DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 87. BACA BUKU


__ADS_3

Kali ini kiyai Somad tak ingin berlarut-larut membiarkan Furqon hanyut dalam lamunan nya, karena tak merespon ketika di panggil kali ini kiyai Somad menyadarkan Furqom dengan menggoyang-goyangkan Tubuh Furqon, sehingga Furqom sedikit tersentak dan merasa kaget karena Kiyai Somad sudah berada di dekatnya..


"Assalamu'alaikum, ustadz...ustadz!!!" Ucap Kiyai Somad sambil menggoyang-goyangkan tubuh Furqon.


"Astaghfirullah...wa...alaikumsalam...Abah??" Ucap Furqon tergagap.


"Ada apa nak? apa yang kamu fikirkan?" Sindir kiyai.


"Oh...nggak ada apa-apa bah? saya lagi baca buku ini." Ucap Furqon sambil menaikan buku kehadapn wajahnya.


Kiyai Somad terkekeh melihat tingkah lucu Furqon, tanpa di sadari Furqon kalau dirinya tengah memegang buku yang terbalik. Mendengar Kiyai Somad tertawa pelan-pelan Furqon menurunkan bukunya.


"Abah...kenapa tertawa? apa ada yang lucu?" tanya Furqon tak mengerti.


Dengan menahan perutnya yang sakit akibat tertawa kiyai Somad pun berusaha menjawab pertanyaan Furqon.


"Ya ampun ustadz, sejak kapan kamu punya ilmu baca buku kebalik." Ucap Kiyai Somad dengan suara tawa nya yang pecah.


"Ha?" Furqon tercengang sambil menatap buku yang Tengah di pegang nya, rasa malu dan tak bisa menjawab bercampur jadi satu, Furqon hanya menyengir kuda ketika kiyai Somad menatap nya dengan penuh tanda tanya.


"Ada apa nak? apa ada yang mengganggu fikiran mu? hum?" ucap Kiyai Somad sambil duduk di sebelah Furqon.


"Hm...anu...anu...kiyai...hm...itu bah..." Furqon nampak bingung ingin menjawab apa pada kiyai Somad.


Kiyai Somad hanya tersenyum merespon sikap Furqon yang salah tingkah.


"Nggak apa-apa, kalau memang belum mau cerita sama abah." ucap Kiyai Somad.


Furqon masih terdiam setelah mendengar perkataan kiyai Somad, dia masih bimbang antara mau jujur sekarang atau menunggu kepulangan Bintang.


"Apa ini waktu yang tepat ya aku ngomong sama abah?" ucap Furqon dalam hati.


"Bah...sebenarnya...." Belum sempat Furqon berbicara namun handphone kiyai Somad berdering.


Kring


Kring


Kring

__ADS_1


"Maaf ya nak, abah Terima telpon dulu sebentar." Ucap Kiyai Somad, dan ternyata yang menelpon adalah Bintang.


Dengan tersenyum dia menatap layar handphone miliknya dan segera mengangkat telpon tersebut


"Ya...hallo assalamu'alaikum?" ucap Kiyai Somad.


"Waalaikumsalam, abah...lagi dimana sekarang? abah sehat?" kurang lebih itulah yang di tanya kan Bintang pada sang ayah.


"Abah lagi di pondok, ini lagi sama ustadz Furqon, dan alhamdulillah abah sehat, Ummi sehat dan semua nya sehat." Ucap kiyai Somad.


"Alhamdulillah...Bintang senang dengar nya bah, oh ya kami saat ini sedang berada di rumah Syalu bah."Ucap Bintang.


"Oh ya...tadi Julian dan Furqon sudah cerita soal kamu yang mau bantu Syalu, abah doakan semoga semua urusan nya cepat selesai dan kamu bisa segera kembali ke pondok."Ucap Kiyai Somad.


"Aamin...terimakasih bah untuk doa nya, ya sudah abah mau pulang dulu, titip salam buat Syalu dan keluarga nya." ucap Kiyai Somad.


"Iya bah." Jawab Bintang.


"Assalamu'alaikum." Kiyai Somad mengakhiri telpon nya.


"Baiklah Furqon, abah mau pulang dulu kasihan ummi mu sendirian di rumah." Ucap Kiyai Somad.


"Iya bah, Hati-hati..., apa Furqon anter aja bah?" ucap Furqon menawarkan diri.


