
“Bagaimana saksi? Sah?” tanya sang penghulu.
“SAH!!!” teriak semua orang.
Penghulu membaca doa dan menyuruh Alya untuk menyalami Arsenio dan menyuruh Arsenio untuk mencium kening Alya.
Semua orang bertepuk tangan merasakan bahagianya mereka, Alya dan Arsenio memilih untuk menghampiri kerabat mereka dan berbincang.
“Congratulation kak Al...” seru Karren dan Darren yang datang setelah acara mau di mulai jadi mereka berdua tidak melihat kejadian saat Tommy dan Teresa membuat kekacauan.
Kalau mereka berdua melihat pasti kejadiannya akan semakin ramai karena mereka berdua akan ikut memojokkan Tommy dan Teresa.
“Kalian berdua terlambat.” Ucap Alya.
“Sorry kak, si Darren nih lama, uncle Ken tadi emosi banget sama nih anak satu.” Jelas Karren sambil melirik tajam ke arah Darren.
Alya hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat Tom and Jerry di keluarganya itu.
“Sudahlah kalian berdua silahkan menikmati makanan yang ada, aku tau kalian pasti sudah ngiler mau makan kan?” ucap Alya.
“Kak Al memang yang terbaik!” ucap Darren yang langsung memeluk tubuh Alya sekilas lalu berjalan cepat menuju meja yang penuh dengan makanan.
Karren berdecak sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Darren.
“Kak, selamat yaa, besok udah jebol deh.” Ucap Karren yang membuat mata Alya melotot.
“Karren! Kamu ini jebol apanya?” balas Alya sambil memukul lengan Karren pelan.
“Ih masa kak Al ga ngerti sih? Cepetan buat keponakan buat aku ya kak.” Ucap Karren.
“Kamu ini mikirnya delapan belas plus terus Ren! Kuliah dulu yang bener.” Ucap Alya.
“Yaelah kak, kalo aku nemu yang kayak suami kakak sih auto nikah hari ini juga ga apa-apa hahaha.” Ucap Karren sambil tertawa.
*Note : ini sebelum Karren ketemu si doskill ya..
“Udah sana susul Darren aja kamu.” Ucap Alya.
“Ga mau, aku masih mau ngobrol sama kak Al.” rengek Karren.
“Karren, jangan ganggu kakakmu! Cepat sana susul Darren.” Sahut Key yang membuat Karren menghela nafas panjang.
Dengan wajah cemberut Karren segera pergi menyusul Darren, sedangkan Key memeluk keponakan kesayangannya itu dengan erat dan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
“Berbahagialah sayang, jika dia menyakitimu maka bicara pada aunty.” Ucap Key sambil membelai lembut wajah Alya.
“Aunty, Al baik-baik saja percayalah.” Ucap Alya meyakinkan.
“Dia akan baik-baik saja, karena aku akan selalu mengawasinya.” Sahut Ken.
“Cih! Bagaimana kau bisa mengawasinya jika kita saja beda negara.” Ketus Key.
“Kau ini memang lemot ya! Aku punya banyak orang suruhan kau lupa?” ucap Ken.
Key hanya mengangkat kedua bahunya lalu kembali mengobrol dengan Alya. Alya memang putri, keponakan, sepupu dan cucu kesayangan di keluarga besar Kalandra, tidak ada yang merasa iri jika Alya mendapat perhatian lebih karena semuanya memang sesayang itu kepada Alya.
Dan saat ini, saat Alya menikah dan sudah menjadi kewajiban suaminya, semua orang berbahagia sekaligus bersedih.
“Jangan menangis Aunty, aku hanya ingin semua keluargaku tertawa bahagia saat ini.” Ucap Alya sambil tersenyum.
Key tersenyum sambil mengangguk, lalu dia berpamitan untuk menghampiri Belinda dan Kenan yang sedang berbicara dengan keluarganya yang lain.
Alya tersenyum melihat semua keluarga yang menyayanginya datang ke acara pernikahannya, walaupun bukan pernikahan yang dia impikan bersama orang yang dia cintai, tapi tidak masalah karena dia akan berusaha menerima pernikahan ini mulai sekarang.
Alya melihat Arsenio sedang berbincang dengan teman-temannya yang terlihat bertubuh kekar semua sama seperti Arsenio membuat Alya bergidig ngeri.
Lalu tiba-tiba Arsenio menoleh ke arah Alya yang membuat Alya bingung harus melakukan apa dan akhirnya dia hanya tersenyum kikuk.
“Hai.” Ucap Alya dengan rasa canggung.
