DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 36. PENDAPAT JULIAN


__ADS_3

"Apa kita bisa makan sekarang? Abah sudah lapar, dari tadi udah ngiler liat masakan Ummi." Ucap Kiyai Somad.


"Tentu dong Abah, Syfa juga udah laper banget nih." Ucap Syalu menimpali kata-kata Kiyai Somad.


"Ya udah yuk...kita duduk, nanti keburu dingin loh makanan nya." Ajak Ummi Salmah.


"Ayo kak duduk sini!" sambil menepuk-nepuk kursi di sebetulnya Ustadz Bintang.


"Ha?tapi..." Syalu nampak ragu ingin duduk di sebelah Bintang.


"Iya...nggak apa-apa kak, Abang kak Syalu nggak apa-apa kan duduk di sebelah Abang?" tanya Syfa pada Bintang.


"Kenapa nggak kamu aja yang di sebelah Abang, dia kan bisa duduk di sebelah kamu." Jawab Bintang ketus.


Syalu terkejut mendengar perkataan Bintang, entah apa yang membuat laki-laki itu berubah, perasaan Syalu mengatakan tadi waktu ustadz Bintang pergi kondisinya masih baik-baik saja dan tidak ada masalah, tapi kenapa sekarang seolah-olah dia tidak menyukai keberadaan Syalu.


Ummi Salmah pun nampak heran dengan sikap Bintang, kenapa tiba-tiba berubah jadi dingin. Tak ingin suasana menjadi keruh Ummi Salmah pun berusaha mencair kan suasana.


"Sudah-sudah kenapa jadi bingung soal tempat duduk sih, ya sudah sini Syalu duduk dekat Ummi saja."Ajak Ummi Salmah.


"Ummi kak Syalu biar duduk dekat Syfa aja." Sela Syfa.


"Nggak apa-apa Syfa kakak duduk dekat Ummi aja." Ucap Syalu.


Kemudian Syalu mengambil tempat duduk di sebelah Ummi Salmah dan kebetulan tempat duduk nya bersebrangan dengan Bintang, sudah kepalang basah Syalu rasa nya ingin pindah lagi tempat duduk nya namun merasa tidak enak hati pada Ummi Salmah dan Kiyai Somad.


"Is...Abang ini, kenapa sih sewot amat, cuma duduk di sebelah doang nggak boleh." Rutuk Syfa.


"Udah diam, lagi makan nggak boleh ngobrol." Skak Bintang.


Syfa nampak kesal dengan sikap Abang nya, bibir nya sedikit manyun karena ulah Abang nya.


Kemudian mereka memulai makan siang nya dengan hening, tak ada mengeluarkan suara kecuali dentingan sendok dan garpu di piring mereka.


Sesekali Bintang melirik ke arah depan, dia hanya memastikan kalau wajah gadis yang di hadapan nya tidak sedih karena sikap nya, namun dugaan nya benar, wajah Syalu nampak murung, dari cara makan nya saja tidak berselera. Terbesit rasa penyesalan di hati Bintang, namun kata-kata yang di lontarkan Julian saat di masjid semua nya benar, Syalu bukan lah gadis lajang melainkan gadis yang telah menikah, dan wajib bagi Bintang harus menjaga jarak dengan Syalu.


Flasback On


"Hey...kawan...apa kabar? wah...berapa hari nggak ketemu kayak nya makin tampan dan bersinar aja." Goda Julian.


"Apaan sih, kamu tu konyol nya nggak ilang-ilang." Jawab Bintang berseloroh.


"Oleh-oleh aku mana?" tanya Julian.

__ADS_1


"Uh...dasar konyol, yang di tanyain oleh-oleh bukan acara tausyiah nya." Rutuk Bintang


"Iya...maksud aku tuh sekalian nanya nya he..he.." Jawab Julian cekikikan.


"Eh...ngomong-ngomong aku mau cerita sama kamu, dan aku butuh pendapat kamu." Ucap Bintang tiba-tiba.


"Wey...kayak nya serius nih..." ledek Julian.


"Ya emang serius, maka nya aku mau bicarakan ini sama kamu." Jawab Bintang.


"Apa?"tanya Julian Serius.


"Tapi janji jangan bocor kemana-mana ya!"Pinta Bintang.


" Iya...sueeerrr dah."Sambil mengangkat dua jari.


"Hu...dasar..." Jawab Bintang.


"Jadi apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Julian serius.


