
Setelah selesai sholat ashar para jemaah mulai khusyuk mendengar kan tausyiah dari Bintang, hampir semua orang terkagum-kagum melihat cara Bintang bertausyiah, menurut mereka cara penyampaian yang di lakukan oleh Bintang sangat lah menarik bahkan mereka tidak pernah bosan jika mendengar tausyiah dari Bintang.
Disaat semua orang khusyuk dan terkagum-kagum dengan tausyiah yang di berikan oleh Bintang, berbeda hal dengan Syalu, dia nampak celangak celinguk seolah-olah sedang mencari-cari sesuatu.
"Kak...kak...kak Syalu!!!" Panggil Syfa berkali-kali sehingga membuat Syalu sedikit terkejut.
"Astaghfirullah...Syfa...ada apa? kenapa kamu mengagetkan kakak?"Ucap SyaluSyalu gugup.
"Habisnya kakak Syfa panggil-panggil nggak denger, emang kakak lagi cari siapa sih? celangak celinguk gitu?" Tanya Syfa sedikit berbisik.
"Iya maaf kakak nggak fokus." Jawab Syalu.
"Ada apa sih kak? siapa yang kakak cari?" Tanya Syfa lagi.
"Mama sama papa, kenapa mereka tidak terlihat dari tadi ya?" Ucap Syalu yang mulai gelisah.
Syfa pun turut mengedarkan pandangan nya untuk mencari keberadaan kedua orang tua Syalu, namun hasil nya tetap sama sesuai yang di katakan Syalu mereka nampak tidak terlihat di masjid.
"Kakak benar, seperti nya mereka memang tidak hadir hari ini." ucap Syfa.
"Apa yang terjadi? kenapa papa dan mama tidak datang? apa terjadi sesuatu pada mereka?" Syalu nampak mulai bertanya-tanya dan merasa gelisah karena tidak melihat keberadaan papa mama nya.
"Kak...apa mungkin mereka lagi ada urusan?" ucap Syfa.
"Entahlah Syfa...tapi yang jelas kakak merasa khawatir." Ucap Syalu.
Ketika Bintang masih memberikan tausyiah nya tak sengaja matanya menangkap pemandangan seorang gadis yang tengah gelisah, kebetulan sepuluh menit lagi waktu tausyiah nya akan berakhir, dan Bintang pun mengakhiri tausyiah dengan mengucapkan salam.
Setelah selesai ber tausyiah banyak masyarakat yang ingin berfoto dengan ustadz Bintang, mereka dengan bahagia memuji ketampanan dan kecerdasan Bintang dalam ber tausyiah. Setelah selesai berfoto-foto dengan masyarakat setempat akhirnya Bintang bisa dengan leluasa mendekati Syalu dan Syfa.
"Assalamu'alaikum, Syalu...Syfa." Sapa Bintang.
__ADS_1
"Waalaikumsalam." jawab mereka serempak.
"Ada apa Sya? kenapa kau begitu terlihat khawatir?" tanya Bintang.
"Ustadz...kenapa mama dan papa tidak terlihat hari ini?apa sesuatu telah terjadi?" ucap Syalu dengan cemas.
"Tenang Sya...aku akan mencoba mencari tahu lewat Abah Sudin." Ucap Bintang sambil celingukan mencari keberadaan abah Sudin.
"Baik Ustadz." Ucap Syalu.
"Nah itu dia abah Sudin, kalian tunggu di sini ya!" Ucap Bintang.
"Hum." Angguk Syfa dan Syalu.
Kemudian Bintang beranjak mendekati abah Sudin yang tengah bicara dengan warga kampung lain nya, melihat Bintang yang berjalan kearahnya abah Sudin pun tersenyum.
"Assalamu'alaikum abah?" Ucap Bintang sambil mencium tangan abah Sudin dengan sopan.
"Abah...bisakah kita bicara sebentar? ada hal yang ingin saya tanyakan." Ucap Bintang.
"Baiklah nak, ada apa? apa ada hal yang sangat serius?" tanya abah penasaran.
"Iya bah...saya mau tanya, kemarin kan ada seorang laki-laki yang ingin bicara serius dengan abah, dan kemudian abah pergi bersama dengan nya, kalau boleh tau kemana ya beliau? soal nya hari ini saya tidak melihat nya." Ucap Bintang sambil sedikit bingung karena pertanyaan tersebut spontan saja keluar dari mulut nya.
