DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
21. KEBOHONGAN MENYELAMATKAN KU


__ADS_3

"Masya Allah neng..., neng cantik banget!!!" Ujar bik Jum sambil tersenyum kearah Syalu.


"Iya...non cantik banget, nggak di poles aja udah cantik, apa lagi udah di poles kayak gini." Sambung Mona.


Mona merupakan orang yang telah merias Syalu, kini dia benar-benar puas dengan hasil kerjanya.


"Ya ampun...ini beneran Syalu bik?" pekik Syalu tak percaya.


"Iya neng...ini neng Syalu, neng benar-benar cantik." Ujar bik Jum.


"Nah sekarang pakai gaun ini non!" sambung Rena sambil menyodorkan gaun kearah Syalu.


Rena orang butik yang di perintahkan Doni untuk mengurus masalah gaun yang di inginkan Doni.


Setelah Syalu keluar dari kamar mandi, dia nampak bingung dengan dengan model baju yang di kenakan, karena menurut Syalu ini terlalu vulgar dan tidak sopan, dimana gaun itu terlalu pendek dan belahan dada yang terekspos.


Melihat pemandangan yang ada di hadapan nya, bik Jum terpekik.


"Astaghfirullah...neng baju nya kenapa?" tanya bik Jum.


"Nggak tau ni bik, kayak kurang bahan gitu." Jawab Syalu.


"Kamu ini gimana sih bawa baju nya, udah tau bahan nggak cukup malah di kasih orang, itu kan nggak sopan!" bentak bik Jum ke Rena.


"Maaf Bu, saya hanya menjalan kan perintah tuan Doni, dia yang menginginkan nya." Jawab Rena sedikit takut."


"Apa...??" pekik bik Jum dan Syalu bersamaan.


"Iya bu...Sumpah saya nggak bohong." Sambung Rena.


Seketika Syalu dan bik Jum saling memandang seperti nya memang ada yang tidak beres, seketika bik Jum teringat dengan kata-kata Doni yang meminta pelayan lain untuk menghias kamar utama untuk di jadikan kamar pengantin yang indah dan istimewa.


"Ya Allah...Jangan-jangan!!" seketika suara bik Jum tertahan.


"Ada apa bik?" tanya Syalu penasaran.


Belum sempat bik Jum menjawab tiba-tiba Mona dan Rena menyela.


"Maaf non, bu. Kami pamit dulu, karena tugas kami sudah selesai." Ucap Mona.


"Iya kami permisi bu, Assalamu'alaikum." Ucap Rena dan Mona serempak.


"Wa'alaikumussalam." Jawab Syalu dan bik Jum bersamaan.


"Bik gimana ini, Syalu nggak nyaman pakai baju ini." Keluh Syalu.

__ADS_1


"Neng... bibik cuma minta, apa pun yang terjadi neng harus kuat dan tabah ya." Ucap bik Jum tiba-tiba.


Saat itu Syalu melihat mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca, seperti ada yang ingin bik Jum Sampaikan namun seperti nya tertahan.


"Bibik kenapa nangis?" tanya Syalu bingung.


"Bibik tau neng anak yang kuat, semoga neng selalu bisa bertahan di setiap kesulitan neng." Pungkas bik Jum.


Bik Jum seolah-olah sudah memiliki firasat tidak baik, dia memang menyayangi Doni seperti anak nya sendiri, namun yang dilakukan oleh Doni itu tidak benar, karena Doni telah mempermainkan harga diri seorang wanita.


"Apa yang bibik ucapkan ini berhubungan dengan kamar pengantin itu?" tanya Syalu tiba-tiba.


"Ha? kok neng Syalu tau?" tanya bik Jum bingung.


Kemudian Syalu tersenyum simpul, kini Syalu faham kenapa bik Jum begitu cemas dan khawatir.


"Bibik lupa ya?" tanya Syalu sambil tersenyum.


"Lupa apa neng?" tanya bik Jum bingung.


"Syalu kan tadi pura-pura pingsan." Ucap Syalu sambil cekikikan.


"Hubungan nya apa neng?" tanya bik Jum makin bingung.


