DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 51


__ADS_3

Alya mengajak Lili untuk pergi ke rumah keluarganya untuk menjemput Azzura lebih dulu karena dia sudah berjanji untuk mengajak Azzu shopping.


“Kak Al punya adik berapa?” tanya Lili.


“Dua, satu laki-laki satu perempuan.” Balas Alya.


“Ah begitu, pasti seru ya punya adik kak, aku pingin punya adik tapi papi dan mamiku ga mau.” Ucap Lili.


“Ga semuanya seru kok, kita sebagai kakak harus lebih sering mengalah.” Ucap Alya.


Lili hanya mengangguk membenarkan ucapan Alya, lalu akhirnya keduanya hanya diam sampai akhirnya mereka tiba di rumah keluarga Alya.


Lili yang memang orang yang sangat extrovert akan sangat cocok dengan Azzura yang introvert namun akan berubah menjadi extrovert jika sudah dekat dengan seseorang.


“Wah, kak, rumah kakak memang tidak sebesar rumah oma, tapi ini mewah sekali loh.” Lili memuji rumah keluarga Alya yang terlihat mewah.


“Rumah oma jauh lebih bagus dari rumah ini, sudahlah ayo masuk ke dalam sepertinya semuanya ada di dalam.” Ucap Alya.


Alya menggandeng tangan Lili masuk ke dalam rumah, di sana ada Belinda dan Azzura yang sedang berbincang-bincang. Keduanya langsung menyambut Alya dan Lili saat mereka berjalan masuk ke dalam.


“Kak Al!” seru Azzura yang langsung berlari memeluk tubuh sang kakak.


“Azzu, kamu ga malu di lihat orang.” Ucap Alya yang membuat Azzura melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah Lili yang ada di belakang Alya.


Azzura tersenyum saat matanya dan mata Lili berpapasan, lalu Azzu kembali tegak dan menghampiri Lili.


“Hai, aku Azzura adik kak Al.” ucap Azzura mengenalkan diri.


“Hai, aku Lili adik sepupu kak Arsen.” Balas Lili.


“Kalian berdua harus jadi teman yang baik karena kalian seumuran.” Ucap Alya.


“Benarkah? Kita seumuran?” tanya Lili yang di balas anggukan oleh Alya.


“Kemari lah, apa kalian sudah makan?” tanya Belinda.


“Sudah tante, tadi kak Al sudah membelikan aku pie.” Balas Lili.


“Hanya pie? Apa kenyang hanya makan dengan pie?” tanya Belinda.

__ADS_1


“Hehehe, tentu tidak.” Balas Lili dengan malu-malu.


Alya, Belinda dan Azzura tertawa mendengar jawaban Lili, Lili benar-benar sangat menggemaskan.


“Ayo makan, tante sudah membuat banyak makanan untuk kamu karena Alya sudah bilang mau ajak kamu.” Ajak Belinda.


“Benarkan tante? Apa tante khusus memasak untukku?” tanya Lili dengan antusias.


Belinda mengangguk, lalu dia menggandeng tangan Lili dan mengajaknya ke ruang makan, sedangkan Alya dan Azzura hanya saling menatap lalu tersenyum melihat Lili dengan mudah akrab dengan mami mereka.


“Sepertinya kita akan di asingkan kak.” Bisik Azzura.


“Pfftt, sebentar lagi mami akan menyuruh Lili untuk terus datang kemari menemaninya.” Balas Alya yang di balas tawa oleh Azzura.


Saat masuk ke dalam ruang makan, langkah Lili terhenti seketika membuat Belinda yang menggandeng Lili ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


“Ada apa Lili? Kenapa kamu berhenti?” tanya Belinda.


“Oh my god! Ganteng banget.” Ucap Lili tanpa sadar saat melihat Aciel sedang mengambil air di dapur.


Aciel yang mendengar suara maminya langsung menoleh dan mengerutkan keningnya saat melihat Lili. Sedangkan Belinda tersenyum melihat Lili yang mengatakan Aciel tampan.


“Kamu berhenti karena ada El?” tanya Belinda.


“Iya dia Aciel adiknya Alya, kita memang biasa memanggilnya El.” Jelas Belinda.


