
Di tempat lain, Arsen kebingungan mencari Alya kesana kemari, dia sudah mencari ke dalam villa dan juga ke sekeliling villa namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Alya sama sekali membuat Arsen frustasi dan khawatir.
Arsen pun segera menghampiri satpam yang menjaga villa untuk bertanya siapa tahu satpam itu melihat Alya.
“Tuan Arsen? Ada apa tuan?” tanya satpam itu saat melihat majikannya itu terlihat kebingungan.
“Pak, bapak lihat istri saya? Bapak tau kan istri saya yang saya kenalkan kemarin sama bapak.” Ucap Arsen.
“Oh nona Alya tuan? Tadi saya lihat nona Alya jalan terus ke daerah sana tuan, di sana ada taman dan taman itu masih masuk lingkungan villa keluarga anda kok tuan.” Jelas pak satpam.
“Benarkah pak? Baiklah terimakasih banyak ya pak.” Ucap Arsen yang langsung berjalan cepat ke arah yang tadi di tunjuk oleh pak satpam.
Setelah mendengar ucapan satpam itu, Arsen segera mencari Alya di sebuah taman yang masih asri, masih banyak pepohonan yang memiliki daun yang rimbun namun tertata sangat rapih sehingga masih aman di lewati orang.
Arsen terus berjalan sambil sesekali berteriak memanggil istrinya, namun hasilnya tidak ada jawaban sama sekali.
Arsen sudah mulai frustasi karena dia tidak bisa menemukan Alya, sampai akhirnya saat Arsen memutuskan untuk mengambil nafas, barulah dia melihat Alya yang sedang melihat-lihat tanaman yang berada beberapa meter dari tempatnya berdiri.
Laki-laki itu sengaja tidak langsung menghampiri Alya, dia membiarkan Alya untuk menikmati keindahan tanaman yang menarik perhatiannya itu. Arsen hanya mengeluarkan ponselnya dan mulai memotret Alya yang saat itu sangat cantik di bawah terik matahari yang mengenai wajahnya.
Alya yang sejak tadi fokus melihat tanaman yang indah itu seketika terdiam, dia sadar kalau ada seseorang yang sejak tadi memperhatikanya. Karena hal itu Alya segera menoleh ke arah orang yang memperhatikannya dan wajah Alya seketika kembali tidak mood saat melihat Arsen yang ada di sana.
Melihat Arsen yang ada di sana membuat Alya segera memalingkan wajahnya dan berjalan menjauhi Arsen. Arsen yang melihat hal itu langsung berlari mengejar Alya dan segera menggenggam tangan Alya membuat langkah Alya terhenti.
“Kamu mau kemana lagi Al? ga kasihan aku dari tadi nyariin kamu kemana-mana loh.” Ucap Arsen.
“Kasihan? Kalo ngerasa capek nyari aku ya jangan di cari! Aku ga minta kamu cari kok.” Ketus Alya.
Arsen hanya bisa menghela nafas panjang, awalnya dia hanya ingin memelas saja karena biasanya Alya akan luluh jika Arsen memelas, namun ternyata kali ini dia salah karena Alya sama sekali tidak luluh pada wajahnya yang memelas.
“Sayang, aku mohon jangan marah lagi ya.. Aku tau aku salah tapi aku beneran ga tau kalo dia bakalan dateng ke sini sayang.” ucap Arsen memohon.
__ADS_1
“Ga mungkin dia ga tau Sen, pasti kamu yang ngasih tau dia kalau kamu mau liburan ke sini makanya dia bisa dateng, kalo engga ya ga mungkin dia ada di sini sekarang.” Balas Alya.
“Al, sumpah aku ga pernah ngasih tau dia kalo kita ada di sini, tapi aku tau siapa yang ngasih tau dia.”
“Siapa?” tanya Alya penasaran.
“Mau tau kan? Cium dulu.” Ucap Arsen sambil menunjuk ke arah pipinya.
Tentu saja Alya yang sudah serius itu kembali kesal dengan sikap Arsen yang menyebalkan itu, Alya kembali memalingkan wajah dan ingin melanjutkan langkahnya, namun lagi-lagi Arsen menghentikannya.
