
Brakkk!!! Suara pintu di banting membuat orang yang sedang asik mengobrol di dalam menoleh ke arah pintu.
“Yaampun Azzu, kamu mau buat mami jantungan ya?” ucap Belinda sambil mengelus dada.
“Sorry mi, lagian mami tenang aja kan ada papi yang siap buat nyembuhin mami.” Balas Azzura.
“Terus kalo papi yang jantungan siapa yang mau obatin? Kamu? Praktek pasang infus aja gagal terus.” Sahut Kenan.
“Papi!!! Kok papi malah nyindir aku sih? Kan semuanya butuh proses, aku dikit-dikit udah bisa kok, tangan abang El udah ga banyak bekas tusukan jarum lagi kok.” Ucap Azzura.
“Pfftt, aku jadi inget awal mau praktek kamu nyobain pake tangan kakak, serius itu sakit campur deg-degan loh.” Ucap Alya sambil tertawa.
“Kakak, kok malah ikutan ngeledekin aku sih?” rengek Azzura dengan bibir yang cemberut.
“Ah iya aku hampir lupa kan, aku ke sini mau kasih tau kalian kalau kak Tommy dan kak Tere datang ke sini.” Ucap Azzura.
Seketika semua orang yang dalam mode bercanda langsung berubah menjadi dingin, suasananya sangat canggung di sana membuat Azzura sedikit merinding.
“Kalian jangan saling menatap begitu, ayo papi dan mami ke bawah bareng Azzu, jangan sampai mereka bertemu dengan dua pengkhianat itu.” Ucap Azzura.
“Kamu aja ke bawah sayang, biar aku nemenin Al di sini.” Ucap Belinda.
Kenan mengangguk lalu dia dan Azzura segera ke bawah untuk menghampiri Tommy dan Tere.
“Pi, papi jangan galak-galak ya.” Ucap Azzura yang terus mengikuti langkah papinya dari belakang karena langkah kaki Kenan sangat panjang membuat Azzura kewalahan mengikuti papinya itu.
Kenan tidak menjawab permintaan putri bungsunya itu, dia terus berjalan dengan langkah panjang dan sampailah mereka di lantai bawah.
Di sana Kenan melihat ada Tommy dan Teresa yang sedang di jegah oleh Aciel, keduanya terlihat tersenyum sedangkan Aciel sedang berusaha meredam amarahnya itu terlihat dari tangan Aciel yang terkepal.
“Abang!” teriak Azzura untuk memberitahu kalau papinya sudah datang.
Aciel yang merasa terpanggil langsung menoleh dan melihat papinya yang sedang menatap tajam ke arah Tommy dan Teresa, Aciel langsung menyingkir memberi ruang untuk papinya berhadapan langsung dengan Tommy.
“Beraninya kau datang ke pernikahan putriku!” ketus Kenan.
__ADS_1
“Om, aku ke sini hanya untuk memberi selamat kepada Alya, dia sudah selingkuh dan menikah dengan laki-laki lain, tentu saja aku harus memberi hadiah yang spesial.” Ucap Tommy tanpa rasa bersalah.
Kenan ingin sekali menghajar Tommy, dia sudah mengepalkan tangan kanannya dan bersiap untuk melayangkan pukulan di wajah Tommy, namun...
Bughh!!! Suara yang sangat kencang berasal dari tabrakan antara tangan kekar seseorang dan pipi Tommy, bahkan laki-laki itu sampai tersungkur ke lantai karena pukulan itu.
Namun pelakunya bukanlah Kenan, karena Kenan pun terkejut dengan apa yang terjadi di hadapan mereka. Semua orang menoleh ke arah orang yang tadi melayangkan tinjunya di wajah Tommy dan ternyata orang itu adalah...
“Kak Arsen?” ucap Aciel yang tidak percaya dengan apa yang baru saja di lakukan oleh calon kakak iparnya.
“Arsen?” ucap Kenan.
“Sorry om, aku lepas kendali, lagi pula om tidak perlu mengotori tangan om untuk orang sepertinya.” Balas Arsenio.
Kenan hanya mengangguk lalu tersenyum kepada calon menantunya itu, dia kembali menatap tajam ke arah Tommy yang masih berada di lantai.
Sedangkan Teresa bukannya membantu Tommy, dia malah mematung memandangi Arsenio membuat Azzura kesal dan langsung mengambil jus jeruk dan... byurrr...
“Aaaa!!!” teriak Teresa saat mendapati seseorang menyiram wajahnya dengan jus jeruk.
