
Malam pun tiba, Alya juga sudah selesai di make up dan hanya tinggal memakai gaun saja, dia mengambil beberapa gaun untuk di perlihatkan kepada Arsen dan menyuruh suaminya itu memilih.
Alya keluar dari ruang make up dan melihat Arsen sedang fokus dengan ponselnya tanpa memperdulikan Alya.
“Arsen, menurut kamu aku pakai gaun yang mana?” tanya Alya.
“Yang mana aja pasti terlihat bagus kok.” Balas Arsen yang masih fokus dengan ponselnya.
Alya kesal dengan jawaban dari Arsen, dia sendiri juga bingung harus memilih gaun yang mana karena memang dia membeli banyak sekali gaun.
“Kamu ini gimana sih kan di sana ada banyak rekan bisnis kamu, masa iya aku pake baju apa aja.” Ucap Alya kesal.
Arsen langsung menoleh ke arah Alya, dia tidak bisa melihat wajah istrinya yang sudah di make up karena memang wajah Alya tertutup oleh gaun yang ada di kedua tangannya.
“Yang hitam bagus.” Jawab Arsen dengan asal karena menurutnya kedua gaun yang di pegang Alya sama saja.
“Ih selera kamu jelek deh, aku pilih yang putih aja.” Ucap Alya yang langsung kembali masuk ke dalam walk in closet.
Mendengar jawaban dari Alya membuat Arsen terkejut sekaligus bingung, tadi Alya memaksanya untuk memilih, tapi sekarang dia malah menentukan pilihannya sendiri, lalu untuk apa tadi dia menyuruh Arsen memilih kalau sudah memiliki jawaban sendiri.
“Memang wanita selalu benar.” Ucap Arsen sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah meratapi sikap Alya yang membuatnya geleng-geleng kepala, Arsen kembali fokus dengan ponselnya, entah apa yang dia lihat sejak tadi.
Beberapa saat kemudian akhirnya Alya pun keluar dari walk in closet lengkap dengan gaun yang tadi dia pilih. Arsen yang memang sudah menunggu Alya langsung mengalihkan pandangannya saat melihat suara langkah dari heels yang di pakai Alya.
Arsen mematung sepersekian detik saat melihat penampilan Alya malam itu, dia tidak percaya kalau ternyata wanita yang awalnya dia remehkan karena penampilannya yang seperti wanita culun itu sekarang sudah mulai berubah dan kecantikannya mulai terlihat seiring berjalannya waktu.
“Arsen? Kenapa kamu lihat aku kayak gitu? Penampilan aku aneh ya? Aku bakalan malu-maluin kamu ya?” tanya Alya yang khawatir dengan penampilannya karena selama ini Arsen tidak pernah menatapnya seperti itu.
“Bukan begitu.” Sahut Arsen.
“Terus apa?”
__ADS_1
“Kamu terlihat sempurna!” seru Arsen yang membuat Alya tersenyum.
Senyum Alya sangatlah penuh arti, pasalnya dia ingin mengatakan sesuatu kepada Arsen setelah acara pesta selesai.
Keduanya pun berangkat bersama ke acara pembukaan hotel rekan bisnisnya, di sana ada banyak sekali orang-orang hebat yang di undang di acara itu. Arsen mengenalkan Alya sebagai tunangannya saat di tanyai oleh orang-orang yang mengenalnya.
Tanpa sengaja ternyata Alya melihat Teresa yang datang dengan seorang pria yang sepertinya seorang pengusaha, hanya saja pengusaha itu terlihat cukup tua dan lebih cocok di sebut keponakan dan omnya.
“Teresa? Dia ada di sini?” gumam Alya yang masih bisa di dengar oleh Arsen.
Arsen segera menoleh ke arah Alya melihat dan seketika dia tahu siapa yang sedang di lihat Alya.
“Cih! Benar-benar wanita penggoda! Bahkan laki-laki beristri pun dia embat juga.” Ucap Arsen yang membuat Alya terkejut dan langsung menoleh ke arah Arsen.
“Beristri? Maksudnya laki-laki yang bersama mantan temanku itu sudah menikah?” tanya Alya.
“Ya, dia sudah menikah dan baru-baru ini memiliki anak, mungkin karena sekarang fisik istrinya sudah tidak sebagus dulu makanya dia mencari wanita lain.” Jelas Arsen.