"Ini soal perempuan yang ada di rumah ku." Jawab Bintang."


"Ha? Perempuan? maksud kamu?" tanya julian bingung.


Kemudian Bintang menceritakan awal mula kejadian hingga sekarang ada gadis cantik sedang tinggal di rumah nya, Julian begitu serius menanggapi cerita dari sahabat kecilnya. Bintang pun menceritakan soal jantung nya berdegup kencang setiap melihat dan berdekatan dengan gadis itu, seketika tawa Julian pun pecah mendengar pengakuan sahabat nya itu.


"Hust...Julian...jaga suaramu!!!" Hardik Bintang.


"Ups...kebablasan." Jawab Julian cengar-cengir.


Kemudian Kiyai Somad datang menghentikan pembicaraan mereka berdua.


"Assalamu'alaikum?" Ucap Kiyai Somad mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam." jawab mereka berdua serempak, kemudian mereka bangkit dari duduk nya dan mencium tangan Kiyai Somad.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? sampai-sampai kalian lupa dengan waktu Adzan." tanya Kiyai Somad.


Kemudian Julian dan Bintang saling pandang seperti saling memberi isyarat. Lalu Bintang pun berkata.


"Tidak ada Bah, kami hanya bercanda saja."Jawab Bintang gugup.


" Ya sudah...bercanda nya nanti saja, sekarang kamu Adzan saja dulu."Perintah Kiyai Somad.

__ADS_1


"Baik bah." Jawab Bintang Patuh.


Kemudian Bintang memulai Adzan dengan penuh penghayatan, semua orang merasa damai hati nya jika sudah mendengar Bintang mengumandangkan Adzan.


Setelah selesai melaksanakan sholat Dzuhur dan berdoa buru-buru ustadz Julian menarik tangan Bintang dan menanyakan kelanjutan cerita tadi yang sempat terhenti.


"Eh...tampan cepat kemari, kita lanjutkan urusan yang belum kelar tadi." Ucap Julian sambil menarik tangan Bintang.


"Iya...jelek sabar napa, di lihat Abah tuh." Tunjuk Bintang ke arah Kiyai Somad.


"Aih...situ udah bisa ngeledek nih...cerita nya hum?" seloroh Julian.


Kemudian kedua nya tertawa cekikikan sehingga menjadi pusat perhatian Kiyai Somad.


"Seperti nya cerita kalian belum usai, apa Abah boleh gabung?"Ledek Kiyai Somad.


Seketika wajah Bintang memucat, dia takut kalau Kiyai Somad tau kalau dirinya sedang membicarakan gadis yang berada di rumah mereka saat ini.


"Abah...bukan nya tadi Abah bilang mau ke pesantren sebentar buat ambil berkas para anak yatim yang bakal menerima santunan dari kita."Sela Bintang.


Julian hanya memicingkan matanya, dia tau maksud dari sahabat nya yang ingin menghindar dari sang Kiyai.


"Oh iya...hampir saja Abah lupa, nanti kamu susul Abah ke Pesantren sekalian kita pulang bareng Syfa buat makan siang."Ucap Kiyai Somad.


"Baik Bah, nanti Bintang menyusul."Jawab Bintang.


Kemudian Kiyai Somad pergi menuju pesantren meninggalkan Bintang dan Julian.


"Jadi menurut mu bagaimana?"Tanya Bintang ke Julian.


" Apa nya?"Jawab Julian tak mengerti.


"Astaghfirullah...baru juga hitungan menit udah lupa." Jawab Bintang kesal.


"Iya...maksud aku, kamu nanya yang mana? soal wanita itu apa jantung kamu?" Ucap Julian Blak-blak kan.


"Ya...dua-dua nya, kamu tau sendiri kan kalau aku nggak pernah ngalamin ini ke perempuan mana pun." Ucap Bintang.


"Iya juga sih, apa mungkin kamu sudah jatuh cinta dengan perempuan itu? aku jadi penasaran secantik apa perempuan itu?" Ucap Julian sambil manggut-manggut.


"Is...kau ini...dasar konyol!!!"rutuk Bintang.


"Hey...aku serius kawan, salah satu tanda-tanda jatuh cinta ya itu...sama persis seperti jantung mu." jelas Julian dengan gaya sedikit menggoda Bintang.

__ADS_1


Bintang nampak berfikir menelaah kata-kata dari sahabat kecilnya itu.


"Apa mungkin?" Ucap Bintang dalam hati.


__ADS_2