
"Gausah gombal! Berani deket-deket sama kakak gue, gue hajar lo!" ketus Aciel yang kali ini lebih berani karena dia merasa Liam adalah virus yang akan menempel pada kehidupan kakaknya.
***
Mendengar ucapan Aciel membuat Bella langsung menggenggam erat tangan sang adik. Sebenarnya memang Liam menyebalkan, tapi tetap saja Bella tidak enak karen kata-kata Aciel Karen bagaimana pun juga Liam yang sudah membantunya untuk menemukan rumah yang bagus.
"Widih, galak juga adiknya hahaha, kalian dari keluarga lion king ya? Garang semua." Balas Liam yang malah semakin bercanda.
Aciel semakin mengepalkan tangannya membuat tangan Bella yang tadi menggenggam tangan Aciel bisa merasakan sakit karena di genggam begitu kuat.
"El, sakit." Bisik Bella yang membuat Aciel tersadar dan langsung melepaskan genggamannya.
"Kak maaf!" ucap Aciel sambil memeriksa tangan sang kakak dengan baik.
"Kak Liam! Kenapa sih kakak nyebelin banget! Kalo ketemu orang baru ga usah nyebelin, itu yang buat kakak ga ada yang suka!" ketus Lili.
"Ya maaf, kan aku cuma bercanda aja." balas Liam.
"Semuanya udah aku jelasin kan? Kalo gitu aku tinggal dulu, kalian berdua mau nginep di sini dulu apa langsung pulang?" tanya Liam.
"Gimana kak El? Kakak mau langsung pulang?" tanya Lili meminta pendapat Aciel.
Karena saat ini Lili hanya tinggal menyelesaikan skripsinya jadi dia tidak perlu ke kampus setiap hari dan dia bisa berada di mana pun walaupun lama.
"Pulang, El mau langsung pulang karena dia harus bekerja." ucap Bella.
"Engga kak! Aku mau di sini sampai benar-benar yakin kakak aman di sini." tegas Aciel.
"No Aciel! Kamu harus pulang karena kamu baru saja bekerja, jangan mengecewakan atasanmu!" tegas Bella.
"Itukan perusahaan opa, aku bisa meminta izin kepada opa!" balas Aciel.
"Jangan seenaknya! Lagi pula kamu tahu opa bagaimana, walaupun dengan anak cucunya dia tidak akan memberi kelonggaran! Kamu harus memberikan alasan yang jelas kalau kamu mau izin." tegas Bella.
"Kalau sampai kamu mengatakan yang sebenarnya kepada opa, dia akan mengetahui masalahku dan semuanya akan semakin sulit!" lanjutnya.
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Aciel merenungkan kembali keinginannya untuk tinggal bersama sang kakak untuk beberapa hari ke depan.
"Baiklah aku akan pulang sekarang juga, tapi apa kakak akan baik-baik saja di sini?" tanya Aciel.
"Aku akan baik-baik saja, percayalah. Kamu juga tahu kan kalau aku ini wanita kuat? Hehehe." Balas Bella sambil memamerkan gigi putihnya.
Walaupun sebenarnya berat untuk hidup berjauhan dengan keluarganya, Bella tetap harus terlihat baik-baik saja agar semu orang tidak mengkhawatirkannya.
"Kalau begitu ayo ikut aku, aku akan mengantar kalian ke bandara lebih dulu karena memang kantorku berada di dekat sana." Ucap Liam.
Aciel kembali melihat sang kakak, rasanya dia ingin menangis tapi tertahan karena ada Liam dan Lili di sana, dia tidak ingin kalau sampai mereka berdua menertawakan dia di belakang karena menangis.
"Kak Al..." panggil Aciel.
"El, bukankah kakak sudah bilang jangan panggil kak Al lagi?" ucap Bella.
"Sekali kak! Aku mau memanggil kak Alya yang selama ini aku kenal!" ucap Aciel dengan nada meninggi.
Aciel langsung memeluk tubuh kakaknya dengan erat.
"El, kenapa kamu harus meminta maaf? Kamu sangat berguna karena selalu ada untukku, terimakasih karena kamu selalu menjadi adik yang baik, titip salam sama Azzu, jangan buat dia menangis terus kasihan!" Ucap Bella memberi peringatan karena memang Aciel seringkali mengejek Azzura sampai menangis.
