DIJUAL DI MALAM PERTAMA

DIJUAL DI MALAM PERTAMA
bab 61. MATA INDAH DI BALIK CADAR


__ADS_3

"Apa kau sudah siap teman?" Ucap Julian pada Bintang sambil membenahi pakaian nya yang nampak kurang rapi.


"Insya Allah siap." Ucap Bintang sambil mengacungkan jempol.


"Hey...konyol...jangan terlalu tampan lah kalau dandan, cukup aku saja yang merasa tampan hari ini." Ucap Julian meledek Furqon, tentu candaan nya yang konyol membuat kedua nya terkekeh.


"Kalau Halu jangan ketinggian, kalau jatuh akibat nya gila." Ucap Bintang terkekeh.


"Is...kau ini...tidak bisa lihat teman bahagia sedikit, dasar lapuk." Rutuk Julian.


"Hey...bukan nya kau yang lapuk? sampai detik ini juga kau belum punya calon." Ucap Bintang meledek Julian.


"Astaghfirullah...hey...ustadz yang setengah tampan, jangan bicara seperti itu ya kata-kata mu itu seperti doa, apa kau rela ketampanan ku ini luntur begitu saja tanpa ada yang memiliki?" Ucap Julian narsis.


"Baiklah, kalau memang kau merasa tampan dari ku, aku tantang kau untuk mendapatkan istri di tahun ini." Ucap Bintang dengan lantang.


Mendengar tantangan dari sahabatnya tentu Julian menjadi terkejut dengan ekspresi mulut ternganga.


"Ha...ha...rasain!!!" Ucap Furqon terkekeh.


"Ya udah yuk...berangkat sekarang! empat puluh lima menit lagi acara tausyiah nya akan di mulai." Ucap Bintang.


Sedangkan dikamar Syalu dan Syfa, mereka tampak tengah bersiap-siap untuk pergi ke acara tausyiah tersebut.


"Subhanallah...kakak cantik banget ya, alami aja cantik banget, apa lagi udah make up kayak gini, nggak kebayang deh...betapa menyesal nya laki-laki yang udah menyia-nyiakan kakak." Puji Syfa sungguh-sungguh.


"Oh... ya...kayaknya hari ini bukan cuma kakak deh yang terlihat cantik, kayaknya kamu juga hari ini terlihat tampil beda banget." Goda Syalu.


"Masa sih kak?" Ucap syfa tersipu.


"Hum? apa kau tahu,selama kita bersama kakak tidak pernah melihat mu memakai make up, tapi hari ini justru kakak melihat kamu tidak seperti biasanya, siapapun yang melihat kamu pasti pangling." Ucap Syalu jujur.


"Is...kakak ini paling bisa deh bikin aku jungkir balik." Ucap Syfa tersipu, pipinya spontan merah merona seperti tomat mendapatkan pujian dari Syalu.


"Kakak serius Syfa, siapapun laki-laki yang lihat kamu pasti deh langsung jatuh hati." Ucap Syalu jujur.


"Kalau memang ada yang jatuh hati, Syfa berharap jika dia akan segera men ta'aruf Syfa kak." Ucap Syfa serius.


Syalu pun terkesiap mendengar penuturan Syfa, bagaimana mungkin gadis kecil yang hanya beda satu tahun dengan diri nya sudah memikirkan soal pernikahan.


"Kenapa kamu bicara soal pernikahan Syfa, bukan kah itu terlalu cepat untuk kamu?apa kamu tidak ingin sekolah lebih tinggi lagi?" tanya Syalu.


"Pernikahan bukan soal cepat atau lambat kak, tapi soal bagaimana kita siap lahir batin untuk menerima pernikahan itu sendiri, soal sekolah atau kuliah bukankah bisa kita jalani setelah menikah juga." Ucap Syfa menjelaskan.

__ADS_1


"Kakak nggak nyangka kalau pemikiran mu lebih dewasa dari usia mu."Ucap Syalu terkesima.


"Is...kakak ini, Syfa serius tau...!!!tau nggak kak, menikah terlebih dahu baru pacaran itu lebih seru loh kata orang, dan yang jelas menghindari zina dan fitnah." Ucap Syfa.


"Benarkah? bukankah kita akan terlihat asing dan kaku jika menikah dengan laki-laki yang baru kita kenal?" Ucap Syalu penasaran.


"Justru itu kak, prosesnya akan lebih indah dari yang kita bayangkan, mungkin mula nya kita akan canggung dan kaku, tapi setelah nya hanya Allah dan kita yang tahu." Ucap Syfa terkekeh.


