DIPENJARA CINTA

DIPENJARA CINTA
BAB 61


__ADS_3

“Arsen! Ya tuhan, apa yang kamu lakukan?!” tanya oma Nani yang terkejut saat melihat ruang kerja Arsen yang sudah tidak berbentuk lagi.


Apa lagi Arsen yang terlihat seperti orang gila dengan penampilan acak-acakan, dengan kemeja yang sudah compang-camping.


Oma Nani segera masuk ke dalam ruang kerja karena memang tidak di kunci jadi dengan mudahnya oma Nani bisa langsung masuk ke dalam ruang kerja.


“Arsen!” teriak oma Nani namun Arsen hanya duduk di pojokan dengan sebotol minuman di tangannya.


Oma Nani juga melihat ada darah yang mengalir dari tangan Arsen yang membuat oma Nani langsung berdiri dari kursi rodanya dan berjalan perlahan menghampiri Arsen.


“Arsen, kenapa tanganmu sampai berdarah begini? Sebenarnya kamu ini kenapa?” tanya oma Nani yang panik dan langsung melihat tangan Arsen dengan teliti.


Oma Nani kesal sekali karena Arsen sama sekali tidak mau menjawab semua pertanyaan yang dia berikan.


“Arsen! Jelaskan pada oma apa yang sebenarnya terjadi!” teriak oma Nani yang akhirnya membuat Arsen menoleh ke arah omanya itu.


“Alya oma, Alya.” Ucap Arsen.


“Alya kenapa? di mana Alya sekarang?” tanya oma Nani.


“Arsen sudah kehilangan Alya oma... Alya sudah pergi meninggalkan Arsen.” Jawab Arsen yang semakin membuat oma Nani bingung.


“Maksudnya apa?” tanya oma Nani.


"Aku kehilangan Alya Oma, aku tidak bisa menemukan Alya di mana pun!"


"Ceritakan yang jelas! Sebenarnya apa yang terjadi sampai Alya pergi meninggalkanmu!?" ketus Oma Nani.


Akhirnya Arsen menceritakan semuanya mulai dari pesta sampai akhirnya Alya tidak di temukan, Arsen juga menunjukkan rekaman yang di kirim oleh Anjali di ponselnya.


Ya, malam itu bukan hanya Alya yang di kirimi video oleh Anjali, tapi Arsen juga di kirim dan keterangannya tertulis kalau Anjali sudah mengirim rekaman itu kepada Alya.

__ADS_1


Tentu saja Arsen tahu betul alasan Alya pergi entah kemana, Arsen sudah mencari ke keluarganya, teman-teman kerjanya, apartment dan sekitarnya, namun hasilnya nihil.


"Apa suara yang ada di video itu adalah suara kamu?" tanya Oma Nani.


Karena memang wajah Arsen tidak jelas di rekaman itu, tentu saja itu karena Anjali merekamnya secara diam-diam.


Arsen tidak menjawab apa yang di tanyakan Oma Nani, dia hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya karena suara yang ada di rekaman itu memanglah suaranya.


"Arsen! Kamu ga mau jawab pertanyaan Oma!?" ketus Oma Nani.


"Apa yang harus Arsen jawab Oma, suara yang ada di rekaman itu bukankah sudah jelas suaraku?" ucap Arsen yang membuat oma Nani naik pitam.


Plakkk!!! Tamparan keras akhirnya jatuh di pipi kanan Arsen membuat pengasuh Oma Nani terkejut dengan hal itu.


"Nyonya..." ucap pengasuhnya.


"Jangan membelanya Je, aku tahu kamu sudah menganggap Arsen sebagai putramu sendiri, tapi saat ini dia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal!" ketus Oma Nani kepada Jeje pengasuhnya.


"Tapi nyonya..."


"Tidak ada tapi Je! Lebih baik kamu keluar dulu, biar aku yang menyelesaikan masalah ini dengan bocah satu ini!" ketus Oma Nani.


Tanpa mengatakan apapun lagi akhirnya Jeje segera undur diri dan keluar dari kamar Arsen.


Sedangkan di dalam kamar, Arsen hanya bisa menundukkan kepala, dia tidak bisa melihat wajah Omanya yang sangat menyayangi Alya seperti cucunya sendiri.


"Bisa-bisanya kamu melakukan hal ini Arsen! Selama ini tidak ada anak-anak oma yang melakukan hal memalukan seperti yang kamu lakukan! Selama ini Oma memarahi Lucas karena selalu bergonta-ganti wanita."


