DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 59. RICO KEMBALI


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan Syalu dan Bintang barulah mereka paham kenapa Syalu dan Bintang bisa keluar secara bersamaan.


"Jadi tadi itu kalian tidak sengaja bertemu di luar?" Ucap Julian.


"Hum."Bintang hanya merespon dengan cara mengangguk.


"Oh...syukurlah." Ucap Julian lega.


"Ada apa?seperti nya hatimu begitu lega mendengar ini semua?"tanya Bintang heran.


" Ah...ti..."Baru saja Julian ingin melanjutkan kata-kata nya namun sudah di potong duluan oleh Furqon.


"Tentu saja dia lega Ustadz, karena dia tadi mengira ustadz Bintang dan mbak Syalu nya kawin lari." Ucap Furqon dengan senyum mengembang.


Sontak saja Syalu dan Bintang terkejut mendengar kata-kata dari Furqon, Bintang tidak habis fikir kenapa Julian bisa berfikir sependek itu.


"Astaghfirullah..."Ucap Bintang dan Syalu kemudian langsung kening Julian di jitak kembali oleh Bintang.


Pletak...


Seketika Syalu, Syfa dan Furqon tertawa melihat tingkah Julian yang seperti anak kecil.


"Aw...sakit, is kau ini suka sekali menjitak kening ku."Sungut Julian sambil mengelus-elus kening nya.


"Makanya kalau ngomong hati-hati, jangan asal gini-gini juga aku tahu batasan."Ucap Bintang tegas.


"Iya...iya...maaf, aku kan hanya mengkira-kira saja."Ucap Julian dengan menyesal.


"Mengkira-kira kamu itu bisa jadi fitnah buat orang lain, makanya kalau ngomong itu perlu di jaga jangan asal ceplos saja."kali ini Bintang ngomong panjang lebar, dia tidak mau kalau sahabatnya itu mengulangi hal yang sama untuk kedepan nya nanti.


" Iya maaf, nggak lagi deh ngomong kayak gitu."Ucap Julian serius.


Dilain tempat nampak terbujur tubuh Rico karena habis di siksa oleh Parman dan teman-teman nya, tentu saja Parman dan teman-temannya telah membuat kaki Rico patah ancaman Doni tidak pernah main-main karena dia ingin membuat efek jera pada orang yang berani berkhianat bahkan menipu diri nya, tubuh Rico saat ini sangat mengenaskan karena penuh luka dan juga posisi kaki patah.


Setelah Parman menyelesaikan tugas nya dia segera menghubungi bos nya yaitu Doni. Sedangkan Doni sedang sibuk meeting dengan klien nya dan handphone nya pun berdering berulang kali.


Kring


Kring

__ADS_1


Kring


Mendengar handphone berdering berulang kali membuat Doni yang sedang mengadakan meeting pun tidak fokus dan akhirnya mengangkat telpon.


"Tunggu sebentar ya pak, saya angkat telpon dulu." Ucap Doni pada kliennya.


"Silahkan pak." Jawab klien tersebut.


"Hallo Parman, ada apa?" Jawab Doni tanpa basa basi.


"Maaf tuan sudah mengganggu, saya cuma mau laporan kalau tugas telah di laksanakan." Ucap Parman dengan suara lantang dari seberang telpon.


"Bagus!!!sekarang kau antar kan saja dia di depan rumah nya lalu tinggalkan!" Ucap Doni dengan seringai.


"Tapi tuan...bukan nya masih banyak hal lagi yang harus kita selidiki dari Rico? bahkan uang tuan saja belum kembali." Ucap Parman.


"Kau tidak perlu khawatir soal itu, aku tidak ingin dia mati secepat itu, biarkan dia menyembuhkan luka-luka nya terlebih dahulu, setelah itu kita akan siksa dia kembali."Ucap Doni terkekeh.


"Ma..mak..sud tuan?"Ucap Parman tergagap, dia justru bingung dengan rencana Doni.


"Hey... Parman, ada apa dengan ha? kenapa kau lambat sekali mengerti maksud ku? baiklah begini saja aku perintah kan kau mengawasi Rico setelah kau kembalikan dia pada keluarga nya, awasi segala gerak geriknya dan laporkan padaku!" Ucap Doni panjang lebar.


"Baik tuan." ucap Parman tak bertanya lagi.


