DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 71


__ADS_3

Acara pun di mulai, pembawa acara mulai memanggil nama Liam ke atas panggung, begitu juga dengan Arabella.


Liam dan Arabella naik ke atas panggung secara bersama-sama sambil tersenyum bahagia.


Semua orang bersorak saat keduanya naik ke atas podium untuk memberikan sambutan.


Ada banyak orang yang menyayangkan hubungan keduanya yang ternyata hanya sebatas teman saja, padahal banyak sekali yang menganggap kalau keduanya sangat cocok bersama.


"Hari ini kita akan mendengar sambutan dari pemilik perusahaan dan hotel ini, tuan Liam di persilahkan waktu dan tempatnya." ucap sang pembawa acara.


Liam segera maju beberapa langkah mendekati mic dan memulai sambutannya.


"Saya bisa berdiri di atas sini sekarang bukan hanya karena usaha saya, tapi juga usaha dan dukungan dari rekan yang sudah menemani saya selama lima belas tahun ini." ucap Liam sambil menunjuk ke arah Bella yang masih berdiri di belakangnya sambil tersenyum.


"Arabella, dia adalah wanita yang sangat kuat dan hebat, dia bisa membuktikan kalau dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri dan berhasil membuat Arabella's boutique menjadi sangat besar dan memiliki cabang di mana-mana." jelas Liam.


"Padahal sejak awal saya sudah menawarinya bantuan agar usahanya bisa langsung maju, hanya saja dia tidak mau dan sekarang dia bisa membuktikan kalau dia sukses tanpa bantuan dari siapa pun."


"Banyak sekali lika-liku yang terjadi di hidupnya sampai membuat wanita yang lemah itu malah menjadi wanita yang mandiri dan sangat kuat."


"Ah tidak perlu panjang lebar lagi, maaf ya, saya terlalu mengagumi dia karena dia sangat hebat, untuk semua yang sudah hadir di sini terimakasih banyak dan selamat menikmati fasilitas yang ada di sini." ucap Liam menutup sambutannya.


"Oke, karena kita sudah mendengar sambutan dari pemiliknya, bagaimana kalau kita mendengar sambutan dari pendukungnya?" tanya pembawa acara yang membuat semua tamu undangan bersorak.


Bagaimana tidak? Kecantikan Bella benar-benar membuat semua orang terpukau, walaupun sudah berkepala empat, tapi hal itu tidak melunturkan kecantikan Bella.


Arsen pun mengakui hal itu, dulu Alya yang dia kenal adalah wanita yang terlihat polos dan lugu, namun saat ini dia melihat istrinya dengan sosok yang berbeda.


Alya saat ini jauh dari kata lugu dan polos, Alya yang sekarang adalah Alya yang berani dan seksi, terlebih kecantikannya yang menambah seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


"Dia beneran Alya yang kita kenal kan? Cantik banget woy!" bisik Ferdinand saat Alya berjalan maju mendekati mic.


"Diem lo berisik!" ketus Arsen yang menatap tajam ke arah podium.


Sedangkan Ferdinand hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi wajah atasannya yang menahan amarah namun juga ikut terpukau dengan kecantikan Alya yang sekarang.


Arsen dan Ferdinand kembali fokus pada Alya yang mulai memberikan sambutan.


"Pertama saya ucapkan terimakasih untuk semua orang yang sudah meluangkan waktunya untuk datang ke pembukaan perusahaan dan hotel kami." ucap Bella dengan suara lembutnya.


"Semua yang di katakan Liam hanyalah pujian semata untuk saya, dia bisa seperti ini karena usahanya sendiri dan keinginannya untuk menjadi lebih sukses lagi."


"Saya juga mau berterimakasih kepada Liam yang sudah menjaga saya selama lima belas tahun, terimakasih karena selalu ada untuk saya di saat saya sedang berada di bawah sampai saat ini."


"Saya juga ingin menyampaikan untuk semua orang agar tidak menjodohkan saya dengan Liam lagi, karena sebentar lagi Liam akan menikah dan saya tidak mau sampai membuat hatinya terluka, calon istri Liam sudah seperti adik untuk saya, jadi kedepannya saya mohon untuk tidak menjodohkan kami atau memberikan komentar negatif kepada calon istri Liam." jelas Bella.


