
"Syfa...katakan sama kakak, apa kamu mencintai mas Furqon? apa Syfa menerima ajakan Furqon untuk ber taaruf?" bisik Syalu.
"Kak Syfa memang ada hati sama mas Furqon, tapi untuk ber taaruf saat ini Syfa belum siap karena Syfa masih sekolah, Syfa hanya ingin minta waktu kak."Ucap Syfa lirih, namun masih bisa di dnefsr jelas oleh Syalu, hanya Bintang, Furqon dan Julian yang tidak dapat mendengar kata-kata Syfa.
Mendengar jawaban Syfa tentu membuat hati Syalu lega, setidak nya ada harapan untuk laki-laki yang tengah bersedih itu, entah kenapa Syalu merasa Furqon tipe laki-laki yang baik dan tulus.
"Hey...kau ini bagaimana sih? masa segitu aja nyali nya, kalah sebelum berperang, nggak asik lu!!!" Ucap Julian pada Furqon.
"Dasar konyol, kau fikir ini jaman kerajaan Majapahit? pakai perang-perangan segala." Sengit Bintang.
"Is...kau ini dasar payah, itu kan hanya perumpamaan saja." Sungut Julian.
"Jadi bagaimana ini? kejelasan untuk hubungan kalian? Furqon apa kau yakin dengan keputusan mu?" ucap Bintang.
Sedangkan yang di tanya tak bergeming, Furqon merutuki diri nya sendiri, entah kenapa dia bisa melakukan kebodohan dengan mengatakan semua perasaan dan keinginan nya untuk menikahi Syfa, namun nasi telah menjadi bubur segala konsekuensi nya harus dia hadapi sekalipun itu rasa sakit dan kecewa.
"Hey...kau dengar aku?" Ucap Bintang sambil menepuk pundak Furqon yang tengah melamun.
"Astaghfirullah...ustadz menganggetkan ku saja." Ucap Furqon sambil memegang dadanya.
"Makanya jangan bengong, ntar kesambet tau rasa." Ledek Julian.
"Maaf ustadz saya rasa pembicaraan kita sudah selesai, boleh saya izin keluar untuk beli kopi." Ucap Furqon kemudian bangkit dari duduknya menuju pintu keluar.
Melihat Furqon yang ingin pergi dari ruangan tersebut tentu Syfa tak tinggal diam, dia merasa tidak rela jika Furqon memutuskan sebelah pihak tanpa mengetahui apa jawaban dari nya bahkan tanpa mengetahui perasaan nya terhadap Furqon.
"Tunggu mas!!! stop...jangan kamu berani-berani keluar tanpa mendengar jawaban dari aku mas." Ucap Syfa dengan nada suara sedikit tinggi.
Seketika Furqon menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap kearah Syfa duduk.
__ADS_1
"Maaf dinda, mas rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, maafkan mas yang sudah lancang ingin menikahimu, maafkan mas yang sudah lancang berani mencintaimu." Ucap Furqon lirih namun masih dapat di dengar oleh semua orang.
"Wah...adegan kali ini persis kayak drama yang di film-film ya, seru ini...Kira-kira ending nya bersatu nggak ya." Ucap Julian dalam hati, entah kenapa sahabat Bintang yang satu ini selalu berfikiran konyol, tak henti-hentinya Julian tersenyum melihat Furqon dan Syfa berbicara, dia mengumpamakan adegan tersebut seperti di film-film.
"Semudah itu mas kamu memutuskan tanpa menunggu jawaban dari ku? semudah itu kamu menilai perasaan aku mas?"Syfa bertanya dengan nada berat karena menahan tangis.
"Maksud kamu apa dinda? mas rasa sudah jelas, setiap UB bertanya kau selalu diam dan tidak merespon perkataannya.
"Itu karena aku bingung untuk mengutarakan nya mas, aku bingung dengan dan takut kalau sampai salah langkah." jelas Syfa.
"maksud kamu?" Ucap Julian, Bintang dan Furqon serempak.
"Ya aku mau mas." Ucap Syfa tersipu dan menahan senyum nya.