"Uang untuk apa tuan?" Tanya Parman bingung.


"Uang untuk mu dan teman-teman mu, itu hadiah karena kalian telah menyelesaikan tugas yang ku berikan dengan baik." Ucap Doni.


"Terima kasih tuan." Ucap Parman senang.


Kemudian Doni menutup telpon nya tanpa basa basi, Parman pun tidak tersinggung akan hal itu, karena baginya itu sudah biasa. Setelah menutup telponya Doni kembali meeting bersama kliennya dan setelah nya dia langsung menepati janjinya pada Parman untuk mentransfer sejumlah uang sebagai hadiah untuk mereka.


Sedangkan Parman dan teman-temannya sudah bersiap untuk membawa Rico ke kediaman nya, baru sekitar sepuluh menit mobil mereka berjalan tiba-tiba suara notifikasi handphone Parman pun berbunyi.


Ting...


Parman pun segera mengeceknya, nampak senyum mengembang di wajahnya, melihat Parman tersenyum rekan nya pun bertanya padanya.


"Ada apa bos? seperti nya bos terlihat senang?" tanya rekan Parman.

__ADS_1


"Coba lihat, bos sudah mentransfer sejumlah uang untuk kita, ini sebagai hadiah untuk kita." Ucap Parman girang sambil menunjukan handphone nya pada rekan nya tersebut.


Sedangkan Rico yang nampak terlihat lemah pun hanya mampu mendengar kan saja celotehan Parman dan teman nya, namun dalam hati nya dia tidak henti-hentinya mengutuk Doni dan Syalu.


"Awas...kau Doni...setelah ini aku akan membalas mu dan mematahkan semua tulang-tulang mu, dan untuk mu Syalu, aku bersumpah akan menghancurkan kehidupan mu dan keluarga mu!" Ucap Rico dalam hati dengan penuh amarah.


Dua jam kemudian Parman dan rekan nya telah sampai di kediaman Rico, sedangkan didalam rumah Rico hanya ada kedua orang tua nya dan juga asisten rumah tangga nya, mereka nampak khawatir dengan kondisi Rico yang sampai detik ini tidak bisa di hubungi.


"Pa...bagaimana ini? kemana anak kita sebenarnya pa?" Ucap Mar dengan penuh kekhawatiran.


"Papa juga nggak tau ma, jangan-jangan anak itu sengaja menghindari kita karena takut dengan hal yang telah dia lakukan." Ucap Darto kesal.


"Udah dong pa...jangan marah-marah terus, kita juga nggak tau kan kondisi Rico seperti apa." Lagi-lagi Mar membela anak nya.


"Kami itu selalu belain anak nggak tau diri itu, lihat ini hasilnya, nama baik keluarga kita di pertaruhkan." Lagi-lagi Darto berkata dengan hati nada kesal.


"Tapi pa..." Baru saja Mar akan melanjutkan kata-kata nya tiba-tiba mereka mendengar sesuatu yang jatuh di depan rumah mereka.


"Lempar saja Rico disini, kemudian kita pergi." Titah Parman.


Kemudian Kedua teman Parman melemparkan karung yang berisi Rico.


Buk...


Suara benturan tubuh Rico di halaman rumahnya begitu keras sehingga menarik perhatian yang punya rumah yaitu Darto dan istrinya, sedangkan Parman dan temannya sudah pergi meninggalkan kediaman Darto Waluyo.


Sedangkan Rico yang berada dalam karung tersebut mengerang kesakitan.


"Aw...sialan kau Parman!!!"teriak Rico.


Mendengar sebuah benda jatuh tentu saja Darto dan Mar cepat-cepat keluar rumah dan memeriksa nya. Ketika pintu di buka.


Ceklek...


Namun tidak ada siapa-siapa, hanya ada sebuah karung yang tergeletak di tanah dan terlihat nampak bergerak-gerak seperti ada sesuatu.


"Pa...apa itu? kok gerak-gerak." Ucap Mar ketakutan.


"Tunggu ma, papa periksa dulu." Ucap Darto.

__ADS_1


"Hati-hati pa." Ucap Mar mengingatkan.


Kemudian Darto melangkah dengan hati-hati, dia tidak mau gegabah takut kalau sesuatu yang ada di dalam karung tersebut membahayakan dirinya dan juga istri nya.


__ADS_2