DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 39. KECEMBURUAN GENDIS


__ADS_3

"Hey...apa yang membuat kalian berisik?kenapa setiap Ustadz masuk kalian selalu seperti ini?" Ucap Bintang mengehentikan keributan di kelas nya.


Seketika suasana menjadi hening,Bella nampak takut ketika wajah sang Ustadz seperti tidak bersahabat hari ini.


"Ndis...pujaan hati loe kenapa?"Ucap Bella lirih.


" Entahlah, mungkin dia merindukan ku."Jawab Gendis acuh.


"Is...kau ini, menyebalkan." Gerutu Bella.


"Hari ini kalian kedatangan teman baru dan akan bergabung di kelas kita, Ustadz harap kalian bisa saling membantu dan mendukung satu sama lain." Kata-kata Bintang sukses membuat para santri terdiam dan bingung, bahkan ada yang berbisik-bisik karena penasaran.


"Siapa ya Ndis? gua jadi penasaran." Ucap Bella.


"Gua nggak perduli, mau siapa pun itu yang pastinya nggak akan melebihi kecantikan nya dari gua." Ucap Gendis percaya diri.


"Iya...iya percaya." Jawab Bella pasrah.


Kemudian Ustadz Bintang mengisyaratkan Syalu untuk masuk ruangan, dengan hati-hati Syalu memasuki kelas dengan wajah menunduk Syalu menghampiri meja Bintang dan kemudian menghadap kedepan kelas.


"Silahkan perkenalkan diri." Ucap Bintang.


Syalu hanya menganggukan kepalanya untuk menanggapi perkataan Ustadz Bintang.


"Perkenalkan nama saya Syalu Asyalah Mahardika, saya berasal dari solo, semoga teman-teman disini mau membantu saya dalam belajar." Ucap Syalu.


Syalu sengaja tidak menyebutkan nama tempat asal nya yang asli, dia masih takut kalau dirinya masih di cari-cari Rico dan Doni.


"Kenapa dia berbohong dengan tempat asal nya? bukankah dia..., ah...sudahlah mungkin dia memiliki alasan lain untuk hal ini." Ucap Bintang dalam hati.


"Masya Allah...dia cantik banget ya Ndis, liat kulit nya putih dan mulus banget." Ucap Bella, yang kemudian mendapat respon tatapan mematikan dari Gendis.


"Berani sekali lagi kamu bilang dia cantik, aku potong jatah uang jajan mu."Ancam Gendis.


Seketika nyali Bella ciut, dia tidak mau ambil resiko apa lagi menyangkut urusan uang jajan nya, selama ini memang Gendis banyak membantu Bella urusan uang saku nya, bisa di bilang Bella anak dari kalangan sederhana, sedang kan Gendis termasuk kalangan berada, Gendis sudah menjanjikan pada Bella, jika dia mau berteman dan menuruti segala perintahnya makan uang jajan dan makan nya akan aman.


Tak kalah dengan Bella semua santri yang lain dengan semringah melihat kecantikan Syalu, pujian demi pujian yang mereka lontarkan membuat hati Gendis menjadi panas.


"Hey...ini kelas untuk belajar, bukan tempat untuk sok kecantikan." Ucap Gendis ketus.

__ADS_1


Sebagian santri ada yang terdiam ada pula yang merasa kesal dengan sikap Gendis.


"Uh...sirik aja loe!!!" Ucap salah satu santri.


"Sudah-sudah jangan pada ribut, kita akan segera memulai pelajaran, dan kamu Syalu duduk di sebelah Kharimah." Perintah Ustadz Bintang sambil menunjukkan tangan nya ke arah tempat duduk yang di maksud.


"Iya Ustadz."Jawab Syalu patuh.


Kemudian Syalu berjalan mendekati kursi di sebelah Kharimah, beruntung nya Kharimah tipe gadis yang ramah dan dan mudah bergaul dengan siapa saja.


Sesi belajar pun di mulai, sesekali ketika Bintang memberikan pengarahan kepada santrinya mata nya diam-diam melirik Syalu, begitupun Syalu kadang pandangan mereka bertemu. Dan hal itu pun di saksikan oleh Gendis, aurah kemarahan lun terlihat di wajah Gendis.


"Kurang ajar...berani-berani nya murid baru ini genit dengan kekasih ku, apa dia tidak tahu kalau Ustadz Bintang itu milikku."Geram Gendis dalam hati.


