DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 11 (H-2)


__ADS_3

Alya yang sudah berada di dalam kamarnya di kejutkan dengan bel yang berbunyi di apartmentnya, baru saja dia masuk ke dalam namun sudah ada orang yang menghampirinya.


Sudah bisa di pastikan siapa orang yang mengetuk pintu apartmentnya, karena Alya sudah melihat lewat lubang pintu kalau Tommy sudah pulang jadi pasti bukan laki-laki itu pelakunya.


Dengan penuh rasa ragu Alya berjalan mendekati pintu dan mengintip lewat lubang yang ada di pintunya, seketika Alya langsung menghembuskan napas panjang saat melihat orang yang ada di depan pintunya.


Alya masih memtung di tempatnya, dia tidak berniat untuk membukakan pintu untuk laki-laki itu tapi tiba-tiba saja suara samar tapi jelas terdengar dari sela-sela pintu.


“Buka atau aku dobrak pintu apartment mu, kamu tau aku bisa melakukan hal itu dengan mudah.” Ucap laki-laki itu.


Akhirnya karena ketakutan Alya segera membuka pintu apartmentnya dengan enggan. Laki-laki yang ada di hadapannya saat ini adalah Arsenio, laki-laki yang sudah membuat harinya kacau balau.


“Mau apa kamu ke sini?” tanya Alya tanpa melihat wajah Arsenio.


Namun bukannya menjawab, Arsenio malah menerobos masuk ke dalam membuat Alya terdorong dan hampir terjatuh.


“Ngapain kamu masuk ke rumah orang tanpa ijin hah! Aku bisa telfon polisi loh dan kamu bisa di tangkap karena masuk tanpa izin!” tegas Alya yang kesal karena Arsenio selalu seenaknya.


Arsenio yang sedang meneliti seluruh ruangan langsung menoleh dan terkekeh membuat Alya mengerutkan keningnya.


“Kenapa kamu malah tertawa!?” tanya Alya dengan ketus.


“Kamu bilang kamu mau melaporkan aku ke polisi? Laporkanlah, aku tidak masalah dengan polisi, tapi apa kamu yakin para polisi itu tidak kalah denganku dan anak buahku?” tanya Arsenio dengan santainya.


Alya memang tidak tau berapa besar kekuasaan Arsenio, dan tidak tau seberapa banyak anak buah yang Arsenio miliki, tapi Alya bisa pastikan kalau apa yang di ucapkan laki-laki keji itu adalah fakta dan Alya seketika menjadi ciut.


“Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Kenapa kamu bisa ada di apartment sebelahku? Ke mana ibu-ibu yang ada di sebelah? Apa kamu membvnvhnya juga!?” ketus Alya dengan tatapan tajam.


“Hah! aku suka matamu yang seperti itu, tapi sayangnya aku tidak suka karena mata itu di tujukan untukku! Apa kamu pikir aku ini psikopat yang membunuh secara random?” ucap Arsenio.

__ADS_1


“Tidak ada yang tau apa yang ada di pikiran laki-laki yang dengan tega membvnvh seseorang!” balas Alya.


“Tenang saja, aku tidak membunuh wanita, anak-anak dan orang tua.” Ucap Arsenio.


“Cih! Benarkah? Lalu kamu pikir laki-laki yang kemarin kamu bvnvh itu bukan orang tua dari anak-anaknya? Kamu pikir dia tidak punya keluarga yang mencarinya?” tanya Alya.


Kesabaran Arsenio yang setipis tisu itu seketika bergejolak karena Alya terus saja bicara tidak ada hentinya.


“Diam! Aku tidak ingin di dikte oleh siapa pun terutama kamu! Kamu siapa berani sekali mendikte ku?” ketus Arsenio.


“Aku bukannya mendikte kamu, aku hanya mengatakan fakta!” ucap Alya.


Brakk!!! Arsenio menggebrak meja dengan kencang membuat Alya terkejut dan gemetar, tubuhnya terasa lemas dan kakinya rasanya tidak bisa berdiri tegak lagi.


Arsenio yang melihat Alya tiba-tiba terhuyung dan hampir jatuh langsung dengan sigap berlari menghampirinya dan menopang tubuh Alya agar tidak sampai terjatuh.