“Dasar laki-laki buaya!” ketus Alya yang melah membuat Arsen tertawa.
“Bisa-bisanya kamu bilang dia laki-laki buaya.” Ucap Arsen.
“Emang buaya kan? Udah tau istrinya berjuang mati-matian ngelahirin anak buat dia, tapi malah di selingkuhin.” Ucap Alya.
“Apa kamu mau menyapanya?” tanya Arsen.
“Apa tidak masalah jika tiba-tiba aku mengatainya?” tanya Alya.
“Hah? kenapa kamu harus mengatainya?” tanya Arsen.
“Aku ga suka laki-laki yang kayak gitu, di tambah ada Teresa yang sangat tidak aku sukai semakin membuatku semakin ingin mengatai mereka.” Jawab Alya.
“Kalau begitu jangan, lebih baik kamu mencari udara segar dan aku saja yang akan menyapa mereka, nanti aku akan menyusulmu.” Ucap Arsen.
Alya hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arsen, dia tidak bisa membohongi perasaan kesal kepada laki-laki itu dan juga Teresa, tapi dia juga tidak mau membuat keributan di pesta rekan bisnis Arsen yang malah akan membuat Arsen malu.
__ADS_1
Jadi lebih baik dia pergi berjalan-jalan hotel yang baru di buka itu saja. Dengan segera Alya berjalan menyusuri hotel itu dengan senyum yang mengembang karena ternyata hotel itu sangat bagus.
Sedangkan di sisi lain, Arsen berjalan menghampiri rekan bisnisnya yang tidak lain adalah kekasih baru Teresa.
“Selamat malam tuan Bobi.” Sapa Arsen.
“Oh, tuan Arsen? Bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali tidak bertemu.” Balas Bobi.
“Kali ini anda kemari membawa wanita dari mana?” tanya Arsen sambil tersenyum sinis melirik Teresa.
“Anda ini selalu seperti itu tuan Arsen, bisa-bisa nanti saya tidak dapat jatah dari dia.” Balas Bobi dengan santainya seperti tidak merasa bersalah sama sekali karena sudah menyelingkuhi istrinya.
Teresa yang sebenarnya sudah panas karena Arsen mengatakan hal seperti itu pun memutuskan untuk pergi dari sana.
“Kalau laki-laki itu ada di sini, maka Alya membeli gaun untuk ke acara ini juga bukan? Dia pasti ada di sekitar sini dan aku harus mencarinya.” Gumam Teresa dengan niat jahatnya.
Teresa terus menyusuri hotel tersebut namun dia tidak melihat Alya di mana pun membuatnya kesal dan memutuskan untuk duduk di tepi kolam.
Drrtt,, drrrtt.. getaran dari ponsel seseorang membuat Teresa mengerutkan kening sambil menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari asal dari suara ponsel tersebut.
Dia mengintip dari balik tanaman yang cukup lebat di sebelahnya dan Teresa bisa melihat kalau di sana ada Alya yang sedang membuka ponselnya dan hal itu membuat Teresa langsung menguping.
“Kamu beneran janji kan mau cerai sama dia kalau kalian sudah memiliki anak?” suara seorang wanita yang sangat menggelegar hingga Teresa bisa mendengarnya juga.
Terlihat di sana ada Alya yang sedang melihat video yang ada di ponselnya.
“Iya aku janji akan meninggalkan dia secepatnya, kamu tau kan kalau aku menikah dengannya juga karena oma sering memaksaku untuk menikah.” Balas seorang laki-laki yang suaranya sangat di kenal oleh Alya.
“Aku janji kalau kamu dan dia memiliki anak, aku akan merawat anakmu dengan baik, tapi setelah itu aku yang harus tertulis sebagai ibunya.” Ucap wanita itu yang tidak lain adalah Anjali.
“Iya sayang, aku janji setelah dia hamil dan melahirkan, aku akan menceraikannya dan mengambil anakku untuk kita besarkan bersamamu." Balas Arsen.
Seketika ponsel yang ada di tangan Alya terjatuh dan tubuh Alya seketika bergetar hebat sambil tangan kanannya memegang dadanya yang terasa sesak.
Sedangkan di sisi lain, Teresa tersenyum puas mendengar percakapan di dalam video itu.
__ADS_1
"Rasain lo! Sekarang lo yang terpuruk Alya." gumam Teresa sambil tersenyum puas.