DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 32


__ADS_3

Oma Nani yang sudah bangun dari tidurnya langsung turun ke bawah di sambut oleh para pelayan yang sudah selesai menyiapkan minuman.


“Selamat pagi nyonya besar.” Sapa semua pelayan dengan serentak.


“Pagi, apa menu sarapan hari ini?” tanya oma Nani.


Semua pelayan saling menatap satu sama lain, lalu akhirnya pelayan senior lah yang angkat bicara.


“Menu sarapan pagi ini di buat oleh nona Alya nyonya, kami kurang paham nama menu yang dia masak.” Jawab pelayan senior itu.


“Lalu di mana cucu menantuku sekarang?” tanya oma Nani.


“Nona Alya bilang dia akan membangunkan tuan Arsenio nyonya.” Jawab pelayan itu.


“Baiklah, kalian bisa pergi dan sarapan.” Ucap oma Nani.


“Nona Alya sudah memberi kami beberapa dari lauknya nyonya.” Ucap pelayan senior itu.


“Benarkah? Kalau begitu silahkan kalian menikmatinya bersama, walaupun rasanya mungkin tidak sesuai dengan lidah kalian, tapi pasti kalian akan menyukainya.” Ucap oma Nani.


Para pelayan hanya mengangguk lalu mereka semua berpamitan untuk meninggalkan ruang makan.


Oma Nani memutuskan untuk duduk menunggu semua orang, sampai akhirnya satu per satu anak dan cucunya datang sambil menyapa nya.


Oma Nani memiliki empat anak, dua putra dan dua putri, anak pertama adalah laki-laki bernama Andreas Craig yang tidak lain adalah ayah dari Arsenio Finn Craig.


Anak kedua bernama Chyntia Craig yang memiliki satu putri yang saat ini sedang berkuliah S2 di Paris, hanya Chyntia, suaminya dan putrinya saja yang menyayangi Arsenio dengan tulus seperti keluarga yang sesungguhnya.


Anak ketiga bernama Arthur Craig yang memiliki sepasang anak kembar satu laki-laki dan satu perempuan yang usianya sama dengan Arsenio, mereka memiliki sifat yang sangat arogant sama seperti papa mereka yang selalu ingin merebut semua milik kakak tertuanya, anak-anaknya juga ingin merebut apa yang di miliki oleh Arsenio.


Anak keempat bernama Carolina Craig yang memiliki satu anak laki-laki, Carolina juga sangat ambisius, dia tidak ingin kakak-kakaknya lebih unggul dari pada dirinya, anak laki-laki Carolina juga berusia sama dengan putri Chyntia.


Sebenarnya Carolina tidak sejahat Arthur, hanya saja sayangnya dia memiliki suami yang memiliki hati yang busuk dan terus mendoktrin Carolina untuk mengejar apa yang bukan miliknya.

__ADS_1


Di meja makan sudah ada Arthur, istrinya dan anak-anaknya, ada Carolina dan keluarganya, sedangkan Chyntia seperti biasa dia dan suaminya akan datang terlambat.


“Di mana Chyntia?” tanya oma Nani.


“Paling juga telat mom, kita mulai sarapan dulu aja.” Balas Carolina.


“Tidak, kita tunggu semuanya ada di meja ini dulu, aku mau hari ini semua keluargaku berkumpul tanpa terkecuali.” Tegas oma Nani.


“Di mana cucu kesayangan oma dan istrinya?” tanya Lucas Craig putra Arthur.


“Cucu yang mana yang kamu maksud Lucas? Oma sangat menyayangi semua cucu oma.” Ucap oma Nani dengan anda tidak suka.


“Siapa lagi oma, kalau bukan Arsen? Di mana dia?” tanya Luciana Craig kembaran Lucas.


“Kenapa kalian berdua selalu seperti itu kepada Arsen? Apa kalian lupa kalau Arsen adalah sepupu kalian? Dia kakak sepupu kalian makan kalian harus menghormatinya.” Ucap oma Nani.


“Dia hanya lahir beberapa bulan lebih dulu saja oma.” Balas Lucas.


“Lucas!” tegas Arthur mengingatkan putranya untuk tidak membuat oma Nani marah.


Awalnya dia tersenyum remeh, lalu seketika senyumnya hilang berganti dengan tatapan kagum saat melihat Alya yang berjalan di belakang Arsenio.


Saat acara pernikahan mereka memang hanya om dan tante Arsenio saja yang datang, sedangkan sepupu-sepupunya tidak bisa datang karena urusan masing-masing.


