DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 9. HUTANG RICO


__ADS_3

Nampak seseorang tengah mengetuk pintu kamar sang pengantin, dan tentu saja itu membuat Rico murka.


"akh... sialan, siapa sih yang udah berani ganggu malam pertama gua." Umpat Rico.


Namun lagi-lagi suara ketukan pintu makin lama makin terdengar keras.


Dor


Dor


Dor


"Brengsek..., mau minta mati ya?" Bentak Rico dengan keras.


Mendengar suara Rico begitu marah segera bik Atun membuka suara.


"Maaf den di bawah ada yang nyariin aden." Jelas bik Atun.


"Apa kamu nggak bisa bilang kalau saya tidak bisa menerima tamu?" jawab Rico kesal.


"Maaf den bibik udah bilang kayak gitu, tapi tamu nya maksa masuk dan bilang mau ketemu aden sekarang." Jawab bik Atun dari balik pintu.


Sedangkan Syalu nampak lega, karena Rico spontan menghentikan kegiatan yang membuat nya merasa di lecehkan.


"Ya Tuhan siapa pun itu tamu nya, Terima kasih karena telah menyelamatkan ku dari laki-laki mesum itu." Ucap Syalu dalam hati.


Rico mengenakan pakaian nya kembali dengan rasa kesal, setelah pakaian nya rapi dia kembali ke sisi Syalu kemudian menjambak rambut Syalu dan berkata.


"Dengar sayang... tunggu aku disini, setelah aku menemui tamu yang tak di undang itu, kita akan melanjutkan pertempuran kita sampai kau tak bisa jalan lagi." Seringai Rico kemudian melepaskan tangan nya dari rambut Syalu dengan kasar.


Namun Syalu hanya mendesis menahan rasa sakit akibat rambutnya yang di jambak oleh Rico. dan juga dia merasa jijik dengan kata-kata Rico barusan.


Setelah bicara dengan Syalu Rico beranjak keluar Kamar dan akan segera menemui tamu tersebut.

__ADS_1


Ketika Rico membuka pintu ternyata bik Atun masih diam mematung di depan pintu.


"Ngapain kamu masih disini?" Bentak Rico.


"Maaf den bibik hanya mau memastikan apa aden mau menemui tamu nya apa tidak." Jelas bik Atun.


"Dasar tua bangka, mengurus hal itu saja tidak becus, mau minta di pecat ha?" lagi-lagi Rico murka pada bik Atun.


"Maaf kan bibik den, bibik tidak berani, orang itu terlihat marah." Takut-takut bik Atun menjelaskan.


"Bisa nya cuma alasan." Ketus Rico sambil berlalu pergi dari hadapan bik Atun.


Tanpa sengaja ketika bik Atun hendak meninggalkan kamar dia mendengar suara tangisan yang samar-samar. Seketika bik Atun terkejut, mata nya terbelalak melihat pemandangan yang tak lazim.


"Astaghfirullah... non." Bik atun berlari berhamburan masuk kekamar dan langsung mendekati Syalu yang sedang menangis dan lemas.


"Bik..." Seketika Syalu memeluk bik Atun, tangis nya pecah di pelukan wanita paruh baya itu.


"Ada apa non, apa yang terjadi non, kenapa dengan wajah non." Nampak bik Atun terlihat cemas sambil memegang pipi dan sudut bibir Syalu.


"Apa yang terjadi non, kenapa non berkata seperti itu, apa yang sudah di lakukan oleh den Rico?" Nampak wanita paruh baya itu tambah bingung.


Dengan sisa-sisa tenaga yang ada Syalu menceritakan semua nya dengan bik Atun, menceritakan bagaimana dia bisa menikah dengan Rico, dan bagaimana dia dipaksa menikah oleh ibu nya.


Spontan bik Atun terkejut dan tak percaya dengan apa yang menimpa anak gadis seperti Syalu. ternyata masih ada orang tua yang tega menukarkan anak kandung nya demi uang dan harta, dan sekarang sedang menimpa gadis yang tak berdosa di hadapan nya.


