DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 10 (MENJIJIKKAN)


__ADS_3

“Kenapa sayang? Kenapa kamu tiba-tiba bilang kayak gitu?” tanya Belinda.


Namun tidak ada jawaban dari Alya, wanita itu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum ke arah maminya.


“Alya, apa Tommy menyakitimu? Apa dia melakukan sesuatu kepadamu?” tanya Belinda yang semakin penasaran.


Namun lagi-lagi anaknya itu hanya menggelengkan kepala membuat Belinda semakin tidak sabar.


“Alya! Mami mohon bicaralah! Apa yang sudah dia lakukan kepadamu?” tanya Belinda dengan nada yang tegas.


Alya tiba-tiba menangis tersedu-sedu, sedangkan Belinda segera memeluk tubuh putrinya, dia tau ada sesuatu yang membuat Alya sampai berkata seperti itu.


“Menangislah sampai kamu puas, setelah itu kamu harus menceritakan semuanya kepada mami.” Ucap Belinda sambil terus mengelus punggung putrinya dengan lembut.


“Hiksss,,, hikss,, mami...” ucap Alya dengan suara yang terbata-bata.


“Ada apa sayang? Apa yang sudah di lakukan laki-laki itu kepadamu?” tanya Belinda.


“Hikss,, mi, Tommy dan Teresa, mereka berdua selingkuh.” Ucap Alya yang terus menangis.


“Apa!? Kamu serius? Kamu ga salah lihat sayang?” tanya Belinda yang langsung melepaskan pelukannya dan menatap dalam wajah putrinya.


“Engga mi, Alya lihat dengan mata kepala Alya sendiri, tadi pagi waktu Alya mau ngasih kejutan malah Alya yang di kasih kejutan.” Ucap Alya yang mulai tenang dan tangisannya mulai berhenti.


“Terus kenapa kamu tetap melanjutkan perutangan ini Alya? Kalau kamu sudah tau harusnya kamu langsung membatalkannya tadi.” Ucap Belinda.


“Mi, Alya sengaja melakukan itu, Alya mau membalas dendam, Alya mau merubah penampilan Alya agar lebih menarik agar membuat Tommy menyesal sudah menduakan Alya, lalu nanti Alya akan membatalkan pertunangan ini secara sepihak.” Jelas Alya.


Belinda sedikit terkejut dengan apa yang sudah di rencanakan oleh putrinya itu, putri yang dia kenal sangat baik dan tidak pernah mau membalas dendam, sekarang malah sudah merencanakan balas dendamnya sendiri dengan matang.


“K-kamu baik-baik saja kan Al?” tanya Belinda.


“Iya mi aku ga apa-apa kok, aku baik-baik saja sekarang setelah seharian aku menenangkan diri.” Ucap Alya sambil senyum yang di paksa.


“Cih! Menenangkan diri apanya? Semakin stress aku bertemu dengan laki-laki itu!” batin Alya di dalam hatinya.


“Baguslah! Mami senang karena kamu sudah bisa menerima semua yang terjadi, papi sama mami juga ga pernah suka sama laki-laki itu, hanya saja mami menghargai perasaanmu dan membiarkanmu memilih sendiri laki-laki yang akan menemanimu seumur hidup.” Ucap Belinda.


“Terimakasih karena selalu membiarkan aku memilih jalanku sendiri mami..” ucap Alya yang langsung memeluk tubuh maminya dengan erat.

__ADS_1


“Sama-sama sayang.” Balas Belinda.


“Oh iya mi, sepertinya sudah malam mi, aku harus segera pulang.” Ucap Alya.


“Pulang? Pulang ke mana sayang? Di sini lah rumahmu.” Ucap Belinda.


“Mami,, Al tau mami mengerti apa yang Alya maksud.” Balas Alya dengan mengerutkan keningnya.


“Tapi ini sudah malam, mami mau kamu tidur di sini lagi malam ini.” Ucap Belinda.


“Engga mi, pekerjaanku masih menumpuk, aku harus segera kembali dan mengerjakan semuanya.” Ucap Alya dengan wajah memelas.


“Haaah, kamu tau mami tidak bisa melihat wajahmu seperti itu.” Ucap Belinda yang membuat Alya tersenyum.


Alya bangkit dari duduknya, dia sudah menghabiskan teh hangat dan kentang goreng yang di buat Belinda.


“Oh iya mi, jangan bilang sama papi apa yang tadi aku ceritakan ya. Mami tau kan kalau papi akan langsung bertindak sebelum aku membalas dendam?” tanya Alya.