Mendengar celotehan Kiyai Somad Furqon pun ikut terkekeh, mungkin memang bukan waktu bagi diri nya untuk jujur pada kiyai Somad, mungkin setelah Bintang pulang dari kampung Syalu baru dia akan meminta bantuan pada nya untuk menyampaikan hal ini. Tak lama kiyai Somad pun berlalu dari hadapan Furqon.


Ditempat lain nampak seorang laki-laki tengah berdiri menghadap jendela dengan setelan jas berwarna putih, nampak gagah dan berkharisma.


"Sya...dimana kamu sekarang?apakah kamu baik-baik saja? apa kamu masih ingat dengan ku?" ucap Doni lirih.


Tak lama Handphone Doni pun berdering, dengan cekatan laki-laki berwajah tampan tersebut mengambil handphone dari atas nakas dan mengangkat telpon.


"Ya...katakan!!!ada informasi apa?" Ucap Doni tanpa basa basi.


"Tuan...seperti nya non Syalu sudah berada di rumah nya, tapi..."nampak Parman bingung ingin mengatakan nya.


" Tapi apa? cepat katakan!!!"ucap Doni tak sabar.


"Itu tuan... hm..." Lagi-lagi Parman nampak ragu.

__ADS_1


"Hey...Parman...kau mau mati ya???cepat katakan!!!"hardik Doni.


"Di...diru... mah nya ada seorang ustadz muda, dia yang lagi viral dari tahun-tahun kemarin hingga tahun ini." Ucap Parman gugup.


"Apa???ustadz? siapa dia? dan apa hubungan nya dengan Syalu?" ucap Doni emosi.


"Dia... orang yang sudah menyelamatkan non Syalu dari para berandalan yang mau melecehkan non Syalu tuan." Jelas Parman.


"Lalu?" tanya Doni penasaran.


"Saya belum tau kelanjutan informasi selanjutnya tuan, baru itu saja yang saya ketahui." Ucap Parman dengan nada sedikit takut


"Dasar bodoh...kau tau Parman aku tidak suka informasi setengah-setengah...cari tahu selengkapnya informasi tentang Syalu kalau tidak aku habisi kalian!"Umpat Doni pada Parman.


" Siap tuan."Jawab Parman patuh.


Kemudian Doni memutusukan telpon nya begitu saja, gemuruh amarah memenuhi dada nya hingga terasa sesak untuk bernafas. Entah kenapa hati nya begitu cemburu ketika mendengar ada laki-laki lain yang dekat dengan Syalu, wanita yang mampu membuat nya jatuh cinta kembali setelah sekian tahun tak pernah lagi merasakan ada cinta di hatinya.


"Syalu...aku harap kamu lah wanita terakhir dalam hidupku." Gumam Doni.


Di kediaman Delon nampak mereka sedang asik bercengkrama tak terasa hari semakin kian larut, Abah Sudin akhirnya pamit undur diri, karena sudah merasa ngantuk.


"Pak Delon...sudah malam, saya pamit undur diri."Ucap Abah Sudin.


"Loh...kok pulang? bukan nya bermalam di sini saja bah?"ucap Delon.


"Masa saya bermalam disini? wong istri saya di rumah gimana? kedinginan dong. " Canda abah Sudin yang di iringi kekehan.


Bintang, Delon, Syfa dan Syalu pun ikut terkekeh,di usia nya yang sudah berumur Abah Sudin masih terlihat gagah dan memiliki jiwa humoris.


"Waduh...kalau sudah urusan istri mah...saya nggak bisa komen."Ucap Delon terkekeh.


"Ah...pak Delon bisa saja, emang bu Rosa nggak pernah marah apa kalau di tinggal sendirian."Ucap Abah Sudin yang di iringi gelak tawa yang lain.


Delon hanya tersipu malu mendengar ledekan dari abah Sudin,mereka tidak tahu saja kalau Rosa istrinya jika sedang marah seperti macan nggak makan setahun, kalau ingat ekspresi istrinya sedang marah bulu kuduk nya jadi merinding.


"Jadi bener ya pa mama suka marah-marah kalau papa tinggal sendirian?" ledek Syalu pada papa nya, karena papanya dari tadi senyum-senyum sendiri.


"Ih...kamu ya...anak kecil bisa-bisa nya ledekin papa." Sungut Delon dengan tersipu.

__ADS_1


"Cieee...papa yang malu-malu!!!!" Lagi-lagi Syalu menggoda papa nya.


Semua jadi tertawa melihat Delon dan Syalu yang begitu bahagia setelah melewati banyak hal beberapa bulan belakangan ini.


__ADS_2