Ketika mereka sedang asik mengobrol di kamar tiba saja pintu kamar di ketuk.


Tok


Tok


Tok


Furqon lah yang sedang mengetuk pintu kamar Syalu dan Syfa, karena dia di tugaskan untuk menjemput mereka, dan ketika pintu terbuka alangkah terkejutnya Furqon melihat pemandangan yang ada di depan.


Deg


Deg


Deg


"Siapa Dek?" Ucap Syalu dari dalam.


Keduanya pun tersadar dari tatapan yang seakan-akan mengahanyutkam kedua nya.


"Subhanallah...cantik!!!"Gumam Furqon.


Namun masih dapat di dengar jelas oleh Syfa, Syfa pun merasa tersipu mendengar pujian dari Furqon.


"Oh... ini ada mas Furqon kak." Ucap Syfa sedikit berteriak, kemudian membuat Furqon sedikit tersadar dari kata-kata nya.


"Astaghfirullah...maaf Syfa, mas mau jemput kalian." Ucap Furqon sedikit gugup.


"Apa sudah mau berangkat mas?"jawab Syfa.


"Hum." Jawab Furqon singkat dan sedikit tidak fokus.


"Bang Bintang dan kak Julian mana?" Tanya Syfa lagi.


"Di hatiku." Ucap Furqon yang lagi-lagi kurang fokus.

__ADS_1


"Apa? maksudnya?" Tanya Syfa yang tidak mengerti.


"Oh...bu...bukan apa-apa, maaf." Ucap Furqon gugup.


"Lalu dimana bang Bintang dan juga kak Julian?"Tanya Syfa.


"Mereka sudah menunggu di parkiran,mari!!!" Ucap Furqon.


"Baiklah, aku panggil kak Syalu dulu." Ucap Syfa.


"Baiklah, aku tunggu di luar ya."Jawab Furqon.


"Hum." Syfa mengangguk tersenyum.


Tak lama kemudian Syfa dan Syalu keluar kamar dan segera menemui Furqon. Dan mereka secara bersama-sama pergi menuju parkiran mobil.


"Assalamu'alaikum."Ucap mereka kompak ketika sudah sampai parkiran.


"Wa...alaikum...sa...lam." Ucap Julian dan Bintang dengan tersendat-sendat ketika melihat Syalu dan Syfa mendekati mereka.


Furqon pun terkekeh melihat ekspresi kedua sahabat nya itu.


"Istighfar...ustadz, ingat jaga pandangan!!!" Ucap Furqon mengingat kan kedua sahabat nya sambil terkekeh.


"Astaghfirullah." Ucap mereka serempak sambil membuang pandangan.


"Syfa...cepat pakai cadar kalian!!"Ucap Bintang sambil masuk ke dalam mobil tanpa menyapa Syalu.


" Oh...iya aku lupa, ayo kak kita cepat masuk mobil habis itu pakai cadar nya."Ucap Syfa.


"Iya baiklah." Jawab Syalu.


Kemudian mereka semua masuk mobil tanpa ada yang bicara,semua sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Syalu cantik banget sih hari ni?nggak dandan aja udah cantik, apa lagi dandan kayak hari ini." Ucap Julian dalam hati.


"Syfa...seandainya kamu tahu, betapa aku tidak rela kecantikan mu di lihat oleh laki-laki lain." Ucap Furqon dalam hati.


Sedangkan Bintang diam-diam selalu curi pandang melihat Syalu dari kaca Spion mobil nya, entah kenapa hati nya selalu merasa tergelitik ketika melihat mata indah Syalu di balik cadar, senyum manis gadis yang baru saja di kenal dalam beberapa minggu. Andai dirinya bisa memiliki gadis sebaik dan secantik Syalu, tentu diri nya tidak akan pernah menyia-nyiakan nya.


"Astaghfirullah...apa yang sedang aku fikirkan? kenapa aku berfikir sejauh itu? tidak mungkin aku ingin memiliki gadis yang sudah berstatus menjadi istri orang." Ucap Bintang dalam hati.


Kemudian Bintang berusaha kembali fokus memikirkan acara Tausyiah nya yang akan di berikan nya sebentar lagi. Dia berharap akan selalu fokus ketika memberikan Tausyiah agar tidak mengecewakan orang-orang yang mendengar tausyiah nya nanti.

__ADS_1


__ADS_2