DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 34


__ADS_3

FLASHBACK


Bukannya terbangun, Arsenio malah menarik tangan Alya membuat wanita itu langsung terjatuh di atas tempat tidur tepat di sebelah Arsenio.


Alya berusaha untuk berdiri kembali, tapi Arsenio malah kembali menariknya dan sekarang laki-laki itu malah memeluk tubuh Alya dengan erat.


“Arsen jangan bercanda deh!” tegas Alya sambil terus berusaha untuk melepaskan diri.


“Biarin kayak gini dulu, bau tubuh kamu enak aku pengen peluk terus.” Ucap Arsenio yang masih memejamkan kedua matanya.


Alya kesal, dia menatap tajam wajah Arsenio yang masih menutup matanya, entah laki-laki itu sadar atau tidak saat mengatakan hal itu kepadanya.


Alya yang sudah lelah hanya bisa pasrah membiarkan Arsenio memeluk tubuhnya, namun Alya tiba-tiba tertarik untuk membalas pelukan Arsenio.


Tubuh laki-laki itu sangat kekar membuat Alya penasaran bagaimana rasanya memeluk tubuh se kekar itu.


Alya lebih dulu memastikan apakah Arsenio benar-benar masih tertidur apa tidak, dan saat memastikan kalau suaminya itu masih terlelap, Alya langsung menggerakkan tangannya dan mulai menaruhnya di atas pinggang Arsenio.


Alya memejamkan kedua matanya merasakan sensasi pelukannya dan menikmati tubuh kekar Arsenio.


Sampai akhirnya Arsenio terbangun dari tidurnya, sedangkan Alya malah tertidur sangking nyamannya berada di pelukan Arsenio.


Arsenio tersenyum menatap wajah cantik Alya yang polos tanpa make up, dia berani membelai pipi Alya dengan lembut hingga membuat Alya terbangun.


Alya yang sudah benar-benar sadar itu langsung terkejut saat melihat Arsenio berada tepat di hadapannya, namun saat Alya mau menjauhkan wajahnya Arsenio malah semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Alya.


“Arsen, bangun ayo udah kesiangan kita.” Ucap Alya.


“Ga mau, aku maunya gini terus.” Balas Arsenio.


“Arsen jangan kayak anak kecil deh, ayo bangun.”


“Kamu jangan gerak terus nanti yang di bawah bangun loh.” Ucap Arsenio.


Alya tentu saja mengerti apa yang di maksud oleh Arsen, dan hal itu membuat Alya terdiam tidak bergerak sama sekali karena takut akan membangunkan sesuatu yang seharusnya tidak terbangun.


“Al, aku boleh jujur?” tanya Arsenio.


“Jujur? Jujur apa?” tanya Alya.

__ADS_1


“Jujur kalau aku sebenarnya hanya beralasan saja untuk menikahimu agar kamu tidak bicara tentang apa yang pernah aku lakukan.” Ucap Arsenio.


Alya terkejut, pantas saja selama ini dia sudah memohon dan berjanji kalau dia tidak akan mengatakan tentang kejadian itu kepada siapapun, tapi Arsenio tetap memaksa untuk menikah dengan Alya dengan alasan kalau dia ingin mengawasi Alya secara langsung.


“Kenapa? kenapa kamu melakukan hal itu padaku Arsen! Kamu tau kan kalau aku tidak mau menikah dengan laki-laki kejam yang sama sekali tidak aku sukai!” ucap Alya yang sudah mulai emosi.


“Al, dengarkan aku dulu aku mohon.” Ucap Arsenio.


Alya sebenarnya tidak ingin lagi mendengar kata-kata Arsenio yang akan membuatnya sakit hati, tapi akhirnya dia hanya tetap terus mendengarkan dan memberikan kesempatan untuk Arsenio menjelaskan semuanya.


“Sebenarnya aku menikah karena oma terus memaksaku menikah dan menyusun kencan buta untukku terus menerus bahkan sehari aku bisa menemuki tiga sampai lima wanita.” Jelas Arsenio.


“Aku tidak bisa mengajak kekasihku menikah karena dia baru saja memulai karirnya di dunia hiburan.” Lanjutnya.


“Kebetulan aku menemukanmu yang melihat apa yang seharusnya tidak kamu lihat, hal itulah yang aku buat untuk menjadi kesempatanku menikah dengan seseorang.”


