
Pagi hari yang cerah, saat ini May dan Jay sudah berada di meja makan dan mereka bersiap untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Sedangkan saat ini Alya sedang sibuk memasak sarapan untuk kedua anaknya, Alya tidak pernah melewatkan untuk membuat sarapan sesibuk apapun dia.
Tok,, tok,, tok... seseorang mengetuk pintu rumah Alya membuat semua orang yang ada di sana mengalihkan pandangan ke arah ruang tamu.
“Biar May aja yang buka ma.” Ucap May yang langsung berdiri dari kursi makannya sebelum Alya melangkahkan kakinya.
Alya hanya mengangguk membiarkan putrinya untuk membuka pintu, sedangkan Alya kembali melanjutkan kegiatan memasaknya karena anak-anaknya harus segera berangkat sebelum terlambat.
Ceklek! May sudah membuka pintu rumahnya dan dia terkejut saat melihat seseorang yang ada di hadapannya dengan penampilan casual membuat laki-laki itu terlihat semakin tampan.
“Papa?” ucap May dengan senyum lebarnya.
“Morning sayang.” Sapa Arsen dengan senyum yang lebar sambil memberikan salah satu buket bunga yang sejak tadi dia sembunyikan di balik tubuhnya.
“Wah, cantiknya.” Ucap May yang terlihat bahagia mendapatkan buket bunga Lily dari sang papa.
“Seperti putri papa yang cantiknya selalu bertambah setiap detiknya.” Balas Arsen yang semakin membuat May tersipu malu.
“Oh iya, ayo masuk pa, kebetulan banget kita lagi nunggu mama selesai masak sarapan.” Ajak May yang di angguki oleh Arsen.
May berlari kecil menuju dapur sambil bersenandung bahagia, sedangkan Arsen hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah putrinya yang menggemaskan menurutnya.
Arsen sengaja tetap membuka pintu pagar dan pintu rumah Alya karena dia tidak ingin ada gosip di antara para tetangga, karena dia pernah mendengar ada beberapa tetangga yang mengatakan kalau Alya adalah janda gatel yang menggoda Arsen yang notabene adalah orang baru di sana.
Mereka membicarakan Alya tanpa tahu kebernarannya, mereka mengira kalau Alya menggoda Arsen padahal Arsen lah yang mengejar-ngejar Alya.
Arsen sudah berada di dapur, dia melihat Alya sedang menyiapkan sarapan, sedangkan Jay sedang asik dengan game di ponselnya sampai kedua orang itu tidak menyadari kehadirannya.
“Ma..” panggil May.
“Hem? Siapa yang berkunjung sayang? Uncle Liam?” tanya Alya.
“Bukan uncle Liam ma.” Balas May.
“Terus siapa kalau bukan uncle Lia...m..?” ucap Alya sambil berbalik dan terkejut saat melihat Arsen yang saat ini sedang tersenyum lebar memamerkan ketampanannya.
Menyadari kalau mamanya bereaksi seperti orang yang sedang terkejut membuat Jay ikut menghentikan jari-jarinya dan menoleh ke arah May, dia juga merasa sedikit terkejut karena dia tidak pernah mengira kalau Arsen akan datang ke rumah mereka.
“Surprise!!” teriak May dengan bahagia.
“May? Kamu yang undang dia ke sini?” tanya Jay dengan ketus dan tatapan tidak bersahabat ke arah Arsen dan May.
“Aku ga undang papa Jay, tadi papa yang ketuk pintu jadi aku ajak sarapan sekalian bareng-bareng.” Jelas May.
__ADS_1
“Selamat pagi, maaf ya aku datang tanpa bilang, aku hanya ingin makan bersama anak-anakku saja.” Ucap Arsen menjelaskan niatnya kepada Alya.
Alya sebenarnya kesal dengan sikap Arsen yang seenaknya, tapi mau bagaimana lagi? Arsen adalah papa kandung anak-anaknya, tidak mungkin Alya egois melarang kedua anaknya bertemu dengan papa kandungnya.
“Sudah jangan ribut lagi, ayo kita sarapan!” tegas Alya sambil menata piring yang berisi lauk di atas meja.
May tersenyum senang mendengar persetujuan dari mamanya, begitu juga dengan Arsen dan keduanya saling bertatapan lalu tanpa di sadari oleh Alya dan Jay, May dan Arsen melakukan high five di bawah agar Jay dan Alya tidak melihatnya.
FLASHBACK
Malam hari di rumah Alya, Alya dan Jay sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Jay sibuk dengan gamenya, sedangkan Alya sibuk dengan desain pakaian baru yang sedang dia kerjakan.
Sedangkan May tidak memiliki apapun yang harus dia kerjakan membuat gadis cantik itu merasa bosan dan berpikir untuk keluar untuk berjalan-jalan.
May segera menghampiri Jay di kamarnya, seperti biasa Jay selalu budeg kalau sudah bermain game, jadi May langsung membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam tanpa meminta ijin lebih dulu.