"Ya Allah non, bibik nggak percaya ini bisa terjadi sama non Syalu." Bik Atun ikut terisak melihat kondisi Syalu.


Sementara itu di bawah Rico tengah menemui tamu yang di maksud oleh pembantu nya. Dia ternyata teman sekaligus bandar narkoba langganan Rico ketika ingin memakai barang laknat tersebut. Rico nampak syok ketika melihat kehadiran Doni di rumahnya.


Sedangkan Doni hanya menyeringai di sudut bibir nya, bukan tanpa sebab kehadiran Doni di rumah Rico, sambil mengulas senyum terpaksa Rico berusaha menyapa ramah.


"Hai... bos, kenapa bisa ada di sini." Tanya Rico gugup.

__ADS_1


"Jangan pura-pura gila kamu Rico Waluyo." Tatap Sinis Doni.


"Ma... maksud bos apa?" Rico masih berpura-pura tak mengerti.


"Jangan buat saya bertindak lebih jauh Rico, kamu pasti sudah tau tujuan saya datang kesini buat apa." Ancam Doni.


"Ma... Maaf kan saya bos." Jawab Rico gugup."


Kemudian Doni melemparkan selembar kertas yang berisi semua catatan hutang Rico selama ini, mata Rico pun terbelalak ketika membaca nominal hutang nya ke Doni.


"Apa ini tidak salah bos?" Tanya Rico tak percaya.


"Maksud kamu?" Doni sedikit bingung dengan reaksi Rico.


"Ya maksud saya, apa benar jumlah hutang saya sebanyak ini?" Rico berusaha menjelaskan.


"Kurang ajar, jadi maksud kamu saya berbohong? saya mau nipu kamu ha?" sambil mencengkram kerah baju Rico.


"A... ampun bos, bukan itu maksud saya, saya cuma bertanya, takut nya bos salah hitung." Jawab Rico gugup.


"Kamu mau ngatain saya bodoh berhitung, sampa-sampai saya tidak bisa menghitung sebanyak apa hutang kamu ke saya." Murka Doni.


"Ti... ti... tidak bos, bukan itu maksud saya." Gugup Rico.


"Sekarang bayar hutang-hutang mu beserta bunga-bunga nya." Tagih Doni tiba-tiba.


"Maafkan saya bos, saya, minta waktu lagi untuk membayar hutang-hutang saya ke bos." Pinta Rico dengan gugup.


"Cih... waktu kamu bilang? kesabaran saya sudah habis karena waktu yang kamu janji-janjikan."Sedikit kesal dengan permintaan Rico.


Rico berfikir keras bagaimana cara nya terhindar dari kemarahan Doni, dia tahu betul bagaimana kalau Doni sudah marah, ada raut menyesal karena telah berurusan dengan sang bandar narkoba. Hutang yang hampir mencapai nominal nya 1 milyar membuat Rico hampir gila, karena tidak mungkin mendapatkan nya dalam waktu sekejap.


Apa lagi saat ini kedua orang tua nya sedang tidak berada di rumah, kalau pun mereka ada di rumah sudah pasti pak Darto akan murka dengan Rico, karena selama ini beliaulah yang menentang Rico untuk berfoya-foya dan bertindak semaunya. bahkan beliau selalu ingin membimbing Rico untuk mengurus usaha-usahanya.

__ADS_1


Namun Rico selalu menolak dengan alibi masih belum siap, dan bukan tugas diri nya untuk mencari uang, itu merupakan tugas dari kedua orang tua nya. Oleh sebab itu pak Darto tidak pernah memberi kan uang secara berlebih-lebihan karena pak Darto sudah tau akan kemana arah uang tersebut. Kalau pun Rico mendapatkan uang yang lebih itu karena sang mama yang sangat menyayanginya, Rico selalu bisa meluluhkan hati sang mama, sehingga bisa mendapatkan uang yang lebih dari yang di inginkan.


__ADS_2