
Semua orang sudah duduk di ruang tamu, begitu juga dengan Alya yang saat ini duduk tepat di hadapan Arsenio.
Di sana ada oma Nani, ada dua orang laki-laki dan dua orang perempuan yang asing bagi Alya, namun mereka mengenalkan diri sebagai om dan tante Arsenio, dan yang Alya tau kalau Arsenio bahkan memiliki musuh di dalam keluarganya itu artinya mereka semua bisa jadi musuh di dalam selimut.
Mata ke empat orang itu menunjukkan kalau dia tidak menyukai Alya, terlebih saat mereka tahu kalau Alya adalah cucu dari Kalandra, pengusaha yang cukup berkuasa di Indonesia dan memiliki beberapa cabang di penjuru negeri.
“Kenapa mereka melihatku seperti itu sih? Mereka ga suka ya kalo keponakan mereka mendapatkan istri yang berasal dari keluarga mapan? Apa mereka takut kalau keponakan mereka lebih kaya dari mereka?” batin Alya di dalam hatinya.
Arsenio menatap ke mana arah pandangan Alya, dan langsung menyadari tatapan om dan tantenya yang membuat Alya tidak nyaman.
“Ehem, sepertinya kalian semua tidak perlu menatap calon istriku seperti itu, kalian hanya membuatnya tidak nyaman.” Celetuk Arsenio membuat semua orang menoleh ke arahnya.
Om dan tante Arsenio seketika berdehem dan mengalihkan pandangan mereka, sedangkan Alya jadi merasa tidak enak karena Arsenio berbicara seperti itu.
“Aku tidak apa-apa kok, kenapa kamu bicara seperti itu?” ucap Alya kepada Arsenio.
“Kamu ga apa-apa, tapi aku yang kenapa-kenapa, aku ga suka kalau calon istriku di lihat seperti itu!” tegas Arsenio.
Terlihat sekali ekspresi wajah om dan tante Arsenio langsung menjadi kikuk dan canggung, entah kenapa sepertinya mereka semua takut pada Arsenio.
Sedangkan Kenan tersenyum tipis tanpa ada yang menyadarinya, dia semakin yakin pada Arsenio kalau dia pasti mampu melindungi putrinya dengan baik.
Setelah semua setuju tentang pernikahan Alya dan Arsenio, Arsenio dan keluarganya segera berpamitan untuk pulang.
Kenan dan Belinda yang tidak memiliki persiapan apapun hanya bisa memberikan minuman dan beberapa camilan saja, awalnya Belinda mau menyuruh art mereka untuk membeli makanan di restoran yang ada di dekat perumahan mereka, namun oma Nani segera mencegahnya.
"Lain kali kami akan mengundang kalian semua makan malam di rumah kami." ucap Kenan.
Yang lain hanya mengangguk sekilas lalu masuk ke dalam mobil mereka masing-masing, hanya tersisa Arsenio dan oma Nani saja yang ada di sana.
"Maafkan anak-anakku ya tuan Kenan, nyonya Belinda, mereka memang tidak pernah suka dengan apapun yang akan di lakukan Arsen." ucap oma Nani.
__ADS_1
"Jangan panggil kami tuan dan nyonya oma, kami ini seumuran dengan anak-anak oma, panggil kami dengan nama saja." ucap Kenan.
"Oma tenang saja, kami sama sekali tidak mempermasalahkan tentang mereka kok, selama putri kami bahagia bersama suaminya maka itu sudah cukup." sambung Belinda.
"Lain kali oma kalau datang jangan mendadak ya, Al jadi ga bisa nyiapin apa-apa deh." ucap Alya yang terlihat sudah dekat dengan oma Nani.
Memang setelah pertemuan pertama mereka, oma Nani meminta nomer HP Alya kepada Arsenio dan akhirnya mereka berdua sering berbicara lewat panggilan telepon yang membuat keduanya semakin dekat.
"Jangan begitu, oma ini niatnya mau berkunjung bukan mau merepotkan kamu dan orang tua kamu." ucap oma Nani.
"Oma sama sekali tidak merepotkan kok, ayo Al antar ke mobil oma." ucap Alya sambil menggandeng tangan oma seperti anak kecil.
Sedangkan Kenan, Belinda dan Arsenio tersenyum melihat kedekatan Alya dan oma Nani.
"Walaupun kami baru tau tentang kamu dan Al hari ini, tapi kami bersyukur karena sepertinya oma kamu menerima Al dengan baik." ucap Kenan.
"Oma akan menjaga Al dengan sangat baik om, oma sudah memimpikan pernikahanku sejak lama, tentu saja oma akan menyayangi siapapun yang akan menjadi istriku." ucap Arsenio.
"Kalau suatu hari nanti kamu sudah bosan atau jenuh dengan pernikahan kalian, mami mohon kembalikan Al baik-baik kepada kami, jangan sampai kamu melukai hatinya dengan membawa wanita lain di dalam hubungan kalian." lanjutnya.
Deg! Seketika jantung Arsen terasa tertusuk, ucapan Belinda mampu menusuk jantungnya hingga menembus dan membuat Arsen seperti sesak napas.
Pasalnya sampai detik ini Arsen masih memiliki kekasih, bahkan sebelum pernikahannya, dia akan menyempatkan diri untuk terbang ke Paris menemui sang kekasih.
Arsenio hanya tersenyum sambil mengangguk sedikit, dia tidak bisa menjanjikan sesuatu yang dia sendiri tidak bisa yakini apakah dia bisa melepas kekasihnya dan membuka hati untuk Alya.
Pernikahan ini hanya untuk memenjarakan Alya agar dia selalu dalam pantauan ku. Andai saja dia tidak melihat apa yang di lakukan Arsen saat itu mungkin pernikahan ini tidak akan terjadi.
Dan jika saja Alya adalah laki-laki, mungkin Arsenio lebih baik menghabisi Alya saat itu juga.
"Kalau begitu Arsen pamit dulu om, tante." pamit Arsenio yang langsung berjalan menyusul oma Nani yang sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Masuklah, kami akan pulang." ucap Arsenio kepada Alya.
"Hemm.." balas Alya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya m
"Al, kamu harus main ke rumah oma lagi lain kali, ada banyak hal yang ingin oma lakukan bersama kamu." ucap oma Nani.
"Baiklah kalau Al tidak sibuk Al pasti akan mengunjungi oma." balas Alya yang membuat oma Nani girang.
Setelah berpamitan, Arsenio segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Kenan.
Alya yang sudah tidak melihat mobil Arsenio lagi segera berbalik dan berjalan mendekati orang tuanya.
"Lain kali papi tidak suka kalau kamu menyembunyikan masalahmu Al." tegas Kenan.
"Maafkan Al pi, kemarin Al tidak bisa berpikir jernih." balas Alya.
Belinda segera merangkul bahu putrinya itu untuk menenangkannya karena Belinda tau Kenan seperti itu karena mengkhawatirkan keadaan Alya.
"Jangan sedih karena papi bilang begitu ya sayang, papi kamu khawatir banget sama kamu, dia juga pasti marah sama mami karena menyembunyikan tentan Tommy." ucap Belinda.
"Maaf ya mi, ini semua gara-gara Al." ucap Alya dengan sedih.
"Hey, kenapa kamu sedih begitu sayang?"
"Mami janji ga akan marahan sama papi?"
"Janji sayang, papi kamu juga pasti akan mengerti kok."
Alya tersenyum, Belinda segera menuntun putri pertamanya itu masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
Mobil Alya juga sudah di pindahkan oleh pak Burhan karena hari ini Belinda akan memaksa Alya untuk menginap.
__ADS_1