“Hai? Hai Al? OMG Alya bodoh banget!” batin Alya di dalam hatinya mengutuk kebodohannya sendiri.
“Ada apa?” tanya Alya karena sapaannya tidak di gubris oleh Arsenio.
“Ayo ikut aku, teman-temanku mau berkenalan denganmu.” Ajak Arsenio.
“H-hah?! A-aku? Kenapa?” tanya Alya.
“Apa kamu selain udik lemot juga? Ya karena teman-temanku mau mengenalmu, apa tidak boleh?” tanya Arsenio.
“B-boleh, tapi aku malu aku takut juga mereka kayaknya sama semua seperti kamu.” Bisik Alya.
“Selama kamu jadi istriku mereka tidak akan berani macam-macam denganmu.” Balas Arsenio.
Arsenio segera menggandeng tangan Alya dan membawanya ke teman-temannya yang masih asik berbincang.
Saat Arsenio dan Alya mendekat, teman-teman Arsenio langsung menoleh ke arah mereka dan tersenyum.
__ADS_1
“Hai, selamat atas pernikahan kalian berdua.” Ucap salah satu teman Arsenio dan di susul anggukan oleh yang lain.
“Terimakasih.” Balas Alya.
“Katanya kau seorang desainer? Di perusahaan apa?” tanya salah satu teman Arsenio.
“Di perusahaan Niel Apparel.” Jawab Alya.
“Niel Apparel? Hei, Daniel istri Arsen bekerja di perusahaanmu bagian desain.” Balas orang yang tadi bertanya pekerjaan Alya kepada salah satu teman Arsenio yang hanya diam saja.
Orang yang bernama Daniel itu menoleh ke arah Alya dan tersenyum, laki-laki yang ketampanannya sebelas duabelas dengan Arsenio, mereka berdua berbadan gagah membuat Alya tanpa sadar ikut menyunggingkan senyumnya.
“Aku tidak tau kalau kamu bekerja di perusahaanku, namaku Daniel, lain kali kalau bertemu di perusahaan kau bisa menyapaku.” Ucap Daniel sambil mengulurkan tangannya.
“W-wah? Kau adalah CEO di perusahaanku bekerja? A-aku tidak pernah menyangka kalau CEO misterius yang orang-orang katakan ada di hadapanku sekarang.” Ucap Alya yang terkejut namun dia masih membalas uluran tangan Daniel.
Arsenio jengah melihat tingkah Alya yang terlihat mengagumi Daniel, dia segera berdehem membuat Alya tersadar dan langsung melepaskan uluran tangannya.
“Ehem!!”
“Yaelah gitu aja cemburu lo Sen!” sahut teman Arsenio dan di susul tawa oleh yang lainnya.
“Siapa yang cemburu? Gue ga lebay kali!” sahut Arsenio tidak terima.
“Mana ada maling ngaku Sen, gue juga kalo cemburu ga akan bilang-bilang lah.” Sahut yang lain.
“Udah lah udah, sesi kenalannya kita udahin aja sampai di sini, bubar sana nyari makan.” Ucap Arsenio.
Teman-teman Arsenio terus menertawakan Arsenio, sedangkan Alya yang malu karena di tertawakan itu langsung berpamitan dan segera oergi dari sana.
Acara semakin meriah saat malam hari karena Arsenio menyiapkan pesta kembang api dan juga acara barbeque untuk para tamu undangan.
Untung saja tetangga di perumahan sana tidak memusingkan masalah keramaian yang ada di rumah Kenan karena mereka jarang di rumah dan sudah mengerti jika ada acara pernikahan.
Semua tetangga di komplek itu memang tidak di undang, tapi Kenan memberikan mereka bingkisan yang bernilai sekitar lima juta rupiah per rumah.
Walaupun tidak banyak tamu undangan yang di undang, tapi budget untuk pernikahan Alya tidak bisa di bilang main-main.
Setelah acara pernikahan selesai, Arsenio dan Alya segera masuk ke dalam kamar Alya untuk beristirahat semalam di sana, karena besok Arsenio sudah langsung membawa Alya ke rumah oma Nani.
Sebenarnya Arsenio ingin membawa Alya ke apartmentnya dan tinggal berdua saja agar pernikahan mereka yang tidak di dasari dengan cinta itu tidak ketahuan oleh oma Nani.
Namun usahanya membujuk oma Nani tidak berhasil karena oma Nani ingin Alya dan Arsenio tinggal bersamanya selama beberapa bulan untuk memastikan keduanya memiliki hubungan yang harmonis.
__ADS_1