Karena ada banyak sekali media yang datang membuat Bella sengaja untuk mengatakan hal ini agar semua orang tahu kalau Liam sebentar lagi akan menikah dan tidak ada hubungan apa-apa di antara dirinya dengan Liam.


Setelah acara sambutan selesai, Bella kembali turun dari podium, sedangkan Liam masih di berikan beberapa pertanyaan.


Bella yang sudah turun di kejutkan dengan seseorang yang seenaknya menarik tangannya dan membawanya ke dalam lift.


Bella masih belum bisa melihat siapa orang yang membawanya karena terlalu panik, orang itu langsung menekan tombol lift ke rooftop membuat Bella semakin ketakutan.


"Apa yang mau kamu lakukan?! Siapa kamu sebenarnya?!" ketus Bella.


Laki-laki itu langsung berbalik melihat ke arah Bella dengan tatapan tajam, dia adalah Arsen, laki-laki yang selama ini dia benci namun juga dia rindukan.


Mata Bella seketika berkaca-kaca menahan tangisnya, bukan menahan tangis karena dia luluh, tapi menangis karena mengingat akan kesulitan yang sudah dia alami selama masa kehamilan.

__ADS_1


"Bella? Cih! Sejak kapan Alya menjadi Arabella?" tanya Arsen dengan senyum sinisnya sama seperti saat pertama kali mereka bertemu.


"Kau! Bagaimana bisa kamu ada di sini!?" ketus Bella yang sudah bisa mengatur emosinya.


"Bagaimana bisa aku di sini? Aku bisa di sini karena kamu Alya, oh? Atau sekarang aku harus memanggilmu nona Bella bukan?" ucap Arsen dengan dingin.


Bella mulai ketakutan melihat raut wajah Arsen, laki-laki itu kembali seperti dulu saat mereka pertama bertemu, namun sebisa mungkin Bella berusaha untuk mengalahkan rasa takutnya itu.


"Apa yang kamu inginkan Arsen!?" teriak Bella berusaha untuk membuat rasa takutnya hilang.


Namun tidak ada jawaban sama sekali dari Arsen membuat Bella benar-benar frustasi.


Sampai akhirnya pintu lift pun terbuka lebar, Arsen langsung menarik tangan Bella kembali dan membawanya ke tengah-tegah rooftop.


"Argghh! Sakit Arsen!" teriak Bella sambil memegangi pergelangan tangannya yang merasa sakit akibat cengkraman tangan Arsen yang kuat.


"Sakit? Heh! Hatiku lebih sakit Al! Kamu pergi begitu saja tanpa membicarakan apa-apa kepadaku!"


"Bukankah kamu bilang kamu percaya padaku? Lalu kenapa kamu pergi hanya karena video itu? Bahkan hamil saja kamu belum, lalu apa yang kamu takutkan sampai kamu pergi selama lima belas tahun!"


Arsen meluapkan semua emosinya di hadapan Alya, sedangkan Alya pun sengaja tidak mengatakan apapun sampai Arsen puas mengatainya.


"Apa kamu sudah selesai?" tanya Alya dengan santai namun tidak ada jawaban dari Arsen yang menandakan kalau dia memang sudah selesai berbicara.


"Bagaimana bisa aku bertahan jika selama ini kamu bahkan tidak pernah mengatakan kalau kamu mencintai aku, jelas itu adalah kamu Arsen, dan saat itu aku sedang mengandung! Aku berencana untuk memberitahu kamu setelah pesta selesai tapi ternyata yang aku dapat malah sebuah kata-kata yang membuat aku ketakutan!"


Alya menjelaskan dengan mulut yang bergetar, sebenarnya Alya juga tidak mengerti kenapa dia langsung terbawa emosi dan langsung pergi begitu saja, mungkin karena dia sedang hamil dan perasaannya sangat sensitif.


Apa lagi saat itu Alya memang sedang mengandung dan tentu saja hal itu membuat Alya semakin ketakutan kalau anaknya nanti akan di ambil oleh Arsen dan Anjali.

__ADS_1


Deg!! Mendengar ucapan Alya membuat Arsen melotot, hamil? kata-kata itu terngiang di telinga Arsen.


__ADS_2