DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 55


__ADS_3

“Oh my god! Black card? N-nona, kenapa nona tidak bilang kalau anda adalah pelanggan VVIP.” Ucap para pelayan yang langsung menghampiri Alya bahkan sampai Teresa terdorong begitu saja.


Alya hanya tersenyum kecil, dia tidak tahu kalau rencananya untuk membalas perlakuan Teresa malah membuat semua pelayan mengerumuninya.


Sedangkan Teresa yang sudah di ujung tanduk itu langsung pergi dari butik dengan wajah yang memerah karena malu dan juga kesal.


***


Setelah melihat Teresa yang sudah pergi dari butik, Alya langsung meminta kasir untuk melakukan pembayaran agar dia bisa segera pergi dari tempat itu.


“Terimakasih karena sudah berbelanja di butik kami nona, silahkan datang kembali.” Ucap pelayan yang mengantar Alya sampai pintu butik.


Saat itu Alya hanya tersenyum sambil mengangguk kecil, di dalam hatinya dia mengutuk dirinya sendiri karena sudah berbelanja sebanyak itu.


“Enak banget kalo ngomong silahkan datang kembali, baju segini banyaknya sampe tujuh turunan juga masih bisa di pake nih baju.” Gumam Alya sambil terus melangkahkan kakinya.


Pasalnya semua yang Alya beli adalah gaun yang di pakai kalau ada acara saja jadi gaun itu akan awet sampai tujuh turunan, tidak mungkin dia ke kantor pakai gaun itu, yang ada semua rekan kerjanya menertawainya.


Drrtt,, drrrtt.. ponsel Alya tiba-tiba berdering membuat wanita itu langsung melihat ponselnya dan ternyata Arsen yang menghubunginya. Tadi Arsen memang menemani Alya mencari gaun, namun tiba-tiba Ferdinand menghubunginya dan akhirnya Arsen menyuruh Alya memilih dan membayarnya pakai black card yang dia berikan kepada Alya dan nanti Arsen akan kembali menjemputnya.


Melihat nama Arsen di layar ponselnya membuat Alya menghela napas panjang, dia tahu kalau Arsen pasti akan bertanya tentang uang yang sudah di keluarkan Alya.


“Halo.” Ucap Alya dengan nada sedikit lemah karena merasa bersalah.


“Al, kamu udah beli gaun?” tanya Arsen.


“Arsen, jangan marah dulu ya aku bisa jelasin.” Balas Alya.

__ADS_1


“Jelasin apa?”


“Aku beli gaun banyak banget.” Ucap Alya.


“Ya emangnya kenapa? kamu mau beli butiknya juga ga masalah kok buat aku.” Balas Arsen dengan santainya.


“Ih bisa-bisanya! Aku tadi terpaksa aja beli sebanyak itu karena ada Teresa dan dia terus memojokkan aku, karena kesal aku jadi kalap.” Ucap Alya.


“It’s okey sayang ga usah di pikirin, kamu udah selesai belanja kan? Aku sudah di parkiran mall, kamu mau langsung pulang apa mau makan malam dulu di dalem?” tanya Arsen.


“Pulang aja ya, aku kan harus ke salon juga, ga usah makan malam kan nanti di pesta banyak makanan.” Balas Alya.


“Baiklah, tunggu aku mau ke atas jemput kamu.” Ucap Arsen.


“Ga perlu Arsen, kamu tunggu di parkiran aja aku bisa sendiri kok.” Sahut Alya.


“Katanya belanjaan kamu banyak, kamu bakal kesusahan bawa barang-barangnya.” Ucap Arsen.


“Aku tau kamu wanita hebat tapi suami macam apa aku kalo biarin istrinya bawa banyak barang.” Ucap Arsen.


“Kalo maksa, kamu tunggu di depan lift bawah aja, ini aku udah mau naik lift kok.” Ucap Alya.


“Siap sayang!” seru Arsen yang membuat Alya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


Alya segera mematikan ponselnya lalu kembali menaruh ponselnya di tasnya, dia terus tersenyum di dalam lift mengingat sikap Arsen yang sangat manis kepadanya, ya walaupun memang Alya bersikap seperti biasa saja, tapi sebenarnya hatinya sudah memiliki tempat paling besar yang saat ini sedang Arsen singgahi.


Ting! Pintu lift terbuka lebar dan Alya tersenyum lebar saat pintu lift itu terbuka, namun tiba-tiba saja senyumnya menghilang saat melihat orang yang ada di hadapannya bukanlah Arsen, tapi orang yang sangat tidak ingin dia lihat lagi.

__ADS_1


“Alya?” ucap laki-laki itu yang tidak lain adalah Tommy.


Alya hanya diam saja memasang wajah dingin dan menunjukkan dengan jelas kalau dia tidak suka dengan pertemuan mereka yang tidak sengaja itu. Alya hanya terus berjalan keluar dari lift melewati Tommy.


“Alya tunggu, aku minta maaf.” Ucap Tommy yang membuat Arsen yang ternyata menunggu di depan lift sebelahnya menoleh ke asal suara.


Alya dan Tommy tidak sadar kalau ada Arsen di sana yang melihat keduanya, Arsen sengaja ingin melihat apa yang ingin di lakukan laki-laki itu kepada istrinya.


“Al aku minta maaf, sekarang aku sudah bangkrut Al, aku minta maaf karena sudah mengkhianati kamu, aku menyesal sudah memilih wanita tidak tahu diri itu.” Ucap Tommy.


“Aku turut bersedih dengan kebangkrutan yang kamu alami, dan aku sudah memaafkan kamu tapi tidak dengan melupakan apa yang sudah kamu lakukan kepadaku Tom.” Ucap Alya dengan dingin.


“Apa bisa kamu membuka hati untukku lagi Al? kali ini aku berjanji tidak akan melakukan hal yang sama.” Ucap Tommy.


Laki-laki itu tahu kalau dia benar-benar tidak tahu diri karena sudah bertanya hal seperti itu kepada Alya, tapi dia benar-benar menyesal karena sudah menyakiti Alya dan dia ingin kembali membangun hubungan dengan Alya.


“Apa kamu ga punya malu Tom? Aku tidak akan pernah kembali padamu, aku sudah bahagia dengan rumah tanggaku sekarang, dan kalau memang kamu menyesal sebaiknya kamu tidak melakukan hal yang sama kepada wanita lain.” Ucap Alya.


“Carilah wanita yang baik, dan jangan kau sakiti lagi hatinya Tom, itu sudah lebih dari cukup untuk mengganti penyesalanmu.” Lanjutnya.


Tommy menunduk, dia tahu tidak akan ada harapan lagi untuknya, tidak ada lagi tempat di hati Alya untuknya.


“Sayang.” Panggil Arsen yang sengaja dengan suara besar agar Tommy juga bisa melihatnya.


“Arsen? Kok kamu baru dateng sih?” tanya Alya sambil memanyunkan bibirnya.


“Maaf sayang parkir mobilnya jauh.” Balas Arsen berbohong, padahal sejak tadi dia ada di sana melihat drama yang di buat oleh Tommy.

__ADS_1


Arsen segera mengambil semua paper bag yang di pegang Alya, lalu dia segera menggandeng Alya dengan tangan satunya menuju parkiran tanpa menoleh ke arah Tommy sedikit pun.


Sedangkan Tommy hanya menatap sendu ke arah Arsen dan Alya yang terlihat saling mencintai, laki-laki itu tersenyum tipis dan berusaha untuk menerima konsekuensi yang sedang di terimanya.


__ADS_2