Kemudian bik Jum diam sejenak, dia masih bingung dengan ucapan Syalu, setelah berfikir cukup lama tiba-tiba bik Jum sedikit berteriak.


"Hm..." Jawab Syalu di sertai anggukan.


Tak terasa kini waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB, bik Jum pun masih dengan setia menemani Syalu di kamar, entah kenapa saat ini Syalu merasa lebih santai dan Rilex, tidak ada rasa takut yang menghantui diri nya.


"Aku harus melakukan sesuatu agar Doni tidak bisa berbuat kurang ajar pada ku." Ucap Syalu dalam hati.


Tekat Syalu sudah bulat untuk melawan Doni secara halus, sedangkan bik Jum masih menyimpan rasa cemas untuk Syalu, biar bagaimanapun dia tidak ingin Doni melakukan Dosa, apa lagi menghancurkan hidup seorang gadis hanya karena hawa nafsu semata.


Keduanya masih sibuk dengan fikiran Masing-masing, sampai akhirnya suara pintu di ketuk.


Tok


Tok


Tok


Spontan mereka berdua langsung menoleh ke arah sumber suara, kemudian saling memandang satu sama lain, tatapan keduanya seperti mengisyaratkan pertanyaan yang sama, siapa yang datang dan mengetuk pintu. sedangkan dari luar kamar kembali terdengar seseorang mengetuk kembali pintu kamar.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Dengan cepat bik Jum menjawab suara ketukan itu.


"Ya... Siapa?" Tanya bik Jum.


"Ini Parman bik, tolong bukak pintu nya!" Jawab Parman.


"Oh ya Man tunggu sebentar."Dengan segera membukakan pintu untuk Parman.


Ceklek


Pintu pun sudah di buka oleh bik Jum, seketika Parman muncul dari balik pintu, ketika dia melangkah ingin masuk, seketika itu pula langkah nya terhenti, mata nya terpanah melihat pemandangan yang ada di hadapan nya, bagaimana tidak pemandangan itu tidak lain adalah Syalu yang tengah memakai baju **** dari Doni, tubuh nya terekspos sempurna di mata semua laki-laki jika memandang nya.


Glek


Glek


Seketika Parman menelan Saliva nya, tubuh nya merasa panas dingin melihat pemandangan yang ada di hadapan nya.


"Jaga pandangan mu Parman!! Tiba-tiba suara bi Jum mengagetkan Parman.


Seketika Parman salah tingkah karena ucapan bik Jum.


" Apa yang membuat mu datang kemari, hum?"tanya bik Jum.


"ini bik... anu...,Tuan menyuruh ku membawa nona Syalu ke kamar utama." Jawab Parman gugup.


Deg


Deg


Syalu langsung terkejut mendengar ucapan Parman, mungkin inilah waktu baginya untuk menghadapi Doni secara langsung. Ada rasa takut yang mulai menjalar di dalam tubuh nya, namun kali ini dia harus kuat demi mempertahankan kehormatan dan harga diri nya sebagai wanita.


Berbeda lagi dengan bik Jum, dia nampak cemas memikirkan nasib Syalu, kali ini Doni sepertinya tidak main-main dengan perkataan nya, namun apalah daya dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Syalu.


"Apa yang kau katakan Parman?" tanya bik Jum pura-pura tak mengerti.


"Tuan meminta saya membawa nona Syalu ke kamar utama bik, selebihnya saya tidak tau." Jawab Parman menjelaskan.


"Tapi kan." Kata-kata nya terhenti ketika tangan Syalu menyentuh lengan nya.


"Nggak apa-apa bik, Syalu sudah siap." Jawab Syalu tenang.

__ADS_1


Syalu tau kalau bik Jum mengkhawatirkan diri nya, terlihat dari wajahnya begitu cemas saat Parman bilang ingin membawa Syalu ke kamar utama, namun Syalu tidak ingin membuat wanita paruh baya itu cemas memikirkan dirinya, bik Jum sudah terlalu baik bagi nya, kali ini dia harus berani mengahadapi Doni secara langsung dan mengehentikan niat tidak baik Doni kepada diri nya.


__ADS_2