“Jay, ayo keluar cari cemilan.” Rengek May sambil mengglandoti lengan saudara kembarnya itu.
“Ck! Kamu ini mengganggu saja! Pergi sana!” ketus Jay.
Mendengar Jay yang mengusirnya membuat May kesal, dia ingin sekali mencabut kabel komputer Jay namun tidak bisa karena akan terjadi perang dunia ke sepuluh nanti kalau dia melakukan hal itu.
May memutuskan untuk keluar dari kamar Jay dan pergi ke ruang kerja mamanya untuk berpamitan.
“Yes sayang, masuk.” Balas Alya dari dalam ruang kerja.
Akhirnya May membuka pintu ruang kerja mamanya namun hanya kepalanya saja yang dia masukkan ke dalam, sedangkan tubuhnya masih setia berada di luar ruangan.
“Ada apa sayang? Kenapa kamu ga masuk?” tanya Alya.
“Ma, May cuma mau ijin ke luar boleh? May bosan di rumah, mau cari angin ke taman komplek.” Ucap May meminta ijin.
“Sendirian aja? Jay ga ikut?”
“Mama tau sendiri dia kalo lagi main game ga bisa di ganggu gugat.” Balas May yang membuat Alya menghela napas panjang.
Sebenarnya Alya tidak suka kalau Jay selalu bermain game, tapi dia sudah terlanjur janji padanya kalau dia mendapat nilai yang sempurna maka Alya tidak akan melarang Jay bermain game selama masih tahu waktu.
Dan ternyata Jay selalu mendapat peringkat pertama dan May mendapat peringkat kedua, awalnya kedua saudara kembar itu selalu bertengkar karena nilai mereka, tapi seiring berjalannya waktu dan mereka sudah lebih dewasa, sekarang keduanya tidak pernah bertengkar masalah nilai Jay yang selalu di atas May.
“Baiklah mama ijinkan kamu keluar tapi hati-hati dan jangan sampai jam sembilan kamu belum pulang!” tegas Alya.
“Siap bos!” seru May sambil tangannya di taruh di pelipis seperti orang yang sedang hormat.
May kembali menutup pintu ruangan mamanya lalu dia berjalan ke kamarnya untuk mengambil jaket karena saat itu cuaca sedang dingin.
__ADS_1
May berjalan-jalan sambil tersenyum, dia senang karena bisa menikmati taman di kompleknya yang ternyata sangat ramai saat malam. May memang tidak pernah keluar saat malam karena dia pikir tidak akan ada orang, tapi ternyata salah, ada banyak sekali orang yang bermain dan berjualan.
May duduk di bangku taman sambil melihat ke arah anak muda seusianya sedang bermain basket di lapangan yang tidak jauh dari tempatnya duduk, May senang sekali, dia memang sangat menyukai olahraga dan tidak ada olahraga yang tidak bisa May lakukan.
“Kenapa hanya melihat saja? Bukankah kamu juga menyukai olahraga?” tanya seseorang dari belakang yang membuat May terkejut dan langsung menoleh ke arah belakang.
“Papa!!!” teriak May dengan sangat bahagia bertemu sang papa kembali.
“Hai sayang, kenapa kamu sendirian di sini?” tanya Arsen yang langsung duduk di sebelah sang putri.
“Papa, aku hanya bosan di rumah karena tidak memiliki kerjaan.” Balas May.
“Ke mana Jay?” tanya Arsen.
“Dia sibuk dengan gamenya.”
“Mama?”
“Mama sedang membuat desain pakaian baru.”
“Mama kalian sangat bekerja dengan keras.” Ucap Arsen dengan lirih sambil melihat ke langit.
“Ya, mama bilang dia harus bekerja dengan keras agar aku dan Jay tidak hidup dalam kesusahan.” Jelas May.
“Maafkan papa karena datang terlambat, maaf karena papa tidak mencari kalian lebih cepat.” Ucap arsen yang kembali merasa bersalah.
“Tidak apa-apa pa, aku tau percintaan orang dewasa itu sangat sulit, itulah kenapa aku tidak pernah mau berpacaran.”
“Bagus kalau begitu, papa juga tidak suka ada laki-laki yang merayumu dan nanti dia akan merusakmu! Papa
masih ingin memeluk putri papa sepuasnya, kalau kamu sudah jatuh cinta pasti kamu tidak mau berdekatan dengan papa lagi.” Ucap Arsen.
May hanya tertawa lalu tiba-tiba dia mendapatkan ide yang bagus.
“Pa, apa papa benar-benar ingin bersama dengan kami?” tanya May.
“Tentu saja! Papa akan melakukan apa saja untuk kembali bersama kalian.” Jawab Arsen dengan penuh keyakinan.
“Kalau begitu, datanglah besok untuk sarapan bersama kami.” Ajak May.
Mendengar ucapan putrinya membuat Arsen senang bukan main, karena akhirnya putrinya mau memberinya lampu hijau.
FLASHBACK END
Dan begitulah awal bagaimana Arsen bisa berada di rumah Alya saat ini.
__ADS_1