Dikejar Mantan Calon Suami

Dikejar Mantan Calon Suami
Ikram Pradana


__ADS_3

Ikram Pradana putra bungsu dari pasangan Hanan Pradana Dan Manda. Pria berkulit putih itu memiliki perawakan yang tinggi dan tegap. Ketampanannya selalu membuat para wanita terpesona.


Pria itu, saat ini berada di kota Bandung, setelah membantu sang papi ke rumah sakit. Ikram kembali melanjutkan perjalanannya bersama sang kekasih. Hanan sang papi sudah diurus oleh maminya. Pria itu bahkan tak menemui maminya saat wanita itu datang ke rumah sakit.


Ikram benar-benar sedang lari dari dari keluarganya, setelah ia kabur dari pernikahannya. "Sayang, apa kamu tidak mau menunggu papimu?" Olive bertanya saat mereka berada dalam mobil menuju tempat lain.


"Sudahlah Olive, ada mami yang jaga papi. Apa kamu mau melihat aku menikah dengan perempuan lain?" jawab Ikram sambil terus menyetir.


"Nggak dong, ya udah sekarang terserah kamu mau bawa aku ke mana, pokoknya aku ikut," pungkas Olive lalu kembali duduk menghadap ke depan.


Sementara itu di rumah sakit, Manda kedatangan tamu yang tak lain adalah, Ehsan dan Ayudia. Ehsan masuk ke ruangan Hanan. Pria itu terlihat memejamkan matanya dengan nafas yang teratur.


"Hanan, aku tak menyangka kau akan seperti ini, cepatlah bangun," ucap Ehsan sambil duduk di samping ranjang pria itu.


Manda yang duduk bersama Ayudia tak memberitahukan bahwa yang menemukan suaminya adalah putranya. Wanita itu masih takut kalau Ehsan akan menyakiti suaminya. Saat wanita itu diberi pertanyaan oleh Ayudia.


"Aku hanya mendapat kabar dari rumah sakit ini, kalau suamiku kecelakaan." Hanya itu yang keluar dari mulut Manda.


**


Kembali pada Ikram dan Olive.


Pasangan kekasih itu saat ini sedang menyewa sebuah hotel, karena apartemen yang sebelumnya ia sewa jauh tempatnya dari sini. Dalam hati kecil Ikram, ia tetap seorang anak, adi ia akan tetap mengawasi perkembangan sang papi.

__ADS_1


"Kok, pesennya dua kamar sih, Ikram?" Olive protes saat ia juga mendapatkan sebuah kunci untuk kamarnya.


"Ayolah, Olive kita belum menikah, aku akan menyentuhmu setelah kita halal, aku takut tak bisa menhan diriku bila sekamar denganmu," ucap Ikram beralasan.


"Ah, baiklah, Aku sangat mencintaimu Ikram." Olive bergelayut manja pada lengan pria itu.


Hari terus beranjak siang dan akhirnya sore pun tiba. Pasangan itu sedang berjalan-jalan di sebuah mal yang ada di kota itu, Mereka akan berbelanja keperluan mereka selama berada di kota kembang ini.


Ikram selalu memberikan apa pun yang diminta oleh gadisnya,kecuali satu, yaitu tidur bersama.


Pria itu sudah dibutakan oleh cintanya terhadap Olive, seorang wanita dengan gaya sosialita yang selalu menggunakan pakaian bermerek, dan jiwa konsumtifnya yang luar biasa. Namun, bagi Ikram hal itu tidak menjadi masalah karena dirinya juga tidak kesulitan dalam masalah keuangan.


Ikram merasa bahwa hanya Olive yang mampu meluluhkan hatinya, pria itu merasa bahwa Olive adalah seseorang yang ada dalam masa lalunya. Wanita yang dulu pernah ia cintai, tetapi hilang tanpa kabar. Sampai akhirnya, Ikram bertemu dengan Olive, gadis cantik anak pengusaha kaya di ibu kota.


Pertemuan awal mereka terjadi, saat Ikram mengadakan pertemuan dengan klien yang ternyata perusahaan milik ayah Olive. Saat itu, Olive ikut dalam pertemuan itu, gaya manjanya mengingatkan Ikram pada seseorang yang dulu pernah pergi meninggalkannya.