"Mau apa?" Tanya Furqon tak mengerti.
"Hey...kau lebih cantik jika memang sedang tertawa seperti itu." Ucap Julian yang kemudian membuat Syalu menjadi tersipu.
"Modus." Ucap Bintang tak suka.
"Dinda tolong katakan kau mau apa???" tanya Furqon penasaran.
"Mas...aku mau ber taaruf dengan mu, tapi tidak sekarang, empat bulan lagi sekolah ku akan selesai jadi dinda mohon berikan waktu dinda untuk menyelesaikan sekolah tanpa adanya beban." Ucap Syfa dengan lantang.
Mendengar penuturan Syfa Furqon nampak ternganga tak percaya, bagi nya jawaban Syfa merupakan angin segar untuk kelanjutan hubungan mereka, tak masalah menunggu hanya empat bulan, toh selama ini butuh bertahun-tahun bagi nya untuk menyatakan cinta pada Syfa.
"Mas...kau dengar aku nggak sih?" Ucap Syfa membuyarkan lamunan Furqon.
"Eh... iya...mas dengar, dinda bisa kau ulang lagi jawaban mu itu!!" Ucap Furqon terbata.
__ADS_1
"Dasar payah!!!" Rutuk Julian.
"Syfa tolong di perjelas biar kita semua mengerti dan tidak ada lagi yang salah paham." Ucap Bintang.
"Bang Syfa mau ber ta'aruf sama mas Furqon, tapi bukan saat ini, setidaknya berikan waktu Syfa sampai lulus sekolah, dan ya...walaupun nantinya jadi kita ber ta'aruf Syfa harap mas Furqon mau mengizinkan Syfa tetap kuliah." Jelas Syfa.
Mendengar penjelasan Syfa Furqon pun langsung sujud syukur karena Syfa telah menerima dirinya walaupun harus menunggu beberapa bulan saja.
"Alhamdulillah ya Allah...makasih dinda, apa pun itu mas akan berusaha memenuhi semua persyaratan yang kau berikan." Ucap Furqon penuh bahagia.
Bintang pun turut bahagia mendengar pengakuan sang adik, walaupun usia adiknya terbilang masih muda namun dirinya tak kan menghalangi jika memang jodohnya telah datang, setidaknya ada orang yang dia percaya untuk menjaga dan menyayangi adik kesayangan nya itu. Melihat mata Furqon yang berbinar-binar karena merasa bahagia terlintas di benaknya untuk menggoda sangat sahabat sekaligus calon adik iparnya tersebut.
"Eits...jangan senang dulu, inikan baru keputusan Syfa, situ kan belum bicara sama abah di pondok, belum tentukan kamu di terima." Ucap Bintang dengan nada serius.
"Nah iya...bener itu, kamu sih...belum apa-apa udah seneng duluan, orang tu ya di mana-mana deketin dulu orang tuanya terutama bapak nya baru anak nya." Ucap Julian memanas-manasi.
"Huuuu...dasar, emang nya situ yang hobi modus!!!" Ucap Bintang mencebik Julian.
"Oh...iya ya...masya Allah aku hampir lupa soal kiyai Somad." Ucap Furqon yang mulai lemas.
Melihat ekspresi Furqon yang mulai frustasi spontan Bintang terkekeh karena menurut nya sangat lucu jika membuat sahabat nya itu sedikit cemas, sedangkan syfa dan Syalu pun turut tersenyum karena mereka mengerti kalau Bintang hanya mengerjai nya saja.
"Nah...loh ya...rasain!!!emang di fikir enak harus berjuang lagi lebih keras buat dapatin anak gadis orang." Ejek Julian.
"Is...kau ini...dasar kompor!!!"Ucap Bintang pada Julian.
"Jadi UB apa yang harus saya lakukan? saya benar-benar serius ingin menikahi Syfa." Ucap Furqon sungguh-sungguh.
Melihat ketulusan dan kesungguhan Furqon yang ingin serius dengan adiknya Bintang pun menjadi tak tega dan berusaha menenangkan nya, sedangkan Syfa menjadi tersipu mendengar kata-kata Furqon.
__ADS_1