Dua jam kemudian pelajaran yang di berikan Ustadz Bintang telah selesai, dan waktunya mereka untuk istirahat.


"Syalu kita kekantin yuk, makan bakso...gua laper nih..." Ajak Kharimah.


"Ha? bakso?" Syalu sedikit bingung menanggapi ajakan Kharimah.


"Ada apa? kenapa kau terlihat bingung?" tanya Kharimah.


"Ya ampun...gua kira apaan, ya udah nggak usah di fikirin, hari ini biar gua yang traktir." Ucap Kharimah santai.


"Nggak apa-apa Kharimah, kamu duluan aja, lagian aku belum lapar." Tolak Syalu secara halus, tentu dia akan menolak karena merasa tidak enak dengan Kharimah yang baru di kenal nya.


Percakapan mereka pun di dengar oleh Ustadz Bintang, kemudian Ustadz Bintang pun memanggil Syalu untuk mendekati meja nya.


"Syalu kemarilah!"panggil Bintang.


"Astaghfirullah kenapa Ustadz Bintang memanggil ku? apa aku melakukan kesalahan?"Ucap Syalu dalam hati.


Dengan langkah sedikit ragu Syalu mendekati Bintang, namun disisi lain ada sorot mata yang tak Terima jika gadis lain mendekati pujaan hati nya.


" My love ngapain sih manggil cewek kampungan itu."Ucap Gendis lirih.


"Udah Ndis mending kita kekantin sekarang, paling tuh cewek mau di omelin sama Ustadz Bintang." Ucap Bella.


"Nggak, aku mau lihat dulu apa yang mau di lakukan Ustadz Bintang, aku nggak mau melihat mereka berduaan di kelas ini."tolak Gendis.

__ADS_1


Is...ya ampun si Gendis keras kepala banget sih, kalau kayak gini kan dia sendiri" yang sakit hati." Ucap Bella dalam hati.


"Iya Ustadz."Jawab Syalu ketika sudah di hadapan Bintang.


Kemudian Bintang mengeluarkan dompet nya dan mengambil dua lembar uang seratus ribu, dan memberikan nya pada Syalu.


Seketika mata Gendis, Bella dan Kharimah melotot melihat nya, mereka tak percaya kalau Ustadz Bintang akan memberi uang dengan murid yang baru saja masuk di kelas nya.


"Ma..af...Ustadz ini uang apa?" tanya Syalu bingung.


"Ambilah, tadi Ummi mu lupa memberikan uang jajan kepadamu, beruntung tadi bertemu dengan saya di jalan jadi beliau menitipkan nya padaku." Ucap Bintang.


"Ha Ummi?" nampak raut wajah Syalu seperti kebingungan.


Bintang mengerti apa yang ada di fikiran Syalu, untuk menghindari banyak pertanyaan Bintang sengaja memberi kode pada Syalu untuk berlalu dari hadapan nya, karena banyak mata yang memperhatikan mereka.


"Pergilah." Ucap Bintang dingin.


"Iya Ustadz, terima kasih." Ucap Syalu kemudian berlalu dari hadapan Bintang.


"Wah...Syalu Ummi mu sayang banget ya sama kamu, sampai-sampai uang jajan mu saja di titipkan dengan Ustadz Bintang." Ucap Kharimah polos.


Syalu hanya tersenyum kecut, ada perasaan tak enak hati pada Ustadz Bintang, semula dia menyangka kalau Ustadz Bintang membentang diri nya, namun ketikan di hadapkan dengan masalah seperti ini Ustadz Bintang malah melindungi dan membantu diri nya.


"Aku jadi curiga dengan mereka berdua." Ucap Bella tiba-tiba.


"Curiga bagaimana?" Tanya Gendis penasaran.


"Jangan-jangan mereka ada hubungan khusus." Celetuk Bella tanpa memikirkan perasaan Gendis.


Pletak...


Tiba-tiba Gendis menjitak kepala Bella dengan geram.


"Sekali lagi kau katakan itu, akan aku cakar-cakar wajah mu yang pas-pas"an itu." Jawab Gendis emosi.


"Waduh..." seketika Bella memegang wajah nya karena takut kalau Gendis akan mencakar wajah nya.


Setelah melihat Syalu dan Kharimah keluar, barulah Gendis keluar bersama Bella dengan wajah yang tidak bersahabat, hatinya bergemuruh ingin sekali menghajar wanita yang telah merebut hati sang pujaan hati nya.

__ADS_1


__ADS_2