan, berhadapan langsung sama mas aja dia berani nipu mas, apa lagi lewat telpon, Rico nggak akan ngaku mas." Jawab Syalu sedikit menjelaskan.


Doni memanggut-manggutkan kepala nya, sepertinya dia mulai paham kenapa Syalu melarang nya menelpon Rico.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Doni mulai sedikit tenang, amarah nya pun mulai reda.


"Kalau mas telpon Rico, otomatis dia akan ngerasa mas udah tau semua nya, dan tidak menutup kemungkinan Rico akan berencana kabur dari mas." Lagi-lagi Syalu menjelaskan.


"Kata-kata mu memang masuk akal, semua yang kau katakan ada benar nya." Ucap Doni membenarkan.


Syalu cekikikan di dalam hati, kali ini dia merasa kesempatan bebas sudah di depan mata.


"Rasain kamu Rico, tunggu hadiah dari ku ya..mas Doni akan mengeksekusi mu, akan ku wakilkan kepada nya semua rasa sakit dan penghinaan mu terhadap ku."Ucap Syalu dalam hati.


" Mas Doni fikir secara logika, kalau memang aku masih suci dan tidak ada masalah dalam diri aku, nggak mungkin kan dia rela jual aku hanya demi uang?"Ucap Syalu sedikit memprovokasi fikiran Doni.


Gigi Doni gemelatuk menahan amarah, kedua tangan nya di genggam erat-erat dengan wajah memerah Doni berteriak.


"Bangsat kau Rico!!!" maki Doni.


Melihat itu tentu saja Syalu merasa puas, mangsa telah masuk jebakan. tinggal selangkah lagi,Syalu berharap cara terakhir ini akan mampu membawa nya keluar dari rumah Doni.

__ADS_1


"Rico tidak kekurangan uang mas, dia anak orang kaya dan terpandang, uang satu milyar bukan apa-apa baginya, dia hanya ingin membuang wanita penyakitan seperti aku karena dia tidak mau di salahkan apa bila terjadi sesuatu pada diriku suatu hari nanti." Perkataan Syalu benar-benar ingin memancing amarah Doni.


Nampaknya Doni tengah menahan emosi nya, terlihat matanya memerah dan melotot ingin keluar, melihat hal itu tentu saja Syalu merasa takut namun Syalu berusah tenang dan tidak gegabah. Dia masih ingin bebas secara baik-baik tanpa ada yang terluka, walaupun pada kenyataannya dia menggunakan cara berbohong hanya untuk bebas dari Doni, tapi yang ia lakukan semata-mata hanya ingin menjaga kehormatan nya dan juga harga diri nya sebagai wanita.


__ADS_2