"Tapi ternyata kamu lebih parah Arsen! Kamu sudah menikah tapi masih berhubungan dengan mantanmu! Apa Oma segitu membebani pikiranmu hingga kamu memaksa menikahi wanita yang tidak bersalah sedangkan kamu masih berhubungan dengan kekasihmu itu!"


Oma Nani benar-benar kecewa dengan apa yang sudah di lakukan Arsen, dia tidak habis pikir cucu yang dia percaya ternyata sudah menghancurkan kepercayaannya.

__ADS_1


"Oma, dulu memang niatku seperti itu karena aku tidak mau mengecewakan Oma yang sudah sangat menginginkan aku menikah, tapi sekarang, selama aku bersama Alya, aku sudah mulai mencintainya dan melupakan Anjali Oma.." jelas Arsen.


"Tidak bisa! Ini adalah hasil yang kamu dapatkan setelah berniat jahat kepada wanita sebaik dan sepolos Alya." ucap oma Nani.


"Oma aku mohon, tolong bantu aku menemukan istriku yang hilang Oma.." pinta Arsen sambil bersimpuh.


Namun oma Nani sama sekali tidak peduli kepada cucunya kali ini, dia paling tidak suka dengan perselingkuhan, terlebih Arsen memang berniat untuk menyakiti Alya sejak awal mereka menikah.


"Maaf karena permintaan Oma membuatmu terbebani hingga membuat gadis sebaik Alya tersakiti. Kali ini Oma tidak akan membantumu, Oma akan membiarkan Alya bebas dan mencari jalan hidupnya sendiri, dan itu Oma lakukan sebagai permintaan maaf Oma karena dia sudah tersiksa di penjara pernikahan kalian." jelas Oma Nani.


"Ikhlaskan dia Arsen, dia patut bahagia dan mendapatkan laki-laki yang lebih layak di banding dirimu, maaf untuk kali ini Oma tidak akan pernah membantumu." Lanjutnya.


"Oma kenapa Oma mengatakan hal itu? Arsen mohon bantu Arsen untuk menemukan Alya, semakin banyak yang mencarinya maka semakin banyak peluang untuk menemukannya." ucap Arsen.


"Arsen juga tidak berniat untuk memenjarakan Alya Oma, kenapa Oma bilang kalau aku memenjarakan Alya dalam pernikahan?" tanya Arsen.


"Karena memang itu adalah penjara yang kamu buat Arsen, kalian bertemu karena dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat, dia terpaksa menikah denganmu karena ingin melindungi keluarganya, dan sekarang kamu ingin dia menjadi alat untuk mengandung dan melahirkan anakmu?" ucap oma Nani.


"Cih! Laki-laki pengecut! Itulah kamu Arsen! Kamu adalah laki-laki pengecut!" ketus Oma Nani.


"Kalau sampai keluarganya mengetahui yang sebenarnya, maka siapkan dirimu untuk tidak bertemu dengan Alya selamanya, karena Oma yakin keluarganya akan menutup akses untukmu mendapatkan informasi tentang keberadaan Alya." lanjut Oma Nani.


Brughh!! Tubuh Arsen seketika lemas, rasa putus asanya semakin besar saat mengetahui kalau keluarga Alya juga cukup memiliki kekuasaan untuk melakukan hal itu.


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan Oma? Bagaimana kalau aku tidak bisa menemukan informasi tentang Alya?" tanya Arsen.


"Bukankah Oma bilang kali ini Oma tidak akan membantumu, bahkan kalau bisa Oma akan membantu keluarga Alya untuk menutup informasi tentang Alya." balas oma Nani.


"Sudahlah, pilihanmu hanya satu, ikhlaskan dan tidak melakukan apapun sampai Alya memaafkan mu dan kembali padamu." ucap oma Nani sebelum akhirnya dia keluar dari kamar Arsen dengan mendorong kursi rodanya sendiri.


Arsen meneteskan air matanya, entah kenapa saat ini otaknya buntu untuk memikirkan ide apa yang bisa dia lakukan agar bisa menemukan Alya.

__ADS_1


Dia sudah menyuruh Ferdinand dan seluruh anggota mafianya menyebar ke seluruh penjuru untuk menemukan Alya, tapi sampai saat ini sudah sehari Alya menghilang dia tidak juga di temukan.


__ADS_2