"Azzura juga sering nyebelin kak jadi aku ga salah." Balas Aciel yang masih merasa kalau dia benar. Sedangkan Bella hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar jawaban sang adik.
"Ayo! Kalian mau sampe besok kangen kangenan?" tanya Liam.
Bella melepaskan pelukan sang adik lalu membelai rambutnya dengan lembut.
"Kamu harus jaga diri baik-baik, fokus bekerja jangan memikirkan aku karena aku akan sedih kalau sampai kamu tidak fokus karena aku." ucap Bella.
"Kakak..." ucap Aciel.
"Sudah sana pergilah, Liam, terimakasih karena sudah mau di repotkan olehku, maaf atau perlakuanku dan adikku yang ketus padamu, aku akan berusaha agar tidak membuatmu kesulitan." ucap Bella kepada Liam.
"Tidak masalah, aku juga tidak punya kesibukan yang padat, aku juga tidak memiliki kekasih jadi tidak akan ada yang marah jika aku di repotkan olehmu." jelas Liam sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Aciel menatap tajam ke arah Liam, sedangkan Alya hanya tersenyum tipis menanggapi jawaban Liam yang terkesan gombal.
Setelah kangen kangenan, akhirnya Aciel, Lili dan Liam segera berpamitan untuk kembali ke negaranya.
Sedangkan Bella hanya mengantar kepergian mereka dari depan rumah.
Setelah mobil Liam sudah tidak terlihat lagi Bella menoleh ke kanan dan ke kiri lebih dulu sebelum akhirnya dia masuk kembali ke dalam rumah untuk beristirahat.
Sebenarnya Bella ingin sekali berjalan-jalan di sekitar rumah untuk melihat tetangga-tetangga yang ada di sana, namun rasanya kakinya pegal dan badannya terasa sakit semua, jadi Bella memutuskan untuk beristirahat lebih dulu sebelum dia berjalan-jalan sore.
di dalam rumah akhirnya Bella mulai merapikan baju-bajunya lebih dulu ke lemari yang ada di dalam kamar utama, setelah itu barulah dia berbaring di atas tempat tidur untuk meluruskan punggungnya dan merogoh ponsel yang ada di kantong celananya.
Bella hanya menatap sendu ke arah ponsel yang mati itu, dia memang sengaja tidak mengaktifkan ponselnya dan berencana untuk membeli ponsel baru besok.
Setelah puas memperhatikan ponselnya yang mati, akhirnya Bella menaruh ponselnya di atas nakas yang ada di sebelahnya, namun dia terkejut saat melihat kardus hp yang terlihat masih di segel.
"Ini hp beneran?" gumam Bella sambil bangun dari tidurnya untuk mengambil dus ponsel yang ada di sebelahnya itu.
Di atasnya ada sticky notes yang tertulis dengan rapih.
"Selamat datang, mungkin aku orang yang menyebalkan tapi aku tidak akan meminta maaf untuk hal itu, terimalah ponsel ini sebagai hadiah pertemanan dariku.. Semangatlah karena kehidupanmu yang menyenangkan baru saja di mulai... Liam ganteng."
Begitulah isi dari notes yang di tinggalkan Liam di atas kardus ponsel keluaran terbaru itu yang berhasil membuat Bella tertawa.
"Benar-benar orang yang menyebalkan!" gumam Bella yang masih tertawa.
Bella tentu tidak menolak hadiah pertemanan mereka, tapi suatu saat nanti dia akan membalas semua kebaikan yang sudah di lakukan Liam kepadanya.
Dia segera membuka kardus ponsel itu dan mulai menyalakan ponsel keluaran terbaru itu dengan senyum yang mengembang.
Karena memang Bella ingin membeli ponsel ini besok, walaupun sebenarnya orang tuanya sudah menawarkan untuk membelikannya tapi Bella tidak mau karena di ingin membeli sesuatu dengan uang gajinya sendiri.
Setelah mengumpulkan lumayan banyak uang gajinya, akhirnya Bella memiliki tabungan yang cukup banyak yang bisa dia gunakan untuk membeli ponsel bahkan mobil baru.
Namun Bella tidak melakukan hal itu karena dia ingin menabung untuk masa depan anaknya kelak.
__ADS_1
Walaupun papinya pasti memberikan uang bulanan ke rekening Aciel yang dia pegang, tapi Bella sudah bertekad untuk tidak menggunakan uang itu sebagai tabungan di masa depan.