“Kamu terlihat seperti wanita baik-baik, dan aku yakin setelah beberapa hari mengenalmu kalau kamu adala wanita yang baik, itulah kenapa aku ingin jujur tentang hal ini padamu.” Jelas Arsenio.


“Terus, setelah jujur seperti ini apa yang akan kamu lakukan?” tanya Alya yang saat ini sudah berdiri di pinggir tempat tidur menatap tajam ke arah Arsenio yang sudah duduk di atas tempat tidur.


“Aku ingin hubungan pernikahan kita yang di awali dengan paksaan ini bisa menjadi pernikahan yang bahagia, aku ingin belajar untuk membuka hati untukmu.” Ucap Arsenio.


“Lalu bagaimana dengan kekasihmu? Apa maksudnya kamu akan membuka hatimu untukku tapi kamu masih mau mengencani kekasihmu?” tanya Alya tidak suka.


“Tidak, aku akan melepaskannya, aku akan membiarkannya untuk berkarir sesuka hatinya dan memulai kehidupan baru denganmu.” Ucap Arsenio dengan yakin.


Alya yang awalnya curiga seketika diam, dia berusaha untuk percaya dengan kata-kata Arsenio dan akhirnya dia mengiyakan ucapan Arsenio.


“Baiklah, karena kita sudah menikah, tidak mungkin aku minta pisah hanya karena hal seperti itu, aku juga akan mencoba menerima pernikahan ini dan menerima kamu.” Ucap Alya.


Mendengar hal itu membuat Arsenio bahagia, dia langsung berdiri dan memeluk tubuh Alya dengan erat.


“Ih jangan peluk-peluk!” ucap Alya sambil mendorong tubuh Arsenio.


“Kenapa kamu masih jutek sama aku sih? Kamu harus menerima perlakuan apapun yang aku berikan kepadamu Al.” ucap Arsenio.


Alya hanya menghela nafas panjang lalu dia terenyum tipis sambil memalingkan wajahnya.


“Udah ayo mandi pasti oma sudah menunggu di bawah.” Ucap Alya.

__ADS_1


“Kamu udah mandi?” tanya Arsenio.


“Udah lah, aku udah masak malah.” Balas Alya.


“Ga mau kerja?” tanya Arsenio.


“Kerja? Tapi aku masih ada cuti dua hari lagi.” Balas Alya.


“Ikut aku ke perusahaan untuk melihat-lihat, bagaimana? Kamu mau ikut?” tanya Arsenio.


Tentu saja Alya semangat sekali mendengar ajakan Arsen, dia langsung tersenyum senang dan mengangguk dengan penuh keyakinan.


“Baiklah, aku mandi dulu, kamu segera ganti baju ya.” Ucap Arsenio yang di balas anggukan oleh Alya.


Alya segera berjalan ke walk in closet, sedangkan Arsenio berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Alya berdandan sengan sangat cantik hari itu dengan pakaian formal karena dia akan mengunjungi perusahaan suaminya.


Walaupun tidak semua karyawan mengetahui status dirinya, hanya saja Alya harus tetap menjaga penampilan agar tidak membuat Arsenio malu dengannya.


Alya juga tidak lupa menyiapkan pakaian kerja Arsenio, dan setelah Arsenio memakai pakaiannya dia segera mengajak Alya untuk turun ke bawah.


“Apa keluargamu akan datang juga?” tanya Alya.


“Tentu saja, setiap hari mereka akan kemari untuk sarapan dan juga makan malam bersama menemani oma agar tidak kesepian.” Jawab Arsenio.


Alya hanya mengangguk-anggukan kepalanya, lalu dia kembali merasa gugup karena mengingat saat acara pernikahan mereka om dan tante Arsenio sangat tidak bersahabat.


“Kenapa? kamu takut?” tanya Arsenio.


“Hem, mereka kayaknya ga suka aku deh.”


“Jangan merasa takut, kalau kamu takut dan terlihat mudah di tindas, mereka malah makin memojokkan kamu.” Ucap Arsenio.


“Kemungkinan nanti juga ada sepupu-sepupuku, jangan mendengarkan apa yang mereka bicarakan, mereka hanya iri dengan kita.” Lanjut Arsenio.


Alya menganggukkan kepala, lalu mereka berdua akhirnya keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan menggunakan lift.


FLASHBACK END

__ADS_1


__ADS_2