“Ah begitu, kak El, ternyata kak Al punya adik yang sangat tampan ya.” Ucap Lili yang sangat mengagumi Aciel.


“Dia siapa?” tanya Aciel dengan dingin.


“El, kenapa kamu nanyanya kayak gitu sama tamu? Ga sopan.” Tegur Belinda.


“Terus aku harus bagaimana mi? aku kan hanya bertanya.” Balas Aciel.


“Aku Lili kak, sepupunya kak Arsen, salam kenal.” Ucap Lili dengan senyum manisnya.


“Ya baiklah, aku Aciel.” Balas Aciel dengan cuek lalu dia tersenyum saat melihat Alya berjalan masuk ke dalam ruang makan.


“Kakak!” teriak Aciel yang langsung berlari memeluk sang kakak seperti anak kecil.

__ADS_1


Lili terkejut melihat hal itu, dia tidak percaya kalau Aciel yang tadi bersikap dingin dan cuek malah bertingkah seperti anak kecil di hadapan Alya.


“Apa kak El dan Azzura selalu seperti itu di hadapan kak Al tante?” bisik Lili.


“Hem, mereka akan seperti anak kecil jika kakaknya ada di sini, harap di maklumi ya.” Balas Belinda.


“Ternyata lebih enak kalau punya kakak ya, awalnya aku mengira akan menyenangkan kalau punya adik.” Ucap Lili.


“Alya juga kakak kamu Lili, dia adalah kakak yang sangat hebat.” Ucap Belinda sambil melihat ke arah ketiga anaknya, begitu juga dengan Lili.


Krruuucccuukk... bunyi yang berasal dari perut Lili membuat Belinda tersadar dari lamunannya dan menoleh ke arah Lili lalu tertawa.


“Hahaha, yaampun tante lupa kalau kamu mau makan, yuk makan.” Ajak Belinda yang kembali menggenggam tangan Lili.


Belinda mempersilahkan Lili untuk duduk, lalu dia segera mengambilkan lauk yang sudah dia masak tadi setelah Alya menghubunginya kalau dia akan datang bersama Lili.


Lili begitu takjub dengan semua menu makanan yang di sediakan di atas meja makan, banyak menu makanan yang tidak dia tahu ada juga menu yang di masak Alya tadi pagi jadi dia sudah tau bagaimana rasanya.


“Kamu tidak pernah melihat menu makanan seperti ini ya?” tanya Belinda.


“Ada beberapa yang tadi di masak kak Al tante, ada juga yang Lili ga tahu.” Balas Lili.


“Makanlah, keluarga kami memang biasa memakan masakan Indonesia.” Ucap Belinda yang di balas anggukan oleh Lili.


“Hei, kalian bertiga juga duduk dan makan lah.” Ucap Belinda kepada ketiga anaknya yang masih saling bercanda.


Alya, Aciel dan Azzura pun menghentikan pembicaraan mereka, lalu ketiganya menoleh ke arah Belinda yang tadi memanggilnya.


“El ga makan mi, ada urusan sama papi di rumah sakit.” Balas Aciel.


“Baiklah kalau begitu, hat-hati di jalan ya.” Ucap Belinda.


 Aciel mengangguk dan berjalan menghampiri maminya untuk berpamitan dan mencium pipi maminya.


Lili semakin terpukau dengan sikap Aciel, dia tidak percaya kalau ternyata Aciel memiliki sifat yang sayang pada maminya. Lili ingat maminya pernah berkata kalau dia harus memilih laki-laki yang mencintai ibunya dan kakak perempuannya, dan saat ini Lili sudah menemukan tambatan hatinya.


“Li, jangan bengong aja, ayo di makan katanya mau cepetan shopping.” Ucap Alya yang membuat Lili tersadar.


“Oh iya kak hehe.” Balas Lili lalu dia segera memakan makanan yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Awalnya Lili takut mau memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya, tapi saat makanan itu sudah sampai di dalam mulutnya, Lili langsung melotot, dia merasakan rasa yang sangat menakjubkan, rasanya memang berbeda dari makanan yang biasa dia makan, tapi makanan ini lebih enak.


Lili terus makan dengan lahap membuat Belinda, Alya dan Azzura yang melihatnya tersenyum senang karena ternyata Lili menyukai makanan yang di sediakan.


__ADS_2