“Matanya di jaga! Lo udah rebut kak Tommy sekarang terpesona sama calon kakak ipar gue? Gue ga peduli lo lebih tua dari gue, kalo lo ga bisa ngehargain orang lain jangan harap orang ngehormatin lo!” ketus Azzura.
Azzura adalah perempuan yang manis dan baik hati, tapi dia bisa berubah seketika menjadi menyeramkan jika sudah menyangkut keluarganya.
“Denger ya, selama ini gue menghormati lo karena lo teman kak Al, jadi jangan harap gue sopan sama lo!” ketus Azzura.
Teresa mematung menatap Azzura dengan tatapan terkejut, begitu juga dengan Tommy, mereka berdua tidak percaya alau Azzura yang ada di hadapan mereka adalah Azzura yang mereka kenal.
Azzura tidak berhenti di situ saja, dia menaiki panggung yang di siapkan untuk para penyanyi yang menghibur para tamu, dia lalu mengambil mic yang tersedia di sana dan mulai berbicara.
“Maaf untuk kejadian tidak menyenangkan yang hadirin semua lihat saat ini, kami bersikap seperti itu karena mereka berdua itu adalah seorang pengkhianat, laki-laki itu adalah kekasih kakakku yang sekarang sudah menjadi mantan karena dia berselingkuh dengan wanita yang ada di sebelahnya yang tidak lain adalah sahabat kakakku sendiri.” Jelas Azzura dengan lantangnya.
“Pi, papi ga mau hentiin Azzu?” bisik Aciel kepada papinya.
“Biarkan saja, tau sendiri gen opa terlalu melekat pada dirinya kalau masalah begini, percuma di hentikan juga.” Balas Kenan.
__ADS_1
Sedangkan tidak jauh dari sana ada seseorang yang tersenyum tipis melihat Azzura berbicara di depan para tamu undangan.
“Menarik.” Gumam orang tersebut.
Sedangkan para tamu udangan langsung menyoraki Tommy dan Teresa, namun keduanya bukannya malu mereka malah berdiri dengan tegak dan berteriak kalau Alya yang sudah berselingkuh dari Tommy.
Arsenio yang kesal langsung memanggil para bodyguardnya.
“Usir mereka berdua, jangan sampai mereka mengotori hari pernikahanku.” Ucap Arsenio.
“Siap tuan!” ucap para bodyguarnya secara serentak.
“Lepas! Lepaskan aku!” teriak Teresa dan Tommy.
Namun bodyguard Arsenio semakin menarik keduanya sampai semua orang berseru saat melihat Alya menuruni tangga, Alya terlihat sangat cantik hingga membuat semua orang tidak memperdulikan Tommy dan Teresa lagi.
Tommy dan Teresa juga ikut menoleh ke arah Alya dan bisa di pastikan keduanya terkagum melihat kecantikan Alya yang ternyata selama ini tersembunyi di dalam dandanannya yang terlihat polos dan lugu.
“Kak Al, kamu kenapa turun ke bawah?” tanya Aciel yang langsung menghampiri kakaknya.
“Aku mau melihat apakah para pengkhianat ini masih memiliki rasa malu.” Balas Alya.
Dia berdiri tepat di depan Tommy dan Teresa, para bodyguard menghentikan langkah mereka namun tidak melepaskan tangan mereka berdua karena takut keduanya melakukan hal yang tidak di inginkan.
“Wah, jadi begini wajah orang-orang yang gagal mengambil harta orang tuaku?” ucap Alya sambil tersenyum sinis.
“Jangan sombong! Kau bahkan tidak tau apa pekerjaan selingkuhanmu itu!” ketus Tommy.
“Aku tidak perduli apa pekerjaannya asalkan dia mau bekerja keras dan tidak berniat untuk mengambil harta yang sudah di hasilkan orang lain dengan susah payah!” ketus Alya.
“Bukankah sebaiknya kalian berdua yang bekerja lebih giat lagi? Agar cita-cita kalian yang tinggi itu bisa di penuhi dengan segera.” Lanjutnya.
“Sudahlah jangan meladeni orang-orang tidak penting, aku bahkan bisa membuat mereka berdua berhenti dari pekerjaan mereka saat ini juga, tapi sepertinya itu tidak perlu karena se4keras apapun mereka bekerja tidak akan bisa menandingiku.” Sahut Arsenio.
“Cepat usir mereka ke luar, acara akan segera di mulai dan aku tidak ingin di acaraku ada pengganggu!” perintah Arsenio yang langsung di laksanakan oleh para bodyguard mereka.
__ADS_1