“Iya sayang, tapi suatu saat nanti papi akan mengetahui semuanya dan kamu harus bisa menerimanya.” Balas Belinda yang di balas anggukan oleh Alya.


Alya mengulurkan tangannya untuk membantu maminya berdiri dan mereka berdua masuk ke dalam rumah bersama-sama.


Alya segera berpamitan kepada semua orang, walaupun papi dan adik-adiknya melarang Alya untuk pulang ke apartmentnya, namun karena Alya terus memohon akhirnya mereka semua membiarkan Alya untuk pulang ke apartmentnya dengan catatan harus di antar oleh supir pribadi papinya.


Karena Alya tau papinya akan menyuruh supirnya untuk mengantar Alya sampai depan pintu apartmentnya.


“Tapi non.”


“Sudah aku bisa sendiri kok pak, nanti bapak bilang aja udah anter aku sampe depan pintu.” Ucap Alya yang langsung keluar dari mobil.


Supir itu hanya mengangguk, namun dia tidak langsung pergi sampai melihat Alya benar-benar masuk ke dalam lift.


Ting!! Pintu lift terbuka, namun Alya terkejut saat melihat Tommy berada di depan pintu apartmentnya. Alya berjalan menghampiri Tommy dengan malas.


“Tom? Kenapa kamu ada di sini?” tanya Alya.


“Apa aku salah ingin bertemu dengan tunanganku sendiri?” tanya Tommy.


Mendengar ucapan Tommy membuat Alya ingin muntah dan tertawa keras, bisa-bisanya laki-laki itu berbicara manis setelah tidur dengan wanita lain selama bertahun-tahun.

__ADS_1


“Apa dia pikir aku ini sebodoh itu? Apa dia pikir aku adalah Alya yang polos seperti dulu? Cih, menjijikkan!” Batin Alya.


“Ini sudah malam, sebaiknya kamu pulang karena aku sudah lelah dan ingin beristirahat.” Ucap Alya.


“Kalau begitu aku menginap di sini saja, kita kan sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, jadi bukankah tidak masalah kalau aku menginap di apartment kamu?” tanya Tommy.


Mendengar ucapan Tommy membuat Alya terkejut, matanya melotot dan mulutnya menganga, dia tidak percaya laki-laki tidak tau diri itu berani untukijin menginap.


“Maaf, tapi sebelum janur kunging melengkung aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun itu menginap di apartment ku, termasuk tunanganku sendiri!” ucap Alya dengan tegas.


“Al? kenapa kamu sepertinya berubah? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Tommy yang sebenarnya sudah sejak tadi merasa kalau Alya berubah.


“Aku tidak tau, apa kamu merasa sudah melakukan kesalahan kepadaku?” tanya Alya yang membuat Tommy langsung salah tingkah.


“K-kenapa kamu bilang seperti itu?” tanya Tommy gugup.


“Ga apa-apa, kali aja kamu lagi membunyikan sesuatu dari aku.” Balas Alya dengan santai.


"Engga kok aku ga nyembunyiin sesuatu!" balas Tommy dengan cepat.


"Kalo gitu kamu pulang aja dulu Tom, ini udah malem juga aku ga mau buat yang lain keganggu." ucap Alya.


Tiba-tiba seseorang keluar dari sebelah apartemen Alya yang membuat Alya dan Tommy menoleh ke samping secara bersamaan.


Tommy hanya menatap tidak suka dengan laki-laki yang baru saja keluar, sedangkan Alya langsung melotot bahkan dia melangkah mundur tanpa sadar.


Tommy menatap aneh ke arah Alya yang terkejut melihat laki-laki itu.


"Kenapa kamu kaget gitu? Kamu kenal dia?" tanya Tommy.


"Iya." Sahut laki-laki itu.


"Tidak!" Sahut Alya dengan cepat.


Keduanya berbarengan menjawab pertanyaan dari Tommy membuat Tommy semakin curiga.


"I-iya kami kenal, bukankah kami bertetangga? Tentu saja kami saling kenal." Ucap Alya meralat jawabannya.


Tommy hanya manggut-manggut percaya, lalu perhatiannya kembali ke pada tunangannya yang masih melihat ke arah laki-laki apartemen sebelah membuat Tommy tidak suka.

__ADS_1


"Al! Alya!" Ucap Tommy sedikit berteriak membuat Alya terkejut.


"Eh? Iya Tom sebaiknya kamu pulang saja aku sudah lelah sekali!" ucap Alya yang langsung masuk ke dalam apartemennya dan menutup pintu tanpa menunggu Tommy pergi dari sana.


__ADS_2