DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 48


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu, liburan pun sudah selesai dan semua orang kembali bekerja seperti sedia kala. Begitu juga dengan Arsen dan Alya.


Mereka berdua masih berada di mansion oma Nani, sarapan pun masih seperti biasa bersama dengan keluarga besar dan sekarang Liliana, putri dari aunty Chyntia yang sedang libur kuliah sejak beberapa hari yang lalu sebelum Arsen dan Alya kembali dari Bali.


Pagi ini Alya sedang membantu para pelayan untuk memasak makanan Indonesia kembali karena itu permintaan dari oma Nani yang katanya sudah kangen dengan masakan Alya.


“Hai kamu kak Alya kan? Aku Lili, sepupu kak Arsen.” Sapa Liliana dengan ramahnya saat berjalan masuk ke dalam dapur.


Lili sudah berada di mansion oma Nani karena memang dia tidur di sana menemani omanya.


“Hai Lili, salam kenal ya, aku sering kali mendengar tentangmu dari Arsen.” Balas Alya.


“Hem? Aku harap dia tidak menceritakan tentang hal-hal yang jelek tentangku ya kak.” Ucap Lili sambil tertawa yang di balas tawa juga oleh Alya.


“Tidak kok, Arsen bilang kamu adalah gadis yang baik dan sangat cantik, ternyata semua yang dia katakan benar.” Balas Alya.


“Apaan sih gombal! Hahaha.” Ucap Lili.


Alya bisa melihat kalau Lili adalah gadis yang baik, sama seperti aunty Chyntia, dia terlihat sangat tulus sama seperti yang di katakan oleh Arsen.

__ADS_1


“Kakak masak apa nih? Menunya ga ada yang aku kenal.” Ucap Lili sambil melihat semua menu yang sudah matang.


“Ini masakan khas Indonesia Li, semenjak aku ke Bali kan ga ada yang masak masakan Indonesia, katanya oma Nani kangen.” Balas Alya.


“Enak berarti kak, emang oma Nani selalu memuji masakan kakak ke aku.”


“Ah masa sih? Jadi malu deh aku.” Ucap Alya sambil terkekeh.


Lili juga ikut terkekeh sambil melihat Alya bergulat dengan alat masaknya, karena memang dia tidak pernah memasak jadi dia tidak tau apa yang harus dia lakukan dan hanya melihat Alya memasak saja.


Tidak lama kemudian Lucas dan Luciana datang dan berjalan ke arah dapur untuk melihat siapa yang memasak.


“Ga usah jaim deh lo kak, kemarin waktu oma telfon kak Al juga kalian berdua seneng karena oma minta masakin kak Al lagi.” Sahut Lili.


“Dih, lo udah jadi pengikut cewek kampung ini?” tanya Luciana dengan ketus.


“Yah setidaknya jadi pengikut kak Al ga akan sesat kayak lo kak.” Balas Lili.


“What!? Udah kurang ajar lo ya baru sebentar bergaul sama nih cewek!” ketus Luciana.

__ADS_1


“Diamlah! Kenapa sih kamu harus ngajak ribut Luci? Aku tau kok kamu dan Lucas ga sudi makan masakan aku, makanya aku nyuruh pelayan masak khusus buat kalian dan orang tua kalian.” Ucap Alya yang membuat Lucas dan Luci terkejut dan langsung menoleh ke arah Alya.


“Bukan cuma kamu yang ga sudi makan masakan aku, aku juga ga sudi masak buat orang yang bisanya cuma menghina makanan!” ketus Alya dengan tatapan tajamnya lalu dia kembali fokus pada masakannya.


Lili terkejut dengan keberanian Alya membalas kedua sepupunya yang memang menyebalkan itu, di dalam hatinya dia bersorak gembira melihat kekecewaan di wajah Lucas dan Luci karena Lili tau mereka juga menyukai masakan Alya.


Lucas dan Luci tidak berkata-kata lagi, keduanya langsung berjalan ke ruang makan dan duduk di kursi mereka masing-masing dengan wajah kesal.


“Ini gara-gara lo! Kenapa lo harus ngajak mereka debat sekarang sih! Gue tau lo juga suka sama masakan Alya kan.” Ucap Lucas kesal.


“Apaan sih lo, suruh aja koki yang jago masak makanan Indonesia masak di apart lo.” Ketus Luci.


“Lo kira gue ga pernah ngelakuin hal itu? Udah ada lima koki gue suruh masak makanan yang sama kayak yang cewek itu masak tapi ga ada yang sama, padahal mereka berasal dari Indonesia juga.” Jelas Lucas.


“Ya lo minta aja sana sama cewek itu buat masakin lo juga! Gue sih ogah.” Ucap Luci.


“Makan aja noh steik sampe mampus!” ketus Lucas yang langsung membuang wajah dan mengambil ponsel dari saku celananya.


Kedua kakak beradik itu hanya bisa saling membuang wajah karena kesal dan sama-sama memiliki gengsi yang tinggi.

__ADS_1


__ADS_2