“Iya iya maaf sayang maaf ya.” Ucap Arsen dengan wajah memelas.
“Udah tau orang lagi bete malah bercanda aja sih bikin kesel aja.” Ucap Alya.
“Iya maaf ya sayang, yaudah yuk kita balik aja kamu kan belum sarapan, biar nanti aku suruh kepala koki buat anter makanan ke villa kita.” Ajak Arsen.
“Kasih tau aku dulu siapa yang ngasih tau Anjali?” tanya Alya yang masih penasaran dengan hal itu.
“Ada salah satu anggota desain, dia bisa masuk ke sini sebenernya karena rekomendasi dari Anjali, mereka berdua sahabatan jadi bisa di tebak pasti dia yang ngasih tau di mana kita berada.” Jelas Arsen.
“Aku serius Al, kali ini aku ga bercanda kok, emang beneran ada salah satu karyawanku yang bersahabat sama Anjali, kamu mau aku mecat dia?” tanya Arsen.
“Emang kinerjanya ga baik?” tanya Alya.
“Katanya sih baik, dia juga sering dapet reward karena ide-ide bagus yang dia sampaikan.” Balas Arsen.
“Kalo gitu kenapa harus di pecat?” tanya Alya.
“Ya biar dia ga jadi informan buat anjali lagi.” Balas Arsen.
“Ga perlu, kamu ga perlu kehilangan satu karyawan hebat karena hal itu, kamu bisa kasih dia peringatan biar kejadian kayak gini ga terjadi lagi.” Jelas Alya dengan bijaksana.
“Sudah kuduga, kamu memang sangat bijaksana! Baiklah aku akan menyuruh Ferdi untuk memberinya peringatan.” Balas Arsen yang di balas anggukan oleh Alya.
__ADS_1
“Aku di maafkan kan?” tanya Arsen.
Alya hanya menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengangguk mengiyakan pertanyaan Arsen.
Melihat anggukan dari Alya membuat Arsen tersenyum senang, lalu dia memeluk tubuh istrinya dengan erat dan menciumi keningnya berkali-kali.
“Jangan di ciumin terus nanti jidatku habis.” Protes Alya.
“Masa iya jenong begini bisa habis.” Ejek Arsen yang di balas cubitan oleh Alya di perutnya.
“Aw, sakit Al.” ucap Arsen sambil memegang perutnya.
“Salah sendiri suka ngeledek!” ketus Alya.
“Iya iya nggak lagi deh... yaudah yuk kita balik ke villa.” Ajak Arsen.
“Engga, aku masih mau jalan-jalan di sini dulu. Kamu kok ga bilang sih kalo villa kamu ada tempat indah kayak gini.” Ucap Alya.
“Aku aja baru tau karena nyari kamu Al, kalo engga ya aku juga ga akan tau.” Balas Arsen.
Alya hanya mengangguk-anggukan kepala, lalu dia kembali melangkahkan kakinya berjalan menyusuri tempat yang seperti hutan mini itu.
“Banyak banget tanaman hias di sini loh Ar, tempatnya rindang banget lagi.” Ucap Alya.
Alya memang sangat menyukai tanaman, bahkan di rumah keluarganya, papi Kenan sengaja membuatkan rumah kaca untuk Alya mengoleksi tanaman hias.
“Iya sama kayak kamu Al, rindang bikin sejuk di hati.” Ucap Arsen yang hanya fokus ke wajah Alya sambil tersenyum.
Alya mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari Arsen, dia langsung menoleh ke arah Arsen yang sedang menatapnya terus.
“Kamu ini salah minum obat ya Ar? Kayaknya dari tadi kamu gombal mulu deh.” Ketus Alya sambil menggelengkan kepala.
“Ga tau nih, kayaknya aku udah tergila-gila sama kamu deh.” Balas Arsen.
__ADS_1
Alya berusaha tidak memperdulikan Arsen, lalu dia kembali melanjutkan langkahnya menyusuri tanaman-tanaman yang tertata rapih di sana.