
Seperti biasa, Arsen terus mengikuti Alya mengantar anak-anaknya, padahal Alya sudah melarang Arsen untuk ikut tapi Arsen tetap ingin ikut mengantar anak-anak mereka dan akhirnya Alya pun hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan Arsen yang ingin ikut mengantar anak-anak mereka.
Semenjak kejadian sarapan bersama itu membuat mereka semakin dekat satu sama lain, Jay juga sudah mulai menerima Arsen dan membiarkan Arsen sarapan di rumah mereka setiap pagi dan juga mengantar mereka ke sekolah.
Arsen bahkan berencana untuk membawa Alya dan kedua anaknya kembali ke Belanda kembali ke rumah keluarga Arsen yang sangat menantikan menantu dan cicit-cicit kesayangan oma Nani. Namun Arsen belum mengatakan rencananya ini kepada Alya dan kedua anaknya karena dia takut kalau Alya tidak setuju dengan keinginannya mengingat kalau usaha butik Alya sudah sangat maju di Indonesia.
Sudah sebulan lebih Arsen berada di Indonesia, Ferdinand seringkali meminta Arsen segera kembali karena dia tidak bisa menghandle pekerjaan yang begitu banyak dan penting sendirian, namun Arsen selalu merayu Ferdinand dan mengancam asistennya itu kalau dia akan memotong gajinya kalau tidak mau mengerjakan pekerjaannya.
“Al, apa kamu sibuk hari ini?” tanya Arsen saat mereka sudah melihat anak-anak mereka masuk ke dalam gerbang sekolah dengan selamat.
“Hem,, tidak sibuk kok, ada apa?” tanya Alya.
Ya, saat ini Alya sudah mulai menerima keberadaan Arsen yang memang masih sangat dia cintai, apa lagi Alya tau kalau selama ini kehancuran rumah tangga mereka hanyalah salah paham belaka.
Arsen juga sudah menyesal dan sekarang Alya tidak memiliki alasan apapun yang mampu membuatnya menolak kehadiran Arsen, terlebih saat anak-anaknya sudah sangat menerima Arsen dengan tangan terbuka.
“Kita ke cafe dulu yuk minum kopi sambil ngobrol.” Ajak Arsen.
Alya hanya mengangguk mengiyakan ucapan Arsen, sedangkan Arsen yang melihat anggukan dari Alya langsung melajukan mobilnya ke arah cafe yang berada di dekat sekolah anak-anak mereka.
__ADS_1
Alya dan Arsen duduk di salah satu meja yang berada di pojok ruangan, keduanya juga segera memesan kopi dan juga beberapa camilan. Setelah itu keduanya hanya terdiam tanpa mengatakan apa-apa.
Alya diam karena dia menunggu Arsen berbicara, sedangkan Arsen malah hanya diam karena dia bingung dan takut bagaimana cara menyampaikan keinginannya mengajak mereka kembali ke Belanda.
“Ada hal penting yang mau di omongin?” tanya Alya memecah pikiran Arsen, Alya tau kalau saat ini Arsen sedang ragu.
“Hem, memang ada hal penting yang mau aku omongin sama kamu Al.” balas Arsen.
“Apa itu? Penting banget ya sampe kamu ragu-ragu gitu?” tanya Alya.
“Ya, sangat penting sampai aku bingung harus mulai dari mana.” Jawab Arsen.
“Aku akan menunggu sampai kamu siap bicara.” Balas Alya sambil tersenyum manis seperti biasanya.
“Al, kamu tau kan kalau hubungan kita sudah mulai baik-baik saja?” tanya Arsen yang di balas anggukan kepala oleh Alya.
“Aku sudah sebulan lebih berada di sini, Ferdinand sudah menerorku, anak-anak juga sebentar lagi akan lulus sekolah.” Lanjut Arsen.
“Lalu?”
__ADS_1
“Aku ingin mengajak kamu dan anak-anak kembali ke Belanda Al, aku ingin menikahi kamu lagi dan anak-anak akan melanjutkan kuliah di sana.” Ucap Arsen.
Mendengar ucapan Arsen membuat Alya sedikit terkejut, dia tahu kalau Arsen pasti akan mengajak dia dan anak-anak mereka pindah ke Belanda, tapi Alya tidak tahu kalau Arsen akan mengajak mereka pindah secepat ini.
“Sebenarnya aku sedikit terkejut dengan permintaan kamu ini, banyak yang perlu di urus di sini dan aku juga harus meminta pendapat anak-anak, karena mereka yang harus beradaptasi dari nol lagi.” Jawab Alya.
“Aku tau itu Al, aku bisa menunggu sampai anak-anak siap, tapi setidaknya aku bisa mendapatkan jawaban dari kamu, apa kamu mau menikah denganku lagi dan kita kembali membuka lembaran baru bersama anak-anak?”
“Aku janji aku akan menjaga kamu dan anak-anak dengan baik, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kalian.” Ucap Arsen.
Alya diam menatap wajah Arsen, laki-laki itu terlihat sangat tulus dan jujur membuat Alya tidak bisa menolak.
“Aku mau, aku mau kita kembali dan membuka lembaran baru bersama anak-anak, tapi aku harus menyelesaikan pekerjaanku di sini dulu.” Ucap Alya.
“Tentu saja, aku akan memberikan kamu waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan di sini.” Balas Arsen.
“Kamu kembali lah dulu, kasihkan kak Ferdi harus menyelesaikan pekerjaan sendirian, pasti banyak klient penting yang menunggu untuk bertemu denganmu, pergilah sambil menunggu aku dan anak-anak.” Ucap Alya meyakinkan Arsen.
“Tapi...”
__ADS_1
“Tidak ada tapi, kamu juga harus bekerja dan membuat anak-anakmu bangga padamu bukan?” ucap Alya memotong ucapan Arsen.
Akhirnya Arsen hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan Alya dan dia memutuskan akan segera kembali ke Belanda besok.