Abah Sudin sedikit mengernyit kan alis nya dan berusaha mengingat-ingat seseorang yang di maksud oleh Bintang, dan pada akhirnya beliau mengingat sosok Pak Delon, karena kemarin beliau lah yang mengajak dirinya bicara begitu serius.
"Oh...pak Delon ya yang kamu maksud?" Ucap Abah Sudin semangat.
"Oh...i...yaa...mungkin bah, soalnya saya tidak tahu namanya." Ucap Bintang mengelak, dia tidak mau Abah Sudin curiga kalau sebenarnya dia sudah tau nama pak Delon, apa lagi dia mengetahui itu dari Syalu putri kandung dari pak Delon.
"Oh...kalau memang orang yang kamu maksud itu pak Delon, dia memang tidak hadir hari ini, saya dengar dari tetangga nya dia lagi ada urusan keluarga." Ucap Abah Sudin menjelaskan.
__ADS_1
"Oh...begitu, Baiklah Abah saya permisi dulu karena harus kembali ke penginapan." Ucap Bintang.
"Tunggu nak!!!ada apa? kalau memang ada hal yang ingin kau ceritakan, katakanlah!!!mungkin abah bisa bantu jika memang kau ada masalah." Ucap Abah Sudin meyakinkan.
Sejenak Bintang berfikir, sebenarnya tidak ada salahnya jika dia menceritakan semua yang terjadi pada Syalu, toh Syalu pun sudah mengenal abah Sudin dengan baik, tapi dia tidak mau lancang mengatakan semuanya pada orang lain tanpa izin atau sepengetahuan Syalu.
"Tunggu sebentar bah, abah jangan kemana-mana dulu, nanti aku kembali lagi." Ucap Bintang seraya berlalu mendekati kearah Syalu dan Syfa.
"Ada apa dengan anak itu? sepertinya ada hal serius yang sedang terjadi." Gumam abah Sudin dalam hati.
Setiba nya Bintang di dekat Syalu dan Syfa dia pun langsung bicara serius pada kedua nya.
"Sya...ada yang mau saya katakan sama kamu." Ucap Bintang serius.
"Ada apa ustadz? sepertinya serius sekali."Ucap Syalu tegang.
"Nggak...bukan apa-apa, saya cuma kepikiran bagaimana kalau kita jujur dan bicara pada abah Sudin, sepertinya beliau orang yang dapat di percaya, bukankah kamu juga mengenal baik beliau?"Ucap Bintang.
"Tapi...ustadz...apakah ini tidak terlalu beresiko?"Jawab Syalu ragu.
"Sya...apa yang kamu takutkan? bukan kah abah Sudin sudah mengetahui permasalahan mu? kota hanya butuh bantuan dan pendapat petuah disini, gini deh, coba kamu fikir buat apa papa kamu cerita soal musibah yang menimpa kamu pada abah Sudin? kalau memang abah Sudin orang yang tidak dapat di percaya nggak mungkin papa kamu mau menceritakan hal sebesar ini pada orang lain."ucap Bintang panjang lebar.
Setelah mendengar penjelasan Bintang Syalu pun terdiam, apa yang di katakan Bintang memang benar dan pada akhirnya Syalu menyetujui usulan dari Bintang untuk bicara sesungguhnya pada abah Sudin.
"Baiklah ustadz aku setuju dengan saran mu, sekarang kita temui abah Sudin." Ucap Syalu.
"Kakak yakin?" ucap Syfa nampak ragu.
"Bismillah...insya Allah kakak yakin."Ucap Syalu seraya menggenggam tangan Syfa dan kemudian mereka berpelukan.
Ketiganya pun berjalan secara perlahan mendekati Abah Sudin yang tengah merapikan alat-alat sholat dan juga beberapa alquran yang sedikit berantakan di tempatnya, ada perasaan takut dalam hati Syalu ketika mendekati abah Sudin, namun genggaman tangan Syfa dan senyuman Bintang seolah-olah menguatkan dirinya untuk selalu siap dalam kondisi apa pun.
__ADS_1