Namun, saat pria itu telah berhasil mendapatkan cintanya, tiba-tiba sang kakeknya dengan mudahnya menjodohkan dengan seorang gadis yang tak ia kenal sebelumnya. Walaupun, gadis itu sama-sama dari kalangan berada, tetapi tak membuat Ikram menyukainya.


Awal pertemuannya saja, Ikram sudah merasa jengkel dengan gadis yang merasa sok cantik itu. Apalagi, gaya manjanya pada orang tuanya jauh berbeda dengan gaya manja Olive yang lebih berkelas.


Siyalnya, saat gadis bernama Vanya itu bertemu dengan sang kakek, ia mengenalnya dengan baik. Ikram kira Vanya akan merasa muak jika bertemu dengan kakeknya, tetapi gadis itu dengan mudahnya mengabulkan permintaan kakek untuk menikah dengannya.


Karena keadaan sang kakek, akhirnya Ikram pun menyetujui pernikahan itu di depan sang kakek.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti, aku akan memberikan hadiah pernikahan yang tak terlupakan oleh kalian semua." Ikram berucap dengan geram saat dua hari sebelum pernikahannya, ia harus mencoba jas pengantinnya.


Ternyata, rencana Ikram memang benar-benar diluar dugaan. Pria itu pergi setelah mencoba jas pengantinnya. Orang rumah bahkan tidak ada yang curiga saat Ikram pergi menggunakan mobilnya malam itu.


Mereka berpikir mungkin Ikram akan berpesta untuk melepas masa lajangnya. Namun, saat hari pernikahan tiba, pria itu tak kunjung datang sampai akhirnya pernikahan mereka pun gagal.


Kakek yang masih berada di rumah sakit, belum diberi kabar mengenai kegagalan pernikahan sang cucu. Pria tua itu, beranggapan bahwa Ikram dan Vanya sedang berbulan madu.


Ikram bahkan tak peduli dengan kondisi sang kakek. Pria itu juga tak memikirkan dampak apa yang akan dialami calon istrinya. Ikram tidak tahu semuanya. Pria itu hanya memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri. Lebih miris lagi saat papinya mengalami kecelakaan, Ikram tak menungguinya, pria itu malah memilih pergi bersama kekasihnya.


Orang tua Olive juga mendukung kepergian mereka berdua. Hal itu tentu membuat Ikram merasa bahwa Olive lah jodohnya bukan Vanya. Namun, alih-alih pergi ke luar negeri, Ikram memilih ke luar kota.


"Kenapa nggak ke luar negeri aja sih, Kram?" Saat itu Olive bertanya pada kekasihnya.


"Untuk saat ini, tidak, Sayang." Ikram hanya menjawab dengan kalimat itu.


Mereka menikmati hari-hari mereka dengan bahagia, tanpa memikirkan keadaan keluarga Ikram dan Vanya yang sedang bersitegang karena dirinya.


Hari terus berlalu, dan Ikram tak memikirkan apa pun selain bersama Olive. Pekerjaannya ia lakukan melalui jarak jauh. Selain itu, Ikram juga ingin mencari cabang baru di kota Bandung ini. Sambil menyelam minum air, itulah yang pria itu lakukan saat ini.


Ikram Pradana pengusaha furniture yang sukses di usia muda. Namun, sifatnya yang egois dan keras kepala sering kali membuat keluarganya kelimpungan dan menjengkelkan.


Pria itu tak akan peduli dengan apapun yang penting keinginannya tercapai bagaimana pun caranya. Sesulit apa pun akan ia tempuh untuk mencapai tujuannya, termasuk kabur dari pernikahannya yang sudah disiapkan sebelumnya.

__ADS_1


Putra bungsu keluarga Pradana itu adalah pria yang sangat sulit diatur dan hidup dengan sesuka hatinya.


"Apa yang aku inginkan harus tercapai dengan cara apa pun, aku tak peduli." Ikram selalu berkata seperti itu pada siapa pun yang menantangnya, termasuk keluarganya sendiri.


__ADS_2