
"Jadi apa yang harus Syalu lakukan saat ini bah?" tanya Syalu pada Abah Sudin.
"Kembalilah nak...biarkan semuanya di selesaikan dengan cara baik-baik, papa mu juga sangat mencemaskan dirimu."ucap Abah Sudin.
"Itulah yang kami bahas kemarin bah, memang rencananya Syalu ingin menemui papa dan mama, tapi Syalu butuh Abah juga untuk menemani Syalu." Ucap Syalu.
"Alhamdulillah...itu artinya kau mau pulang nak?" tanya Abah Sudin.
"Entahlah bah pertemuan ini akan membawa Syalu pulang atau tetap pergi bersama ustadz Bintang ke pondok, tapi yang pastinya besok Syalu akan pulang menemui mama dan papa." jelas Syalu.
"Baiklah nak tidak apa-apa, setidaknya mereka sudah melihat kalau putri mereka dalam keadaan baik-baik saja." ucap Abah Sudin.
"Jadi Abah Sudin mau nemenin Syalu pulang kerumah?" tanya Syalu.
"Iya nak, insya Allah Abah mau." jawab Abah Sudin.
"Alhamdulillah." ucap mereka serempak.
"Ya Allah kenapa hati ini jadi resah begini kalau dengar Syalu mau pulang, Jangan-jangan Syalu tidak akan kembali lagi ke pondok, astaghfirullah...kenapa jadi punya fikiran kayak gini sih?" ucap Bintang dalam hati.
Flashback off
Setelah semua para jemaah duduk dengan tenang dan mengambil posisi masing-masing, Bintang pun memulai acara tausyiah nya, ayat demi ayat yang dia lantunkan begitu merdu di dengar oleh para jemaah tak jarang pula terdengar gelak tawa para jemaah ketika mendengar tausyiah Bintang, sehingga tak terasa waktu telah berakhir dan bersamaan dengan waktu yang habis Bintang sekalian pamit untuk undur diri karena acara tausyiah selama tiga hari telah selesai.
"Nah...bapak ibu, berhubung ini acara tausyiah kita yang terakhir, saya sekalian pamit undur diri, mohon maaf jika ada salah kata dan perbuatan, semoga di masa mendatang kita masih punya umur panjang hanya untuk sekedar bersilaturahmi, maaf kan saya jika selama disini saya merepotkan kalian."Ucap Bintang dengan segala kerendahan hati pamit undur diri.
"Assalamu'alaikum Ustadz Bintang."ucap Salah satu jemaah yang tiba-tiba berdiri dan berbicara.
"Waalaikumsalam."jawab Bintang dan yang lain serempak.
"Saya Jono mewakili para warga kampung yang hadir disini, kami sangat-sangat berterima kasih atas kesedian Ustadz yang mau datang ke kampung kecil kami, kami merasa sangat terhibur dengan tausyiah ustadz, kami semua mendoakan semoga ustadz panjang umur, murah rejeki, karir ustadz bagus, dan semoga tahun ini ustadz segera mendapatkan jodoh."Ucap Jono yang mendoakan Bintang yang kemudian mendapat respon serempak dari semua warga dan juga Bintang.
"Aamin." Ucap mereka serempak.
__ADS_1
Sedangkan Bintang nampak tersipu mendapatkan doa yang tak di sangka-sangka dari para jemaah, hati nya begitu menghangat karena warga begitu baik dan peduli pada nya. Tak hanya sampai disitu, semua warga yang datang ternyata sudah menyiapkan oleh-oleh untuk Bintang bawa pulang ke pondok.
"Masya Allah apa ini pak...bu...???" tanya Bintang karena banyak warga yang berbondong-bondong datang kedepan membawa oleh-oleh untuk nya.
"Ini hanya sekedar nya ustadz, bukan apa-apa, tapi masih banyak lagi di luar ustadz." Ucap salah satu jemaah.
"Maksudnya pak?" tanya Bintang tak mengerti.
"Mereka sudah menyiapkan oleh-oleh yang banyak nak Bintang, tapi mereka letakan di luar karena nggak mungkin kan di letakan di dalam masjid ini." Ucap Abah Sudin menyela.