Luci mengerutkan keningnya saat melihat kembarannya seperti sedang terpesona akan sesuatu, dia segera menoleh ke arah yang sama yang di lihat oleh Lucas lalu tatapan matanya tidak suka saat melihat Arsen dan Alya berjalan ke arah mereka.


“Selamat pagi semuanya, maaf karena terlambat.” Ucap Alya dengan sopan.


“Kenapa kamu meminta maaf? Tidak perlu melakukan hal itu.” Ucap Arsenio sambil menarik kursi makan untuk Alya barulah dia yang duduk di sebelah Alya.



Lucina menatap sinis ke arah Alya, entah kenapa dia merasa tidak menyukai wanita yang sekarang ada di hadapannya ini, lalu kakinya menginjak kaki Lucas yang masih terpaku melihat Alya sampai akhirnya laki-laki itu tersadar.

__ADS_1


“Kalian berdua ini ga tau sopan santun? Atau kalian lupa kalian sedang berada di rumah oma sampai tidak tau waktu bangun?” tanya Lucas dengan sinis.


“Kau tidak perlu mengajarkan aku dan istriku tentang sopan santun, karena di sini semua orang tau siapa yang paling tidak memiliki sopan santun.” Sahut Arsenio tanpa melihat ke arah sepupunya itu.


Alya merasa ketegangan di antara mereka, ingin sekali rasanya Alya pergi dari tempat itu, tapi dia tidak bisa karena dia menghargai oma Nani yang saat ini terlihat pusing melihat cucu-cucunya sedang perang dingin.


Alya berinisiatif untuk menggenggam tangan Arsenio dan tersenyum manis saat Arsenio menoleh ke arahnya.


“Sepertinya ini pertemuan pertama kita bukan? Arsen sama sekali tidak pernah menceritakan kalau dia memiliki saudara jadi aku belum mengenal kalian, namaku Alya kalian bisa memanggil aku Al, salam kenal.” Ucap Alya dengan manis.


Melihat Alya tersenyum manis seperti itu membuat Lucas lagi-lagi terpana dan mematung tanpa mengatakan apapun membuat Luci kesal dan kembali menginjak kaki saudara kembarnya itu.


“Maaf karena kami turun terlambat dan membuat semuanya menunggu.” Sambungnya.


“Berapa kali kamu harus meminta maaf? Bukankah aku sudah bilang jangan pernah meminta maaf kepada mereka, karena kamu tidak salah apa-apa!” tegas Arsenio membuat Alya melotot tidak percaya kalau Arsenio malah membuat suasana menjadi panas.


“Wah, kalian berdua ternyata seperti langit dan bumi ya? Yang satu berhati baik entah itu asli atau hanya pura-pura, sedangkan yang satu lagi berhati keras sekeras batu!” ketus Luciana sambil menatap tajam ke arah Arsenio.


Arsenio tersenyum miring lalu dia membalas tatapan Luciana membuat wanita itu menjadi sedikit gugup.


“Wah, ternyata hatimu sangat murahan ya Luci, kau cepat sekali membenciku padahal baru beberapa tahun yang lalu kau bilang ingin memiliki pasangan seperti diriku.” Ucap Arsenio.


Saat ini Alya semakin di buat pusing dengan keluarga ini, padahal ini masih hari pertama tapi dia sudah pusing begini, dia juga tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang mereka semua bicarakan, kenapa hanya karena terlambat turun ke meja makan masalahnya menjadi ke mana-mana.


“Diam! Kalian semua ingin melihat oma kalian mati berdiri bukan?!” ucap oma Nani dengan nada yang keras membuat semua orang terdiam.


Tidak lama kemudian, dua orang berjalan dengan wajah yang sumringah, orang itu adalah Chyntia dan suaminya. Namun Alya belum pernah melihat mereka berdua karena saat pernikahan mereka memang tidak bisa datang karena ada urusan pekerjaan.


Tapi Alya merasakan keteduhan saat melihat senyum Chyntia, dia bisa merasakan kalau Chyntia adalah orang yang baik.


“Selamat pagi semuanya, kenapa suasana pagi-pagi begini udah tegang aja sih...” ucap Chyntia sambil menyalami oma Nani dan mencium pipinya.


“Keponakan-keponakan kamu ini pagi-pagi udah debat aja, mom sampai lelah.” Adu oma Nani.

__ADS_1


“Ayolah, apa kalian ga bisa akur sebentar aja? Ada anggota keluarga baru loh di sini masa kalian ga malu.” Ucap Chyntia kepada Arsenio, Lucas dan Luciana.


Lucas dan Luciana hanya memutar bola matanya jengah, sedangkan Arsenio tersenyum tipis mendengar omelan Chyntia.


__ADS_2