Dikejar Mantan Calon Suami

Dikejar Mantan Calon Suami
Surat Perjanjian


__ADS_3

"Aku ...." Ikram semakin mendekatkan wajahnya dan Vanya menutupi wajah dengan kedua tangannya.


Terdengar kekehan Ikram saat Vanya terlihat ketakutan. "Mas Ikram?"


Pria itu sudah melepaskan tubuh Vanya dan berdiri di hadapan gadisnya dengan melipat kedua tangan di depan dada. Sementara Vanya masih menutupi wajah dengan kedua telapak tangan.


Saat gadis itu mengintip dari celah jarinya, Ikram tersenyum ke arahnya. "Ish, Mas Ikram ngapain sih?"


Lalu gadis itu pun keluar dari kamar itu. Ia kembali duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya.


Ikram pun mengikuti dan duduk di sampingnya. "Kamu bawa apa dari papi?"


Vanya hanya menunjukkan paper bag yang ada di meja dengan dagunya. Kemudian Ikram pun mengambilnya dan membukanya. Di sana ada dua kotak makan dan satu map coklat.


Vanya terkejut dengan isinya. Saat membuka kotak makannya. Ada tulisan di sana.


Vanya belum sarapan, jadi mami bikin dua buat Nak Ikram juga.


"Ih, mami apaan sih?"


"Tuh yang di map coklat pasti dari papi, buka dulu deh."


"Nanti saja, kita sarapan dulu aku juga udah lapar. Ayo mau aku suapin?" ajak Ikram lalu membuka kotak makan satunya lagi untuk Vanya. Menunya begitu menggugah selera.


"Aku mau pulang aja. Mas makan sendiri aja." Vanya beranjak dari duduknya. Namun, kali ini Ikram hanya diam dan menikmati sarapannya.


Saat Vanya sampai di depan pintu dan menekan handlenya, pintu itu tak terbuka. "Mas Ikram kuncinya," ucap gadis itu.


Pria itu tak merespon ia sibuk dengan makanannya. Sementara Vanya terus menekan handle pintunya.

__ADS_1


"Makan dulu sini." Ikram menepuk sofa di sampingnya. "Aku juga mau cerita sedikit."


Melihat Ikram yang tetap tenang membuat Vanya akhirnya menuruti perkataan pria itu. Gadis itu mendekat dan kembali duduk di samping Ikram. "Mau cerita apa?"


"Nih makan dulu, aku nggak mau kamu sakit." Ikram menyodorkan satu sendok makanan ke arah mulut Vanya.


"Aku bisa sendiri." Vanya mengambil kotak makannya lalu mulai menyuapkan makanannya.


Ikram tersenyum kemudian bersandar pada sofa. "Semalam aku pulang ke apartemen ... aku lupa mengganti passwordnya."


Vanya menoleh ke arah pria itu dengan kening berkerut. "Kenapa harus ganti?"


Ikram berubah serius saat mendengar pertanyaan gadis di depannya. "Kamu nggak akan marah, kan?"


"Ngapain? Itu apartemennya Mas Ikram." Vanya menjawab apa adanya.


Ikram pun menghela nafasnya sebentar sebelum kembali bercerita. "Semalam saat aku kembali ke apartemen di sana sudah ada ... Oliv ...." Ikram ingin melihat reaksi gadisnya yang ternyata biasa saja. Vanya malah sibuk mengunyah makanannya.


Vanya pun menoleh ke arah pria jangkung fi sampingnya, kemudian menggelengkan kepalanya.


"Kamu itu calon istri aku, Vanya. Masa nggak cemburu calon suaminya disamperin mantan pacar?" Ikram heran dengan sikap keras kepala gadis di sampingnya. Entah mengapa pesonanya yang biasa dengan mudah menjerat para wanita tak berlaku pada gadis bernama Vanya.


"Kita nggak pernah pacaran, nikah juga karena perjodohan. Rasa itu belum ada di aku, Mas." Vanya menjawab santai setelah menelan makanannya.


Ikram kembali menghela nafas, tetapi kemudian pria itu tersenyum dan mengusap rambut Vanya dengan lembut. "Baiklah, aku akan berusaha membuat kamu jatuh cinta sama aku. Oh iya soal Olive, aku langsung meninggalkannya tenang saja."


"Ish, nggak punya perasaan. Yang dulu dikejar-kejar masa sekarang dibuang gitu aja sih? Jangan-jangan nanti juga pas aku udah jadi istri ...." Tiba-tiba Ikram menempelkan jari telunjuknya pada bibir mungil Vanya.


"Aku akan setia, kamu berbeda dengan dia."

__ADS_1


Kini keduanya sudah selesai dengan sarapannya. Ikram pun saat ini mulai membuka amplop cokelat yang berada di atas meja. Vanya juga sepertinya tak mengetahui isi dari amplop itu.


Saat Ikram mulai mengeluarkan beberapa lembar kertas di sana, pria itu mulai fokus membaca. Sesekali alisnya berkerut hingga membuat Vanya penasaran. Namun, Vanya bukanlah tipe wanita kepo yang ingin tahu segalanya. Justru kesempatan itu ia gunakan untuk mencari kunci pintu kantor Ikram agar ia bisa segera pergi dari sana.


Saat Ikram selesai dengan kertas-kertas itu, Vanya sudah berdiri di depan pintu dan membuka kuncinya. "Eh, kamu mau ke mana?"


"Aku harus pulang, bye Mas Ikram." Vanya berlari keluar sambil melambaikan tangannya.


"Aish, gadis itu ...." Ikram tersenyum bahagia. Namun, saat mengingat surat perjanjian yang ditawarkan papi mertuanya itu ia kembali berubah serius. Namun, demi menebus semua kesalahannya, Ikram menyetujui semua persyaratannya walaupun sangat berat dan beresiko.


Ikram pun kembali duduk dan kini beralih ke kursi kebesarannya. Setelah selesai menandatangani surat itu, ia kembali memasukkannya ke amplop cokelat. Kini Ikram pun mulai fokus pada pekerjaannya.


Hari semakin siang dan berubah sore sampai akhirnya malam pun tiba. Ikram bergegas pulang. Pria itu akan kembali ke apartemennya dan mengganti password apartemennya itu. Lalu kembali ke kediaman Pradana. Sepertinya tidur di apartemen saat ini bukanlah ide yang bagus.


Ikram mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Isi surat perjanjian itu terus berputar di kepalanya.


Jika kamu berani menyakiti putriku jangan harap kamu bisa bernafas dengan lega di kota ini. Vanya adalah putriku satu-satunya, cintaku. Jangan berpikir bahwa semuanya akan sama seperti semula Ikram Pradana.


Putriku adalah nafasku, jangan pernah merebutnya dariku.


Ikram pun memejamkan matanya sesaat saat mobilnya berhenti di lampu merah. Masih banyak lagi beberapa persyaratan lain. Namun, kalimat terakhir itu membuat Ikram sadar bahwa Vanya adalah wanita yang sangat berharga.


Saat lampu lalu lintas berubah hijau, pria itu pun kembali melajukan mobilnya. Saat melewati sebuah resto ia melihat sosok wanita yang sejak tadi pagi mengganggu pikirannya. Wanita itu terlihat tertawa ceria bersama seorang pria.


"Yuki?"


Happy reading


Minal aidzin walfaidzin maaf lahir batin buat semuanya. Maaf mungkin ucapannya telat banget tapi baru saat ini aku bisa pegang hengpong dan menyapa kalian semua.

__ADS_1


Jan lupa THR nya bagiin buat akoh ya wkwkw


__ADS_2