Alya yang merasa kalau tubuhnya di tahan oleh Arsenio segera mendorong pelan tubuh Arsenio dan berusaha untuk kembali berdiri tegak.


"Aku tidak akan menyentuh kamu kalau kamu tidak jatuh tadi!" Balas Arsenio.


"Biarin aja aku jatuh! Itu lebih baik dari pada di sentuh kamu!" balas Alya.


Arsenio tau kalau perdebatan itu tidak akan ada habisnya, jadi dia memilih untuk mengalah kali itu.


"Sudahlah aku tidak mau berdebat, aku membeli apartemen sebelah agar bisa memantau kamu dan tunanganmu itu, kita akan tinggal di sana setelah menikah nanti." jelas Arsenio yang membuat mata Alya melotot tidak percaya.


"What? Apa dia seniat itu?" gumam Alya tidak percaya kalau laki-laki itu sampai membeli apartemen baru.


Arsenio hanya diam, dia segera melangkah keluar dari apartemen Alya, meninggalkan wanita yang sedang kebingungan itu begitu saja.

__ADS_1


Setelah Arsenio pergi, Alya langsung meninju angin secara random untuk meluapkan kekesalannya.


Entah kenapa rasanya Alya ingin sekali berteriak kencang, sebenarnya siapa laki-laki itu sampai dia bisa melakukan apapun seenaknya.


***


Hari berganti hari, sampai akhirnya H-2 hari pernikahan Alya dan Tommy akan segera di laksanakan. Belinda terus bertanya kepada Alya kenapa samlai H-2 dia masih belum membatalkan pertunangan mereka.


Alya yang sedang bekerja di kantornya pun di pusingkan dengan dering ponselnya yang terus berbunyi, Alya tau kalau itu adalah maminya, hanya saja dia masih memiliki banyak kerjaan di kantor sampai dia tidak bisa mengangkat telfonnya.


Sebenarnya Alya ingin cepat-cepat membatalkan pertunangan mereka, hanya saja Arsenio masih melarangnya untuk membatalkan pertunangan itu sampai dia sendiri yang menyuruh Alya.


Malam ini juga Alya harus makan malam dengan Tommy, sejak pertunangannya Alya sama sekali tidak pernah mau jika Tommy mengajaknya bertemu, alasannya karena setiap bertemu dengan Tommy rasanya dia ingin mencakar wajah sok gantengnya itu.


Namun malam ini dia tidak bisa menolaknya, karena Arsenio lah yang menyuruh Alya untuk mengiyakan ajakan Tommy untuk makan malam bersamanya.


“Al, dari tadi ponsel lo bunyi tuh.” Ucap Tio salah satu rekan kerja Alya.


“Iya gue tau Yo, biasa nyokap gue ga ada masalah penting kok, gue kerjain kerjaan dulu aja hehe.” Balas Alya.


Tio tersenyum melihat wajah Alya yang semakin hari semakin cantik saja. Memang setelah pertunangannya dengan Tommy, Alya memang sengaja mengubah penampilannya menjadi lebih berani dan percaya diri.


Alya yang biasanya selalu memakai celana bahan panjang dan jas kantor, sekarang suka memakai rok selutut, kadang dia memakai celana jeans seperti para desainer lainnya.


Alya juga sekarang tidak menggulung atau mengikat rambutnya lagi, dia lebih sering membiarkan rambut lembutnya terurai begitu saja, dan sekarang Alya sering memakai make up.


Awalnya semua orang di kantor terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, walaupun memang Alya cantik sejak awal, hanya saja kecantikannya itu tertutup dengan penampilannya yang terbilang awur-awuran.


Semenjak melihat perubahan Alya, semua karyawan laki-laki di sana merasa menyesal karena tidak menyadari kecantikan Alya lebih awal, kalau mereka mengetahuinya sejak awal, maka mereka akan mendekati Alya dengan gencar sebelum dia bertunangan.

__ADS_1


Namun sebentar lagi wanita cantik ok itu akan menjadi milik laki-laki lain, dan mereka semua tidak berani mengusik wanita yang sudah akan menjadi istri orang seperti Alya saat ini, jadi para karyawan termasuk Tio hanya bisa mengagumi kecantikan Alya dalam diam saja.


__ADS_2