"Subhanallah...bapak...ibu...terimakasih untuk cinta kasih kalian untuk saya, semoga Allah membalas semua kebaikan kalian tanpa terkecuali." ucap Bintang mendoakan.
"Aamin." Ucap mereka serempak.
"Kau memang orang baik ustadz, wajar saja kalau mereka begitu mengidolakan mu, mencintai bahkan menyayangi mu, bagiku kau begitu sangat istimewa." Ucap Syalu dalam hati.
"Wah...abang emang luar biasa...baru kali ini aku lihat secara langsung semua para jemaah begitu antusias dan bahagia kayak gini." Ucap Syfa dalam hati.
"Abah kenapa mama dan papa hari ini tidak terlihat? apa yang terjadi? bukan kah kemarin mereka juga tidak ada kan?" tanya Syalu cemas.
"Abah tidak tahu juga Syalu, tapi kemarin papa mu bilang mau hadir di acara tausyiah terakhir." Ucap abah Sudin bingung.
"Sya...kita langsung cek aja kerumah mu langsung." Ucap Bintang.
"Baik ustadz." Kemudian mereka beranjak keluar masjid.
Ketika sampai di luar, semua nampak terkejut kecuali abah Sudin karena memang dia sudah mengetahui semuanya.
"Subhanallah...abah...apa ini? kenapa banyak sekali?" tanya Bintang.
"Iya bah, siapa yang jualan disini?"tanya Syfa yang ikut bingung.
Mendengar pertanyaan Syfa abah Sudin pun terkekeh.
__ADS_1
" Kok abah ketawa sih?"sungut Syfa.
"Enggak abah tuh ngerasa lucu aja,masa orang jualan yang kayak gini di dalam masjid." Ucap Abah Sudin terkekeh.
"Terus ini apa?" Tanya Syfa yang masih tak mengerti.
"Ini oleh-oleh yang di maksud oleh warga tadi nak, ini untuk kalian di pondok." Ucap Abah Sudin.
"Subhanallah...bah banyak sekali, yang di dalam tadi juga banyak, ini bagaimana cara bawanya." Ucap Syfa bingung.
"Ini bisa Satu truk bah kalau di bawa semua."Ucap Bintang.
"Tidak apa nak, ini bentuk cinta kasih mereka untuk mu dan keluargs, jadi terimalah dengan bahagia, masalah membawa nya tidak usah khawatir, Abah punya mobil truk untuk membawa nya.
"Alhamdulillah." Jawab mereka serempak.
Kemudian mereka berjalan menuju rumah Syalu dengan berjalan kaki, karena memang jarak rumah Syalu dan masjid Ar-Rahman tidak terlalu jauh dan bisa di tempuh dengan jalan kaki. Tetiba di depan rumah Syalu, terlihat sangat sepi seperti tidak berpenghuni. abah Sudin bergegas berinisiatif untuk mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu sebanyak tiga kali di lakukan oleh abah Sudin. Namun seperti nya penghuni rumah tersebut belum menyadari jika ada tamu di luar, untuk kesekian kali nya abah Sudin mengetuk pintu rumah Syalu. Syalu nampak gusar karena belum melihat tanda-tanda ada orang di dalam rumah, rasa cemas mulai menghantui diri nya, apa yang sebenarnya terjadi pada mama dan papa nya. tak lama terdengar suara derap langkah menuju pintu.
Ceklek
Terdengar suara pintu di buka sambil dan di balik pintu ada suara wanita paruh baya sedang menggerutu karena merasa terganggu.
"Aduh...siapa sih bertamu sore-sore gini, nggak tau apa orang lagi pingin istirahat." Rutuk Rosa dari balik pintu.
Ketika pintu rumah terbuka lebar mereka tampak sama-sama terkejut, Syalu begitu syok melihat penampilan mama nya yang terlihat semeraut dan kacau, bahkan gerlungan hitam di sekitar matanya sangat terlihat jelas, tidak biasanya mama nya berpenampilan layaknya ibu rumah tangga biasa sedangkan untuk tidur saja diapun harus terlihat cantik dan berkelas.
__ADS_1